Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 203. Shanyuan


__ADS_3

Li Yuchen yang tidak tau apapun tentang Kota Xilin pun mencoba mencari informasi dan saat Li Yuchen sedang melihat jalanan yang sedang ramai tiba-tiba ada seorang anak laki-laki datang menemui Li Yuchen.


“Tuan! Apakah kau orang baru?” tanya Anak Laki-laki dengan pakaian yang sedikit lusuh dengan senyum yang ceria.


“Namaku Shinyuan. Jika Tuan membutuhkan Pemandu saya akan memandu Tuan seharian dan memberikan informasi yang Tuan inginkan hanya dengan Tiga Tael Perak.” Ucap Shinyuan dengan ekspresi wajah yang percaya diri dengan tatapan mata yang menunjukkan tekad yang kuat dan nada suara yang pemberani.


“Baiklah. Ambil ini!” ucap Li Yuchen yang melemparkan Sekantong uang kepada Shinyuan dengan ekspresi wajah yang dingin dan sedikit senyum di sudut bibirnya.


Shinyuan yang tiba-tiba mendapatkan uang dalam jumlah yang sangat banyak menjadi sangat terkejut.


“Tu-tunggu Tuan! Uang ini terlalu banyak. Tu-Tuan cukup memberiku Tiga Tael Perak.” Ucap Shinyuan dengan nada suara yang gugup dengan ekspresi wajah yang bingung dan panik di saat bersamaan sambil mengeluarkan keringat ke dahinya.


“Ambil uang itu. Aku membutuhkanmu menjadi Pemanduku selama beberapa hari aku disini dan jika uang itu masih bersisa maka kau bisa menyimpannya.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang dingin.


“Te-terima kasih Tuan!” ucap Shinyuan dengan ekspresi wajah yang gembira dengan senyum yang ceria sambil membungkukkan tubuhnya dengan tulus.


Shinyuan adalah rakyat biasa yang tinggal bersama Ibunya yang sedang sakit. Shinyuan yang tidak memiliki keahlian apapun bersedia melakukan apapun untuk bisa mendapatkan uang untuk mengobai Ibunya dan membeli makanan.


Meskipun Shinyuan adalah orang yang sangat miskin tapi dirinya tidak pernah ingin melakukan hal buruk seperti mencuri sehingga saat dihadapkan dengan kebaikan yang diberikan Li Yuchen, Shinyuan merasa sangat bersyukur dan berterima kasih.


Li Yuchen yang berjalan-jalan di sekitar jalanan Kota Xilin akhirnya mengetahui kondisi sebenarnya yang terjadi di Kota Xilin setelah dirinya membunuh Penjaga Gerbang.


“Seperti itu lah yang terjadi Tuan. Jadi saat ini semua orang sedang sangat berisik mencari keberadaan Master Formasi tersebut.” Ucap Shinyuan dengan eskpresi wajah yang cuek dengan nada suara yang santai.


“Hmmm, jadi semua orang mencari tau tentang identitasku dan sepertinya aku harus segera pergi dari sini setelah membantu Qier menekan Penyakitnya!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan pandangan mata yang lurus ke depan.


Li Yuchen yang mendengarkan semua penjelasan dari Shinyuan akhirnya menemukan tempat yang sangat tepat untuk bisa membantu Seo Xiqin menekan Penyakitnya.


“Antar aku ke Menara Formasi Shinzu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar dengan ekspresi wajah yang dingin.


“Baik, Tuan. Silahkan ikuti saya.” Ucap Shinyuan dengan perasaan hati yang senang dengan senyum bahagia yang tidak pernah lepas dari wajahnya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama, Li Yuchen yang dipandu oleh Shinyuan menuju Menara Formasi Shinzu di Kota Xilin pun akhirnya berdiri di depan gerbang.


Li Yuchen yang tidak memikirkan apapun pun memasuki Menara Formasi Shinzu dengan santai tiba-tiba berhenti di tempatnya saat tidak melihat Shinyuan di sampingnya.


“Kemana anak itu? Kenapa dia tidak masuk?” tanya Li Yuchen pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang menatap ke luar ke arah Shinyuan yang berdiri menunggu di depan Menara Formasi Shinzu.


Li Yuchen yang berniat untuk keluar untuk membawa Shinyuan masuk tiba-tiba Seorang Pelayan datang dan menyapa Li Yuchen.


“Selamat datang Tuan di Menara Formasi Shinzu. Apakah ada yang bisa saya bantu?” tanya Pelayan Pria tersebut dengan senyum yang lebar dan ekspresi wajah yang bersahabat.


“Hmmm, apakah Menara Formasi Shinzu di Kota Xilin memiliki aturan tertentu saat menyambut Tamu?” tanya Li Yuchen yang tidak menoleh sedikitpun ke arah Pelayan yang menyapanya dengan nada suara yang datar.


“Tentu saja Tidak ada, Tuan!” ucap Pelayan tersebut dengan senyum yang lebar yang masih terpasang di wajahnya.


“Hmmm, baiklah kalau begitu.” Ucap Li Yuchen dengan senyum sinis sambil berjalan menuju pintu keluar.


“Shinyuan, kemarilah!” panggil Li Yuchen dengan nada suara yang sedikit tinggi yang membuat Shinyuan yang hanya berdiri melamun langsung terkejut dan secara spontan berlari menemui Li Yuchen.


“Ah! I-iya! Tu-Tuan! Apakah anda memanggil saya?” tanya Shinyuan dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Ta-tapi....” ucap Shinyuan dengan ekspresi wajah yang canggung dengan nada suara yang gagap dan tatapan mata yang bingung.


“Tidak akan ada hal yang buruk terjadi. Jadi menurut saja!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang percaya diri.


Shinyuan yang melihat hal itu pun menuruti perkataan Li Yuchen dan berjalan masuk ke dalam tepat di belakang Li Yuchen.


Pelayan yang melihat Li Yuchen membawa Shinyuan masuk pun langsung memasang wajah tidak senang tapi tidak mendapatkan tanggapan apapun dari Li Yuchen.


“Aku ingin menemui Ketua Menara Formasi Shinzu di Kota Xilin. Tunjukkan jalannya!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang sombong dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.


Pelayan yang merasakan adanya Aura intimidasi dari Li Yuchen pun merasakan perasaan takut dan terancam sehingga mencoba mencari cara untuk melarikan diri.

__ADS_1


“Ma-maafkan saya! Tu-Tuan tidak bisa menemui Ketua Menara tanpa membuat janji terlebih dahulu ta-tapi jika Tuan bersedia. Saya akan memanggil Master Formasi yang bertugas di lantai Satu." ucap Pelayan tersebut dengan wajah ketakutan sambil terus menundukkan kepala meminta maaf.


Li Yuchen yang malas meladeni orang seperti itu pun memilih mengabaikannya dan membiarkannya pergi sambil berjalan menuju ke arah tangga lantai dua.


"Jelaskan padaku ada berapa lantai di Menara Formasi Shinzun ini kegunaan setiap lantai!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cuek dengan nada suara yang dingin.


"Menara Formasi Shinzu ini terdiri dari lima lantai. Lantai pertama digunakan untk transaksi jual beli barang. Lantai dua dan tiga digunakan untk Acara Lelang." ucap Shanyuan dengan ekspresi wajah yang takut dan cemas saat semua orang menatapnya dengan ekspresi wajah yang menghina.


"Hmmm, aku juga dengar bahwa besok akan diadakan Lelang di Menara Formasi jadi jika Tuan ingin mengikuti lelang atau melelang sebuah barang Tuan bisa melakukannya di lantai dua." ucap Shanyuan yang berjalan dengan ekspresi wajah yang ceria.


Di saat Sanyuan sedang berjalan tiaba-tiba tidak sengaja menabrak Seorang yang memakai Jubah Master Formasi.


“Aaghh!” teriak Sanyuan dengan sangat keras dengan tubuh yang terjatuh ke lantai dengan ekspresi wajah yang meringis kesakitan.


“Hei! Apa kau tidak punya mata? Beraninya kau menabrakku! Apa kau tidak tau siapa aku?” teriak Pria tersebut dengan sangat keras dengan mata yang melotot tajam.


Shanyuan yang awalnya memejamkan mata karena terkejut langsung membuka mata dan bersujud di lantai saat melihat pria yang ditabraknya.


“Mo-mohon ampuni saya Ma-Master Ning! Saya sungguh tidak sengaja! Saya mohon ampuni saya!” ucap Shanyuan berulang kali dengan ekspresi wajah yang ketakutan dengan tubuh bergetar dan air mata yang tak berhenti mengalir.


“Ampun! Orang rendahan lemah sepertimu tidak pantas untuk diampuni!” teriak Master Ning yang merupakan Master Formasi tingkat Dua dengan ekspresi wajah yang merendahkan dan senyum yang jahat sambil memegang dagu Shanyuan lalu mendorongnya menjauh.


Master Ning yang terkenal sebagai orang yang tempramental selalu melakukan apapun sesuka hatinya meskipun begitu tidak ada yang mau menegur ataupun menghalanginya karena statusnya yang Seorang Master Formasi.


Master Ning yang tidak puas hanya dengan menghina dan mendorong Shanyuan pun berniat untuk membuat Shanyuan lebih menderita.


Master Ning yang tidak ingin melihat tangan yang telah menabraknya masih utuh pun mencoba menginjak tangann Shanyuan hingga patah.


“Hah! Tangan ini adalah tangan yang sudah berani menyentuh tubuhku yang sangat berharga jadi tangan ini harus menerima resikonya!” sindir Master Ning dengan wajah yang bahagia dan senyum yang ceria yang membuat Shanyuan menjadi sangat takut dengan wajah yang berubah menjadi biru.


Semua orang yang melihat situasi tersebut tidak ada yang berani untuk maju untuk menghentikannya sehingga membuat Master Ning semakin arogan dan sombong hingga membuat Li Yuchen kesal.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang akan dilakukan Li Yuchen pada Master Ning? Apakah Shanyuan akan selamat? Apakah identitas Li Yuchen akan terbongkar nantinya? Baca BAB selanjutnya ya..


__ADS_2