Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
112. Pengantin


__ADS_3

Keesokan paginya hari Pernikahan antara Li Yuchen dan Seo Xiqin pun digelar. Di dalam Aula Utama, semua Tamu dari Kedua Keluarga Besar dan Walikota serta Keduanya Putranya telah datang bahkan Tetua dari Paviliun Huanfu dan Tetua dari Menara Formasi Shinzu pun ikut menghadiri Acara Pernikahan ini yang membuat semua orang menjadi penasaran.


Wu Peng yang datang membawa adiknya Wu Ruxin pun duduk besama dengan Tetua dari Menara Formasi Shinzu lainnya bahkan Ye Zhin pun datang dengan senyum yang bahagia yang lebar.


“Kakak, kenapa kita datang kemari? Ini bahkan bukan Pernikahan orang yang memiliki Pengaruh yang hebat!” protes Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang kesal sambil meminum teh yang ada di mejanya.


“Diamlah! Jika kau berisik lagi aku akan mengusirmu keluar! Aku tidak mengajakmu kemari tapi kau sendiri ingin ikut!” ucap Wu Peng dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang kesal.


“Dasar anak ini! Bisanya hanya membuat masalah. Kau tidak tau pernikahan siapa ini jika kau mengetahuinya, kau pasti akan sangat terkejut bahkan bisa p*p di sini!” ucap Wu Peng dalam hati sambil mengabaikan tatapan bertanya-tanya dari Wu Ruxin.


“Bos, Semoga Penikahanmu ini berjalan dengan lancar dan bahagia selamanya bersama Nyonya Bos. Cepat berikan aku Bos kecil yang tampan dan cantik!” ucap Ye Zhin dalam hati dengan ekspresi wajah yang bahagia yang membuat Wu Ruxin kesal semakin emosi.


Sementara itu, Tetua Han yang duduk bersama Ye Rui sebagai Kepala Paviliun Huanfu ikut datang mengahadiri Penikahan itu dengan santai karena telah mengetahui identitas sebenarnya dari Li Yuchen.


“Aku harus menunjukkan sisi baikku padanya. Aku tidak ingin karena ketidakhadiranku maka nyawaku akan dalam bahaya!” ucap Ye Rui dalam hati sambil memperhatian semua orang yang datang dengan mata yang seperti elang.


Seo Hong yang merupakan Kepala Keluarga Seo tidak menyangka jika di Pernikahan Putrinya dan Putra dari Keluarga Li akan mendapatkan sambutan dari tamu-tamu yang sangat hebat sehingga membuat Seo Hong tidak berhenti tertawa bahagia.


“Hahaha... Aku tidak menyangka jika Kepala Keluarga Ye dan Kepala Keluarga Wu datang kemari bahkan Tetua dari Paviliun Huanfu serta Tetua dari Menara Formasi Shinzu pun memberikan berkatnya pada Pernikahan ini!” ucap Seo Hong dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Sementara itu, Seo Xiqin yang telah dibangunkan sejak dini hari harus bertahan dengan dinginnya air, make up dalam waktu yang lama dan menahan lapar agar terlihat cantik harus bersabar hingga semuanya berakhir.


“Apakah ini masih lama Sui’er? Aku lapar sekali! Apa aku tidak bisa mendapatkan segigit saja kue itu?” rengek Seo Xiqin yang merasa sangat lapar dengan perut yang terus berbunyi.

__ADS_1


“Nona, anda harus menahannya. Anda tidak boleh makan apapun sebelum acara selesai.” Ucap Luo’er dengan nada bicara yang datar dan tanpa ekspresi.


“Hah! Apa kalian ingin melihat aku mati kelaparan? Apakah kalian tidak khawatir jika aku akan jatuh sakit Proses Penikahan dimulai?” keluh Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang memohon dengan air mata yang siap jatuh.


“Nona tolong jangan bergerak! Anda juga tidak boleh menangis di sini. Bagaimana jika riasan anda luntur nanti?” protes Sui’er dengan satu tangan di pinggang dan tangan lainnya memegang kuas makeup.


“Hmmm!” gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang kesal tapi tidak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa diam menurut agar semuanya cepat selesai.


Tak butuh waktu lama, persiapan itu pun berakhir tanpa drama lagi, Seo Xiqin yang telah memakai Gaun Pengantin berwarna merah dengan rambut yang disanggul dengan indah dengan hiasan kepala berbentuk Burung Phoenix berwarna emas yang sangat cocok dengan sulaman Burung Phoenix yang ada di ujung Gaun merahnya.


“Wah, Nona! Anda sangat canti sekali. Aku bahkan merasa anda adalah wanita tercantik di Kota Jinlin.” Ucap Sui’er dengan mata yang berbinar dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.


“Aku tidak akan berdebat dengan Sui’er kali ini karena yang dikatakannya sangat benar. Nona adalah pengantin yang sangat cantik. Jika aku pria mungkin aku sudah menculik Nona dan tidak akan membiarkan Nona menikah dengan Tuan Muda Li.” Ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang serius.


Namun di saat Seo Xiqin yang sudah mengeluhkan tentang rasa lapar yang menghantuinya, Li Yuchen yang ternyata telah memakai Baju Pengantinnya tenyata sedang berdiri di samping jendela yang sedang tertutup menguping percakapan Pengantinnya.


“Ternyata Gadis Bakpauku sangat lapar tapi tidak bisa memakan apapun karena tradisi di sini. Kasian sekali!” gumam Li yuchen dengan suara yang rendah dengan tawa yang kecil.


“Bahkan nada manjanya meminta makanan itu sangat lucu. Hah! Aku akan menjadi gila jika terus menguping di sini. Aku akan melihat kecantikan Gadis Bakpauku nanti. Sebaiknya aku pergi sekarang sebelum ketahuan.” Ucap Li Yuchen dalam hati sambil tersenyum lembut penuh cinta dengan kepala tertunduk.


Li Yuchen pun pergi dan kembali ruangannya tanpa diketahui orang lain dan tak lama kemudian Kepala Pelayan Keluarga Seo pun datang.


“Tuan Muda Li, waktu yang baik hampir tiba.” Ucap Kepala Pelayan dengan sangat sopan sambil menundukkan kepalanya memberi hormat.

__ADS_1


Li Yuchen yang mengerti pun segera keluar dari ruangannya dan melihat adanya Kuda Putih yang telah dihias dengan sangat baik bahkan terlihat sangat kuat seperti kuda perang dengan kereta kuda yang telihat sangat mewah dibelakangnya.


“Ye Zhin telah menyiapkan semuanya dengan sangat baik. Aku akan memberikannya bonus besar setelah Acara ini selesai!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil tersenyum senang sambil menaiki kuda putihnya dengan gagah.


Li Yuchen yang telah duduk di atas Kuda Putih dengan sangat gagah seperti Seorang Pangeran membuat semua orang yang melihat menjadi terpana karena karismanya. Dengan diikuti iringan musik serta petasan Li Yuchen pun pergi ke Halaman Seo Xiqin untuk menjemput Pengantinnya.


Seo Xiqin yang telah mendengar suara iringan musik dan petasan pun keluar dari rumahnya dengan dibantu oleh Sui’er dan Luo’er.


Li Yuchen yang melihat kecantikan wajah Seo Xiqin menjadi terpanah dan tidak hanya Li Yuchen bahkan semua orang yang juga ada di sana pun tidak bisa melepaskan pandangannya dari wajah Seo Xiqin yang merupakan kecantikan yang langka.


“Istriku memang sangat cantik dan aku tau itu tapi aku tidak suka ada Pria lain yang menikmati kecantikan Istriku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan membunuh ke arah pria-pria di sekitar.


Li Yuchen pun turun dari atas kudanya dan berjalan dengan penuh karismatik ke arah Seo Xiqin. Angin yang berhembus membuat jantung Seo Xiqin yang menatap Li Yuchen yang berjalan ke arahnya tidak bisa berhenti berdetak dengan normal.


“Apa yang terjadi padaku? Ke-kenapa jantungku berdetak sangat cepat. Wa-wajahku juga merah sekali. Apakah aku demam?” tanya Seo Xiqin pada dirinya sendiri sambil menundukkan kepala dan berhenti memandang wajah Li Yuchen yang terlihat sangat tampan di matanya.


Li Yuchen yang telah berdiri di depan Seo Xiqin pun langsung menggendong Seo Xiqin yang akhirnya membuat Seo Xiqin terkejut hingga dengan spontan merangkul pundak Li Yuchen dan menatap matanya.


“Tenanglah. Ini akan cepat berakhir!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang indah yang terlihat sangat keren dan tampan dengan nada suara yang lembut penuh dengan perhatian serta tatapan mata penuh kasih sayang.


Dalam waktu singkat Seo Xiqin pun telah duduk di dalam kereta dengan ekspresi wajah yang bingung setelah semua yang dilakukan Li Yuchen padanya.


“Makanlah kue ini! Kau pasti sangat lapar dan belum makan apapun. Jangan khawatir, kita akan menyelesai Proses Penikahan ini dengan singkat!” ucap Li Yuchen dengan sangat ramah sambil menyerahkan beberapa potong kue dan sebotol kecil air ke tangan Seo Xiqin lalu memasangkan Kerudung Merah Pernikahan ke kepala Seo Xiqin dengan hati-hati.

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2