
Beberapa hari berlalu, Li Yuchen yang telah sampai di Pintu Gerbang Kota Xilin pun ikut mengantri seperti beberapa orang lainnya sambil melihat Penjaga Gerbang yang mencoba mengambil uang dari orang-orang.
“Cepat antri dan siapkan Upeti jika kalian ingin memasuki Kota Xilin! Jika tidak sebaiknya kalian pergi dari sini!” teriak salah Seorang Penjaga yang berdiri dengan gagah di depan Pintu Gerbang dengan memegang pedang miliknya sambil mengancam orang-orang yang ada di depannya.
“I-ini uangnya Tuan!” ucap salah seorang Pria Tua yang ikut mengantri sambil menyerahkan uang miliknya kepada Penjaga dan begitu pula dengan beberapa orang lainnya.
Seo Xiqin yang tidak pernah keluar dari Kota Jinlin tidak pernah mengetahui sistem yang ada di luar dan merasa sangat khawatir kepada pria tua yang diperlakukan tidak adil.
“Chen gege! Orang-orang itu...” ucap Seo Xiqin yang menatap orang-orang dengan tatapan mata kasihan dengan nada suara yang rendah sambil menatap orang yang ada di depannya.
“Nona, anda tidak perlu mencemaskan orang-orang itu karena setiap orang memiliki masalahnya masing-masing dan datang ke Kota Xilin adalah keputusan mereka sendiri!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang datar sambil meyakinkah Seo Xiqin untuk lebih memikirkan dirinya sendiri.
“Jika mereka telah memutuskan untuk pindah ke Kota Xilin, mereka pasti telah menyiapkan semua yang mereka butuhkan, Nona. Coba anda lihat pria tua itu!” ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang datar dengan nada suara yang rendah sambil menunjuk ke salah seorang Pria yang mengantri.
“Meskipun tubuhnya sudah renta tapi pria tua itu masih sanggup mengeluarkan uang untuk biaya upeti memasuki Kota Xilin!” ucap Luo’er dengan senyum yang lembut dengan tatapan mata yang bersahabat.
Li Yuchen yang merupakan Pria satu-satunya di dalam rombongan itu pun turun dari Kereta Kuda dan berdiri di depan dua penjaga.
“Ini adalah uangnya!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar dan tanpa ekspresi sambil menyerahkan sekantong uang dari dalam bajunya.
Penjaga yang menerima uang dari Li Yuchen pun langsung menghitungnya dan mencoba melihat orang-orang yang ada di dalam kereta.
“Hmmm, uangnya cukup untuk lima orang tapi apakah benar di dalam kereta itu ada empat orang?” tanya salah satu Penjaga dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang memiliki niat yang buruk.
“Jumlah uang dan jumlah orangnya sudah sesuai dan di dalam kereta semuanya perempuan dan totalnya ada empat orang.” Ucap Li Yuchen yang masih mencoba bersabar dengan ekspresi wajah yang datar.
“Hmmm, kami tidak percaya jika belum melihatnya secara langsung! Bisa saja kau berbohong dan membawa orang dalam jumlah yang tidak sesuai.” Ucap Penjaga lainnya yang ingin membantu temannya melihat kereta kuda.
“Tolong jangan bersikap tidak sopan! Jangan sampai membuat kesabaranku habis!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tinggi sambil menundukkan kepala sambil menarik nafas panjang karena dirinya tidak mau menarik perhatian orang-orang.
__ADS_1
Penjaga yang tidak mengindahkan peringatan Li Yuchen pun memaksa untuk membuka pintu kereta sehingga membuat Seo Xiqin menenangkan Li Yuchen dan mempersilahkan salah satu penjaga itu untuk memeriksa.
“Chen gege! Biarkan saja dia memeriksa!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang waspada.
“Hehehe... Jika diberikan izin lebih cepat, bukankah prosesnya akan lebih mudah juga!” gumam salah seorang penjaga dengan ekspresi wajah yang terlihat seperti seorang bajingan dengan tatapan mata yang penuh dengan pikiran yang kotor.
Kedua Penjaga yang merasa sangat penasaran pun membuka tirai kereta dan melihat empat orang wanita yang sedang duduk di dalam hingga akhirnya mata keduanya tidak berhenti untuk menatap Seo Xiqin yang duduk dengan sangat anggun.
Sui’er yang melihat penjaga mencoba untuk menggapai Seo Xiqin pun membuat nada suara Sui’er naik dan langsung mengeluarkan pedangnya.
“Jangan mencoba mendekati Nyonyaku!” teriak Sui’er dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan membunuh dengan Luo’er serta Bibi Yi yang juga ikut memegang senjata mereka masing-masing.
Li Yuchen yang tidak bisa menahan amarahnya lagi pun mengeluarkan aura kematian dari dalam tubuhnya yang ditunjukkan ke arah dua penjaga yang masih berdiri di hadapan Seo Xiqin.
“Apakah kalian berdua masih belum puas menatapnya?” tanya Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin dengan aura yang mencekam sehingga membuat dua orang penjaga tersebut berlutut dan batuk darah dengan ekspresi wajah yang membiru.
Li Yuchen yang tidak akan pernah melepaskan orang yang sudah berani memiliki pikiran ataupun niat buruk tentang Seo Xiqin pun menjadi sangat marah sehingga tanpa sadar mebuat Segel Formasi bintang Tiga di bawah kaki dua Penjaga.
Orang-orang yang melihat cahaya dengan sebuah Tulisan yang aneh langsung berteriak sehingga membuat beberapa Penjaga yang ada di sekitar langsung bergerak ke sumber suara.
“Ti-tidak! Ma-Master Formasi!”
“Master Formasi!”
“Master Formasi! Semuanya menghindar!”
Jenderal Nanggong Tianyi yang merupakan Kepala Keamanan Kota Xilin ternyata sedang bertugas tidak jauh dari Pintu Gerbang dan saat mendengar ada Penjaga yang melaporkan masalah segera bergerak dengan cepat ke tempat kejadian.
“Jenderal gawat! Ada Seorang Master Formasi bintang Satu yang membuat kekacauan di Pintu Gerbang!” teriak salah seorang Penjaga dengan ekspresi wajah yang takut dan cemas.
__ADS_1
“A-apa? Gawat! Antarkan aku sekarang kesana!” ucap Jenderal Nanggong dengan ekspresi wajah yang khawatir dan cemas dengan langkah kaki yang terburu-buru.
“Aku harus bisa sampai lebih dulu sebelum Master Formasi itu mengamuk dan membuat Kota Xilin menjadi debu dalam waktu singkat! Aku tidak bisa membiarkan orang yang tidak berdosa dalam bahaya!” ucap Jenderal Nanggong dalam hati dengan keringat yang mengalir ke pipinya dengan sangat banyak.
Sementara itu, Li Yuchen yang sudah sangat emosi sudah memutuskan untuk mengambil nyawa kedua orang penjaga yang sedang memohon ampunan padanya tapi tiba-tiba ada seseorang yang datang.
“To-Tolong ampuni kami! Kami sungguh tidak bermaksud kurang ajar! Kami tidak berani Master Formasi!” teriak kedua Penjaga tersebut dengan ekspresi yang ketakutan dan raut wajah yang pucat serta nada suara dan tubuh yang bergetar karena khawatir akan kehilangan nyawanya.
“Hah! Setelah melewati batas kesabaranku dan kalian ingin aku mengampuni kalian!” sindir Li Yuchen dengan senyum jahat dan tatapan mata yang sinis.
“Tu-tunggu!” teriak Jenderal Nanggong dengan terburu-buru sambil berdiri di hadapan kedua penjaga yang sedang masuk ke dalam Segel Formasi milik Li Yuchen dengan tatapan mata yang berbeda.
Kedua Penjaga yang melihat Jenderal Nanggong berdiri di hadapan mereka pun merasa ada harapan untuk hidup lalu menatap Jenderal Nanggong dengan tatapan mata yang memohon pertolongan.
“Je-Jenderal!” ucap kedua Penjaga tersebut secara bersamaan dengan ekspresi wajah yang ketakutan dan tatapan mata yang memelas.
Li Yuchen yang melihat Pria yang berdiri di depannya dengan Status Jenderal pun langsung merasa sangat malas dan menatap Pria tersebut dengan tatapan mata yang merendahkan.
“Apakah kau datang untuk membela anak buahmu?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dan tatapan mata yang tajam di balik jubah hitam miliknya.
Li Yuchen yang sudah memakai jubah hitam dengan penutup kepala saat dirinya telah memasuki wilayah Kota Xilin pun telah menutupi identitasnya sejak awal.
“Tuan Muda! Master! Saya tidak akan ikut campur dalam urusan anda. Saya datang kemari hanya ingin mengundang Master Formasi untuk masuk dan bersantai di tempat yang telah disediakan!” ucap Jenderal Nanggong dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius serta tatapan mata yang tajam.
“Hah! Apakah kau menyuapku untuk melepaskan orangmu?” sindir Li Yuchen dengan tatapan mata yang sinis dan nada suara yang merendahkan serta kata-kata yang kasar.
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Li Yuchen? Apakah Li Yuchen akan menerima tawaran Jenderal Nanggong? Lalu apakah Li Yuchen akan melepaskan dua penjaga yang sudah bersikap tidak sopan pada Seo Xiqin? Tebak di kolom komentar ya..
__ADS_1