
Li Yuchen yang mendengar perkataan Shanyuan pun menjadi sangat marah dan dengan cepat berdiri lalu menatap tajam ke arah Shanyuan.
“Apakah kau tidak mendengar perkataanku sebelumnya? Apakah kau pikir perkataanku tidak pantas untuk didengar?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
Shanyuan yang langsung mengingat ucapan Li Yuchen padanya semalam pun langsung berlutut di hadapan Li Yuchen.
“Ma-maafkan saya, Tuan Muda. Sa-saya sungguh tidak pernah berpikir seperti itu. Ma-maafkan saya, Tuan Muda. Maafkan saya!” teriak Shanyuan dengan sangat keras tapi tidak mendapatkan tanggapan apapun dari Li Yuchen dan Ye Zhin yang tidak bisa melakukan apapun merasa sangat sedih dan kasihan.
“Sa-saya hanya berpikir untuk bisa membantu Tuan Muda dan membalas budi Tuan Muda meskipun harus membahayakan nyawa. Sa-saya tidak berpikir jika Tuan Muda akan semarah ini! Sa-saya mohon ampuni saya, Tuan Muda!” ucap Shanyuan dengan suara yang gagap dengan air mata penyesalan.
Li Yuchen yang tidak tega memperlakukan orang yang tulus padanya begitu kejam pun berbalik arah dan memukul pundak Shanyuan dengan pelan.
“Aku hanya akan memaafkanmu kali ini tapi tidak untuk seterusnya. Nyawamu itu sangat berharga. Jangan pernah melakukan hal yang berbahaya seperti itu lagi. Apa kau mengerti?” tanya Li Yuchen dengan senyum yang lembut.
“Ya! Ya! Tuan Muda! Saya akan melakukan seperti yang Tuan Muda katakan. Saya berjanji!” ucap Shanyuan dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil menghapuskan air matanya dan tersenyum lebar.
Shanyuan yang telah berhasil menata perasaannya pun memberikan Li Yuchen dan Ye Zhin masing-masing satu buah pil.
“Minumlah pil ini dan kalian berdua akan kebal terhadap Racun yang ada di Kabut Asap ini!” ucap Shanyuan dengan nada suara yang tegas dan penuh percaya diri.
Li Yuchen dan Ye Zhin yang saling berpandangan pun menelan pil tersebut setelah saling menganggukkan kepala lalu berjalan memasuki Kabut Asap Beracun mengikuti Shanyuan.
Orang-orang yang melihat Li Yuchen dan yang lainnya memasuki Kabut Asap Beracun dengan percaya diri pun mulai menghina ketiganya.
“Lihatlah, ketiga idiot itu! Apakah mereka tidak tau jika Kabut Asap ini beracun?”
“Aku juga pikir begitu. Hahaha.... Sungguh orang-orang yang sangat bodoh!”
Namun saat orang-orang tersebut melihat Li Yuchen, Ye Zhin dan Shanyuan yang masuk ke dalam Kabut Asap Beracun tidak mendapatkan reaksi terkena racun pun langsung menjadi ribut.
__ADS_1
“Ada apa ini? Apakah Kabut Asap itu sudah tidak beracun lagi?”
“Kenapa ketiganya tidak memiliki tanda-tanda keracunan sama sekali?”
Sementara itu, Li Yuchen dan Ye Zhin yang sangat terkejut dengan Penawar Racun yang dibuat oleh Shanyuan pun menjadi sangat senang.
“Junior Yuan, aku tidak menyangka ternyata kau adalah Ahli Racun yang sangat hebat!” teriak Ye Zhin dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil mengangkat satu jempolnya ke arah Shanyuan.
“Kerja bagus. Pilihan yang tepat untuk membawamu kemari!” puji Li Yuchen dengan senyum yang lembut yang membuat Shanyuan menjadi sangat malu hingga pipinya menjadi merah.
Lalu saat ketiganya sedang bersukacita, orang-orang yang berada di luar Kabut Asap Beracun mulai bergerak turun dan mencoba memasuki Kabut Asap Beracun satu per satu.
Orang-orang yang memiliki pemikiran yang dangkal dan perasaan iri hati serta serakah mencoba masuk terlebih dahulu lalu tanpa sadar menjadi korban atas keegoisan mereka sendiri.
“Aaaarrgghhhh! Aaaarrggghhh! Aaaarrggghhh!” suara teriakan-teriakan kesakitan karena terkena racun yang sangat mematikan terus bergema tanpa henti hingga membuat orang tersebut berubah menjadi mayat berwarna hijau dengan tubuh yang sangat kurus.
Li Yuchen yang tidak ingin melihat pemandangan itu pun berbalik arah dan berjalan ke depan dengan Ye Zhin dan Shanyuan berjalan mengikutinya dari belakang.
“Bos! Lihat! Apakah itu Reruntuhan Kuno yang dimaksud?” tanya Ye Zhin dengan suara yang lantang dengan nada suara dan ekspresi wajah yang penasaran.
“Itu adalah tujuan utama kita. Kita sudah hampir sampai. Ayo kita kesana sekarang!” ucap Li Yuchen yang langsung mendapatkan anggukan persetujuan dari Ye Zhin dan Shanyuan.
Lalu saat jarak ketiganya tinggal seratus meter dari Reruntuhan Kuno tiba-tiba Kabut Asap Beracun yang mengelilingi ketiganya telah menghilang.
“Sepertinya Kabut Asap Beracun ini bertugas melindungi Reruntuhan ini agar tidak sembarangan oranng bisa memasuki Reruntuhan Kuno itu!” gumam Shanyuan dengan suara yang rendah tapi masih dapat didengar dengan jelas oleh Li Yuchen dan Ye Zhin.
“Aku rasa juga seperti itu. Sepertinya seratus meter dari Reruntuhan Kuno ini Kabut Asap Beracun ini tidak ada lagi!” ucap Ye Zhin yang menyetujui pendapat Shanyuan.
Di saat ketiganya berniat memasuki Reruntuhan Kuno tiba-tiba lima orang datang dari atas langit dan turun dengan sangat anggun dengan menggunakan Senjata Surgawi tingkat Rendah.
__ADS_1
“Kakak Qingyu! Akhirnya kita sampai juga!” ucap salah seorang wanita muda, Liao Fengyu, Putri Tertua Keluarga Liao dari Daratan Yunzan, dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Yang kau katakan itu benar sekali tapi Daratan ini sungguh tidak bisa diharapkan.” Ucap He Qingyu, Putra Kedua Keluarga He dari Daratan Yunzan, dengan ekspresi wajah yang merendahkan.
“Aku tidak akan menyalahkanmu karena ini adalah Daratan Terendah dari Tiga Daratan yang ada jadi wajar saja jika Daratan ini memiliki Energi Langit dan Bumi yang sangat sedikit!” sindir Ji shang, Putra Kedua Keluarga Ji dari Daratan Yunzan sambil mengalihkan pandangannya ke arah Li Yuchen dan yang lainnya.
Setelah mendengar yang dikatakan Ji Shang, Liao Fengyu dan He Qingyu pun menatap dingin ke arah Li Yuchen sementara dua lainnya bersikap cuek dengan bersandar di pohon terdekat.
Li Yuchen dan Ye Zhin yang mendapatkan tatapan tajam tersebut tidak merasa intimidasi sama sekali tapi hal itu sangat berbeda dengan Shanyuan yang langsung menundukkan kepalanya lalu bersembunyi di belakang Ye Zhin.
“Angkat kepalamu, Shanyuan! Beranikan dirimu! Jangan lupakan siapa dirimu!” ucap Li Yuchen dengan suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang dingin sambil menatap balik ke arah ke tiganya.
Shanyuan yang mendengar ucapan Li Yuchen pun tidak ingin menjadi penghalang ataupun beban dari Li Yuchen pun bergerak melepaskan diri dari bayang-bayang Ye Zhin lalu mengangkat kepalanya dengan keyakinan penuh.
“Itu baru pengikut, Bos! Aku akan mengakui bahwa kau adalah pria yang pemberani!” ucap Ye Zhin dengan senyum yang lebar yang langsung mendapatkan anggukan keyakinan dari Shanyuan.
Di saat, kedua Tim saling berpandangan tiba-tiba tiga orang datang dari belakang Li Yuchen dengan membawa Cermin Dimensi.
Cermin Dimensi adalah Benda yang sama dengan Giok Naga Hijau Emas yang dimiliki Li Yuchen tapi Cermin Dimensi hanyalah Benda Pusaka biasa yang hanya bisa memberikan efek Penawar Racun dengan jarak paling jauh lima meter.
“Aku kira, kami adalah orang pertama yang berhasil memasuki tempat ini. Tidak disangka ternyata telah ada dua Tim yang datang kemari terlebih dulu!” ucap Seorang Pria Muda dengan pakaian Bangsawan dengan pembawaan yang anggun sambil menunjukkan ekspresi wajah yang bersahabat dan senyum yang lebar.
“Nanggong Ruan, Putra Pertama Keluarga Nanggong dari Kota Xilin!” ucap Shanyuan dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang serius.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Shanyuan pun tiba-tiba mengingat Pedang yang diambilnya sebagai balasan untuk Formasi yang dibuatnya untuk Kota Xilin.
“Apakah dia keponakan dari Jenderal Nanggong Tianxie?” tanya Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang penasaran.
#Bersambung#
__ADS_1
Wah, Li Yuchen bertemu dengan orang-orang dari Daratan Yunzan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya ya? Apakah akan terjadi pertengkaran antar Tim sebelum Penyusuran Reruntuhan Kuno? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...