
Mu Dao dan Mu Wu yang pernah pergi ke Daratan Danzong sangat tau dengan proses yang harus dilaluinya untuk bisa menyebrang.
“Saudara Wu, apakah kita harus menggunakan Portal itu lagi?” tanya Mu Dao dengan ekspresi wajah yang sangat malas sambil berjalan menuju kamarnya.
“Tentu saja! Itu karena hanya Porta itu cara kita bisa meninggalkan Daratan ini kecuali jika kau adalah Master Array tingkat delapan ke atas!” ucap Mu Wu dengan nada suara yang datar dengan ekspresi wajah yang santai.
“Hmmm, kali ini Kepala Keluarga pasti telah mengurus semuanya sama seperti dulu. Kita hanya perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi hal tak terduga!” ucap Mu Wu lagi dengan ekspresi wajah yang tiba-tiba serius.
“Apa maksudmu dengan hal tak terduga? Kita hanya akan pergi ke Daratang Danzong. Daratan terendah dari tiga Daratan yang ada di Dunia ini! Hal terduga apa yang akan terjadi?” tanya Mu Dao dengan tawa yang sangat lebar dengan tatapan mata yang merendahkan.
“Kita tidak pernah tau yang akan terjadi. Lebih baik melakukan persiapan yang matang daripada harus kembali dengan tangan hampa dan menerima hukuman dari Kepala Keluarga!” sindir Mu Wu dengan tatapan mata yang dingin dengan ekspresi wajah yang serius.
Mu Dao yang mendengar ucapan Mu Wu pun tiba-tiba merasa tubuhnya menjadi merinding lalu berlari mengejar Mu Wu yang telah meninggalkannya saat dirinya berhenti sejenak untuk berpikir.
Di tempat yang berbeda, Mu Hanyuan yang telah membuat keputusan pun pergi ke Menara Ashura dan meminta bertemu dengan Ketua Menara.
“Silahkan duduk, Kepala Keluarga Mu. Ketua akan segera datang menemui anda!” ucap seorang wanita paruh baya dengan senyum yang lembut.
“Terima kasih, Master Xianyi!” ucap Mu Hanyuan dengan senyum yang lembut sambil menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat.
Master Xianyi adalah Master Formasi Senior yang dimiliki oleh Menara Formasi yang ada di Daratan Wuzhou dan telah menjadi Master Formasi tingkat Tujuh sehingga membuatnya sangat dihormati di Menara Ashura.
Mu Hanyuan yang telah menunggu di dalam ruangan sendiri selama sepuluh menit akhirnya mendengar suara pintu terbuka dan melihat Ketua Menara Ashura datang.
“Salam kepada Ketua Menara. Namaku Mu Hanyuan, Kepala Keluarga Mu dari Klan Es. Saya datang kemari karena ingin mengajuka sebuah permintaan kepada Menara Formasi Ashura!” ucap Mu Hanyuan dengan tatapan mata yang tajam dengan nada suara yang lantang dan tegas.
__ADS_1
“Hmmm, Ketua Mu terlalu sungkan. Bukankah kita adalah teman? Apa yang bisa saya bantu Ketua Mu?” tanya Ketua Mayi dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bersahabat.
“Aku ingin meminta bantuan Menara Formasi Ashura untuk membuka Portal menuju Daratan Danzong untuk membawa Putri Kakakku yang telah tiada!” ucap Mu Hanyuan dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang senduh.
“Aku mengerti. Aku akan membantumu tapi bayarannya tidaklah murah. Berikan dua ratus Inti Kristal Ungu dan Portal menuju Daratan Danzong dapat digunakan segera!” ucap Ketua Mayi dengan ekspresi wajah yang serius dengan senyum lembut.
“Jangan berpikir jika itu mahal karena sebenarnya membuka Portal menuju Daratan Danzong membutuhkan tiga orang Master Formasi tingkat Delapan untuk membuatnya!” ucap Ketua Mayi dengan tatapan mata yang tajam.
Ma Hanyuan yang sangat ingin segera membawa Seo Xiqin kembali secepat mungkin tidak punya pilihan lain selain menyetujui permintaan itu.
“Sial! Andai saja ada Master Formasi tingkat Delapan dalam Keluarga Mu maka hal ini tidak perlu terjadi!” ucap Mu Hanyuan dalam hati sambil mengumpat dalam hati dengan tarikan nafas yang sangat panjang.
“Aku mengerti. Aku akan segera menyiapkan Inti Kristalnya karena itu tolong persiapkan juga semuanya!” ucap Mu Hanyuan dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius sambil berdiri di tempatnya dengan diikuti oleh Ketua Mayi sambil berjabat tangan tanda persetujuan telah tercapai.
Di sisi lain, Li Yuchen yang masih berada di Istana pun mengeluarkan sesuatu yang sama persis seperti yang diberikan Seo Xiqin padanya.
“Bos, Batu apa itu?” tanya Ye Zhin dengann ekspresi wajah yang penasaran mewakili rasa penasaran yang dimiliki Putri Su Qingqing dan yang lainnya.
“Kau akan mengetahuinya nanti. Sekarang lakukan saja seperti yang aku katakan!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan kemudian mengarahkan Batu Kehidupan itu kepada Putri Su Qingqing.
Putri Su Qingqing yang sangat tau jika Li Yuchen tidak akan melakukan yang akan membahayakannya pun melakukan seperti yang diperintahkan kepadanya.
Tak hanya sampai di situ, Li Yuchen pun meminta Ye Zhin meneteskan darahnya juga di atas kedua Batu Kehidupan dan tiba-tiba sebuah Pola Formasi muncul di atas Batu Kehidupan tersebut.
“Apakah kalian berdua melihatnya? Itu adalah Segel Formasi Kontrak!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam lalu memberikan Ye Zhin dan Putri Su Qingqing masing-masing satu Batu Kehidupan.
__ADS_1
“Batu yang kalian pegang bukanlah Batu biasa. Itu adalah Batu Kehidupan yang telah aku berikan Segel Formasi. Kalian bisa mengetahui kondisi satu sama lain meski terpisah jarak yang sangat jauh!” ucap Li Yuchen yang melanjutkan penjelasannya.
“Batu Kehidupan itu akan tetap berwarna hijau sama seperti sekarang jika tidak ada hal bahaya yang mengancam nyawa kalian tapi Batu Kehidupan itu akan berwarna merah jika hal sebaliknya terjadi!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
Ye Zhin yang mendengarkan ucapan Li Yuchen pun akhirnya mengerti maksud dari Li Yuchen yang sebenarnya.
“Jadi jika nyawa Putri Su Qingqing dalam bahaya maka aku dapat mengetahuinya segera meskipun aku tidak ada di dekatnya!” ucap Ye Zhin yang mencoba mengkonfirmasi pendapatnya.
“Benar sekali! Hal itu tidak hanya berlaku saat nyawa Putri Su Qingqing dalam bahaya tapi juga saat nyawamu dalam bahaya, Putri Su Qingqing pun dapat mengetahuinya!” ucap Li Yuchen dengan nada penuh kepastian.
Putri Su Qingqing yang mendengar ucapan Li Yuchen pun tiba-tiba tersenyum hangat dan memeluk Batu Kehidupan itu dengan sangat erat seolah itu adalah benda yang sangat berharga.
“Agh! Formasi yang aku letakkan di Batu Kehidupan itu dapat membuatmu mengetahui posisi pasangan kalian yang dalam bahaya dan bisa memberitaumu apa yang sebenarnya telah terjadi!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang santai.
Pangeran Su Weiguo yang mendengarkan penjelasan Li Yuchen yang awalnya diam tiba-tiba menyuarakan pendapatnya.
“Bagus! Itu adalah hadiah yang sangat bagus. Itu artinya keselamatan Kakak Putri telah terjamin!” ucap Pangeran Su Weiguo dengan senyum yang sangat lebar.
Ye Zhin yang mendengar ucapan Pangeran Su Weiguo dan melihat yang dilakukan Li Yuchen untuknya pun merasa sangat terharu dan sangat ingin menangis tapi dihentikan oleh Li Yuchen.
“Kau adalah orangku dan aku ingin kau bisa melindungi wanitamu. Jangan pernah biarkan wanitamu dalam bahaya karena itu lah aku memberimu hadiah ini!” ucap Li Yuchen dengan suara yang tegas dengan senyum yang hangat sambil menepuk pundak Ye Zhin.
“Terima kasih, Bos. Jangan khawatir Bos! Aku pasti akan melindungi wanitaku sama sepertimu yang selalu melakukan apapun untuk Nyonya Bos!” ucap Ye Zhin dengann suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang sangat bersemangat sambil menarik Putri Su Qingqing yang sedang berdiri di sampingnya ke dalam pelukannya di hadapan Li Yuchen dan semua orang.
Kaisar Su Yongkang yang hanya diam dan melihat interaksi serta kedekatan Li Yuchen dan Ye Zhin pun merasa sangat puas karena merasa telah membuat keputusan yang tepat.
__ADS_1
Namun hal itu tidak bagi Putra Mahkota Su Lao yang merasa jika posisinya terancam dan hanya bisa menahan diri untuk sementara waktu.
#Bersambung#