Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 281. Giok Kehidupan


__ADS_3

Li Yuchen yang membiarkan Burung Phoenix pergi menyerahkan Tas Qiankun untuk Seo Xiqin pun mengikatkan Tas tersebut ke kaki Burung Phoenix.


“Serahkan Tas Qiankun ini kepada Seo Xiqin! Kau bisa mengandalkan penciumanmu untuk bisa menemukannya!” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah lalu mengeluarkan sapu tangan milik Seo Xiqin..


Burung Phoenix yang pergi langsung terbang ke langit pun mengandalkan penciuman hidungnya untuk bisa menemukan Seo Xiqin.


“Jangan khawatir, Bos! Aku pasti akan menyerahkan semuanya dengan selamat kepada Nyonya Bos!” ucap Burung Phoenix dengan penuh percaya diri dan tatapan mata yang tajam.


Burung Phoenix yang terus terbang masuk ke dalam Akademi Yunlong akhirnya sampai di Kediaman Tetua Xue Xiaochi dan mencoba mencari keberadaan Seo Xiqin.


“Apakah ini tempat Murid Elit di Akademi Yunlong berada? Hmmm, Energi Surga dan Neraka yang berkumpul di sini jangan berbeda tapi masih kalah jauh dengan tempat khusus yang dimiliki Bos!” ucap Burung Phoenix yang terus terbang di atas Kediaman Tetua Xue Xiaochi.


Namun, saat Burung Phoenix mencium wangi tubuh Seo Xiqin telah ada di depan matanya pun tiba-tiba terhenti saat melihat Gunung Es yang terbentang sangat luas di depannya.


“Apa ini? Kenapa bisa ada Gunung Es disini?” tanya Burung Phoenix dengan nada suara yang terkejut sambil melihat rintangan yang ada di depannya.


Burung Phoenix yang kesulitan menyebrangi Gunung Es pun menarik nafas panjang lalu mengingat kembali rasa dari daging Ayam dan Bebek panggang yang pernah dimakannya.


“Aku harus bisa! Aku tidak bisa menyerah disini!” ucap Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang berubah seriusa sambil mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Burung Phoenix yang tidak bisa menunjukkan identitasnya terpaksa harus menahan hawa dingin tersebut tanpa menggunakan Api Phoenix.


“Sial! Jika Bos tidak memberikanku ancaman akan mengurungku selamanya. Aku pasti sudah berubah wujud sekarang!” gumam Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang kesal.


Namun hal itu ternyata sangat sulit sehingga membuat Burung Phoenix merasakan salah satu sayapnya membeku dan akhirnya kehilangan keseimbangannya lalu terjatuh.


“Aggh! Sayapku.....” teriak Burung Phoenix dengan suara yang sangat keras lalu terjatuh dari ketinggian yang sangat tinggi.


Seo Xiqin yang sedang berlatih mengendalikan Energi Es yang dimiliknya dengan Pedang Es tidak sengaja mengenai Burung Pipit yang merupakan Burung Phoenix yang dikirim oleh Li Yuchen.


“Agh! Kasihan sekali! Setengah sayapnya membeku! Maafkan aku!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah dan tatapan mata kasihan dan iba secara bersamaan.


Seo Xiqin yang merasa bertanggungjawab pun membawa Burung Phoenix itu ke dalam kediamannya lalu merendamkan sayap Burung Pipit yang membeku ke dalam air hangat


“Aku harus segera membantu Burung ini. Jika tidak Burung Pipit ini pasti akan mati membeku!” gumam Seo Xiqin dengan nada suara yang khawatir.


Seo Xiqin yang melihat sebuah tas qiankun yang terikat di kakinya tiba-tiba merasakan sesuatu yang berbeda.


“Tas Qiankun ini! Kenapa aku merasa pernah melihatnya? Apakah Burung Pipit ini adalah Burung yang dikirim oleh Chen gege!” gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang penasaran.

__ADS_1


“Tidak! Itu tidak mungkin! Tidak mungkin Burung Pipit adalah Hewan milik Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan suara yang rendah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Burung Phoenix yang awalnya kehilangan kesadarannya karena udara dingin yang telah menyebar ke seluruh sayapnya akhirnya membuka matanya kembali.


Lalu saat membuka mata, Burung Phoenix melihat wajah yang menurutnya sangat familiar hingga akhirnya menyadari wajah wanita cantik yang ada di depan matanya.


“Nyonya Bos! Kau pasti adalah Nyonya Bos-ku!” teriak Burung Phoenix yang telah sadar sepenuhnya sambil bergerak dengan sangat licah meskipun masih belum bisa terbang karena bulu sayapnya masih basah.


“Nyonya Bos? Siapa? Apakah kau mengenalku?” tanya Seo Xiqin yang bingung dengan ekspresi wajah yang penasaran sambil mengkerutkan alisnya.


“Tentu saja, Nona Muda yang cantik adalah Nyonya Bosku!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang antusias sambil bergerak melompat ke depan Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang mendengar pernyataan Burung Phoenix pun mencoba mencari tau kebenaran dari prasangkanya.


“Apakah kau adalah Burung Pipit yang dikirim oleh Chen gege?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang penasaran.


“Chen gege? Apakah yang Nyonya Bos maksud, Bos Li Yuchen?” tanya Burung Phoenix yang bingung lalu menyebut nama Li Yuchen dengan percaya diri.


Seo Xiqin yang mendengar nama Li Yuchen disebutkan pun memasang ekspresi wajah yang sangat ceria dan rasa penasaran tentang keadaan Li Yuchen pun memenuhi pikiran Seo Xiqin.


“Apakah Chen gege baik-baik saja? Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah Chen gege makan dengan teratur?” tanya Seo Xiqin yang tiada henti dengan ekspresi wajah yang cemas dan tatapan mata yang penasaran serta senyum bahagia yang tidak pernah menghilang dari wajahnya.


Seo Xiqin yang terkejut pun menghentikan pertanyaannya dan membantu Burung Phoenix bangun kembali.


“Hei! Tunggu! Apakah kau baik-baik saja?” tanya Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut dan tatapan mata yang khawatir.


Burung Phoenix yang tidak ingin mendengar pertanyaan Seo Xiqin lagi pun menunjukkan tas qiankun yang terikat di kakinya.


“Nyonya Bos! Ambillah Tas Qiankun yang terikat di kakiku! Bos mengirimkannya untukmu!” ucap Burung Phoenix dengan tatapan mata yang masih setengah pusing.


Seo Xiqin yang menyadari hal itu pun mengambil tas qiankun tersebut dan membukanya lalu mengeluarkan isinya.


Seo Xiqin yang melihat sebuah kotak besar dan selembar surat pun membaca isi surat itu lalu setelah mengetahui isinya, Seo Xiqin pun memeluk erat surat tersebut.


“Terima kasih, Chen gege!” gumam Seo Xiqin dengan suara yang rendah dan senyum lembut yang tulus terukir indah di bibir Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang penasaran dengan isi kotak yang diberikan oleh Li Yuchen untuknya pun membukanya lalu menemukan sesuatu yang tanpa sadar membuat Seo Xiqin meneteskan air mata.


“I-Ini... Chen gege!” gumam Seo Xiqin yang mengambil pakaian yang diberikan oleh Li Yuchen untuknya dan juga beberapa Pil serta Inti Kristal.

__ADS_1


Seo Xiqin yang tidak sabar pun menyimpan surat dan barang lain yang diberikan oleh Li Yuchen untuknya lalu mengganti pakaian yang dipilih oleh Li Yuchen untuknya.


Seo Xiqin yang telah berganti pakaian pun keluar dan menunjukkannya kepada Burung Pipit yang datang dengan hadiah pemberian Li Yuchen dan hal itu tiba-tiba membuat Seo Xiqin sadar jika mereka sedang terpisah untuk sementara waktu.


“Pakaian ini sangat indah. Aku sangat menyukainya. Terima kasih Chen gege.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum lembut.


“Hah! Andai saja Chen gege ada di sini. Aku ingin sekali menunjukkannya padanya!” gumam Seo Xiqin dengan tatapan mata yang sedih.


Seo Xiqin yang melihat Burung Phoenix terduduk menunggunya pun membawakan buahan segar tapi Burung Phoenix yang telah merasakan Daging lezat yang diberikan oleh Li Yuchen tidak menyentuh sama sekali buah-buahan tersebut.


“Apakah kau tidak menyukai buah-buahan? Hmmm...” gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung melihatnya.


Seo Xiqin yang berpikir jika Burung yang ada di depannya adalah Burung Pipit sungguhan pun menjadi bingung padahal nyatanya Burung tersebut adalah Burung Phoenix yang telah berubah wujud.


Namun sebelum kebingungan Seo Xiqin terjawab Burung Phoenix yang mencium daging panggang yang berasal dari dapur pun langsung memasang ekspresi wajah kelaparan.


“Apakah kau ingin makan daging itu?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang pensaran.


“Ya... Ya... Ya... Nyonya Bos, aku mau itu? Apakah itu? Wanginya enak sekali!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang penuh semangat.


Seo Xiqin yang mendengarnya pun meminta Pelayan untuk mengambilkan satu porsi daging untuk Burung Pipit dan saat Seo Xiqin melihat Burung Phoenix melahap daging itu dengan cepat pun tersenyum.


“Habiskanlah semuanya. Itu memang untukmu. Tidak akan ada yang akan mengambilnya jadi pelan-pelan saja!” ucap Seo Xiqin dengan lembut dan ekspresi wajah yang bahagia.


Seo Xiqin yang memutuskan untuk membalas yang diberikan oleh Li Yuchen untuknya pun menuliskan surat balasan lalu memasukkan surat tersebut bersamaan dengan sebuah Giok berwarna hijau ke dalam tas qiankun.


“Aku telah menuliskan surat balasan untuk Chen gege dan memberikannya Giok ini. Aku harap Chen gege akan melakukan seperti pesan yang telah aku tulis ! ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang cemas.


Seo Xiqin yang merasa sangat tidak nyaman beberapa hari ini karena ingatan masa lalunya pun memutuskan untuk memberikan Giok Kehidupan kepada Li Yuchen.


Giok Kehidupan terbagi menjadi dua yaitu Giok Kehidupan Ibu dan Giok Kehidupan Anak. Siapapun yang memegang Giok Kehidupan ini maka mereka akan terikat kematian.


Giok Kehidupan digunakan untuk mengetahui keadaan orang yang terikat darah dengan Giok tersebut sehingga saat orang yang bersangkutan meneteskan darah di atas Giok maka saat Pemilik Giok dalam keadaan bahaya dan nyawanya terancam. Pemilik Giok lainnya akan mengetahuinya dan datang untuk membantu.


Seo Xiqin yang mengikatkan itu kembali ke Burung Phoenix pun membiarkan Burung tersebut terbang kembali ke Li Yuchen setelah menghabiskan daging yang telah disediakannya.


“Sungguh Burung Pipit yang aneh. Aku tidak akan mempertanyakan yang Chen gege lakukan. Aku yakin ada sebuah rahasia yang tersembunyi dari Burung itu tapi aku tidak akan mencoba mencaritau. Aku akan menunggu hingga Chen gege ingin mengatakannya kepadaku sendiri!” gumam Seo Xiqin yang berdiri melihat Burung Phoenix yang perlahan menghilang dari pandangannya.


#Bersambung#

__ADS_1


Ingatan apa yang melintas di kepala Seo Xiqin? Apa yang terjadi selanjutnya.. Tunggu BAB selanjutnya ya...


__ADS_2