
Li Yuchen yang terbaring di atas Arena Pertandingan karena kehabisan Energi setelah bertarung dengan Mu Gecheng akhirnya merasakan sesuatu pada Meridiannya.
Meridian Li Yuchen yang awalnya kosong tiba-tiba terasa sangat hangat dan sebuah Energi perlahan muncul dan mengisi kekosongan Meridian di dalam tubuh Li Yuchen.
"Akhirnya! Inilah yang aku tunggu-tunggu!" gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil tersenyum cerah.
Li Yuchen yang merasa tubuhnya sangat sakit karena pukulan Mu Gecheng sebelumnya mencoba bertahan dan duduk dala
m posisi bersilah.
Li Yuchen yang sengaja bertarung dengan Mu Gecheng dengan mengandalkan Kekuatannya dan mengerahkan semua Kekuatannya akhirnya berhasil mendapatkan keinginannya.
“Usahaku tidak sia-sia! Menahan semua rasa sakit itu agar bisa naik tingkat menjadi tingkat Sembilan dan satu langkah berada di Level Legenda!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini dan aku harus berhasil naik tingkat!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil bergerak dengan cepat berada di posisi duduk bersilah.
Li Yuchen yang merasakan jika dirinya akan segera naik tingkat pun mempercepat prosesnya karena khawatir akan ada gangguan yang tak diinginkan dengan cepat mengambil beberapa Jarum Perak lalu menusukkannya ke tubuhnya.
Tepat setelah Jarum tersebut berpindah tempat, Kekuatan yang diinginkan Li Yuchen pun akhirnya muncul dan menyebabkan ledakan Energi yang sangat kuat di atas Arena Pertandingan.
Mu Gecheng yang berdiri di tempat Li Yuchen dengan cepat mengeluarkan Kertas Segel Formasi Perlindungan yang dimilikinya untuk melindungi dirinya.
“Aaarrrgggghhhhh!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras dengan mata dan mulut yang terbuka lebar sambil merentangkan dengan ekspresi wajah yang datar.
Perlahan tapi pasti akhirnya Percikan Energi itu menghilang dan Li Yuchen yang diperkirakan semua orang akan kalah ternyata berdiri di hadapan Mu Gecheng dengan sangat tegap.
“Maafkan mengecewakanmu! Tahun ini Daratan Danzonglah yang akan menjadi Pemenang dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan dan Taruhan akan dimenangkan olehku, Tuan Muda Mu!” ucap Li Yuchen dengan senyum kecil dan ekspresi wajah yang percaya diri.
Li Yuchen yang telah naik tingkat pun dengan cepat mengambil Pedangnya lalu mengarahkannya ke Formasi milik Mu Gecheng.
Formasi yang berada di Level Lima itu tidak disangka akan hancur berkeping-keping hanya dengan satu serangan.
Mu Gecheng yang terkena akibatnya pun merasakan ada pukulan yang kuat pada dadanya hingga membuat Mu Gecheng termundur ke belakang dengan satu tangan memegang dadanya.
“Aku benar-benar telah salah meremehkanmu! Ternyata ini semua telah menjadi rencanamu sejak awal! Kau memanfaatkan semua seranganku untuk menghabiskan Energimu lalu memaksamu untuk berada di situasi yang sulit dan akhirnya memberikanmu kesempatan untuk bisa naik tingkat!” ucap Mu Gecheng yang akhirnya menyadari rencana Li Yuchen sejak awal.
__ADS_1
“Kalau begitu, bagaimana kalau kita bertarung dengan sungguh-sungguh dan melakukan yang terbaik untuk Pertandingan ini?” tanya Mu Gecheng dengan senyum yang lebar.
“Tentu saja! Aku pun akan membantumu seperti yang kau lakukan padaku jika kau bersedia!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Jika begitu maka aku akan sangat senang, Tuan Muda Li. Terima kasih!” ucap Mu Gecheng yang berpikir dirinya bisa naik tingkat di saat yang sama dengan Li Yuchen yaitu saat sedang bertanding pun menjadi sangat puas.
Keduanya pun akhirnya bertanding dengan sangat semangat. Suara dentingan pedang pun berbunyi kembali dengan lebih keras dan lebih sering.
“Langkah Awan! Tebasan Cakar Naga!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras hingga mengeluarkan Energi Langit dan Bumi dari ujung Pedangnya.
“Auman Macan! Roooaaarrr!” teriak Mu Gecheng sambil mengeluarkan suara yang sangat keras dengan Energi Langit dan Bumi di saat bersamaan.
Kedua kekuatan itu pun akhirnya bertemu lagi dan menyebabkan asap yang sangat keras dengan sisa efek yang sangat kuat dirasakan oleh Mu Gecheng.
“Apakah ini Kekuatan Level Surgawai tingkat Sembilan?” gumam Mu Gecheng sambil mengangkat kepalanya dnegan mata yang terbuka lebar.
Li Yuchen yang telah berpindah tempat dengan sangat cepat pun muncul di belakang Mu Gecheng dan mengarahkan Pedangnya ke punggung Mu Gecheng.
Mu Gecheng yang masih bisa menghindar pun bergerak dengan cepat menahan serangan tapi ternyata itu tidak sepenuhnya bisa dihentikan.
“A-aku mengaku kalah!” ucap Mu Gecheng dengan nada suara yang terbata dengan ekspresi wajah yang takut karena pedang Li Yuchen berada tepat di samping leher Mu Gecheng.
“Pemenang dalam Pertandingan ini adalah Li Yuchen dari Daratan Danzong!” teriak Nan Luo dengan sangat keras dengan ekpsresi wajah yang bahagia.
Tepat setelah Li Yuchen dinyatakan menang, Li Yuchen pun menarik pedangnya dan meletakkannya kembali ke dalam Giok Naga Hijau Emas.
“Pertandingan yang bagus, Tuan Muda Mu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil mengulurkan tangan.
“Terima kasih, Tuan Muda Li. Kau telah menang dan aku akan menepati janjiku!” ucap Mu Gecheng dengan ekspresi wajah yang serius dan tekad yang kuat.
Li Yuchen yang tidak merasakan apapun untuk kemenangan itu pun menjadi sangat bahagia saat mendengar yang dkatakan Mu Gecheng padanya.
“Qier! Kau tidak akan menunggu lama. Aku pasti akan datang ke Kediaman Keluarga Mu dan membawamu kembali dengan kepala yang terangkat ke atas!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum yang lebar sambil mengarahkan pandangannya ke arah Seo Xiqin yang ada di atas Podium.
Semua Penonton yang menonton pun berteriak dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
__ADS_1
Ye Zhin yang melihat semuanya dari bawah pun dengan cepat bergerak menuju ke depan Arena Pertandinagn dan memberikan selamat kepada Li Yuchen.
“Bosk! Kau hebat sekali! Kau menang, Bos!” ucap Ye Zhin dengan suara yang sangat keras sambil melompat kegirangan dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.
Nan Luo yang telah mendapatkan hasil dari Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan pun dengan cepat memberikan Pengumumannya.
“Akhirnya kita telah berada pada kesimpulan akhirnya. Pemenang dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan adalah Li Yuchen dari Daratan Danzong!” teriak Nan Luo sambil mengarahkan tangannya ke arah Li Yuchen.
Semua orang yang menunggu Li Yuchen di bawah tempat tunggu dengan cepat mengikuti jejak Ye Zhin untuk berdiri di depan Arena Pertandingan.
“Tuan Muda Li, selamat untuk kemenangan anda!” ucap Yun Tianxing dengan ekspresi wajah yang ikut bahagia dengan kemenangan Li Yuchen.
“Aku yakin, Yang Mulia Kaisar pasti akan sangat senang dengan berita yang akan segera sampai padanya ini!” ucap Han Mouyun dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.
“Tuan Muda Li, selamat karena telah membuktikan kepada mereka semua yang telah meremehkan kita bahwa Daratan Danzong bukanlah Daratan yang lemah!” ucap Nanggong Ruan dengan senyum yang tulus.
Kaisar Qi yang mengetahui bahwa Li Yuchen yang telah menjadi Pemenangnya membuat keinginannya yang sangat kuat untuk menjadikan Li Yuchen orangnya.
“Tuan Muda Li Yuchen selamat untuk kemenanganmu dan ini adalah hadiahmu!” ucap Kaisar Qi dengan senyum yang lebar sambil menyerahkan sebuah kotak kayu.
Li Yuchen yang penasaran dengan isinya pun menjadi terkejut saat melihat isi yang ada di dalamnya.
“Botol? Tas Penyimpanan?” ucap Li Yuchen dengan alis yang mengkerut bingung dengan tatapan mata yang tak mengerti.
Kaisar Qi yanng mengerti maksud ucapan dan sikap Li Yuchen pun menjelaskan isi yang ada di dalam Kotak Kayu.
“Di dalam Tas Qianku itu ada Emas dan berbagai hadiah lainnya seperti Benda Pusaka dan juga Buku Jurus tingkat Legenda! Dan di dalam Botol tersebut terdapat tiga butir Pil Mutiara Kaca tingkat Delapan!” ucap Kaisar Qi dengan ekspresi wajah yang bangga.
Li Yuchen yang mendengarnya pun sedikit terkejut karena tidak menyangka jika hadiah untuk menjadi Juara Pertama sangat biasa saja padahal bagi orang lain hadiah-hadiah tersebut adalah hadiah yang sangat besar dan hebat.
“Ehem! Terima kasih Yang Mulia!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lebar dan tatapan mata yang tajam dan nada suara yang dingin.
“Yang Mulia! Aku harap anda tidak akan melupakan kesepakatan kita!” sindir Li Yuchen yang berpikir jika Kaisar Qi akan melupakan hal yang sangat ditunggu olehnya.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah Kaisar Qi akan langsung mengumumkan Penurunan Putra Mahkota atau tidak? Tebak di kolom komentar ya...