Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 66. Dukungan Ye Han


__ADS_3

Wu Ruxin yang telah berdiri di depan Li Yuchen pun tanpa ragu menundukkan kepalanya dan mengatakan tujuan kedatangannya.


"Maafkan atas kelancangan saya, Tetua Yu. Saya kemari hanya ingin berterima kasih untuk bimbingan anda karena saya berhasil mengatasi tembok besar dalam kultivasi saya sehingga saya berhasil menembus tingkat lima." ucap Wu Ruxin dengan terburu-buru tanpa jeda dengan kepala tertunduk dengan ekspresu wajah yang bahagia.


"Itu bukan karenaku. Itu semua berkat dirimu sendiri. Kau seorang Master Formasi, jangan mudah menundukkan kepalamu untuk hal kecil seperti ini." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah tidak perduli dan masih menatap pemandangan yang ada di luar.


Wu Ruxin yang mendengar perkataan Li Yuchen hanya terdiam dan tidak berani menanggapi apapun terlebih saat melihat Li Yuchen yang tidak sekalipun melihat ke arahnya.


"Kenapa rasanya hatiku merasa sedikit sakit saat Tetua Yu mengabaikanku?" tanya Wu Ruxin di batinnya dengan ekspresi wajah sedih dan kecewa


Wu Peng yang melihat sikap Li Yuchen terhadap adiknya tidak pun memilih untuk menutup mata.


"Aku telah mengatakan sebelumnya untuk tidak jatuh cinta pada Tuan Muda Li padamu Xin'er. Semoga yang kau ucapkan itu benar dan tidak pernah kau langgar karena kau tidak memiliki harapan apapun." ucap Wu Peng dalam hati dengan ekspresi wajah yang penuh harap.


Tak lama kemudian, seorang Pelayan datang dan membawa semua yang diperintahkan Wu Peng padanya.


"Tok! Tok! Tok!" suara ketukan pintu yang lembut dari luar.


"Masuklah!" perintah Wu Peng dengan nada suara yang tegas sambil berjalan menjauh dari meja kerjanya.


"Ketua Wu, Saya membawakan semua yang anda minta." ucap Seorang Pelayan dengan ekspresi wajah yang patuh sambil membawa Sebuah Jubah Formasi berwarna Emas, Lencana Formasi berwarna Emas dan Kartu VVIP berwarna Hitam dan juga sebuah Tas Qiankun.


Wu Peng yang melihat semua yang diinginkannya telah ada di depannya pun menyerahkan semuanya kepada Li Yuchen.


"Tetua Yu, semuanya telah tersedia. Silahkan anda lihat." ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang serius dan ekspresi wajah yang segan.


"Terima kasih. Semuanya sudah lengkap seperti yang kau katakan." ucap Li Yuchen setelah memeriksa sisa uang yang didaptkannya serta beberapa benda yang mewakilkan dirinya sebagai Tetua Kehormatan di Menara Formasi Shinzu.


Li Yuchen yang merasa tidak memiliki kepentingan lagi di Menara Formasi Shinzu pun memutuskan untuk kembali ke Penginapan.

__ADS_1


"Baiklah. Semua telah selesai dibicarakan. Aku pamit undur diri. Tuan Muda Wu bisa menemuiku langsung di Penginapan jika membutuhkan sesuatu." ucap Li Yuchen dengan tegas dan sorot mata yang tajam.


"Tentu saja. Terima kasih Tetua Yu. Tolong panggil saja saya dengan Ketua Wu. Mohon kerjasamanya Tetua Yu." ucap Wu Peng dengan wajah yang gembira dan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.


Wu Ruxin yang masih ingin berlama-lama dengan Li Yuchen pun memutuskan untuk mengantar Li Yuchen hingga ke depan pintu keluar Menara Formasi.


"Tetua Yu, mari silahkan. Saya akan mengantar anda ke depan." ucap Wu Ruxin dengan senyum yang manis dan tatapan mata yang penuh dengan kekaguman.


Li Yuchen yang merasakan ada hal yang tidak beres dengan sikap Wu Ruxin padanya pun memilih untuk menjaga jarak.


"Nona Wu tidak perlu sungkan. Saya bisa keluar sendiri. Nona Wu pasti memiliki banyak urusan, saya tidak akan membuang waktu anda. Saya pergi lebih dulu." ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang rendah sambil berjalan meninggalkan Wu Ruxin yang masih belum terima ditolak.


Wu Ruxin yang ditolak langsung oleh Li Yuchen merasakan adanya sebuah tantangan yang telah lama tidak dia rasakan setelah berhasil menjadi Seorang Master Formasi.


"Aku tidak terima ditolak. Aku harus mendapatkannya." ucap Wu Ruxin dalam hati yang melupakan janjinya pada Wu Peng.


Wu Peng yang melihat niat lain dari sorot mata Wu Ruxin pun mencoba mengingatkannya kembali akan janjinya yang telah dilupakannya.


Wu Ruxin yang tidak perduli dengan ucapan Wu Peng pun memilih pergi dan mengejar Li Yuchen meskipun Li Yuchen telah menolak tawarannya.


Sementara itu, di tempat yang lain, Ye Rui yang telah berdiri selama beberapa jam di depan pintu masuk Menara Formasi Shinzu ternyata telah menarik banyak sekali orang.


"Apa yang dilakukan Nona Ye berdiri di depan Menara Formasi Shinzu?"


"Apakah Nona Ye menunggu kedatangan Tuan Muda Wu?"


"Apakah kabar tentang akan adanya hubungan pernikahan antara Keluarga Ye dan Keluarga Wu itu benar?"


Ye Rui yang hanya memiliki satu tujuan untuk kedatangannya ke Menara Formasi Shinzu pun memilih untuk mengabaikan gosip dari semua orang yang ada di belakangnya.

__ADS_1


"Hah! Orang-orang ini sangat senang sekali bergosip dan tidak akan ada seorang pun yang bisa mendiamkan mulut mereka untuk terus bergosip. Lebih baik aku abaikan saja mereka dan fokus dengan tujuan utamaku kemari." ucap Ye Rui dengan tekad yang bulat dan sorot mata yang tajam.


Ye Han yang telah keluar dari Menara Formasi Shinzu setelah mengikuti Acara Pelelangan melihat Ye Rui hanya berdiri di depan pintu Menara Formasi Shinzu pun memilih untuk mendekat.


"Rui'er, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ye Han kepada putrinya yang sedang berdiri di depan pintu masuk Menara Formasi Shinzu di bawah teriknya matahari tanpa berteduh terlebih dahulu.


"Ayah, aku punya urusan yang sangat penting di sini. Apakah Acara Pelelangan itu telah selesai?" tanya Ye Rui dengan ekspresi wajah penasaran dan rasa ingin tau yang sangat tinggi.


"Benar, Acara Pelelangan baru saja berakhir. Maaf ayah tidak bisa mendapatka Tripod yang kau inginkan itu." ucap Ye Han dengan nada yang sedih dan ekspresi wajah yang kecewa terlihat dengan sangat jelas.


"Itu tidak masalah ayah. Orang itu pasti juga menginginkannya dan Tripod itu telah menjadi miliknya. Ayah tidak akan bisa bersaing dengannya." ucap Ye Rui sambil menggelengkan kepala dengan ekspresi wajah yang sedih dan nada bicara yang pilu.


"Orang itu? Siapa? Apakah orang yang kau maksud adalah orang yang berada di dalam Ruang VVIP saat Acara Pelelangan berlangsung?" tanya Ye Han dengan nada penasaran dan ekspresi wajah terkejut mendesak Ye Rui untuk menceritakannya padanya segera.


"Mungkin saja dia orangnya ayah. Ayah, aku harap kau tidak menyinggung orang itu karena orang itu bukanlah orang yang dapat dijadikan musuh cukup aku saja yang menghadapi orang itu." ucap Ye Rui dengan nada yang tinggi mencoba memperingatkan Ye Han tentang resiko besar yang akan didapatkannya nanti jika menyinggung Li Yuchen.


"Apa maksudmu putriku? Siapa orang yang kau maksud? Kenapa kau bicara seperti itu?" tanya Ye Han yang memiliki banyak sekali pertanyaan yang ingin ditanyakan.


Ye Rui yang menyadari jika banyak orang yang sedang menguping pembicaraan mereka pun memilih untuk tidak menjelaskan apapun dan memberi pengertian kepada Ye Han untuk mengerti situasinya.


"Ayah, aku tau kau sangat penasaran dengan semua yang aku katakan dan tujuanku melakukan ini tapi di sini bukanlah waktu yang tepat untuk bicara. Aku akan menjelaskan semuanya saat kembali ke rumah." ucap Ye Rui mencoba memberi peringatan kepada Ye Han tentang keadaannya sekarang.


"Ayah, harus segera pulang dan jangan khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja dan juga akan segera pulang. Ayah tunggu kabar baik dariku." ucap Ye Rui mencoba membujuk Ye Han dengan kata-katanya yang manis dan menyejukkan dengan senyum yang penuh percaya diri.


"Baiklah. Ayah mengerti. Kau adalah Putri kesayangan ayah dan Putri kebanggaan ayah. Kau tidak akan melakukan sesuatu tanpa perhitungan. Ayah akan menunggu kabarmu." ucap Ye Han dengan senyum bangga sambil memeluk Ye Rui mencoba memberikan dukungan moral kepada Putrinya.


Ye Rui yang mendapatkan dukungan dari ayahnya menjadi sangat senang dan perasaan khawatir serta cemas yang melanda dirinya seketika pun hilang menjadi perasaan optimis dan percaya diri.


"Tunggu kepulanganku, yah. Aku akan menyelesaikan semua urusanku dengan baik. Aku tidak akan mengecewakanmu ayah." ucap Ye Rui dalam hati sambil menoleh melihat kepergian Ye Han yang perlahan menjauh hingga tak terlihat lagi.

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2