
Wu Ruxin yang berjalan di samping Li Yuchen pun mengantar Li Yuchen ke lantai Lima tempat Para Master Formasi berada.Semua orang yang melihat Li Yuchen yang mendapatkan perlakuan khusus dari Wu Ruxin langsung berbisik dan membuat kehebohan yang tidak perlu.
“Siapa laki-laki itu? Apakah kau mengenal orang itu?”
“Aku tidak mengenalnya. Apakah dia juga seorang Master Formasi? Berapa levelnya sekarang?”
“Kenapa Nona Wu yang merupakan adik kandung dari Tetua Formasi bersikap sangat sopan padanya?”
“Apa statusnya sangat tinggi sehinggi membuat Nona Wu yang sangat cantik bagaikan Seorang Dewi memperlakukannya seperti Seorang Pelayan?”
Wu Ruxin yang melihat dan dapat mendengar perkataan semua orang yang ada membuat Wu Ruxin menggenggam tangannya dengan sangat erat karena kesal.
“Orang-orang ini apakah tidak bisa diam? Apakah mereka tidak bisa menjaga mulutnya? Apakah mereka ingin kehilangan nyawanya dengann menggosipkan Seorang Master Formasi secara terang-terangan seperti ini?” ucap Wu Ruxin dalam hati dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menggenggam tangannya dengan sangat erat.
Li Yuchen yang dapat mendengar semua perkataan orang tentangnya dan melihat sikap orang-orang itu tidak mempengaruhi suasana hati Li Yuchen sehingga Li Yuchen hanya menganggap semua orang itu adalah semua.
“Semua orang adalah sama. Mereka akan cenderung bertanya dan membicarakan orang lain di belakangnya jika mereka mengetahui ada orang yang tidak mereka kenal muncul di depannya apalagi dengan latar belakang dan level kekuatan yang tidak diketahuinya.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang merendahkan seolah melihat semut-semut yang sedang berkumpul mengumpulkan makanan.
Namun Li Yuchen yang melihat Wu Ruxin yang menahan amarahnya karena tidak ingin menyinggung dirinya pun memberikan sebuah nasehat yang ternyata memberikan pencerahan pada kultivasi Wu Ruxin.
“Tidak semua hal harus kau fikirkan. Prioritaskan hal yang menurutmu penting, Nona Wu. Tarik nafas dan bungkan. Biarkan semua emosi yang ada di dalam fikiran dan hatimu menghilang. Itu akan lebih baik untuk kesehatan Jiwa dan Ragamu.” Ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang datar sambil berjalan lurus ke depan meninggalkan Wu Ruxin yang berdiri diam di tempatnya setelah mendengar perkataan Li Yuchen.
Li Yuchen yang telah melihat satu Ruangan yang bertuliskan nama Ketua Formasi pun mengetuk pintu dengan sopan.
__ADS_1
“Tok! Tok! Tok!” suara ketukan pintu Li Yuchen yang santai.
“Siapa itu?” tanya Wu Peng dengan nada bicara yang datar dan dingin sambil terus membolak-balik gulungan yang ada di tangannya.
“Yu!” ucap Li Yuchen dengan singkat, jelas dan padat dengan nada bicara yang datar tanpa intonasi tapi dapat terdengar jelas sampai ke dalam.
Wu Peng yang mendengar kata Yu langsung berdiri dan berlari menuju ke arah pintu dan langsung menyambut kedatangan Li Yuchen dengan sangat sopan dan penuh hati-hati.
“Tu-Tuan Muda Yu! Maafkan kata-kata saya yang tidak sopan. Mari silahkan masuk!” ucap Wu Peng dengan nada bicara yang gugup dan suara yang bergetar dengan keringat yang mengalir dengan sangat deras ke dahinya karena perasaan gugup.
Li Yuchen yang melihat sikap Wu Peng pun mengeluarkan kata-kata yang akhirnya menyadarkan Wu Peng dari sikapnya yang terlalu berlebihan.
“Tuan Muda Wu tidak perlu gugup seperti itu. Anda bisa bicara dengan santai. Saya bukan musuh yang harus anda takuti lagipula kita sudah pernah bertemu satu kali.” Ucap Li Yuchen sambil berjalan masuk ke dalam ruangan dengan nada bicara yang santai dengan langkah kaki yang elegan seperti seorang Bangsawan Kelas Atas.
Wu Peng yang melihat pembawaan dan sikap Li Yuchen di hadapannya membuat Wu Peng sangat yakin untuk tidak mempercayai gosip yang tersebar sebelum mendapatkan bukti yang kongkrit.
Wu Peng pun mempersilahkan Li Yuchen untuk duduk dan menyeduhkan teh yang sangat spesial kepada Li Yuchen.
“Tuan Muda Yu ternyata masih mengingat saya. Saya harap Tuan Muda Yu tidak mengambil hati semua yang telah terjadi sebelumnya.” Ucap Wu Peng sambil menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf dengan ekspresi wajah merasa tidak nyaman.
“Biarkan yang lalu pun belalu.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan tanpa ekspresi.
“Terima kasih. Silahkan duduk dan nikmati tehnya. Ini adalah teh hitam yang hanya tumbuh di Daratan Yunzhou. Saya harap tehnya sesuai dengan selera anda.” Ucap Wu Peng dengan senyum lembut dan nada bicara yang sangat sopan.
__ADS_1
Li Yuchen yang melihat sikap dan niat baik dari Wu Peng pun mengambil cangkir teh itu dan meminumnya dengan senang hati.
Wu Peng yang telah menetapkan tujuannya pun bergegas meminta Li Yuchen untuk bergabung menjadi bagian dari Menara Formasi Shinzu apapun caranya.
“Tuan Muda Yu atau haruskah aku memanggil anda Tuan Muda Li.” Ucap Wu Peng dengan nada suara yang santai dan ekspresi wajah yang polos.
Li Yuchen yang mendengar pekataan Wu Peng segera mengubah ekspresi wajahnya dan menatap tajam ke arah Wu Peng lalu mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat sehingga membuat Wu Peng sedikit kesulitan.
“Ternyata aura membunuh yang dimiliki tubuh ini tidak memberikan efek yang besar pada Tuan Muda Wu. Sepertinya aku harus pergi ke Hutan lagi dan memburu banyak Hewan Liar.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang sangat serius.
Wu Peng yang melihat perubahan sikap Li Yuchen dan merasakan adanya hawa membunuh yang ditunjukkan untuknya pun segera memberikan penjelasan untuk menenangkan Li Yuchen.
“Tuan Muda Li jangan salah paham. Saya tidak memiliki maksud yang buruk. Saya hanya ingin menjalin pertemanan dengan Tuan Muda Li. Saya harap Tuan Muda Li tidak tersinggung dengan sikap saya.” Ucap Wu Peng dengan tergesa-gesa dengan ekspresi wajah yang cemas sambil menundukkan kepalanya sebagai permintaan maaf.
“Saya tidak suka ada orang yang mencari tau identitas saya dan bahkan saya lebih tidak suka dengan orang yang mengetahui identitas saya yang asli.” Ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang datar dan tanpa ekspresi.
“Saya minta maaf karena ketidaksopanan saya. Saya sungguh tidak memiliki niat yang buruk. Saya tau Tuan Muda Li adalah Seorang Master Formasi tingkat Tinggi. Saya hanya ingin Tuan Muda Li untuk menjadi bagian dari Menara Formasi Shinzu. Saya harap Tuan Muda Li mau menerima posisi sebagai Tetua Kehormatan di Menara Formasi Shinzu.” Ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang tajam.
Wu Peng yang melihat Li Yuchen yang ingin mengatakan sesuatu segera memotongnya dan melanjutkan perkataannya kembali.
“Tuan Muda Li jangan khawatir. Sebagai Tetua Kehormatan, tuan Muda Li akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar daripada Master Formasi yang lain yaitu Tuan Muda Li akan mendapatkan Kartu Hitam. Dengan Kartu Hitam itu Tuan Muda Li dapat mendapatkan diskon sebesar 20% untuk pembelian semua Harta Karun yang dilelang dan Tuan Muda Li tidak perlu membayar biaya Administrasi setiapkali mengikuti Pelelangan.” Ucap Wu Peng dengan penuuh semangat yang menggebu-gebu.
“Tidak hanya itu karena Tuan Muda adalah Tetua Kehormatan Pertama di Menara Formasi Shinzu ini, Tuan Muda Li akan mendapatkan diskon sebesar 10% lagi khusus pembelian Harta Karun di Menara Formasi Shinzu.” Ucap Wu Peng dengan senyum lebar dan ekspresi wajah yang penuh dengan percaya diri.
__ADS_1
Li Yuchen yang mendengar semua penjelasan dari Wu Peng segera menaikkan alisnya ke atas dan bergegas menghitung semua keuntungan yang akan dimilikinya.
#Bersambung#