
Li Yuchen yang telah mendapatkan jumlah uang yang cukup banyak pun memerintahkan Ye Zhin untuk menyiapkan sesuatu yang spesial untuk keesokan harinya.
“Aku akan pergi ke Kediaman Keluarga Seo besok untuk mengajukan Penikahan dengan Putri Keluarga Seo yang telah bertunangan denganku. Aku ingin kau membeli semua kain sutra, pakaian, perhiasan, sepatu dan barang-barang lainnya yang berharga dan indah untuk aku berikan kepada calon istriku sebagai mahar.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang tajam.
“Apakah Bos akan segera menikah? Berarti sebentar lagi aku akan memiliki Bos wanita!” ucap Ye Zhin yang bersikap seperti anak kecil dengan tawa khasnya yang selalu berhasil membuat Li Yuchen kesal.
“Bos jangan khawatir. Aku akan membelikan semua yang Bos katakan dengan cepat, tapi Bos semua itu membutuhkan uang yang banyak dan waktu yang tidak hanya satu malam.” Ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang gusar sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal karena memikirkan uang yang harus dikeluarkannya dan waktu yang sangat singkat.
“Kau tidak perlu mengkhawatirkan soal uang. Kau bisa bawa semua uang yang telah kau dapatkan tadi untuk membeli semua barang yang aku perintahkan dan jika masih kurang kau bisa katakan padaku.” Ucap Li yuchen dengan penuh percaya diri dengan ekspresi wajah yang serius.
“Aku akan memberikanmu waktu dua hari dan dalam waktu dua hari kau harus bisa mendapatkan semua yang aku perintahkan. Jangan sampai gagal.” Ucap Li Yuchen dengan sorot mata yang sangat tajam dan nada suara yang dingin serta ekspresi wajah yang sangat serius.
Ye Zhin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun merasakan kesulitan dalam menelan ludahnya sendiri bahkan tubuh Ye Zhin menjadi bergetar karena takut.
Li Yuchen yang melihat kegugupan yang terjadi pada Ye Zhin tidak berniat untuk menenangkannya sehingga Li Yuchen memilih memerintahkan Ye Zhin untuk kembali ke rumahnya.
“Kau bisa kembali sekarang. Aku pun merasa sangat lelah dan ingin beristirahat.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat lelah.
Li Yuchen yang malas untuk kembali ke Penginapannya dengan berjalan kaki pun mengeluarkan kertas teleportasi dan mengaktifkannya sehingga dalam waktu sekejap mata Li Yuchen telah berpindah tempat.
“Eh, bos! Kemana perginya Bos?” tanya Ye Zhin pada dirinya sendiri seperti orang bodoh bahkan sampai mencari-cari keberadaan Li Yuchen di bawah bantal duduknya.
Tak lama kemudian, Pemilik Restoran itu pun datang dan mengagetkan Ye Zhin yang masih fokus mencari keberadaan Li Yuchen.
“Hmm, Master Ye! Apa yang kau cari?” tanya Pemilik Restoran dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menepuk pundak Ye Zhin dengan sangat pelan
“E..e..e..!” ucap Ye Zhin yang dengan nada suara yang gagap sambil melompat ke atas karena kaget dengan ekspresi wajah terkejut.
__ADS_1
Ye Zhin yang melihat orang yang telah mengagetkannya adalah Pemilik Restoran pun tanpa basa basi langsung melampiaskan kekesalannya hingga membuat Pemilik Restoran keringat dingin.
“Kau! Dasar buntalan bantal! Beaninya kau mengagetkanku. Apa kau fikir jantungku tidak bisa copot karena ulahmu?” teriak Ye Zhin dengan nada yang sangat tinggi dengan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang melotot tajam ke arah Pemilik Restoran seolah siap memakannya saat itu juga.
“Ma-maafkan saya Master Ye! Sa-saya tidak bermaksud mengagetkan anda!” ucap Pemilik Restoran sambil melompat duduk dan bersujud di hadapan Ye Zhin dengan keringat yang mengalir sangat deras dari dahi ke pipinya.
Ye Zhin yang merasa kasihan pada Pemilik Restoran itu pun menarik kembali amarahnya dan melepaskan Pemilik Restoran lalu berjalan keluar kembali ke halamannya di Kediaman Ye.
“Sudahlah! Aku akan memaafkanmu kali ini tapi jika kau mengulanginya lagi. Tidak akan ada pengampunan bagimu!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang malas sambil melambai-lambaikan tangan sebagai seperti tanda memerintahkan Pemilik Restoran untuk bediri lagi.
Pemilik Restoran yang tidak ingin menyinggung Master Alkemia terlebih Master Formasi pun menjadi sangat senang saat Ye Zhin melepaskannya begitu saja.
“Te-terima kasih banyak Master Ye.” Ucap Pemilik Restoran dengan raut wajah yang lega dengan tawa yang kaku di bibirnya.
“Ya baiklah. Aku akan pergi sekarang.” Ucap Ye Zhin dengan sikap yang malas dan cara jalan cuek dengan ekspresi wajah yang sangat lelah.
“Tu-tunggu Master Ye!” panggil Pemilik Restoran dengan tergesa-gesa dengan keringat yang sangat banyak di seluruh wajahnya.
“Ada apa lagi?” tanya Ye Zhin dengan malas karena telah melupakan janji yang diberikan oleh Pemilik Restoran padanya sebelumnya.
“Master Ye mungkin melupakannya tapi saya tidak akan melupakannya. Ini adalah kupon makan gratis yang saya katakan sebelumnya. Master Ye bisa berikan kupon makan gratis ini kepada Pelayan kapanpun anda ingin menggunakannya.” Ucap Pemilik Restoran dengan senyum yang sangat cerah sambil menyerahkan sembilan kupon makanan gratis.
Ye Zhin yang sangat lupa dengan janji yang telah dibuat Pemilik Restoran padanya pun menjadi sangat terkejut dan senang di saat yang bersamaan.
“Aku benar-benar melupakannya. Ternyata meskipun tubuhmu ini gendut dan sepertinya makanmu ini sangat banyak tapi kau adalah orang yang sangat jujur dan tidak melupakan janji. Aku akan menerima kupon makan gratis ini dengan senang hati.” Ucap Ye Zhin dengan tawa yang sangat senang sambil mengambil semua kupon makan gratis itu dan memasukkannya ke dalam Tas Qiankun miliknya.
Pemilik Restoran yang mendengar perkataan Ye Zhin hanya mengerucutkan bibirnya karena tidak mengerti dengan jelas maksud perkataan Ye Zhin.
__ADS_1
“Master Ye ini ingin memuji atau menghinaku ya? Kenapa sepertinya terdengar sangat ambigu di telingaku?” tanya Pemilik Restoran kepada dirinya sendiri sambil meliha kepergian Ye Zhin yang perlahan menjauh dari pandangannya.
Ye Zhin yang mendapatkan kupon makan gratis menjadi sangat senang dan berjalan kembali ke halamannya dengan langkah kaki yang gembira.
“Sepertinya perutku akan terisi dengan makanan-makanan yang enak untuk beberapa hari kedepan.” Ucap Ye Zhin dengan suara yang rendah sambil berjalan dengan langkah kaki yang santai.
Ye Zhin yang telah berada di depan pintu gerbang Kediaman Ye langsung mendapatkan sambutann dari penjaga yang ternyata telah menunggu kepulangannya sejak siang hari.
“Selamat datang Tuan Muda Kedua! Tuan Besar sedang menunggu kedatangan anda di Aula Utama!” ucapa seorang penjaga dengan sangat sopan dengan kepala tertunduk dengan ekspresi wajah yang datar.
“Ayah menunggu kepulanganku? Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bingung dan nada bicara yang cuek dengan langkah kaki yang santai mengikuti Penjaga yang berjalan di sampingnya membawa lampu untuk menerangi jalannya.
“Maafkan ketidakcakapan hamba, Tuan Muda Kedua. Hamba tidak mengetahui apapun.” Jawab Penjaga itu dengan sangat sopan sambil terus berjalan menunjukkan jalan kepad Ye Zhin dengan sabar.
Ye Zhin yang merupakan Putra Kedua yang terlahir dari Seorang Selir selalu mendapatkan perlakuan yang buruk dari orang-orang yang ada di Kediaman Keluarga Ye terutama saat kematian ibunya.
Namun hal itu berubah setelah Ye Zhin berhasil lolos tes menjadi Master Formasi. Sikap semua orang berubah terhadapnya terutama sikap ayahnya, Ye Han yang menganggapnya sebagai anak yang membanggakan begitu pula dengan semua pelayan yang perlahan menganggapnya sebagai Tuan mereka kecuali sikap Ye Rui yang tidak pernah berubah padanya dari dulu hingga sekarang.
Karena itulah Ye Zhin menjadi sangat muak dan malas kembali ke Kediaman Keluarga Ye jika tidak ada hal yang sangat penting karena menurutnya semua orang yang ada di Kediaman Keluarga Ye adalah penjilat kecuali dua orang pelayan yang ditinggalkan Ibu Ye Zhin sebelum meninggal dunia.
“Hmm, sikap mereka benar-benar berubah 180 derajat setelah aku menjadi Master Formasi. Orang yang kuat dan berbakat akan selalu mendapatkan perlakuan yang spesial dari orang-orang.” Gumam Ye Zhin dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang jijik melihat sikap ramah Pelayan dan Penjaga yang awalnya sinis menjadi sangat baik padanya.
Ye Zhin yang telah berada di depan pintu Aula Utama menjadi sangat bingung saat dirinya masuk dan mendapatkan sambutan yang sangat spesial dari Ye Han dan Tetua yang lainnya.
#Bersambung#
Kira-kira kenapa ya Ye Zhin disambut dengan sangat spesial oleh ayah dan pamannya?
__ADS_1
Jawab di kolom komentar ya..