Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 228. Proses Kesembuhan II


__ADS_3

Li Yuchen yang telah mengeluarkan Set Jarum Perak pun menusukkan tiap jarum ke titik saraf yang ada di kaki Li Chuan lalu mengalirkan Energi miliknya ke ujung jarum untuk menstimulasi sarafnya yang mati.


Tidak hanya itu, Li Yuchen yang juga harus mengaktifkan kembali Meridian yang mengendalikan kaki Li Chuan pun menusukkan jarum teakhir ke perut Li Chuan dengan sangat kuat.


Li Chuan yang merasakan rasa pada kakinya pun mulai merasa sangat senang dengan nada suara yang bahagia tapi tiba-tiba rasa geli yang awal dirasakan Li Chuan pun berubah menjadi rasa sakit hingga tak tertahankan.


“Akhirnya aku bisa merasakan kakiku lagi!” teriak Li Chuan dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang lebar yang ceria.


“Agh! Aggghhh! Kakikuuuuu!” teriak Li Chua yang mulai merasakan rasa sakit di setiap sudut kakinya pun memasang wajah kesakitan dengan nada suara teriakan yang keras.


Mo Yunhe yang mendengar suara teriakan dari dalam kamar pun mulai merasa panik dan cemas.


“I-itu! Apa yang telah terjadi? Kenapa suamiku teriak?” tanya Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang cemas dengan tatapan mata yang khawatir.


Seo Xiqin yang melihat ekspresi wajah cemas di wajah Mo Yunhe pun mencoba menenangkannya bersama Bibi Bai dan yang lainnya.


“Ibu! Kau harus tenang! Ayah pasti akan baik-baik saja!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut dan kata-kata yang menenangkan.


“Bagaimana aku bisa tenang? Apa kau tidak mendengar teriakan kesakitan itu?” taya Mo Yunhe dengan suara yang tinggi dengann ekspresi wajah yang panik.


“Aku tau ibu panik tapi percayalah pada Chen gege! Chen gege pasti tidak akan membiarkan Ayah Mertua menderita. Ini pasti demi kebaikan Ayah Mertua!” teriak Seo Xiqin yang mencoba menyeimbangkan suaranya dengan sikap Mo Yunhe yang panik.


“Benar Madam. Tolong percayalah pada Tuan Muda. Tuan Besar pasti akan segera kembali sehat!” ucap Bibi Bai yang ikut mencoba menenangkan Mo Yunhe.


Mo Yunhe yang mendengar perkataan Seo Xiqin dan Bibi Bai pun akhirnya menyerah dan menunggu di luar dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.


Di dalam ruangan, Li Yuchen yang merasakan tanda-tanda bahwa kaki Li Chuan dapat sembuh seperti semula pun mengeluarkan Pil Penyembuh tingkat Tiga.


“Ayah! Telanlah Pil Penyembuh ini! Dengan ini, kaki Ayah yang lumpuh akan kembali bisa berjalan!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.


Li Chuan yang melihat Pil Penyembuh tingkat Tiga yang dikeluarkan Li Yuchen pun memiliki banyak sekali pertanyaan tapi menahan rasa penasarannya dan menuruti semua perkataan Li Yuchen.

__ADS_1


Li Chuan yang telah meminum Pil Penyembuh pun langsung merasakan jika obat tersebut langsung bereaksi dengan jarum perak yang tertusuk di setiap kulit kakinya.


Li Chuan yang merasakan rasa sakit yang terasa sangat sakit pun tidak bisa menahannya lagi dan berteriak dengan sangat keras hingga membuat semua orang yang menunggu keluar menjadi terkejut.


Li Chuan yang masih belum pulih sepenuhnya tidak bisa menahan rasa sakit yang dialaminya hingga akhirnya membuat Li Chuan kehilangan kesadarannya kembali.


Li Yuchen yang melihat hal itu pun mengalirkan Energi yang ada di dalam tubuhnya untuk menggantikan Energi dari dalam tubuh Li Chuan sehingga membuat proses pengaktifan saraf dan meridian itu pun normal kembali.


Mo Yunhe yang mendengar suara teriakan kesakitan yang sangat kuat dari Li Chuan pun menjadi sangat panik dan tidak bisa menahan rasa cemasnya pun mendorong Seo Xiqin yang mencoba menenangkannya pun membuka pintu dengan paksa.


Mo Yunhe yang melihat Li Chuan yang terbaring di atas tempat tidur dengan ekspresi wajah yang sangat pucat dengan keringat yang sangat banyak di seluruh tubuhnya.


“Suamiku!” teriak Mo Yunhe dengan sangat keras sambil berlari menuju ke arah Li Chuan dan memeluk tubuh Li Chuan yang sedang terbaring tidak sadarkan diri.


Li Yuchen yang tidak menyadari jika Mo Yunhe telah menorobos masuk tetap memfokuskan dirinya mengalirkan Energi ke tubuh Li Chuan.


Mo Yunhe yang melihat Li Yuchen yang berdiri di sampingnya dengan mata terpejam pun menjadi semakin kesal dan mencoba menampar Li Yuchen.


Mo Yunhe yang tidak menyangka mendapatkan tamparan dari Seo Xiqin pun menjadi sangat terkejut dan mencoba untuk menampar Seo Xiqin kembali.


Seo Xiqin yang tidak peduli dengan sikap Mo Yunhe padanya pun mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke leher Li Chuan.


“Jika Ibu Mertua tidak mundur sekarang maka Ibu Mertua harus melihat kematian Suami yang sangat kau cintai dan mendatangi pemakamannya keesokan harinya!” ancam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


“Kau! Beraninya kau mengancamku! Apakah kau lupa siapa aku? Aku bisa membuat Li Yuchen menceraikanmu!” teriak Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang marah dan tatapan mata yang menahan emosi.


“Aku tidak takut jika Chen gege menceraikanku karena bagiku keselamatan Chen gege adalah yang utama!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang tegas.


“Jika Ibu terus mengganggu proses kesembuhan Ayah Mertua dan membuat Chen gege mengalami luka dalam maka aku lebih memilih berdiri dan menentang semua tindakan Ibu Mertua!” ucap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang tajam.


Mo Yunhe yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun merasa sangat kesal dan menggigit bibirnya dan mengepalkan tangannya dengan sangat erat.

__ADS_1


“Baik! Jika seperti itu tapi jika semua proses ini gagal maka kau harus menerima akibatnya dari sikapmu yang melawanku!” ucap Mo Yunhe dengan tatapan mata yang tajam sambil menatap Seo Xiqin yang mengganggapnya sebagai duri di dalam dagingnya.


Seo Xiqin yang melihat Mo Yunhe telah berjalan keluar pun mengikutinya di belakang dan menutup kembali pintu itu dengan sangat rapat dengan Sui’er dan Luo’er yang berjaga di depan pintu.


Li Yuchen yang ternyata mendengarkan semua pertengkaran antara Seo Xiqin dan Mo Yunhe pun tersenyum pahit.


“Hanya Qier yang mencemaskanku dengan tulus! Bahkan Ibuku tidak pernah menganggapku dan mencemaskanku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan mata yang terbuka dengan ekspresi wajah yang dingin sedingin es.


Li Yuchen yang mengetahui bahwa proses ini akan memakan waktu yang sangat lama tidak menyangka jika harus terjadi semalaman.


Lalu saat ayam mulai berkokok, Li Yuchen yang menyadari jika saraf dan meridian di dalam tubuh Li Chuan telah aktif kembali pun kehilangan keseimbangannya hingga terduduk di atas lantai dengan wajah yang kelelahan dan keringat yang sangat banyak di wajahnya.


Li Yuchen yang tidak ingin terlihat lemah di hadapan Mo Yunhe dan yang lainnya pun menelan beberapa butir Pil Penyembuhan dalam sekali telan dan menyerap hasiat Pil tersebut dan mengembalikan semua energinya yang telah menghilang.


Setelah Energinya kembali seperti semula, Li Yuchen pun membuka pintu dan membiarkan Mo Yunhe yang telah menunggu semalaman masuk ke dalam dan memeluk Li Chuan yang masih belum sadarkan diri.


“Tenanglah. Semua racun telah tidak ada lagi dan kakinya pun sudah bisa digerakkan kembali tapi Ayah masih harus belajar berjalan kembali dari awal karena telah lama tidak menggunakan kakinya!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar dan wajah tanpa ekspresi.


Mo Yunhe yan yang mendengarkan perkataan Li Yuchen pun mengeluarkan air mata bahagia sambil memeluk Li Chuan dengan ekspresi lega.


Li Yuchen yang merasa jika keberadaannya tidak perlukan lagi pun kembali ke kamarnya dengan ekspresi wajah yang cuek.


Seo Xiqin yang melihat kepergian Li Yuchen tanpa kata-kata pun mengikutinya dari belakang meninggalkan Mo Yunhe dan Bibi Bai yang sedang bersuka cita.


“Chen gege!” panggil Seo Xiqin dari jauh dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.


Lalu tiba-tiba, di saat suasana di rumah tersebut sedang diselimuti perasaan bahagia tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras dari pintu gerbang rumah.


#Bersambung#


Siapakah orang yang membuat keributan itu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Silahkan tebak di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2