
Ye Zhin yang selalu mendapatkan tatapan menghina dari Ye Rui dimanapun dirinya berada membuat Li Yuchen memiliki perasaan tidak senang dan marah pada Ye Rui.
"Hah! Ternyata ada juga saat wanita sombong ini hancur karena kesombongannya!" ucap Ye Zhin dalam hati dengan pandangan mata yang memandang rendah Ye Rui yang terduduk tidak berdaya di hadapannya.
Ye Zhin yang sangat mengingat semua perkataan buruk Ye Rui padanya di masa lalu bahkan pencapaiannya sebagai Seorang Master Formasi tidak dianggap oleh Ye Rui sehingga saat melihat Ye Rui dalam siatuasi terburuknya Ye Zhin tidak bisa menutupi perasaan bahagianya.
"Ye Rui, apa yang terjadi padamu? Kenapa kondisimu seperti seorang pengemis?" ucap Ye Zhin dengan spontan sambil melihat ke arah Ye Rui yang setengah sadar dengan nada bicara yang mengejek dan ekspresi wajah orang yang ingin tertawa melihat hal lucu.
Li Yuchen yang sudah berfikir positif tentang Ye Zhin langsung menghapus dan menghilangkan fikiran positifnya itu sambil menarik nafas yang panjang mengatur ulang emosinya yang naik turun.
"Anak ini tidak akan pernah bisa berubah dengan mudah sepertinya tapi melihat sikapnya sepertinya wanita ini sering melakukan kesalahan pada Ye Zhin saudranya sendiri meski beda Ibu." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang muram sambil menghapus kasar wajahnya dengan tangan lalu menggeleng pelan kepalanya.
Tetua Han yang mendengar perkataan Ye Zhin hanya menggelengkan kepala sambil tertawa kecil setelah melihat kondisi Ye Rui yang terduduk di lantai.
"Kau harus bisa menerima cibiran ini dan menghilangkan sifat egoismu jika kau ingin berkembang dan tetap hidup karena saat ini nyawamu telah ada di tangan Tuan Muda Yu." ucap Tetua Han dalam hati sambil menatap mata Ye Rui yang juga menatap dirinya dengan ekspresi wajah yang sedih.
Tetua Han yang masih memiliki sesuatu yang ingin dibicarakan kepada Li Yuchen pun mencoba meminta waktu Li Yuchen sebentar.
"Tuan Muda Yu, sebenarnya ada hal lain yang ingin saya bicarakan dengan anda. Ini mengenai Alkemia. Apakah anda punya waktu sebentar saja?" tanyaTetua Han dengan sangat sopan dengan ekspresi wajah yang kelelahan dengan senyum yang lembut layaknya seorang guru.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Tetua Han pun menatap Ye Rui sesekali yang sedang terduduk lesu dengan kepala tertunduk ke bawah.
"Aku sudah tidak memiliki mood yang bagus untuk bicara sekarang. Aku akan menemui Tetua Han besok pagi di Paviliun Huanfu dan Tetua Han bisa mengatakannya saat itu." ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang terdengar sangat lelah sambil memegang lehernya yang terasa sangat kaku sambil melihat ke arah Tetua Han.
"Saya mengerti. Baiklah. Saya akan menunggu kedatangan Tuan Muda Yu besok di Paviliun Huanfu." ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang cerah karena meskipun dirinya belum berhasil mengatakan apapun sekarang tapi masih memiliki kesempatan keesokan harinya.
Li Yuchen yang memiliki urusan dengan Ye Zhin pun menatap Ye Rui dengan tatapan yang merendahkan layaknya seekor semut.
"Kau masih memiliki baju ganti bukan?" tanya Li Yuchen kepada Ye Rui yang sedang duduk menatap kosong ke arah Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar yang langsung mendapatkan respon anggukan dari Ye Rui.
__ADS_1
"Kalau begitu, gantilah pakaianmu disana dan kembalilah bersama Tetua Han. Aku tidak ingin melihatmu lagi sekarang." perintah Li Yuchen dengan nada suara yang cuek dengan ekspresi wajah yang datar.
Ye Rui yang masih mengingat jelas kekejaman Li Yuchen serta tatapan mata membunuhnya itu membuat Ye Rui merasakan takut di seluruh tubuhnya saat mendengar Li Yuchen bicara.
"Segera saya laksanakan, Tuan muda." ucap Ye Rui yang telah berubah menjadi kalem dengan sikap yang sopan dengan ekspresi wajah yang patuh sambil berjalan mundur ke arah ruangan yang dimaksud Li Yuchen.
Dalam waktu sepuluh menit, Ye Rui yang telah mengganti pakaian dan memperbaiki riasan wajahnya pun telah berubah ke penampilannya yang semula.
"Ini jauh lebih baik. Ingat jaga sikap dan perilakumu itu!" ancam Li Yuchen dengan sorot mata yang tajam menatap Ye Rui dengan nada bicara yang sinis.
Ye Rui yang dilihat Li Yuchen secara intens merasa seperti tidak memakai pakaian sama sekali dan rasanya malu sekali.
"Aku tidak tau tapi kenapa aku merasa Tuan Muda Yu seolah dapat melihat seluruh tubuhku hingga ke dalam?" tanya Ye Rui dalam hati dengan kepala tertunduk dengan ekspresi wajah yang takut dengan dua tangan bertautan di depan.
Tetua Han yang melihat perubahan pada sikap Ye Rui berharap jika ini adalah awal yang baik untuk masa depan dan perkembangannya.
Lalu Tetua Han pun mengajak Ye Rui ikut bersamanya hingga keduanya berjalan keluar ruangan bersama meskipun Ye Rui tiada hentinya menundukkan kepalanya ke bawah.
"Kita kembali ke Paviliun Huanfu!" ucap Tetua Han dengan nada memerintahkan tanpa menoleh ke arah Ye Rui dan terus berjalan ke depan dengan penuh wibawa.
"Baik, guru!" jawab Ye Rui dengan sorot mata yang melihat punggung Tetua Han dengan ekspresi wajah yang sedih karena tidak bisa mengatakan apapun disebabkan kesalahannya yang terlalu besar.
Sementara itu, Li Yuchen yang telah mengusir dua orang pengganggu yang telah mengganggu dirinya membaca Ukiran Batu pun duduk bersandar di dinding dengan wajah yang kelelahan.
"Hah! Akhirnya berakhir juga." ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah sambil menarik nafas yang panjang dengan wajah yang lelah.
Ye Zhin yang melihat Li Yuchen merasa kelelahan langsung berinisiatif untuk memijat pundak Li Yuchen tapi ditolak Li Yuchen dengan sopan.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Li Yuchen kepada Ye Zhin yang duduk di sampinya yang mencoba memegang pundaknya seperti ingin memijat.
__ADS_1
"Sa-saya hanya ingin memijat pundak anda yang pegal Bos." jawab Ye Zhin dengan gugup dengan ekspresi wajah yang polos dengan sorot mata yang menunjukkan kebingungan.
"Kau tidak perlu melakukan itu, kau bukanlah seorang Pelayan seperti orang pada umumnya. Kau adalah tangan kananku. Ingat itu, jangan pernah lakukan ini lagi." ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang tedengar marah tapi bagi Ye Zhin itu adalah kata-kata yang sangat berarti.
“A-aku mengerti Bos.” Ucap Ye Zhin dengan nada suara yang ditinggikan sedikit dengan ekspresi wajah yang serius dan senyum bahagia yang tak berhenti menghiasi wajahnya.
Li Yuchen yang memiliki tugas lain untuk Ye Zhin pun segera mengganti topik dan bertanya masalah hasil pekerjaan yang telah ditugaskannya sebelumnya.
“Baiklah. Bagaimana hasil pekerjaan yang telah aku tugaskan padamu?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan nada bicara yang datar serta sorot mata yang tajam.
Ye Zhin yang telah menunggu-nunggu untuk pamer pun langsung berdiri dengan kepala yang tegap dan dada yang terbusung ke depan memamerkan hasil pekerjaannya.
“Hasilnya tentu saja sangat baik. Lihatlah semua ini Bos. Ini adalah uang yang didapatkan di Paviliun Huanfu dan di dalam Tas Qiankun ini ada uang muka yang diberikan Ketua Menara Formasi Shinzu sebagai bayaran awal dan sisanya akan diberikan saat semua Kertas Formasi itu tejual habis setelah pelelangan.” Ucap Ye Zhin dengan penuh percaya diri dengan tawa yang sangat lebar sambil menunjukkan semua uang yang didapatkannya dari menjual Pil dan Kertas Formasi.
Li Yuchen yang melihat semua uang yang didapatkan oleh Ye Zhin menjadi sangat puas dan senang sehingga memutuskan untuk membantu Ye Zhin dalam memahami isi Gulungan Formasi yang diberikannya.
“Kerja bagus. Aku sangat puas dengan hasilnya. Ambil ini, ini adalah beberapa arti dari Pola Formasi yang ada di Gulungan Formasi yang aku berikan padamu. Sisanya kau bisa mencarinya lagi di tempat lain.” Ucap Li Yuchen sambil menyerahkan selembar kertas yang berisi beberapa gambar Pola Formasi yang sulit dipahami Ye Zhin.
Ye Zhin yang akhirnya mendapatkan bantuan dalam mempelajari isi Gulungan Formasi yang ada di tangannya menjadi sangat senang.
“Te-terima kasih Bos. Kau memang yang terbaik.” Ucap Ye Zhin dengan nada suara yang tinggi dan ekspresi wajah yang bahagia dengan tawa yang tidak berhenti menghiasi wajahnya.
Li Yuchen yang telah mendapatkan jumlah uang yang cukup banyak pun memerintahkan Ye Zhin untuk menyiapkan sesuatu yang spesial untuk keesokan harinya.
#Bersambung#
Ayo, kira-kira apa ya yang diminta Li Yuchen untuk disiapkan kepada Ye Zhin?
Yang tau jawabannya komen di kolom komentar ya..
__ADS_1