Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 133. Salah Paham


__ADS_3

Seo Xiqin yang mengetahui jika Li Yuchen akan menjadi pria yang sangat kuat dan terkenal di masa depan tidak menyangka jika identitas aslinya sejak awal sudah sangat menakjubkan.


Meskipun begitu, perasaan bersalah karena memanfaatkan Li Yuchen demi keuntungan pribadinya membuat Seo Xiqin menjadi gelisah dan tidak hati.


"Ke-kenapa Chen Gege mengatakan semua ini padaku?" tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dan perasaan yang berat sambil menatap Li Yuchen menunggu jawaban.


“Karena Qier adalah Istri Chen gege dan di dalam Pernikahan tidak boleh ada yang namanya kebohongan. Itulah sebabnya Chen gege mengatakannya.” Ucap Li Yuchen dengan penuh percaya diri dengan tatapan mata yang penuh kasih.


“Apakah Chen gege tidak khawatir kalau Qier akan memberitau musuh tentang identitas Chen gege sebenarnya?” tanya Seo Xiqin dengan suara yang sedikit tinggi dengan ekspresi wajah yang terburu-buru.


“Chen gege percaya bahwa Qier tidak akan pernah melakukan hal itu atau apakah Qier benar-benar ingin memberitau semua orang tentang identitas Chen gege?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang polos dan bingung di saat yang bersamaan.


“Ti-tidak. Qier tidak akan mungkin melakukan itu.” Ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang gugup dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang serius dan mata berbinar.


“Hehehe... Tentu saja. Qier tidak akan mungkin melakukannya dan Chen gege percaya.” Ucap Li Yuchen yang tersenyum lembut sambil tertawa kecil sambil menepuk-nepuk kepala Seo Xiqin dengan sangat lembut.


Li Yuchen yang melihat waktu telah semakin larut pun memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan itu keesokan harinya dan melanjutkan pada tujuan utama kedatangannya.


“Sekarang, bisakah kita kembali ke awal pembicaraan?” ucap Li Yuchen sambil tersenyum lembut menatap Seo Xiqin yang terdiam lalu menganggukkan kepalanya.


Seo Xiqin yang tau semua yang harus dilakukannya pun segera melepas pakaian luarnya dan hanya menyisakan pakaian dalamnya sehingga membuat setiap sudut lekuk tubuh indah serta kulit putih dan halus milik Seo Xiqin terekspos semua.


Seo Xiqin yang telah melepaskan semua pakaiannya pun pergi menemui Li Yuchen dan membuang wajahnya ke arah lain dengan wajah yang memerah karena malu dengan satu tangan di letakkan di samping dan tangan lainnya memegang siku.


Li Yuchen yang hanya bisa melihat sekilas keindahan tubuh milik Seo Xiqin saat malam pertama keduanya pun langsung memuntahkan darah segar dari hidungnya saat melihat tubuh Seo Xiqin yang sangat menggoda.


Li Yuchen yang mencoba mengendalikan dirinya pun segera mengelap darah yang keluar dari hidungnya dan menutup hidungnya yang mimisan dengan sapu tangan lalu menatap ke arah lain sambil menyerahkan botol berisikan Pil Teratai Emas.

__ADS_1


“Telanlah pil yang ada di dalam botol ini. Jangan khawatir pil ini akan membantumu menahan rasa sakit selama pengobatan.” Ucap Li Yuchen sambil memberikan botol pil kepada Seo Xiqin sambil membuang wajah ke arah lain.


“Ba-baik tapi apakah Chen gege baik-baik saja?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang pura-pura polos sambil tertawa kecil melihat sikap malu-malu Li Yuchen.


“A-aku baik-baik saja. Jangan pedulikan aku. Cepat minum pilnya.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang depresi sambil mengibaskan sambutnya dengan tangan dengan sangat kasar ke belakang.


“Hah, setelah masalah Qier selesai aku harus segera menaikkan tingkat kultivasiku. Jika tidak maka aku akan dalam masalah jika terus memiliki tubuh mortal ini.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang berat sambil menatap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang serius.


Seo Xiqin mengeluarkan pil yang diberikan oleh Li Yuchen dari dalam botol dan menjadi sangat terkejut dengan yang ada di tangannya.


“Chen gege, i-ini...” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah terkejut dengan tatapan mata yang bingung.


“Ini adalah Pil tingkat Tiga, sebenarnya Chen gege ingin memberikan Qier Pil tingkat empat tapi selalu gagal jadi Chen gege hanya bisa memberikan ini. Maaf.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bersalah dan sedih di saat bersamaan.


“Ti-tidak. Bukan itu maksud Qier tapi... Bukankah Pil ini terlalu berharga untuk Qier? Chen gege bisa memberikan Qier Pil tingkat satu dan itu sudah lebih dari cukup bagi Qier.” Ucap Seo Xiqin dengan buru-buru karena khawatir Li Yuchen akan salah paham dengan maksudnya.


“Jangan dipikirkan lagi. Sekarang minumlah pil itu dan kita akan segera memulai prosesnya.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang langsung berubah serius dengan tatapan mata yang tajam seperti elang.


Seo Xiqin yang mengerti pun menganggukkan kepala dan menelan pil yang diberikan Li Yuchen dan merasakan ada sebuah energi yang asing yang perlahan membungkus tubuhnya.


“Sekarang berbaringlah di sana dalam posisi tengkurap. A-aku akan memulai proses akunpunturnya.” Ucap Li Yuchen lagi sambil menunjuk ke arah tempat tidur.


Seo Xiqin yang telah berbaring pun menoleh ke samping dan melihat Li Yuchen yang telah mengeluarkan banyak sekali jarum perak dan bersiap menusukkan jarum itu satu per satu ke tubuhnya pun tiba-tiba membuat Seo Xiqin menjadi tegang.


“Jangan khawatir. Serahkan semuanya pada Chen gege. Qier hanya perlu berbaring dan memusatkan pikiran lalu merasakan energi yang mengalir ke dalam tubuh. Jangan menolaknya dan terima semuanya.” Ucap Li Yuchen memberikan perintah kepada Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut dengan sikap sebagai pria sejati.


Li Yuchen pun memulai akupunturnya dan menusukkan jarum perak ke setiap titik lalu mengalirkan energi langit dan bumi ke dalam tubuh Seo Xiqin.

__ADS_1


Seo Xiqin yang mendapatkan tusukan jarum perak ke beberapa titik akupuntur di tubuhnya hanya merasakan sedikit sakit dan aliran energi yang mengalir ke seluruh tubuh melalui setiap titik akupuntur membuat Seo Xiqin merasa sangat nyaman sehingga mengeluarkan erangan yang sangat keras.


“Aarrgghh! Aaarrgghhh! Aaarrrgghhh!” suara erangann dari mulut Seo Xiqin yang terdengar sangat merdu dan sangat indah.


Li Yuchen yang mendengar suara Seo Xiqin hampir kehilangan konsentrasinya dan untunglah Li Yuchen segera tersadar hingga akhirnya memusatkan pikirannya kembali.


“Sial! Erangan Qier membuatku salah fokus! Padahal aku sudah memberinya Pil Teratai Emas tapi ternyata malah membuatnya mengeluarkan suara yang seperti ini!” gumam Li Yuchen dengan suara yang sangat rendah dengan wajah dan telinga yang memerah.


Sui’er dan Luo’er yang mencemaskan Seo Xiqin yang tidak dapat melakukan tindakan pun menjadi sangat malu saat mendengar suara erangan dari mulut Seo Xiqin yang sedang berada di dalam kamar bersama Li Yuchen.


“Agh! Nona!” gumam Sui’er dengan ekspresi wajah yang memerah sambil menutup wajahnya dengan tangan karena malu.


“Aku tidak menyangka jika Nona sangat agresif. Jika seperti ini maka Tuan Muda Li tidak akan bisa melepaskan diri dari pesona Nona.” Ucap Luo’er dengan nada suara yang serius dan ekspresi wajah yang penuh dengan rasa bangga serta tatapan mata yang menunjukkan perasaan puas.


Sementara itu, Paman Ong dan Bibi Yi yang ternyata mengetahui jika Li Yuchen akan menghabiskan malam bersama Seo Xiqin ternyata telah memberikan minuman tonik penguat dan sup gingseng agar Li Yuchen dapat bertahan lama hingga pagi.


“Suamiku, apakah kau dengar suara itu? Sepertinya Tuan Besar telah berhasil membuat Nyonya menjerit puas.” Ucap Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang mengembang senang.


“Kau benar Istriku dan sepertinya tidak lama lagi Tuan Muda Kecil akan segera menghiasi Kediaman ini. Hehehe....” ucap Paman Ong dengan tawa yang sangat besar sambil memikirkan anak kecil yang berlari kesana kemari di Kediaman itu.


Di saat bersamaan Sui’er dan Luo’er yang menyadari ada orang lain juga yang sedang mengintip pun menoleh ke samping sehingga membuat tatapan keempatnya bertemu.


“Kepala Asisten! Kepala Pelayan!” ucap Sui’er dan Luo’er dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan suara yang sedikit tinggi dan langsung menutup mulutnya saat menyadari suara keduanya sudah terlalu besar.


Keempatnya pun menganggukkan kepala secara bersamaan lalu pergi dari tempat itu dengan segera seolah telah membuat perjanjian rahasia hanya dengan kedipan mata.


#Bersambung#

__ADS_1


Nah loh, ternyata keempat pelayan jadi salah paham dengan suara Seo Xiqin. Kira-kira apa yang akan terjadi saat pagi tiba? Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2