
Sementara itu, Ye Rui yang berdiri di depan jendela melihat Li Yuchen dalam masalah hanya tersenyum sinis dan tidak berniat untuk menolong.
"Aku ingin lihat bagaimana kau menyelesaikan masalah yang ada di depanmu?" gumam Ye Rui dengan tatapan mata yang penuh amarah dengan tangan yang terkepal erat.
"Kau telah berani membuatku dan guru memiliki jarak, jangan berharap akan mendapatkan pertolongan dari Paviliun Huanfuku!" ucap Ye Rui dengan nada bicara yang sinis.
Sedangkan Li Yuchen yang tidak ingin ditekan orang lain pun berjalan mendekati ketiganya dengan senyum misterius lalu membungkukkan tubuhnya membisikkan sesuatu.
"Aku tidak tau siapa yang memerintahkan kalian melakukan ini tapi apakah kalian tau orang tersebut telah meracuni kalian? Dan kalian bertiga akan meninggal dengan sangat mengenaskan dua jam lagi." ucap Li Yuchen dengan senyum lembut dengan suara dalam yang hanya dapat didengar ketiganya.
"Tidak mungkin! Tuan muda pasti berbohong!" teriak seorang pelayan yang telah dipecat dengan suara yang tinggi dan ekspresi wajah terkejut dan tidak percaya.
"Benar! Kau pasti berbohong dan sengaja mengatakan ini pada kami untuk membuat kami menyelatkan reputasimu?" ucap salah seorang penjaga dengan ekspresi wajah yang marah sambil menunjuk-nunjuk wajah Li Yuchen dengan kata-kata yang sinis.
"Reputasiku tidak penting. Lagipula aku memakai topeng, tidak ada seorangpun yang tau wajah asliku." jawab Li Yuchen dengan nada cuek dan ekspresi wajah tidak peduli.
"Sedangkan kalian bertiga akan segera meninggal dan orang yang memerintahkan kalian akan tertawa bahagia karena dapat membalas musuhnya dan juga dapat menutup mulut kalian selamanya jadi tidak akan ada seorangpun yang bisa menuduhnya." ucap Li Yuchen lagi dengan senyum misterius dengan tatapan mata merendahkan.
"Tidak mungkin. Tuan Muda Jin tidak akan melakukan hal rendah seperti itu!" teriak salah seorang Penjaga dengan nada bicara yang tinggi dan ekspresi wajah yang marah.
"Benarkah? Kalau begitu bagaimana dengan bintik-bintik merah yang ada di tubuh kalian?" ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang sinis dan tatapan merendahkan.
Ketiga orang tersebut pun seketika melihat tubuh mereka masing-masing dan menyadari bahwa semua yang dikatakan Li Yuchen benar.
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak mau meninggal! Aku ingin hidup!" teriak Pelayan wanita dengan histeris sambil melihat tangannya yang penuh dengan bintik merah.
"Benar, Tuan Muda! Tolong maafkan kami! Kami bersalah! Tolong selamatkan kami Tuan Muda!" teriak kedua Penjaga dengan ekspresi wajah ketakutan secara bergantian dengan nada yang putus asa.
Li Yuchen yang melihat ketiganya memohon pertolongan padanya tidak ada perasaan simpati sama sekali bahkan perasaan jijik itu muncul saat melihat perubahan sikap ketiganya yang drastis.
"Penjilat! Meminta ampun saat terjepit dan akan menggigit saat telah selamat! Jangan pernah berharap dapat lepas dari karma jahatmu!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang penuh dengan amarah.
Li Yuchen yang melihat kesempatan itu pun berteriak dengan kteras hingga dapat di dengar semua orang yang penasaran dengan semua yang terjadi.
"Siapa orang yang telah menyuruh kalian bertiga bersujud dan membuat keributan di sini?" tanya Li Yuchen dengan senyum sinis sambil melihat ketiganya secara bergantian.
"Tuan Muda, kami tidak bermaksud membuat masalah untuk anda. Kami hanya orang suruhan Tuan Muda Jin Lin." teriak Pelayan dengan air mata yang mengalir dengan deras dan suara yang sangat keras hingga dapat didengar semua orang.
"Kami mohon Tuan Muda, tolonglah kami. Kami tidak bermaksud untuk mempermalukan Tuan. Kami hanyalah orang suruhan. Kami mohon Tuan Muda selamatkanlah nyawa kami." ucap Penjaga lainnya sambil bersujud di depan Li Yuchen dengan air mata yang terus mengalir.
Namun tidak disangka, Jin Ling yang bersembunyi di dalam sebuah kereta kuda tiba-tiba berteriak dan keluar dari dalam kereta kuda miliknya.
"Bohong! Mereka semua berbohong! Beraninya rakyat jelata seperti kalian memfitnahku di depan Tuan Muda Yu!" teriak Jin Ling dengan wajah yang sangat tidak tahu malu dengan ekspresi wajah yang marah.
"Tidak! Kami tidak berbohong! Kami sungguh adalah orang suruhan Tuan Muda Jin Ling. Dia bilang jika kami bisa merusak reputasi Tuan Muda maka kami dapat bekerja di Kediaman Walikota dan uang ini adalah uang mukanya." ucap Pelayan tersebut dengan suara yang sangat keras sambil menunjuk wajah Jin Ling.
Jin Ling yang tidak ingin ketahuan Li Yuchen pun menjadi sangat marah dan memukul Pelayan tersebut hingga membentur batu sehingga kepalanya berdarah.
__ADS_1
"Dasar wanita ******! Beraninya kau memfitnahku. Aku adalah Putra Sah Walikota Jinlin." teriak Jin Ling dengan ekspresi wajah yang sangat marah.
Jin Ling yang tidak ingin menarik lebih banyak lagi orang untuk datang dan melihat kejadian itu pun memanggil penjaga untuk menutup mulut ketiga orang yang ada di depannya.
"Penjaga! Dimana penjaga? Cepat tangkap tiga orang ini dan masukkan ketiganya ke dalam penjara. Mereka telah membuat kerusuhan di depanĀ Paviliun Huanfu dan mengganggu ketentraman umum!" teriak Jin Ling dengan nada yang sangat tinggi dengan wajah yang memerah karena menahan amarah sambil menunjuk ke arah ketiga orang yang menjadi suruhannya itu.
Dalam waktu singkat, masalah yang telah terjadi dapat diselesaikan dengan mudah. Li Yuchen yang melihat perubahan ekspresi wajah Jin Ling tidak bisa menghentikan dirinya untuk menghina Jin Ling di dalam hatinya.
"Tuan Muda Yu, saya harap anda tidak salah paham dengan semua yang telah terjadi. Jangan percaya dengan kata-kata ketiga orang itu. Saya yakin mereka melakukan semua ini karena marah setelah dipecat dari Paviliun Huanfu karena menyinggung anda." ucap Jin Ling yang mencoba membela dirinya danĀ di sisi lain membuat semua orang yang melihat mengetahui masalah yang terjadi sebenarnya.
"Saya tidak akan salah paham. Saya dapat menilai semuanya dengan sangat jelas, siapa yang benar dan siapa yang salah. Mereka dipecat karena sikap mereka yang sangat sombong dan merendahkan pelanggan lain dan saya yakin semua orang yang ada di sini sangat mengetahui bagaimana sikap ketiganya selama ini. Percayalah, perbuatan baik akan mendapatkan balasan yang baik dan perbuatan jahat akan mendapatkan balasan yang jahat pula." ucap Li Yuchen yang mencoba memberi nasehat kepada Jin Ling tapi sebenarnya memberinya peringatan untuk berhenti membuat masalah padanya.
"Jangan memutar hitam dan putih sesukamu. Jangan difikir, kau dapat berhasil dengan semua rencana jahatmu. Kau akan mendapatkan balasan semua perbuatanmu cepat atau lambat." ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum lembut sambil berjalan mendahui Jin Ling menuju ke Menara Formasi Shinzu.
"Aku tidak akan membiarkan orang yang telah menggangguku mati di tangan orang lain. Begitu pula denganmu!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum yang penuh dengan misteri.
Jin Ling yang melihat kepergian Li Yuchen tidak bisa melampiaskan amarahnya di depan umum sehingga memilih pergi menaiki kereta kudanya dengan perasaan yang tidak menentu.
"Kau mungkin bisa lolos sekarang tapi tidak lain kali, Tuan Muda Yu. Jangan panggil aku Jin Ling jika aku tidak bisa membalas dendam ini." ucap Jin Ling dengan mata yang mentap tajam punggung Li Yuchen dengan tangan yang terkepal dengan sangat erat.
Sementara itu, Ye Rui yang ternyata terus memantau Li Yuchen dari awal hingga akhir merasa ada sesuatu yang aneh yang terjadi pada tiga orang tersebut sehingga mau mengikuti permainan Li Yuchen.
"Cari tau apa yang terjadi pada ketiga orang itu? Kenapa mereka bertiga dapat dengan muda mengaku salah dan cari tau apa yang ketiga orang itu inginkan dari Tuan Muda Yu?" perintah Ye Rui dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang tajam melihat kepergian Li Yuchen.
__ADS_1
#Bersambung#