
“50% Pendapatan Pertahun selama 3 tahun!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam sambil meletakkan teh yang selesai diminumnya.
“Setuju!” ucap Tetua Han dan Ketua Wu secara bersamaan dengan ekspresi wajah yang gembira dengan nada suara yang terburu-buru.
Setelah melakukan kesepakatan yang menguntungkan, Tetua Han dan Ketua Wu pun menyerahkan Gulungan yang berisi perjanjian mengenai kompensasi ini dan juga beberapa barang yang diberikan oleh keduanya saat mengangkat Li Yuchen menjadi Tetua Kehormatan sebelumnya.
“Selamat jalan dan semoga sampai di tempat tujuan dengan selamat Tetua Yu! Hmmmm, Tidak! Tetua Li!” ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang ceria sambil menjabat tangan Li Yuchen dengan senyum yang lebar.
“Jika Tetua Li membutuhkan bantuan, silahkan gunakan Token yang ada di tangan anda karena Token itu akan membantu Tetua Li di saat darurat!” ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang serius.
Setelah bertukar sapa beberapa kata akhirnya Tetua Han dan Wu Peng pun meninggalkan ruangan Li Yuchen. Li Yuchen yang melihat Ye Zhin masih berjaga pun memberikan kode kepadanya untuk ikut kembali dan beristirahat.
Li Yuchen yang mengingat janjinya dengan Seo Xiqin pun tersenyum jahil dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil melangkahkan kaki menuju Kamar Xiqin dengan langkah yang besar dan cepat.
Seo Xiqin yang sedang merapikan beberapa barang yang akan dibawanya untuk keberangkatan esok hari bersama Sui’er dan Luo’er pun menjadi sangat terkejut melihat Li Yuchen yang datang dengan tiba-tiba.
“Che-chen gege!” ucap Seo Xiqin yang terkejut dengan nada suara yang bergetar dengan mata yang terbuka lebar.
Li Yuchen yang melihat yang dilakukan Seo Xiqin pun memberikan kode kepada Sui’er dan Luo’er untuk pergi meninggalkan keduanya.
“Qier! Kenapa mengemas begitu banyak barang dan untuk apa semua ini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung saat melihat beberapa kotak yang terbungkus rapi seperti bingkisan kado.
__ADS_1
“Ini... Ini semua untuk Ayah dan Ibu. Qier tidak tau apa yang disukai Ayah dan Ibu Mertua jadi Qier menyiapkan banyak hadiah. Qier hanya ingin memberikan kesan baik pada Ayah dan Ibu Mestua agar keduanya mau menerima Qier sepenuhnya!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
“Hah! Aku tidak memikirkan semua itu karena aku tidak memiliki orangtua di kehidupanku yang lalu jadi aku tidak memiliki ingatan tentang hubungan orangtua dan anak tapi pemilik tubuh ini masih memiliki orang tua tapi meskipun begitu aku yakin pemilik tubuh ini hanya memiliki kenangan baik Ibunya dan tidak Ayahnya!” ucap Yuchen dalam hati sambil mendengarkan perkataan Seo Xiqin.
“Kau tidak perlu sampai seperti ini. Aku yakin Ayah dan Ibu pasti akan menyukai apapun yang Qier berikan dan Ayah dan Ibu juga pasti akan menyukai Qier karena mereka berdualah yang sudah memutuskan Pertunangan kita sejak kecil!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang lembut.
Li Yuchen yang ingin menenangkan Seo Xiqin pun memeluk erat Seo Xiqin ke dalam pelukannya yang dibalas dengan pelukan hangat dari Seo Xiqin.
“Besok kita akan pergi ke Kota Kunlun menemui Keluargaku tapi sebelum kita akan pergi menuju Kota Xilin dan Kota Yunlong!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
“Kota Xilin dan Kota Yunlong?” ucap Seo Xiqin yang mengulang perkataan Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung yang membuat Li Yuchen merasa sangat lucu.
“Tentu saja karena Chen gege harus meningkatkan kekuatan terlebih dahulu dan membantu Qier menekan Penyakit Lama Qier di Kota Xilin.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengubah posisi dengan memeluk Seo Xiqin dari belakang sambil memandang bulan dari luar jendela.
“Disini terlalu berisik dan juga setelah menikah bukankah kita belum menikmati waktu berdua. Jika tetap disini akan banyak serangga yang mengganggu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin dan datar.
Seo Xiqin yang akhirnya memahami maksud Li Yuchen pun tertawa kecil sambil mengingat wajah Seo Wan’er, Ye Rui dan Wu Ruxin yang akan terus mengelilingi kemanapun Li Yuchen pergi seperti serangga.
Meskipun bergitu, Seo Xiqin yang tidak paham dengan alasan kepergian ke Kota Yunlong pun mengungkapkan rasa penasarannya.
“Chen gege! Kenapa kita harus berhenti kota Yunlong? Bukankah Chen gege adalah Seorang Master Formasi dan bisa dengan mudah membuat Formasi Teleportasi menuju Kota Kunlun?” tanya Seo Xiqin yang penasaran sambil mengubah posisinya berhadapan dengan Li Yuchen.
__ADS_1
“Karena Chen gege harus masuk Akademi Yunlong. Chen gege mendapatkan informasi bahwa di dalam Perpustakaan di Akademi Yunlong memiliki jawaban untuk Penyakit Qier!” ucap Li Yuchen dengan kepala terangkat sambil tetap memeluk erat Seo Xiqin dan menatap bulan yang bersinar dengan terang dengan seksama.
“Chen gege tidak tau apakah informasi ini benar atau salah tapi Chen gege tidak akan melepaskan sekecil apapun harapan untuk kesembuhan Qier karena Chen gege ingin hidup bersama Qier selamanya!” ucap Li Yuchen dengan kata-kata yang sangat manis dengan tatapan mata yang penuh kasih sayang membuat Seo Xiqin semakin tersentuh.
“Terima kasih, Chen gege! Kalau begitu, Qier juga sudah memutuskan untuk ikut Chen gege dan mengikuti Ujian Masuk Akademi Yunlong. Jadi kita bisa mencari informasi itu bersama-sama!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dan ekspresi wajah yang bersinar bahagia.
Di bawah terang bulan, keduanya pun saling berciuman untuk waktu yang lama dan membuat ciuman itu semakin dalam dan intens hingga akhirnya keduanya menghabiskan malam yang panas sekali lagi.
Keesokan paginya, Li Yuchen dan Seo Xiqin yang telah bersiap untuk meninggalkan Kota Jinlin pun diantar oleh Tetua Han, Master Sun dan juga Wu Peng menuju pintu gerbang.
“Selamat tinggal Tetua Li! Nyonya Li! Semoga perjalan kalian berdua selamat sampai tujuan!” ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang bahagia dan nada suara yang ceria.
Meskipun begitu, Ye Rui yang melihat Li Yuchen meninggalkan Kota Jinlin di balik Pohon dengan yang tersenyum bahagia saat menatap Seo Wan’er membuat hati Ye Rui terasa sangat sakit.
“Tetua Li, ternyata kau bisa juga menunjukkan senyum seperti itu! Lalu kenapa kau tidak bisa senyum seperti itu padaku sekali saja?” tanya Ye Rui dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang sedih sambil meremas pakaian yang ada di dadanya dengan tatapan mata yang senduh.
Sedangkan Wu Ruxin yang juga ikut melihat Li Yuchen dan Seo Xiqin yang akan segera pergi meninggalkan Kota Jinlin dari atas rumah warga pun merasa sangat sedih.
“Selamat tinggal Tetua Li! Meskipun sakit memiliki perasaan yang bertepuk sebelah tangan tapi aku tidak akan menyerah dengan begitu mudah. Aku akan berlatih dengan keras agar bisa sejajar denganmu dan mengangkat kepalaku sangat tinggi dihadapan Istrimu lalu menunjukkan jika aku lebih pantas bersamamu dibandingkan dirinya!” ucap Wu Ruxin dengan nada suara yang tegas dengan tatapan mata yang menunjukkan keteguhan dengan ekspresi wajah yang serius.
Li Yuchen yang tidak bisa menunda kepergiannya lebih lama pun memutuskan untuk segera pergi meninggalkan Kota Jinlin terlebih setelah menyadari keberadaan Ye Rui dan Wu Ruxin yang menyembunyikan jejak kehidupannya.
__ADS_1
#Bersambung#
Bagaimana kelanjutan cerita Li Yuchen dan Seo Xiqin di Kota Xilin? Baca BAB selanjutnya ya. Jangan sampai ketinggalan