
Li Yuchen yang telah kembali ke Kediaman Keluarga Seo pun pergi ke kamar Seo Xiqin dan melihat keadaan Seo Xiqin.
“Apakah Istriku sudah sadar?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang tajam.
“Nona sudah dan sedang beristirahat di kamarnya, Tuan Muda.” Ucap Sui’er yang menemui Li Yuchen di depan pintu kamar dengan kepala tertunduk.
“Baiklah!” ucap Li Yuchen yang cuek sambil berjalan mengabaikan Sui’er masuk ke dalam kamar tempat Seo Xiqin beristirahat.
“Hmmm, maafkan kelancangan hamba Tuan Muda. Hamba mengaku salah. Saya mohon hukumlah hamba!” ucap Sui’er tiba-tiba sambil bersujud di belakang Li Yuchen.
Li Yuchen yang melihat Sui’er yang memiliki karakter yang keras kepala mau bersujud meminta maaf membuat Li Yuchen menjadi terkejut tapi merasa senang di saat bersamaan.
“Aku akan menghukummu dengan selalu melayani dan menjaga Istriku dengan taruhan nyawamu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas tanpa berbalik arah menghadap Sui’er yang sujud.
“Aku tidak mempermasalahkan sikapmu karena aku tau jika kau sangat mengkhawatirkan Qier dan tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya tapi aku ingin kau memiliki kesabaran dan ketenangan dalam mengambil sikap agar tidak merugikan Tuanmu dikemudian hari!” ucap Li Yuchen mencoba mengingatkan Sui’er dengan nada suara yang sinis sambil berjalan masuk meninggalkan Sui’er yang tediam di tempatnya.
Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin yang sedang duduk bersandar di tempat tidurnya dengan ekspresi wajah yang sangat lesu membuat Li Yuchen merasa sangat sedih.
“Bagaimana keadaanmu?” tanya Li Yuchen dengan senyum lembut sambil berjalan mendekati Seo Xiqin lalu duduk di sampingnya.
“Hanya sedikit lemas.” Jawab Seo Xiqin dengan senyum yang cantik dan lembut dengan nada suara yang lemah dan wajah yang pucat.
“Istirahatlah. Kau butuh istirahat yang banyak.” Ucap Li Yuchen sambil menggenggam tangan Seo Xiqin dengan senyum lembut.
Li Yuchen yang tau jika dirinya melakukan sesuatu tanpa izin Seo Xiqin pun langsung melepaskan tangan Seo Xiqin dan meminta maaf tapi dijawab dengan tawa kecil.
“Istriku memang sangat cantik saat tertawa.” Ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dan senyum yang menunjukkan perhatian dan kasih sayang.
Seo Xiqin yang mendapatkan pujian dari Li Yuchen pun menjadi malu tapi Seo Xiqin yang memiliki banyak pertanyaan pun tidak ingin kehilangan kesempatan itu untuk mendapatkan semua jawaban yang ada dibenaknya.
“Apakah Chen gege yang telah menyembuhkanku?” tanya Seo Xiqin dengan tatapan mata yang menyelidik dengan ekspresi wajah yang penasaran dan rasa ingin tau yang sangat tinggi.
__ADS_1
“Aku tau kau pasti memiliki banyak pertanyaan dan sangat ingin tau semuanya tapi aku tidak bisa mengatakannya di sini. Di sini bukanlah tempat yang tepat untuk itu. Aku akan mengatakan semuanya saat kita pindah nanti.” Ucap Li Yuchen sambil menyentuh pipi Seo Xiqin dengan lembut sambil tersenyum dengan sangat tampan hingga membuat wajah Seo Xiqin memerah karena malu.
“Apakah Chen gege akan mengatakan yang sebenarnya dan menjawab semuanya dengan jujur?” tanya Seo Xiqin yang mencoba mendapatkan janji dari Li Yuchen sambil menggenggam tangan Li Yuchen yang sedang membelai pipinya.
“Tentu saja. Tidak akan ada rahasia di antara kita!” ucap Li Yuchen sambil tersenyum dengan nada suara yang meyakinkan.
“Istirahatlah. Saat pindahan tiba. Aku akan menggendongmu menuju kereta. Kita akan pindah dari tempat ini dengan cepat dan memulai dari awal.” Ucap Li Yuchen sambil berdiri dan mengecup lembut kening Seo Xiqin lalu pergi meninggalkan ruangan.
Li Yuchen yang keluar dari kamar Seo Xiqin pun bertemu dengan Sui’er dan Luo’er yang sedang berjaga di depan pintu kamar.
“Ambil Tas Qiankun ini. Simpan semua barang milik Istriku yang ada di dalam peti dan milik kalian berdua ke dalam Tas Qianku ini dan letakkan barang yang tidak penting yang ingin dibawa di dalam peti tersebut. Akan ada orang yang akan mengambilnya.” Ucap Li Yuchen sambil mengeluarkan Tas Qiankun dan menyerahkannya kepada Luo’er.
“Aku sendiri yang akan menggendong Qier menuju ke kereta. Kita akan pindah sebelum sore. Jadi bergegaslah! Apakah kalian berdua membutuhkan bantuan?” ucap Li Yuchen lagi dengan tatapan mata yang menyelidik.
“Tidak Tuan Muda!” ucap Keduanya secara bersamaan sambil menundukkan kepala dengan penuh hormat dengan ekspresi wajah yang datar.
“Bagus. Aku akan kembali saat semuanya telah siap.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi dan nada suara yang datar dengan tatapan mata yang tajam.
Sementara Seo Xiqin yang sedang dalam kondisi pemulihan hanya diam melihat kedua Pelayan Pribadinya bergerak melakukan semuanya sesuai petunjuk dari Suaminya dan saat waktunya hampir tiba, Sui’er dan Luo’er membantu Seo Xiqin mengganti pakaiannya.
“Nona, semua sudah hampir siap. Nona harus segera berganti pakaian karena Tuan Muda akan segera datang menjemput Nona!” ucap Luo’er dengan hati-hati dan nada suara yang lembut serta penuh dengan perhatian.
“Aku mengerti. Tolong bantuannya! Berikan aku sentuhan sederhana tapi elegan!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil duduk di meja riasnya.
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Seo Xiqin yang telah selesai berganti pakaian dan berhias pun berjalan keluar kamar dengan bantuan Sui’er dan Luo’er di samping kiri dan kanannya.
“Apakah kau sudah siap Istriku?” tanya Li Yuchen sambil tersenyum lembut dengan nada suara yang penuh perhatian sambil meregangkan tangan mengambil tangan Seo Xiqin dari kedua Pelayannya.
“Tentu saja Chen Gege!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut meskipun wajahnya pucat tapi riasan yang ada di wajahnya membuat wajah canti Seo Xiqin tidak luntur sedikitpun.
Li Yuchen dan Seo Xiqin pun pergi ke pintu Gerbang Kediaman Keluarga Seo dan menaiki kereta kuda yang diluar terlihat sederhana tapi di dalam terlihat sangat mewah dan luas.
__ADS_1
“I-ini!” ucap Seo Xiqin yang terkejut dengan mata yang melotot karena tidak percaya sambil memandang Li Yuchen yang berdiri di depan pintu.
Li Yuchen yang melihat banyak sekali pertanyaan yang ingin ditanyakan Seo Xiqin memilih hanya tersenyum dan memberikan perintah kepada Sui’er dan Luo’er yang juga ada di dalam kereta.
“Jaga Istriku. Aku akan berada di samping kusir dan memastikan tidak ada hal yang terjadi.” Ucap Li Yuchen yang tersenyum lembut ke arah Seo Xiqin yang terkejut.
Li Yuchen dan Seo Xiqin pun pergi membawa dua kereta kuda menuju ke rumah yang telah di siapkan khusus Li Yuchen namun tidak disangka ada Seorang Tuan Muda bodoh yang datang mengacau bersama beberapa penjaganya.
“Dasar kuda sialan! Menyingkir! Ciiaatttt!” teriak seorang Pemuda yang berpakaian sangat indah seperti Seorang Tuan Muda dari Keluarga Bangsawan sambil melepaskan cambuk ke arah Kuda yang ditumpangi Li Yuchen dan yang lainnya.
Kuda Li Yuchen yang mendapatkan cambukan pun menjadi sangat terkejut hingga kehilangan keseimbangan tapi langsung dikendalikan Li Yuchen hingga akhirnya Kereta Kua tersebut tidak terguling.
“Aaaarrgghhh!” teriak Seo Xiqin dan kedua pelayannya di saat bersamaan di dalam kereta dengan Sui’er dan Luo’er yang langsung menjadi pelindung Seo Xiqin dari benturan.
Li Yuchen yang sangat mengkhawatirkan kondisi Seo Xiqin yang masih belum pulih sepenuhnya dari kambuhnya Penyakitnya itu pun langsung bertanya.
“Apakah Istriku baik-baik saja?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang khawatir dan cemas di saat bersamaan.
“No-Nona baik-baik saja!” ucap Luo’er dengan nada yang sedikit tinggi tapi hanya dapat didengar Li Yuchen dan kusir.
Li Yuchen yang mengetahui jika Seo Xiqin baik-baik saja pun menjadi lega hingga akhirnya membuat Li Yuchen memfokuskan pandangannya ke Tuan Muda Sombong yang sedang duduk di kuda putihnya dengan membawa cambuk di tangannya.
“Apa yang dilakukan Tuan Muda tidak berguna ini di sini? Oh, apakah Tuan Muda tidak berguna dari Kediaman Keluarga Li ini marah hingga menatapku dengan tatapan yang sangat tajam seperti itu?” sindir Tuan Muda itu dengan nada suara dan pandangan menghina denagn ekspresi wajah yang tidak senang.
“Jika kau marah, apa yang akan kau lakukan? Kau hanyalah Menantu yang tidak berguna dan beruntung dapat menikahi wanita cantik dari Keluarga Seo!” ucap Tuan Muda itu lagi dengan tatapan mata yang memandang rendah Li Yuchen yang duduk di kusir dengan kereta kuda yang terlihat sangat jelek dan usang.
“Hmmm! Jika kau punya kesadaran, ceraikan saja Nona Seo dan berikan dia padaku. Aku pasti akan menjaganya dengan sangat baik. Aku, Jin Qui, Putra ke empat dari Walikota Jinlin, aku dapat memberikan semua yang tidak bisa Pecundang sepertimu berikan!” ucap Jin Qui dengan tawa yang sangat keras sambil menunjukkan niat yang tidak baik di hadapan Li Yuchen.
“Sepertinya B*** ini tidak akan tau rasanya berada di antara hidup dan mati jika aku tidak membantunya. Beraninya dia mengincar Istriku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum kejam layaknya Iblis yang sedang kelaparan.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang akan dilakukan Li Yuchen untuk membereskan Jin Qui? Dan apa yang akan terjadi pada Jin Qui selanjutnya? Jawab di kolom komentar ya.. hehehe