
Hun Yin yang tiba-tiba merasa tubuh dan wajahnya sangat gatal saat bersentuhan dengan air pun menjadi sangat emosi dan kesal hingga menghancurkan semua barang yang ada di atas meja hiasnya.
"Aarrgghh!" teriak Hun Yin dengan suara yang lantang sambil menggeserkan semua barang-barang yang ada di atas meja hias ke samping hingga semuanya terjatuh ke lantai dan pecah.
"Kenapa begini? Apa yang terjadi padaku? Cepat panggilkan tabib dan ingat harus diam-diam jangan diketahui siapapun!" ucap Hun Yin yang telah berbalik arah memanggil Seorang Pelayan Senior dengan nada mengancam.
"Saya mengerti Nyonya. Saya akan segera pergi sekarang tapi Nyonya saya baru saja mendapatkan informasi bahwa Nona Wan'er juga menderita penyakit yang sama." ucap Pelayan Senior dengan ekspresi wajah yang serius.
"Apa kau bilang? Putriku juga mengalami hal yang sama denganku! Tidak! Aku harus pergi dan melihatnya sendiri!" ucap Hun Yin yang langsung memakai pakaian hangat dan juga topi dengan cadar putih yang menutupi seluruh kepalanya.
Sementara itu, Seo Wan'er yang melihat di cermin jika seluruh wajah dan tubuhnya telah dipenuhi dengan bintik merah dengan rasa gatal yang amat sangat membuat emosi Seo Wan'er meledak-ledak hingga menghancurkan setiap barang yang ada di depannya.
"Aarrgghhh! Apa yang terjadi pada wajah dan tubuhku?" teriak Seo Wan'er dengan suara yang sangat tinggi terdengar histeris dengan ekspresi wajah yang marah, kesal dan tidak bisa menerima kenyataan.
"Tidak! Wajah dan tubuhku harus kembali normal. Aku tidak ingin Kakak Ling mengetahui ini dan meninggalkanku!" Tidak! Aku tidak mau!" teriak Seo Wan'er dengan histeris dengan air mata yang terus mengalir ke pipinya sambil terus berusaha menggaruk tubuhnya yang terasa gatal tapi ditahan oleh beberapa Pelayan muda.
"Wan'er! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menghancurkan semua barang-barangmu?" ucap Hun Yin dengan nada terkejut dengan ekspresi wajah yang cemas melihat keadaan Seo Wan'er yang dramatis.
"Ibu! Tolong! Tolong aku! Kembalikan tubuh dan wajahku seperti semula! Aku tidak mau Kakak Ling pergi meninggalkanku dengan wanita itu!" ucap Seo Wan'er dengan nada suara yang pilu dengan ekspresi wajah yang sedih serta menderita dan dengan air mata yang terus mengalir.
"Tenanglah. Kau tidak sendirian melewati ini. Ibu telah memanggil Tabib dan Tabib akan segera datang untuk menyembuhkan kita berdua!" ucap Hun Yin dengan nada menenangkan sambil memeluk erat tubuh Seo Wan'er.
__ADS_1
Hun Yin yang terus memeluk Seo Wan'er terus berpikir alasan dirinya menjadi seperti ini tapi semakin dipikirkan hanya satu jawabannya yaitu karena mereka telah mencoba mencuri Hadiah Pernikahan milik Seo Xiqin.
"Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang dasar j****g kecil! Saat aku dan putriku sembuh nanti, aku pasti akan membuat perhitungan denganmu!" ucap Hun Yin dalam hati sambil terus memeluk Seo Wan'er dengan ekspresi wajah yang memerah karena menahan amarahnya.
Tak butuh waktu lama tabib pun datang dan memeriksa keduanya satu per satu hingga akhirnya mendapatkan satu kesimpulan.
"Maafkan saya Nyonya. Kemampuan saya masih sangat kurang. Saya tidak dapat menyembuhkan penyakit ini karena sejujurnya saya baru pertama kali melihat penyakit ini." ucap Tabib dengan suara yang rendah sambil menundukkan kepala tidak berdaya.
"Apa maksudmu kau tidak bisa menyembuhkannya? Apakah kau seorang tabib atau hanya orang bodoh yang menyamar!" ucap Hun Yin dengan nada suara yang tinggi dan juga kasar dengan mata yang melotot tajam penuh amarah di balik tirai putih yang besar.
"Saya adalah seorang Tabib dan tugas saya memang untuk menyembuhkan penyakit tapi saya tetaplah manusia biasa yang memiliki kekurangan, Nyonya." ucap Tabib yang mencoba membela dirinya sendiri.
"Tapi meskipun begitu, Nyonya bisa pergi ke Paviliun Huanfu atau ke Pelelangan untuk membeli Pil Penyembuh tinggat Empat atau Tiga! Dengan Pil itu, saya yakit penyakit yang diderita Nyonya dan Nona pasti akan sembuh!" ucap Tabib yang mencoba menberi saran.
"Bawa semua perhiasan yang aku simpan dan pergi ke Paviliun Huanfu lalu beli Pil Penyembuh tingkat Empat atau Tiga kemari secepatnya! Ingat, hal ini jangan sampai bocor keluar!" ucap Hun Yin dengan suara yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
"Ibu! Pil Penyembuh tingkat Tiga atau Empat itu harganya sangat mahal bisa sampai Jutaan hingga Puluhan Juta Tael Perak! Bagaimana Ibu bisa menyiapkan uang sebanyak itu?" tanya Seo Wan'er yang bingung karena yang dirinya tau uang yang sangat banyak itu tidak dapat dihasilkan dalam waktu singkat.
"Jangan khawatir. Ibu memiliki cara tersendiri dan kau hanya perlu tenang menunggu Pil Penyembuh itu ada di depanmu!" ucap Hun Yin sambil membelai rambut Seo wan'er denga lembut dengan nada menenangkan.
"Aku harus mendapatkan Pil itu, meskipun aku harus menjual beberapa Perhiasan dan Toko milikku. Aku dan Putriku harus segera kembali cantik kembali. Aku tidak akan membiarkan orang lain mendapatkan yang diinginkannya!" ucap Hun Yin dalam hati dengan eskpresi wajah yang tegas sambil berjalan kembali ke halamannya dengan langkah yang goyah.
__ADS_1
Di sisi yang lain, Ye Zhin yang telah merasa aman setelah keluar dari Kediaman Keluarga Ye dan tinggal bertiga bersama Paman dan Bibinya pun segera menemui Li Yuchen untuk menyampaikan informasi penting.
"Bos, maaf mengganggumu! Aku baru saja mendapatkan informasi setelah memata-matai tempat tinggal Seo Wan'er dan Hun Yin!" ucap Ye Zhin dengan kepala tertunduk dengan posisi berlutut dengan satu tangan di hadapan Li Yuchen yang sedang duduk santai di bawah pohon.
"Ada apa? Katakan padaku!" ucap Li Yuchen yang langsung menutup buku yang ada di tangannya sambil memfokuskan diri mendengar laporan Ye Zhin.
"Hun Yin telah memanggil tabib untuk mengobati penyakitnya tapi Tabib tersebut tidak bisa melakukan apapun dan memberi saran untuk membeli Penyembuh tingkat Empat atau Tiga ke Paviliun Huanfu!" ucap Ye Zhin yang telah berdiri dengan ekspresi wajah yang datar dan serius.
Li Yuchen yang mendengar penjelasan Ye Zhin pun tertawa dengan sangat lepas.
"Hahaha... Obat yang aku buat tidak akan ada seorangpun yang bisa mengobatinya kecuali dia meminum Obat Penawar yang aku juga buat sendiri!" ucap Li Yuchen dengan tawa yang sangat keras dan ekspresi wajah yang telah berubah senang.
"Pergi ke Paviliun Huanfu dan sampaikan pesanku pada mereka untuk tidak menjual Pil Penyembuh apapun kepada Orang Keluarga Seo!" ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang serius sambil melemparkan Lencana Tetua Kehormatan miliknya kepada Ye Zhin.
Ye Zhin yang menerima Lencana dari Li Yuchen pun segera menganggukkan kepala dengan patuh dan menyimpan Lencana itu dengan baik ke dalam bajunya lalu pergi ke Paviliun Huanfu.
"Apa yang telah mereka berdua lakukan? Beraninya mereka menyinggung Bos! Dasar manusia Bodoh!" ucap Ye Zhin dalam hati sambil terus melompat ke atas atao dengan sangat cepat.
Li Yuchen yang telah melihat Ye Zhin pergi pun terbaring dengan posisi santai sambil memandang langit biru yang cerah dengan angin sepoi-sepoi.
"Hah! Nyaman sekali! Aku jadi ingin lihat reaksi kepanikan dan kebingungan keduanya saat tidak menemukan solusi dari masalah mereka!" gumam Li Yuchen dengan wajah yang bahagia dengan senyum yang lembut.
__ADS_1
#Bersambung#