
Liao Hunyuan yang merupakan Putra Pertama dari Keluarga Liao di Daratan Yunzan tidak pernah dianggap oleh Ayahnya karena Liao Hunyuan bukanlah anak yang terlahir dari wanita yang dicintai oleh Ayahnya.
Ayah Liao Hunyuan, Liao Hou, terpaksa menikah dengan Ibu Liao Hunyuan dan meninggalkan wanita yang sangat dicintainya karena perbedaan status.
Meskipun begitu, Liao Hou yang akhirnya bisa membawa wanita yang dicintainya berada di sisinya ternyata hal itu tidak membuat Liao Hou bisa bersama selamanya karena wanita yang dicintainya itu meninggal saat melahirkan Putranya.
Liao Hou yang sangat menyayangi Putra dari Wanita yang dicintainya yaitu Liao Jiang membuat Liao Hunyuan haus akan kasih sayang dan pujian karenanya Liao Hunyuan selalu berlatih keras agar bisa diakui oleh orang-orang disekitarnya.
Liao Hunyuan yang menyadari bahwa statusnya yang merupakan Putra Pertama dari Istri Sah tidak bisa menerima rencana Liao Hou yang ingin membuat Putra dari Selirnya menjadi Penerus Keluarga Liao.
“Aku tidak akan kalah! Aku pasti akan tenang bagaimanapun caranya! Aku harus bisa menjadi Kepala Keluarga Liao dan membuat Ayah melihatku!” ucap Liao Hunyuan dalam hati dengan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang dingin.
Meskipun Liao Hunyuan tidak banyak bicara di hadapan orang lain dan lebih sering bersikap dingin pada orang-orang yang mencoba mendekatinya itu tidak mengubah kenyataan bahwa Liao Hunyuan membutuhkan perhatian.
Liao Hunyuan yang memiliki tekad yang sangat kuat untuk bisa menang dan menjadi Juara dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan tanpa basa-basi menunjukkan kekuatannya yang sebenarnya di hadapan semua orang.
Luapan Energi Surga dan Neraka yang keluar dari dalam tubuh Liao Hunyuan pun mengalir ke luar dan menunjukkan Levelnya yang sebenarnya.
Penonton yang berpikir jika Level Liao Hunyuan yang ditunjukkannya di Pertandingan sebelumnya adalah Levelnya yang sebenarnya menjadi sangat terkejut.
“Tu-tunggu! Apakah ini Kekuatan yang sebenarnya Tuan Muda Li?”
“Aku pun tidak tau! Jika yang ditunjukkan sekarang adalah yang sebenarnya itu berarti Tuan Muda Li sungguh Jenius yang langkah!”
“Tentu saja! Memiliki Level Kekuatan Surgawi ditingkat Delapan di usia semuda itu sungguh pencapaian yang luar biasa!”
Orang-orang yang mengetahui Kekuatan Liao Hunyua bersorak-sorai gembira menyatakan kekaguman dan keterkejutannya.
“Kepala Keluarga Liao sungguh diberkati karena memiliki Putra yang sangat kuat seperti itu!” ucap Kaisar Qi dengan nada suara yang memuji dan senyum yang lebar.
“Terima kasih, Yang Mulia. Hunyuan masih belum cukup kuat dan dia masih harus berlatih lagi karena di dunia ini akan selalu ada orang yang lebih kuat dari kita!” ucap Liao Hou dengan senyum yang canggung dengan ekspresi wajah bahagia yang kaku.
Liao Hou yang tidak menyukai Liao Hunyuan meski menyadari bahwa Liao Hunyuan adalah Putra Kandungnya hanya bisa mendesah panjang.
“Kau memang Putraku tapi aku tetap tidak bisa menyukaimu karena wajahmu itu sungguh mengingatkanku kepada Ibumu yang telah membunuh Wanitaku!” ucap Liao Hou yang mengingat tragedi yang terjadi di masa lalu.
__ADS_1
Liao Hou yang masih mengingat dengan jelas kejadian saat dirinya sedang bertugas dan Selir Kesayangannya akan melahirkan, Istri Sahnya membuat Selir Kesayangannya meninggal karena kedinginan setelah melahirkan tanpa ada bantuan seorang pelayan.
Liao Hou yang untungnya bisa kembali dengan cepat karena merasa sangat khawatir menjadi sangat terkejut saat mengetahui kenyataan tersebut dan untunglah Putranya masih selamat karena mendapatkan Pelukan hangat dari Ibunya yang telah membeku kedinginan.
Li Yuchen yang melihat Liao Hunyuan menunjukkan kekuatannya pun tersenyum kecil lalu tanpa canggung mengangkat tangannya dan melepaskan cincin yang selama ini menekan Kekuatannya.
“Tuan Muda Liao, apakah kau pikir kau bisa pamer sendirian? Maaf saja aku tidak akan membiarkanmu menjadi pusat perhatian dengan mudah!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan senyum tipis di sudut bibirnya.
Li Yuchen yang menunjukkan bahwa dirinya telah berada di Level Surgawi tingkat Delapan sama seperti Liao Hunyuan membuat suara gaduh dari tempat Penonton tak bisa dihentikan.
Penonton yang awalnya berpikir bahwa ini akan menjadi Pertandingan yang mudah dengan Liao Hunyuan yang akan menang menjadi juaranya segera mengubah pandangan itu setelah melihat Kekuatan Li Yuchen.
“Apa aku telah menjadi buta? Cincin apa yang dilepaskannya?”
“Itu adalah cincin yang bisa menekan Kultivasi sebenarnya dari orang yang memakai cincin jadi musuh tidak akan bisa menyadari ataupun mengetahui kekuatannya yang sebenarnya!”
Liao Hunyuan yang sudah bisa menebak bahwa Li Yuchen bukanlah orang biasa pun tersenyum sinis dan menatap Li Yuchen dengan dingin.
“Akhirnya kau menunjukkannya! Aku sudah menduganya bahwa kau pasti memiliki kartu yang lain tapi jika hanya ini yang kau miliki maka kau tidak akan pernah bisa menang dariku!” ucap Liao Hunyuan dengan nada suara yang terdengar kasar dengan tatapan mata yang merendahkan.
Liao Hunyuan yang tidak senang dengan nada suara Li Yuchen pun mengambil senjatanya lalu menyerang Li Yuchen dengan kekuatan penuhnya.
Li Yuchen yang tak ingin diam saja pun ikut meladeni pukulan demi pukulan yang diberikan oleh Liao Hunyuan padanya dengan Pedang Naga di tangannya.
Dentang-denting suara Pedang yang saling beradu terus bergema di atas Arena Pertandingan menyatakan bahwa Pertandingan itu tetap ada meski Penonton harus kesulitan melihat setiap serangan karena kecepatan yang tinggi.
Li Yuchen yang memiliki keuntungan lebih karena memiliki Giok Naga Hijau Emas dan berbagai macam sumber daya membuatnya dapat dengan mudah menstabilkan Kekuatan yang baru didapatkannya.
Li Yuchen yang telah berada di tingkat Delapan tahap Menengah ternyata menang sedikit dari Liao Hunyuan sehingga hanya dengan sedikit usaha Li Yuchen bisa memukul mundur Liao Hunyuan.
“Kau ingin menang dalam Pertandingan ini dan menjadi Pemanangnya maka itu semua tergantung dengan kekuatanmu!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang licik.
Li Yuchen yang mengingat bahwa Liao Hunyuan menggunakan cara kotor untuk menyiksa Nanggong Ruan dan Ye Zhin pun memutuskan untuk menggunakan cara yang sama.
Li Yuchen yang telah membaca dengan seksama aturan dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan pun mengerti bahwa dirinya bisa menggunakan beberapa trik yang hanya dapat dirinya gunakan.
__ADS_1
Li Yuchen yang maju menyerang Liao Hunyuan terlebih dahulu dengan memfokuskan Energi pada ujung Pedangnya pun mengarahkannya ke arah Liao Hunyuan.
Li Yuchen yang bisa memprediksi bahwa Liao Hunyuan akan bergerak ke sisi kiri untuk menghindar pun dengan cepat bergerak berdiri di belakang Liao Hunyuan.
“Langkah Awan!” ucap Li Yuchen yang menghilang dalam sekejap mata dan berdiri tepat di belakang Liao Hunyuan sambil melemparkan tiga buah Jarum Perak yang sangat tipis dan kecil leher dan kedua lengan Liao Hunyuan.
Liao Hunyuan yang tidak bisa menghindar pun terkena tusukan Jarum Perak lalu saat Liao Hunyuan belum menyadari jika ada sesuatu yang menyentuh kulitnya dan dengan cepat mengarahkan pedangnya ke arah belakang menuju Li Yuchen.
Li Yuchen yang mengaktifkan Jurus yang didapatkannya di Akademi Yunlong sebagai Pemenang saat menjadi Murid Baru membuatnya dapat dengan mudah bergerak dan membuat Liao Hunyuan kesulitan menghajar Li Yuchen karena Li Yuchen terus bergerak menghindar.
Liao Hunyuan yang akhirnya menyadari bahwa Energinya yang semula sangat banyak tiba-tiba menurun drastis hanya dengan beberapa gerakan serangan membuat Liao Hunyuan berteriak keras.
“Apa yang telah kau lakukan padaku? Apakah kau tidak bisa berhenti melarikan diri seperti pecundang dan maju melawanku dengan cara yang jujur?” tanya Liao Hunyuan dengan ekspresi wajah yang sedikit kelelahan dengan sedikit keringat mengalir ke pipinya.
“Melawan dengan jujur? Apakah aku tidak salah dengar? Kau ingin aku bertanding denganmu dengan cara yang jujur lalu bagaimana jujur sebenarnya menurutmu Tuan Muda Li?” sindir Li Yuchen dengan senyum licik dengan nada suara yang jelas hingga dapat didengar semua orang.
“Apakah dengan menyerang Peserta lain yang telah menyerah sebelum Pembawa Acara menyadarinya dan mengatakan Pertandingan selesai bisa dikatakan sebagai Pertandingan yang jujur?” sindir Li Yuchen dengan tatapan mata merendahkan.
“Jika itu yang kau maksud maka maaf aku tidak bisa mengikuti Pertandingan yang jujur seperti cara yang kau lakukan!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
Li Yuchen yang tidak ingin Liao Hunyuan mengaku kalah saat dirinya belum puas menghajarnya hingga kehilangan kesadarannya pun akirnya merasa sangat senang saat beberapa tanda aksi pertamanya berhasil.
Li Yuchen yang melihat Liao Hunyuan yang tiba-tiba tidak bisa menggunakan tangannya kanan sehingga pedang yang dipegangnya tiba-tiba terjatuh saat serangan dari Li Yuchen di arahkan ke arahnya.
Liao Hunyuan yang akhirnya bisa melewati masa krisis tersebut dengan melukai tangan kanannya agar mau mengambil pedang dan melawan Li Yuchen hanya bisa menarik nafas dengan terengah-engah.
“Bagaimana rasanya? Apakah sekarang tangan kananmu sulit untuk dikendalikan?” tanya Li Yuchen dengan senyum yang licik.
“Ini hanya permulaannya. Setelah ini bukan hanya tangan kananmu yang akan kehilangan kendalinya tapi juda tangan kirimu. Kau pun tidak akan bisa bicara untuk sementara waktu!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang dingin.
“Dengan begini kau tidak akan bisa mengucapkan kata menyerah ataupun mengaku kalah dengan mengangkat salah satu tanganmu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Setelah ini, Penyiksaan yang sebenarnya akan dapat kau rasakan dengan sangat leluasa. Kau akan bisa merasakan bagaimana menjadi Seorang yang cacat seperti Nanggong Ruan dan memiliki tangan yang hancur berkeping-keping seperti Ye Zhin!” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah.
#Bersambung#
__ADS_1
Waw, ternyata Li Yuchen ingin menyiksa Liao Hunyuan tapi tidak ingin dengan cara yang licik. Hmmm, bagaimana nasib Liao Hunyuan sebenarnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...