
Li Ouyang dan Li Fan yang melihat Li Zui terluka karena pukulan Li Yuchen yang secara tiba-tiba pun menjadi marah.
“Apa yang kau lakukan Li Yuchen? Apakah kau tidak tau jika sedang terjadi pertandingan disini? Beraninya kau ikut campur dalam Pertandingan ini?” teriak Li Ouyang dengan nada suara yang tinggi dengan ekpsresi wajah yang marah.
“Hah! Pertandingan? Kalau begitu bagaimana dengan Ayahmu yang ikut campur dalam pertandingan kita?” tanya Li Yuchen lagi dengan nada suara yang sinis dengan ekspresi wajah yang merendahkan.
Li Ouyang yang mendengar perkataan Li Yuchen pun terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa menggenggam tangannya dengan sangat erat menelan kemarahannya sendiri.
“Kau ingin aku tidak ikut campur sementara Ayahmu telah berbuat curang!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang tajam.
“Curang? Jangan mengatakan hal yang tidak benar untuk membenarkan perbuatanmu yang ikut campur dalam pertandingan ini!” teriak Li Ouyang dengan suara yang keras.
“Tidak benar? Lalu bagaimana kau bisa menjelaskan tentang ini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal sambil berjalan ke arah Mo Hao yang terkena racun.
“Kakek! Tolong duduk dalam posisi bersilang sekarang! Aku akan membantumu mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuhmu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
Mo Hao yang sangat menyayangi Li Yuchen pun mengikuti perkataannya dan melakukan yang diperintahkan Li Yuchen padanya.
Li Yuchen yang sangat tau racun yang dipakai oleh Li Zui adalah racun yang sama yang digunakannya kepada Li Chuan.
Li Yuchen yang menghasilkan tiga buah Pil Energi Api Phoenix pun menggunakan pil terakhir yang dimilikinya untuk menyembuhkan Mo Hao.
Dengan menggunakan jarum perak Li Yuchen pun mengunci beberapa titik meridian milik Mo Hao agar tidak terkena racun lalu dengan satu pukulan di dada bagian belakang Mo Hao pun memuntahkan darah hitam yang sangat pekat di atas Arena.
Semua orang yang melihat darah hitam itu pun langsung menatap Li Zui dengan tatapan mata yang curiga dan tidak percaya.
“Da-darah hitam!”
“Jika itu darah hitam berarti semua yang dikatakan oleh Li Yuchen benar. Kepala Keluarga Li telah menggunakan racun!”
“Kepala Keluarga Li telah berbuat curang!”
__ADS_1
“Benar! Curang! Curang! Curang!”
Li Yuchen yang telah berhasil mendapatkan dukungan semua orang pun tersenyum senang dan membuat posisi Li Zui dan kedua putranya terpojok.
“Tidak mungkin! Ayahku tidak mungkin melakukan itu! Bisa saja Kakek Tua Mo Hao telah terkena racun sebelumnya dan Li Yuchen yang telah bersekongkol menggunakan ini untuk menjebak Ayahku!” ucap Li Fan yang tidak terima dengan tuduhan yang diberikan kepada Ayahnya.
Li Yuchen yang mendengan penyangkalan dari Li Fan pun tertawa dengan sangat keras sehingga membuat Li Fan menjadi bingung dan merasakan telah mengatakan sesuatu yang salah.
Li Chuan yang diam saja sejak pertandingan dimulai pun akhirnya bersuara dan mengatakan fakta yang terjadi padanya saat Duel antara dirinya dan Li Zui sebelumnya.
“Tidak! Yang dikatakan Li Yuchen itu sangat benar karena Li Zui melakukan hal yang sama padaku saat Duel denganku beberapa bulan yang lalu!” ucap Li Chuan dengan suara yang keras dan juga tegas.
“Saat kami sedang bertanding, aku tiba-tiba merasakan ada sebuah bubuk yang terlihat di depan mataku dan tak lama kemudian aku merasa seluruh tubuhku menjadi sangat lemah lalu pandanganku pun menjadi kabur!” ucap Li Chuan dengan ekspresi wajah yang serius.
“Saat aku sedang kehilangan konsentrasi, Li Zui menyerang kakiku dan mematahkannya lalu membuatku mengalami luka dalam hingga akhirnya aku kalah dalam pertandingan!” ucap Li Chuan dengan ekspresi wajah yang kesal dan kecewa dan tangan yang terkepal karena emosi.
Mo Yunhe yang juga tidak ingin diam saja dengan yang dilakukan Li Zui yang telah bekerjasama dengan Tabib Chao pun mengatakan semua yang diketahuinya.
“Setelah kejadian tu, dia tidak hanya mengambil posisi Kepala Keluarga dan mengusirku dan Suamiku yang terluka tapi juga bekerjasama dengan Tabib Chao untuk meracuni suamiku hingga akhirnya terbaring di tempat tidur selama berbulan-bulan!” ucap Mo Yunhe dengan suara yang serak dan air mata kesedihan yang terus mengalir tanpa henti.
Mo Hao yang telah pulih kembali pun menjadi sangat marah mendengar perbuatan Li Zui pada anak dan juga cucunya.
“Kau... Tidak pantas disebut manusia! Orang sepertimu tidak pantas ada di dunia ini!” teriak Mo Hao dengan sangat keras dan mengangkat pedangnya tinggi-tinggi lalu menyerang tubuh Li Zui yang sedang berdiri di hadapannya.
Li Ouyang dan Li Fan yang mencoba menghentikan Mo Hao ternyata tidak bisa berbuat apa-apa dan terpaksa harus menerima pukulan dari Mo Hao.
Mo Hao yang tidak memiliki halangan apapun lagi pun mengayunkan pedangnya dan memenggal kepala Li Zui dalam sekali tebasan hingga akhirnya kepala Li Zui pun terlepas dari tubuhnya dan darahnya pun terciprat ke wajah Li Fan.
Li Fan yang melihat kematian Ayahnya di depan matanya pun sangat terkejut dan terus berteriak dengan sangat keras.
Li Ouyang yang sangat marah dan emosi sangat ingin membalaskan kematian Li Zui tapi Li Zui yang sadar jika jarak kultivasinya dengan Mo Hao sangat jauh membuat Li Ouyang harus menelan kemarahannya itu sendiri.
__ADS_1
Li Yuchen yang melihat nasib tragis yang dialami Li Zui pun hanya menatap dengan tatapan mata yang dingin dan mengalihkan pandangannya kepada Tetua yang ada di Kepala Keluarga Li yang hanya duduk menonton pertunjukan di atas podium.
Tetua Ping yang menyadari lirikan mata Li Yuchen yang mengandung unsur membunuh pun bergegas turun ke Arena Pertandingan.
“Aku adalah Tetua Li Ping. Aku akan mewakilin Tetua di Keluarga Li dan menyatakan jika Kepala Keluarga Li Zui telah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan dicabut posisinya dari Kepala Keluarga Li dan dikeluarkan dari Klan.” Ucap Tetua Ping dengan ekspresi wajah yang serius dengan suara yang sangat keras hingga semua orang yang datang dapat mendengarnya dengan jelas.
“Tidak hanya itu, Li Ouyang dan Li Fan yang mengetahui perbuatan busuk Li Zui juga akan diusir dari Klan.” Ucap Tetua Ping yang melanjutkan kata-katanya tanpa henti.
“Li Yuchen yang telah berhasil mengalahkan Li Ouyang dalam Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li pun dinyatakan menang dan posisi Kepala Keluarga Li yang kosong akan diberikan kepada Li Yuchen secara langsung!” ucap Tetua Ping dengan sangat keras dengan penekanan kata di akhir kalimat dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Semua orang yang mendengar perkataan Tetua Ping munjadi sangat senang dan bersorak dengan sangat keras untuk kemenangan Li Yuchen.
Li Chuan dan Mo Yunhe yang mendengar perkataan Tetua Ping menjadi sangat senang hingga membuat Mo Yunhe pun meneteskan air mata bahagia.
Di sisi lain, Li Yuchen yang tidak mengharapkan apapun tidak memasang wajah gembira ataupun suka cita dan memutuskan untuk maju ke depan lalu mengumumkan sesuatu yang sangat penting.
“Berhenti!” teriak Li Yuchen dengan suara yang sangat keras dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang serius.
“Aku menolak Posisi Kepala Keluarga Li!” ucap Li Yuchen lagi yang melanjutkan kata-katanya dengan wajah yang tanpa ekspresi.
Li Chuan, Mo Hao dan bahkan Seo Xiqin yang juga ada di sana menjadi sangat terkejut dengan keputusan yang dibuat oleh Li Yuchen.
Mo Yunhe yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi sangat marah dan mengatakan kata-kata yang kasar.
“Apa? Kenapa kau menolak posisi itu? Apakah kau tidak seberapa pentingnya dan terhormatnya posisi itu? Apakah kau telah kehilangan akalmu?” teriak Mo Yunhe dengan mata yang melotot tajam.
“Diam!” teriak Mo Hao dengan sangat keras dengan tatapan mata yang tajam dan aura membunuh yang sangat kuat yang ditujukkannya kepada Mo Yunhe.
“Apa kau tidak bisa menyaring kata-katamu? Apakah kata-kata itu pantas dikatakan oleh seorang Ibu kepada Putranya?” teriak Mo Hao dengan ekspresi wajah yang marah.
Li Yuchen yang tidak perduli dengan perkataan ataupun sikap yang akan ditunjukkan Mo Yunhe kepadanya di masa depan pun hanya menatap dengan ekspresi wajah yang datar dan mengatakan sesuatu yang dianggapnya benar.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang akan dikatakan Li Yuchen ya? Apakah Li Yuchen benar-benar menolak Posisi Kepala Keluarga Li? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya..