
Li Yuchen yang mengajak Seo Xiqin pergi menggunakan Formasi Teleportasi pun akhirnya sampai di tempat tujuannya.
“I-ini dimana?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang berbinar melihat pemandangan yang sangat indah di depan matanya di bawah sebuah Pohon besar.
“Ini adalah Bukit Chang’an dan ini adalah tempat yang tidak mendapatkan Serangan Hewan Buas. Bagaimana? Indah bukan pemandangannya?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lembut menatap penuh cinta ke arah Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang sedang duduk bersantai melihat pemandangan yang sangat indah di depannya pun terpanah dan menjadi terkejut dengan perbuatan Li Yuchen yang tiba-tiba.
“Izinkan aku seperti ini sebentar saja?” tanya Li Yuchen yang terbaring di pangkuan Seo Xiqin dengan senyum yang lebar dan ekspresi wajah yang lelah.
“Baiklah!” jawab Seo Xiqin singkat dengan senyum yang lembut dan anggukan kepala tanda persetujuan.
Li Yuchen yang terbaring di pangkuan Seo Xiqin sambil melihat pemandangan yang indah tanpa sadar pun tertidur dengan sangat damai dan tenang seperti anak kecil yang hanya tau bermain.
"Terima kasih telah selalu bersamaku dan tanpa ragu memilihku dibandingkan pilihan lain yang ada di depanmu." ucap Arabella dengan suara yang rendah dengan senyum yang pahit.
Waktu pun berlalu, Li Yuchen yang akhirnya terbangun pun membuka matanya dan menemukan wajah wanita yang sangat cantik sedang tertidur di hadapannya.
Li Yuchen yang tidak ingin membangunkan Seo Xiqin pun menggendong Seo Xiqin dengan perlahan lalu menggunakan Segel Formasi Teleportasi untuk segera kembali ke Gunung Es.
Li Yuchen yang berencana segera pergi pun meninggalkan sepucuk surat untuk Seo Xiqin baca saat dirinya kembali lalu meninggalkan Burung Phoenix bersama Seo Xiqin.
“Tetaplah disini dan jaga Istriku! Jangan biarkan hal buruk terjadi padanya! Jika sesuatu terjadi di luar kendalimu segera hubungi aku!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang mengancam dan ekspresi wajah yang serius serta tatapan mata yang sangat tajam.
“Jangan khawatir, Bos. Percayalah padaku!” ucap Burung Phoenix yang mengangkat sayapnya di letakkan di kepalanya seperti memberi hormat dengan penuh percaya diri.
Li Yuchen yang pergi meninggalkan Gunung Es pun kembali ke kamarnya dan menemukan Ye Zhin yang sedang terduduk menunggunya di dalam.
“Kenapa kau kemari? Apakah kau ingin ikut aku ke Istana?” tanya Li Yuchen dengan kata-kata yang sembarangan dengan ekspresi wajah yang datar.
“Benarakah? Apa aku benar-benar boleh ikut ke Istana, Bos?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang penuh harap dengan mata yang berbinar menunggu jawab Li Yuchen.
Li Yuchen yang melihat Ye Zhin yang sangat ingin pergi pun menjadi curiga dan penasaran dengan alasannya.
__ADS_1
“Ada apa? Katakan yang sejujurnya dan aku akan mempertimbangkan untuk membawamu pergi bersamaku?” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam seperti elang dengan ekspresi wajah yang serius.
Ye Zhin yang mendengar ucapan Li Yuchen pun tidak punya pilihan lain selain menyerah dan mengatakan yang sebenarnya akhirnya menceritakan semuanya.
“Sebenarnya semenjak kejadian Perlawanan Naga kemarin, banyak sekali wanita muda yang datang dan mengejarku. Mereka menginginkanku untuk menjadikan mereka sebagai Istriku bahkan yang terakhir aku diberi obat bius dan hampir diperk*sa!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang sedih.
“Karena itulah, Bos, aku mohon bawalah aku bersamamu! Aku tidak ingin di sini sendiri. Aku tidak kuat menghadapi wanita-wanita bar-bar itu! Aku terlalu suci untuk mereka!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang sedih, takut dan sedikit manja membuat Li Yuchen merasa jijik dibuatnya.
“Apa yang kau lakukan? Jangan dekati aku! Menjauhlah!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang tidak nyaman dengan suara yang sedikit tinggi saat Ye Zhin ingin memeluk Li Yuchen berulang kali.
“Jangan maju lagi. Baik! Baik! Aku akan membawamu tapi kau harus menjaga sikapmu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal dengan nada suara yang tinggi.
Ye Zhin yang sangat senang mendapatkan izin pun berteriak kegirangan dengan nada suara yang sangat keras sambil melompat-lompat beberapa kali untuk mengekspresikan kebahagiaannya.
“Kita akan pergi besok pagi. Jadi kau harus bersiap-siap. Aku punya cara agar kau tidak dikejar-kejar lagi wanita-wanita itu tapi aku tidak yakin kau akan menyetujuinya!” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah di akhir kalimat sehingga membuat Ye Zhin merasa sangat penasaran.
“Apa Bos? Katakan padaku! Apa solusi untuk masalah ini?” tanya Ye Zhin dengan nada suara yang terburu-buru dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Aku tidak akan mengatakannya sekarang dan aku akan mengatakannya di saat yang tepat jadi sekarang pergilah!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sangat tidak nyaman lalu mengusir Ye Zhin keluar dan mengunci pintu kamarnya.
“Dimana aku? Hah! Chen gege!” gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan nada suara yang penasaran.
“Nyonya Bos!” panggil Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan nada suara yang ceria.
“Phoenix! Tu-Tunggu! Kenapa kau disini?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap dengan tatapan mata yang penasaran.
Burung Phoenix yang mendapatkan pesan dari Li Yuchen pun menyerahkan Surat yang ditinggalkan Seo Xiqin lalu berbaring di sebelah Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang penasaran dengan isinya pun membaca isi surat tersebut dan menyadari bahwa Li Yuchen telah memutuskan untuk pergi ke Istana bersama Ye Zhin besok pagi dan meninggalkan Burung Phoenix bersamanya untuk menjadi pelindungnya.
Seo Xiqin yang mengetahui bahwa Burung Phoenix adalah Hewan Kontrak Li Yuchen pun memutuskan untuk merawat Burung Phoenix dengan sangat baik.
“Karena kau akan tinggal bersamaku hingga Chen gege memanggilmu maka aku ingin mengubah namamu terlebih dahulu. Memanggil Phoenix atau Burung Phoenix membuatku tidak nyaman!” gumam Seo Xiqin dengan senyum yang lebar yang membuat Burung Phoenix merasakan firasat yang buruk.
__ADS_1
“Hmmm, bagaimana kalau aku memanggilmu dengan Que?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang penasaran.
Burung Phoenix yang tidak punya pilihan lain selain menerima nama yang diberikan oleh Seo Xiqin pun mengangguk pasrah.
Seo Xiqin yang idenya diterima pun menjadi sangat senang lalu mengangkat Burung Phoenix ke atas lalu memeluknya sangat erat hingga Burung Phoenix kesulitan bernafas.
“Nyo-nyo Bos! Na-nafasku! Uhuk.. uhukk..!” ucap Burung Phoenix dengan nafas yang tidak beraturan dengan kata-kata yang terbata-bata.
Keesokan paginya, Li Yuchen dan Ye Zhin yang pergi ke Istana Kaisar bersama Pangeran Su Weiguo dan Putri Su Qingqing serta Pangeran Mahkota Su Lao dan Pangeran Su Weiguo yang ternyata sampai ke Kota Yunlong saat semua telah selesai.
Keenamnya pun pergi ke Kota Kekaisaran dengan menggunakan Segel Formasi Teleportasi yang dibuat oleh Master Formasi Kekaisaran.
Pangeran Su Weiguo dan Putr Su Qingqing yang telah melakukan perjalanan menggunakan Segel Formasi Teleportasi yang dibuat oleh Li Yuchen pun menyadari sebuah perbedaan yang sangat besar dalam perjalanannya kali ini.
“Aku dulu berpikir pergi ke Kota Yunlong atau kembali ke Kota Kekaisaran dengan menggunkan Segel Formasi Teleportasi yang dipakai oleh Master An adalah yang tercepat namun tidak disangka perjalanan dengan Tuan Muda Li telah membuka mataku!” gumam Pangeran Su Weiguo dengan suara yang rendah yang langsung mendapatkan anggukan persetujuan dari Putri Su Qingqing.
Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya keenamnya sampai di Kota Kekaisaran. Kaisar yang telah menyediakan Kuda Perang dan Kereta Kuda untuk menyambut kedatangan Li Yuchen dan Pangeran serta Putri membuat Li Yuchen merasa sangat tidak nyaman dengan kumpulan Rakyat yang datang menunggu kedatangannya.
“Apakah semua ini diharuskan? Apakah perlu sampai sepeti ini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang tidak nyaman dengan tatapan mata yang merasa sangat terbebani.
“Tenang Bos! Ini hanya sebentar dan tidak akan lama.” Ucap Ye Zhin dengan senyum yang sangat lebar dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Li Yuchen yang tidak ingin membuat orang-orang yang telah menunggunya sangat lama kecewa pun akhirnya mengikuti semua kemauan Kaisar Su Yongkang dan berjalan mengendarai Kuda bersama Ye Zhin.
Keenamnya yang telah sampai di Istana pun langsung menghadap Kaisar Su Yongkang yang ternyata telah menunggu kedatangan mereka bersama Para Menteri dan Penjabat lainnya.
“Salam Sejahtera dan Sehat selalu kepada Yang Mulia Kaisar!” ucap keenamya secara bersamaan dengan nada suara yang dingin.
“Berdirilah! Tidak perlu tegang seperti itu. Santai sajalah! Hahaha...” ucap Kaisar Su Yongkang dengan nada suara yang terdengar sangat bahagia dengan senyum yang sangat lebar yang tak pernah hilang dari wajahnya.
Ketiga Pangeran dan Putri yang tau jika tujuan utama Kaisar Su Yongkang adalah Li Yuchen pun dengan cepat menyingkir dan meninggalkan Li Yuchen bersama Ye Zhin di tengah-tengah.
Ye Zhin yang terkejut pun menjadi sangat bingung, tidak hanya Ye Zhin semua penjabat dan Menteri, Kaisar Su Yongkang yang tidak mengenal Ye Zhin pun menjadi bingung.
__ADS_1
#Bersambung#
Ye Zhin yang merupakan Tamu yang tidak diundang, apakah akan diusir keluar dari Istana Kekaisaran? Bagaimana tanggapan Li Yuchen selanjutnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..