Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 364. Kejujuran Kehamilan


__ADS_3

Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin tidak bisa menahan perasaan bahagianya sehingga dengan cepat memeluk erat tubuh Seo Xiqin.


“Qier! Chen gege sangat merindukan Qier!” ucap Li Yuchen sambil berbisik di telinga Seo Xiqin dengan suara yang rendah dan lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia.


“Qier juga sangat merindukan Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bahagia di dalam pelukan Li Yuchen.


Namun saat Li Yuchen ingin melepaskan perasaan rindunya. Seo Xiqin yang khawatir jika tindakan itu akan menyakiti bayi yang ada di dalam kandungannya pun mendorong Li Yuchen menjauh.


Li Yuchen yang tidak menyangka akan mendapatkan penolakan seperti itu dari Seo Xiqin pun menjadi sangat terkejut dan bingung.


“Qi-Qier! Ke-Kenapa?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang penasaran tak mengerti.


Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen memasang ekspresi seperti itu pun pun akhirnya merasa bersalah dan tidak tega sehingga membuat Seo Xiqin memutuskan mengatakan semuanya dan tidak ingin menyembunyikan fakta tentang kehamilannya


"Bu-bukan seperti itu Chen gege!" teriak Seo Xiqin dengan suara yang gagap dan nada yang terburu-buru dengan tatapan mata yang bingung.


"Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu? Apakah orang-orang itu bersikap buruk padamu?" tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang khawatir dan cemas serta tatapan mata penasaran.


"Ti-tidak! Mereka tidak pernah bersikap buruk padaku. Bibi sangat baik padaku hanya saja..." ucap Seo Xiqin yang menghentikan kata-katanya sambil menatap mata Li Yuchen dengan lembut.


"Hanya saya ada kehidupan lain disini Chen gege dan Qier khawatir akan menyakitinya jika melakukan lebih dari itu!" ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang malu sambil mengarahkan telapak tangan Li Yuchen ke perutnya.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun termenung sesaat tanpa memberikan respon apapun terhadap berita baik yang disampaikan Seo Xiqin padanya.


“Kehidupan lain?” tanya Li Yuchen dengan alis yang mengkerut dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang tidak mengerti.


“Benar! Kehidupan lain! Ada sebuah nyawa di dalam sini!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan nada suara yang rendah dan pelan.


Li Yuchen yang teringat dengan mimpinya saat di Daratan Danzong pun langsung merespon ucapan Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang terkejut.


“Apakah Qier hamil?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang terkejut dan ekspresi wajah yang bahagia terlihat jelas di wajahnya.

__ADS_1


Seo Xiqin yang melihat ekspresi wajah bahagia pada wajah Li Yuchen pun ikut bahagia dan menganggukkan kepala sebagai tanda pembenaran.


Li Yuchen yang tidak menyangka akan menjadi seorang Ayah seperti yang dirasakan saat di dalam mimpi pun menjadi sangat senang dan tanpa sadar memeluk Seo Xiqin dan mengangkat tubuhnya ke atas sebagai wujud perasaan bahagianya.


Namun Seo Xiqin yang mulai merasakan pusing karena digendong sambil berputar-putar itu pun meminta berhenti.


“Ma-maaf! Maafkan Chen gege! Chen gege terlalu bersemangat!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir jika terjadi sesuatu pada kandungan Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang melihat tingkah laku Li Yuchen pun tertawa kecil yang ditambah dengan Burung Phoenix yang terlihat menggoda Li Yuchen.


Li Yuchen yang ingin terus bersama Seo Xiqin pun memutuskan untuk tidak ingin terpisahkan lagi.


“Qier! Ikut kembali bersama Chen gege! Chen gege akan berusaha meningkatkan kekuatan Chen gege dan mengalahkan Ketua Penjaga itu!” ucap Li Yuchen dengan penuh percaya diri dengan ekspresi wajah yang serius.


Seo Xiqin yang memiliki urusan lain yang harus diselesaikannya di Daratan Wuzhou pun memasang ekspresi wajah yang dilema sehingga membuat Li Yuchen menjadi penasaran.


“Ada apa? Apakah telah terjadi sesuatu?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang penasaran dan tatapan mata yang bingung.


“Jika Qier tidak nyaman untuk mengatakan alasannya maka Chen gege tidak akan memaksa Qier untuk menceritakan semuanya tapi Chen gege hanya ingin Qier tau jika Chen gege akan selalu mendukung semua keputusan Qier!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang menenangkan.


Seo Xiqin yang senang karena Li Yuchen tidak akan memaksanya pun merasa sangat bahagia dan akhirnya memeluk Li Yuchen dengan sangat erat.


Waktu pun berlalu, Seo Xiqin yang tidak bisa tidur dengan nyenyak semenjak dirinya dibawa ke Daratan Wuzhou hingga saat ini tiba-tiba dapat tertidur dengan sangat pulas.


Li Yuchen yang tak ingin mengganggu waktu istirahat Seo Xiqin pun membaringkan tubuh Seo Xiqin di atas tempat tidur dengan perlahan.


Li Yuchen yang penasaran dengan alasan Seo Xiqin tidak bisa ikut dengannya kembali bersamanya pun memutuskan untuk bertanya kepada Burung Phoenix.


“Katakan padaku sejujurnya! Apa yang telah terjadi pada Qier selama ada di Daratan Wuzhou di Kediaman Keluarga Mu?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


Burung Phoenix yang telah kembali ke wujud aslinya dan menghilangkan wujunya sebagai Burung Pipit pun menjadi sangat ciut saat mendapatkan tatapan mata yang tajam dari Li Yuchen.

__ADS_1


“Se-sebenarnya beberapa hari yang lalu sebelum Nyonya pergi ke Daratan Yunzan. Nyonya mendapatkan masalah dengan beberapa Pelayannya yang bersikap kurang ajar dan tidak sopan!”


“Dan Nona telah menyelesaikan masalah itu dengan sangat muda dengan membunuh semua Pelayan yang dipikir sangat tidak sopan dan beretika dan membuat Pelayan lainnya menjadi bisu dan juga cacat!”


Li Yuchen yang mendengar penjelasan Burung Phoenix pun hanya tertawa dengan sangat keras lalu menutup mulutnya dengan segera karena khawatir akan membangunkan Seo Xiqin yang sedang istirahat.


“Itu adalah Qier-ku! Orang-orang seperti itu memang pantas mendapatkan pelajaran karena mereka tidak akan pernah menyadari kesalahannya jika tidak mendapatkan hukumannya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan tatapan mata yang bangga.


Lalu saat Li Yuchen sedang bahagia tiba-tiba Burung Phoenix mengatakan sesuatu yang membuat Li Yuchen terdiam.


“Namun, setelah kejadian itu, Kepala Keluarga Mu datang menemui Nyonya dan mengatakan semuanya tentang Mu Hanqin!” ucap Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang serius.


“Kepala Keluarga Muda, Mu Hanyuan mengatakan bahwa Nyonya Mu Hanqin terjatuh di atas tebing di Gunung Ming Hao saat melindungi Mu Hanyuan dari Serangan Rubah Ekor Sembilan!” ucap Burung Phoenix lagi dengan suara yang terdengar sangat serius.


“Apakah Qier tidak ingin kembali bersamaku karena ingin mencaritau tentang keberadaan Ibunya?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Jika itu yang menjadi alasannya maka dapat dimengerti Qier tidak ingin kembali padaku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan pandangan menatap Seo Xiqin yang sedang tertidur.


Li Yuchen yang membutuhkan informasi lain mengenai keberadaan Mu Hanqin pun memutuskan untuk pergi ke Organisasi Tengkorak tapi sebelum itu Li Yuchen ingin melakukan sesuatu.


Li Yuchen yang memiliki Tas Penyimpinan lain pun memasukkan semua hal yang dapat melindungi, menyerang dan membantu Seo Xiqin ke dalamnya bahkan Li Yuchen dengan sengaja memasukkan beberapa Pil untuk meningkatkan Kekuatan Seo Xiqin tanpa harus mengganggu kehamilannya.


“Phoenix! Tetaplah disini dan lindungi Qier dengan semua yang kau punya! Lalu berikan ini kepada Qier dan serahkan juga surat ini kepadanya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengikatkan Tas Penyimpanan di kaki Burung Phoenix.


Tak lama kemudian, Anping yang datang untuk membawakan makanan ringan untuk Seo Xiqin melihat orang asing di dalam kamar Seo Xiqin dan bersiap untuk meminta pertolongan.


Li Yuchen yang tak ingin ada orang lain yang datang dan membuat situasinya menjadi sulit pun dengan cepat menutup mulut Anping dan membuatnya tidak bisa bergerak dengan jarum perak yang dilemparkannya di beberapa bagian tubuh Anping.


“Aku bukanlah orang asing! Aku adalah suami dari Nona-mu! Jika kau bersedia diam dan menurut maka aku akan melepaskanmu tapi jika kau melanggarnya maka aku akan menghabisi nyawamu dalam hitungan detik!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang membunuh.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan dipilih oleh Anping? Apakah Anping akan menurut atau kehilangan nyawanya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...


__ADS_2