
Master Sun dan Ye Rui yang terlempar ke suatu ruangan tiba-tiba mendengar sebuah suara orang yang sedang bertarung.
“Ada orang yang sedang bertarung Nona!” ucap Master Kong dengan indra pendengaran yang sangat tajam sambil mengambil posisi mengintip dengan berdiri di depan sambil berjalan mengendap-endap.
Master Sun yang berjalan di depan tidak menyangka melihat sebuah Harta Karun yang menjadi rebutan hingga terjadi perkelahian.
“Nona Ye, lihatlah itu!” ucap Master Sun sambil menunjuk ke sebuah tempat yang terdapat Gulungan Cara Pembuatan Elixir yang telah lama hilang.
Ye Rui yang berada di belakang Master Sun tidak dapat melihat apapun pun akhirnya dapat melihat dengan jelas yang ada di depan setelah Master Sun memberinya jalan tapi Ye Rui yang tidak melihat Harta Karun yang dimaksdu Master Sun hanya melihat orang yang sedang bertarung dan hal itu membuat Ye Rui merasa ini adalah takdir dari Dewa untuknya.
“Tidak di sangka jika Dewa sangat baik padaku karena tidak memberiku waktu lama untuk membalaskan dendam ini pada Pasangan Pecundang itu!” ucap Ye Rui dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang memerah karena menahan emosi dengan dua tangan yang terkepal dengan sangat erat.
Master Sun yang merasa ada yang aneh pun langsung memanggil Ye Rui karena tidak mendengar dengan jelas yang dikatakannya.
“Nona Ye, apakah kau mengatakan sesuatu?” tanya Master Sun dengan ekspresi wajah yang bingung dan cemas serta khawatir di saat bersamaan.
“Aku hanya merasa sedikit bersemangat Master Sun karena Dewa telah membantuku membalaskan dendamku!” ucap Ye Rui dengan senyum sinis dan tatapan mata kebecian.
“Kita tidak perlu membantu pasangan mesum itu. Kita hanya akan berdiri disini sampai mereka berhasil menghilangkan semua rintangan lalu mengambil Harta Karun serta semua yang merea miliki!” ucap Ye Rui lagi dengan ekspresi wajah yang menakutkan.
“Ta-tapi Nona Ye, bukankah hal itu tidak sesuai dengan aturan yang sebenarnya.” Ucap Master Sun dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
“Jangan khawatir. Aku hanya ingin membalas apa yang telah mereka berdua lakukan padanya dan hal ini tidak akan ada yang berani membalas lagi.” ucap Ye Rui yang membuat Master Sun mendapatkan petunjuk orang yang membuat Ye Rui berada di ambang kematiannya sebelumnya.
Sementara itu, Seo Wan’er dan Jin Ling beserta beberapa pengawal mencoba bertahan dari serangan Boneka Hidup dan melakukan yang terbaik untuk menghancurkan semuanya agar bisa mendapatkan Harta Karun di ruangan itu.
“Wan’er di belakangmu!” teriak Jin Ling dengan sangat keras sambil bergerak denagn sangat cepat menggunakan pedangnya membantu Seo Wan’er melawan Boneka Hidup yang terus menyerang tanpa henti.
Semua Pengawal yang mengikuti Ekspedisi Makam Kuno satu per satu gugur karena tidak bisa bertahan melawan serangan dari Boneka Hidup yang tidak bisa mati.
“Kakak Ling! Lakukan sesuatu! Jika seperti ini terus, kita pasti akan kehabisan tenaga dan mati bersama pengawal yang lain.” Ucap Seo Wan’er dengan suara yang sedikit berteriak ekspresi wajah yang kelelahan sambil terus menggerakkan pedangnya bertahan dari serangan Boneka Hidup.
“Kau benar tapi apa yang harus kita lakukan?” tanya Jin Ling dengan ekspresi wajah yang bingung dan wajah yang penuh dengan keringat.
__ADS_1
“Bagaimana jika Kakak Ling membunuh Pemimpin mereka? Mungkin saja semua Boneka Hidup ini akan ikut mati saat Pemimpin mereka mati!” ucap Seo Wan’er yang mengemukakan pendapatya dengan wajah yang sudah sangat lelah.
“Aku mengerti. Aku akan membunuh Pemimpin mereka. Kau harus bisa bertahan menghadapi sisanya.” Ucap Jin Ling dengan sangat keras sambil melompat tinggi sambil mengidentifikasi Boneka Hidup yang menjadi Pemimpin dari semuanya.
Jin Ling yang berada di atas akhirnya dapat menemukan Pemimpin Boneka Hidup dan tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan jurusnya untuk menyerang Pemimpinnya dalam satu kali serangan.
“Kilatan Cakar Pembunuh!” teriak Jin Ling dengan sangat keras sambil membuat posisi menyilangkan ke dua tangannya dan mengarahkannya ke Pemimpin Boneka Hidup dengan sangat cepat dan kuat.
Namun, tidak disangka jika semua yang terjadi ternyata tidak sesuai sarapan. Pemimpin Boneka Hidup ternyata menggunakan Boneka Hidup yang ada di sekitarnya untuk melindungi dirinya dari serangan Jin Ling.
Pemimpin itu pun menjadi sangat marah hingga membuat semua anggotanya yang lainnya menyerang Jin Ling dengan sangat brutal.
“Aarrgggghhh!” teriak Jin Ling yang mendapatkan pukulan yang sangat kuat menjadi sangat terkejut hingga menabrak tembok.
“Ti-tidak! Kakak Ling!” teriak Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang terkejut dan sedih di saat bersamaan dengan nada suara yang sangat tinggi.
Seo Wan’er yang tidak ingin Jin Ling meninggal karena akan berpengaruh pada masa depannya pun membuat Seo Wan’er menjadi semakin cemas.
“Tebasan Daun Angin!” teriak Seo Wan’er dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah dan tatapan mata yang tajam.
“Kakak Ling! Apakah kau baik-baik saja?” tanya Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan dengan nada suara yang tergesa-gesa.
Jin Ling yang tidak menyukai kedatangan Seo Wan’er menjadi sangat marah dan menepis tangan Seo Wan’er yang mencoba membantunya.
“Kenapa kau kemari? Aku tidak membutuhkan bantuanmu.!” ucap Jin Ling dengan nada suara yang kasar dan ekspresi wajah yang tidak senang.
“A-aku hanya mencemaskan Kakak Ling! A-aku tidak bermaksud mengganggu Kakak Ling!” ucap Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan nada suara yang cemas dan khawatir.
“Aku tidak butuh rasa kasihanmu. Aku bisa menghadapi Pemimpin Boneka Hidup itu sendiri!” ucap Jin Ling dengan ekspresi wajah yang marah sambil berdiri dan menyerang Pemimpin Boneka Hidup kembali.
Jin Ling yang ingin menunjukkan kekuatannya di hadapan Seo Wan’er pun akhirnya dapat berhasil mengalahkan Pemimpin Boneka Hidup dengan mengerahkan hampir seluruh kekuatannya sehingga membuat sisa Boneka Hidup yang lain berhenti bergerak.
Jin Ling yang berhasil mendapatkan Harta Karun tersebut langsung mendapatkan pujian dari Seo Wan’er tapi meskipun begitu ada sedikit perasaan sedih di hati Jin Ling setelah selesai pertarungan.
__ADS_1
“Selamat! Kakak Ling memang sangat hebat. Kakak Ling berhasil mengalahkan Pemimpin Boneka Hidup itu sendirian!” teriak Seo Wan’er dengan sangat keras sambil berlari ke arah Jin Ling dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.
“Tentu saja. Aku adalah Putra Pertama Kediaman Walikota dan akan menjadi Walikota Jinlin selanjutnya.” Ucap Jin Ling dengan nada suara yang sombong dan angkuh dengan ekspresi wajah yang bangga akan dirinya sendiri.
“Ta-tapi... Pertarungan ini ...” ucap Jin Ling yang tiba-tiba tidak bisa melanjutkan kata-katanya kembali sambil melihat ke arah mayat-mayat pengawal yang dikorbankan untuk mendapatkan Harta Karun.
“Kakak Ling tidak boleh sedih. Aku yakin mereka pasti sangat bangga pada diri mereka sendiri karena mengorbankan dirinya untuk keselamatan Kakak Ling.” Ucap Seo Wan’er yang mencoba memberikan semangat kepada Jin Ling yang bersedih
“Jika Kakak Ling kasihan pada mereka. Kakak Ling bisa memberikan kompensasi kepada keluarga mereka.” Ucap Seo Wan’er lagi yang mencoba memberikan ketenangan kepada Jin Ling.
Namun di saat Jin Ling dan Seo Wan’er sedang berbicara Master Sun dan Ye Rui bergerak dengan sangat cepat menyerang keduanya dengan menggunakan seluruh kekuatannya.
Ye Rui yang sangat membenci dan sangat marah kepada Seo Wan’er karena telah merebut tas qiankun miliknya dan Tanaman Obat yang telah didapatkannya dengan usaha yang sangat keras pun tidak memberikan kesempatan Seo Wan’er untuk bernafas.
“Ka-kau! Ma-masih hidup!” teriak Seo Wan’er dengan suara yang gagap dengan tatapan mata yang terbuka lebar sambil bergerak mundur menghindari serangan Ye Rui.
“Tentu saja aku masih hidup! Maaf membuatmu kecewa!” teriak Ye Rui dengan sangat keras dengan senyum jahatnya sambil menggerakkan cambuknya dengan sangat keras ke arah Seo Wan’er.
Ye Rui yang menyerang Seo Wan’er dengan cara membabi buta tidak memberikan Seo Wan’er kesempatan untuk menarik nafas sehingga membuat Seo Wan’er merasa sangat lelah dan kehilangan konsesntrasinya.
“Kau! Beraninya kau melukai wajahku! Jika aku tidak membunuhmu. Jangan panggil aku Seo Wan’er!” teriak Seo Wan’er dengan sangat keras sambil mengelap darah yang mengalir dari goresan pisau di wajahnya dengan ekspresi wajah yang marah.
“Hmmm! Itu jika kau berhasil melukaiku. Aku yang sekarang tidak akan memberikanmu kesempatan untuk bisa melukaiku lagi!” teriak Ye Rui dengan sangat keras sambil terus menyerang Seo Wan’er secara terus menerus.
Sementara itu, Master Sun yang merupakan Master Alkemia membantu Ye Rui untuk menahan Jin Ling untuk tidak ikut campur dalam pertarungannya dengan Seo Wan’er.
“Wan’er!” teriak Jin Ling dengan sangat keras sambil bergerak mundur menghindari serangan dari Master Sun sambil melihat ke arah Seo Wan’er yang sedang bertarung.
“Kemana fokusmu Tuan Muda Pertama Walikota? Aku tidak akan menjamin keselamatanmu jika kau membagi fokusmu!” teriak Master Sun yang terus menyerang Jin Ling yang sedang kelelahan sehingga membuat Jin Ling bertahan dalam posisi bertahan.
#Bersambug#
Bagaimana hasil dari pertarungan itu ya? Apakah Ye Rui berhasil membalaskan dendamnya? Baca BAB selanjutnya ya...
__ADS_1