
Naga Hitam yang bersembunyi di bawah Istana di luar Kota Kekaisaran merasa sangat senang karena berhasil mendapatkan nyawa manusia untuk melengkapi Ritualnya.
“Habisi! Bunuh semuanya! Serahkan nyawa mereka padaku!” gumam Naga Hitam dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Benar! Seperti ini lah yang aku mau. Pulihkan semua kekuatanku!” ucap Naga Hitam dengan suara yang lantang.
Rowie yang melihat usahanya untuk memberikan Naga Hitam banyak sekali nyawa untuk menyembuhkan lukanya pun menjadi sangat senang.
“Selamat kepada Rajaku! Kau telah semakin dekat dengan tujuanmu!” ucap Rowie dengan senyum yang bahagia.
Rowie yang telah melakukan serangan kepada Kota Jinlin dan Xilin pun melajutkan serangannya dengan menghancurkan Kota lain di Daratan Danzong.
Kota Kunlun yang juga mendapatkan serangan Hewan Buas bersamaan dengan Kota-Kota lain ternyata tidak bisa mempertahankan Kotanya dan melindungi Rakyatnya sehingga menjadi Kota kedua yang memberikan kontribusi besar untuk memulihkan Naga Hitam.
Meskipun Master Alkemia dan Master Formasi yang berasal dari Paviliun Huanfu dan Menara Fomasi Shinzu bersatu melimdungi Kota Kunlun, hal itu ternyata tidak membantu sama sekali.
Itu semua karena Bangsawan yang ada di Kota Kunlun ternyata lebih memikirkan diri mereka sendiri sehingga menyebabkan banyak sekali korban yang meninggal dunia dalam Serangan Hewan Buas dan tak sedikit jumlahnya orang-orang yang terluka.
Sementara itu, Kota Yunlong yang menjadi Kota terakhir yang menjadi Pelindung Kota Kekaisaran dimana tempat Keluarga Kekaisaran dan juga Para Menteri tinggal ternyata juga tak luput dari serangan Hewan Buas.
Kaisar Su Yongkang yang sedang duduk di singgahsananya sambil melihat Pertandingan yang diadakan untuk menentukan Suami Putri Su Qingqing tidak menyangka mendengar kabar yang sangat mengejutkan sehingga memberikan perintah khusus.
“Yang Mulia, Gawat! Kota Yunlong sedang diserang oleh Ratusan bahkan Ribuan Hewan Buas yang datang dari berbagai arah dan saat ini Kota Yunlong sedang dalam keadaan kacau.” Ucap salah seorang Jenderal sambil berbisik di telinga Kaisar Su Yongkang.
“Hentikan pertandingan ini! Pertandingan ini harus ditunda dan perintahkan kepada seluruh Pangeran untuk pergi ke Kota Yunlong untuk membantu mempertahankan Kota. Jangan biarkan Kota Yunlong hancur!” ucap Kaisar Su Yongkang dengan suara yang lantang.
Setelah perintah dikeluarkan Pangeran Mahkota dan Pangeran lain pun langsung mengambil kudanya dan memacunya dengan kecepatan tinggi menuju Kota Yunlong.
Kota Yunlong yang tidak bisa membiarkan Kotanya hancur begitu saja pun membuat Kediamana Walikota dan juga Akademi Yunlong bersatu mempertahankan Kota dengan bantuan Paviliun Huanfu dan juga Menara Formasi Shinzu.
Keluarga Yun yang dipimpin oleh Yun Zheheng pun mengerahkan seluruh Penjaganya untuk maju melawan Hewan Buas dan Akademi Yunlong yang Ketuanya telah kembali dari Pelatihan Tertutup pun ikut juga bergerak memberikan arahan khusus kepada Semua Tetua, Master dan Murid yang ada di Kota Yunlong untuk maju menghabisi Hewan Buas.
“Kepala Seluruh Prajurit dan Penjaga, maju menuju Gerbang Kota Yunlong! Bunuh semua Hewan Buas yang berani masuk ke dalam Kota!” ucap Yun Zheheng dengan suara yang lantang sambil duduk di atas kudanya dengan gagah berani sambil mengangkat pedangnya.
__ADS_1
“Semuanya maju!” ucap Ketua Lu Changlin dengan suara yang keras di hadapan para Tetua, Master dan Murid Akademi Yunlong yang telah siap bertarung.
Sementara itu, Menara Formas Shinzu yang bisa membuat Formasi untuk jalur evakuasi pun maju di depan memberikan jalan untuk Rakyat Kota Yunlong menuju Akademi Yunlong dan Paviliun Huanfu yang juga ikut membantu mengeluarkan Pil Penyembuh untuk Rakyat yang terluka.
Yun Zheheng yang telah berusaha mempertahankan Kota bersama orang-orang dari Akademi Yunlong tidak menyangka jika kekuatan mereka tidak cukup untuk bisa menghentikan Hewan Buas.
“Sial! Ada berapa banyak Hewan Buas yang menyerang! Kenapa tidak ada habis-habisnya?” gumam Yun Zheheng dengan nada yang kesal dengan ekpsresi wajah yang penuh emosi.
Namun di saat semua orang kelelahan tiba-tiba Pangeran Mahkota Su Lao dan Pangeran yang juga datang membantu bersama Prajurit Kekaisaran menjadi bala bantuan yang sangat membantu.
Rowie yang mengendalikan Hewan Buas untuk dapat membunuh lebih banyak Manusia untuk diberikan kepada Naga menjadi sangat kesal saat melihat Hewan Buas yang dikendalikannya gagal memberikan nyawa manusia yang banyak.
“Apa ini? Kenapa semua Hewan Buas itu tidak bisa membunuh satu pun manusia yang ada di Kota Xilin? Lalu kenapa Kota Yunlong hanya bisa mendapatkan nyawa manusia kurang dari seratus jiwa?” tanya Rowie pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang kesal.
Rowie yang tidak ingin kehilangan banyak Hewan Buas yang bisa dikendalikannya pun memberikan perintah agar semua Hewan Buas itu mundur.
Rakyat Kota Yunlong yang akhirnya bisa selamat dari krisis karena bantuan dari Para Pangeran pun menjadi sangat bahagia meskipun jumlah kerugian yang diderita berada dalam jumlah yang tidak sedikit.
Pangeran Mahkota Su Lao dan Pangeran Su Weiguo yang kembali ke Istana Kekaisaran pun melaporkan semua yang terjadi kepada Kaisar Su Yongkang.
“Yang Mulia, saya juga mendapatkan berita bahwa Kota-kota lain di Daratan Danzong ini juga mendapatkan Serangan Hewan Buas.” Ucap Kaisar Su Yongkang dengan nada saura yang datar dan penuh percaya diri.
“Lalu bagaimana kondisi Kota-kota lain?” tanya Kaisar Su Yongkang dengan nada suara yang penasaran dan suara yang sedikit tinggi.
Pangeran Su Weiguo yang tidak mengetahui rincian yang terjadi pada Kota-kota lain yang mendapatkan serangan pun tanpa sadar menatap Menteri Han yang ternyata adalah Pamannya sendiri.
Menteri Han yang mengerti masalah yang dihadapi Pangeran Su Weiguo pun maju ke depan dan menghadap Kaisar Su Yongkang.
“Ampuni kelancangan hamba Yang Mulia tapi bisakah saya yang memberikan penjelasan situasi Kota lain yang juga di serang?” tanya Han Tiange dengan suara yang rendah dengan kepala yang tertunduk pasrah.
Kaisar Su Yongkang yang tidak perduli dengan Etika atau apapun itu pun memberikan izin kepada Menteri Han karena yang terpenting bagi Kaisar Su Yongkang adalah Rakyatnya, Rakyat Daratan Danzong.
“Bicaralah. Aku memberikanmu izin!” ucap Kaisar Su Yongkang dengan suara yang rendah yang membuat Han Tiange bangun dan berdiri dengan tegap sementara Pangeran Su Weiguo kembali ke kursinya.
__ADS_1
“Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, Kota Jinlin mengalami kerugian yang sama banyaknya dengan Kota Yunlong tapi Kota Jinlin kehilangan seperempat jumlah Rakyatnya!” ucap Han Tiange dengan nada suara yang percaya diri.
“Kota Kunlun ternyata menderita kerugian yang paling besar dari semuanya bahkan Kota Yunlong harus menerima bahwa Rakyatnya telah meninggal setengah akibat Serangan Hewan buas!” ucap Han Tiange dengan suara yang datar lalu berubah rendah dan menatap dengan ekspresi wajah yang sedih.
Kaisar Su Yongkang yang mendengar banyak sekali Rakyat Kota Kunlun yang menjadi korban dalam serangan itu pun menjadi sangat marah tapi berusaha menutupi kemarahan dan kekecewaannya untuk mendengar berita Kota terakhir.
“Apa yang dilakukan Walikota Yunlong? Kenapa mereka tidak bisa melindungi Kota mereka sendiri?” tanya Kaisar Su Yongkang dengan suara yang lantang dan tatapan mata yang tajam dan terbuka lebar karena kesal.
“Hah! Baiklah. Lalu bagaimana dengan Kota terakhir, Kota Xilin? Berapa banyak kerugian yang mereka alami?” tanya Kaisar Su Yongkang dengan nada suara yang rendah denan ekspresi wajah yang pasrah.
“Sayangnya tidak ada kerugian ataupun korban jiwa pada Kota Xilin, Yang Mulia. Kota Xilin ternyata adalah Kota yang teraman di Daratan Danzong!” ucap Han Tiange dengan penuh percaya diri.
Pangeran Mahkota Su Lao dan juga Menteri lainnya yang tidak percaya dengan perkataan Menteri Han pun menuduh Menteri Han berbohong.
“Hentikan omong kosongmu! Apa kau kira kami semua bodoh dan percaya dengan ucapanmu?” tanya salah seorang Menteri yang menjadi pendukung Pangeran Mahkota Su Lao dengan nada suara yang terdengar sangat kasar.
“Benar sekali. Semua kota menderita kerugian meskipun tidak ada korban jiwa bagaimana tidak ada bangunan yang rusak saat Serangan Hewan Buas terjadi?” tanya Pangeran Mahkota Su Lao dengan nada suara yang sinis.
“Menteri Han, apa kau bisa menjelaskan alasan Kota Xilin adalah Kota yang teraman di Daratan Danzong?” tanya Kaisar Su Yongkang dengan ekspresi wajah yang penasaran sambil mencoba menebak alasannya.
Han Tiange yang tau jika Pangeran Mahkota Su Lao tidak mengetahui apapun pun mengabaikannya dan langsung menjawab Kaisar Su Yongkang.
“Itu karena Kota Xilin memiliki Formasi Perlindungan tingkat Lima yang dibuat oleh Tetua Menara Formasi Shinzu!” ucap Han Tiange dengan sangat keras dan penuh percaya diri.
Kaisar Su Yongkang yang mendengar jawaban dari Han Tiange pun tak bisa menutupi perasaan senangnya hingga tertawa dengan sangat keras.
“Ternyata firasatku tidak salah. Anak muda itu lah yang menjadi alasan utama Pertahanan Kota Xilin tidak bisa ditembus!” ucap Kaisar Su Yongkang dalam hati dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Sementara itu, Li Yuchen yang masih berada di dalam Ruangan Pelatihan tidak mengertahui apapun yang terjadi Dunia Nyata tanpa sadar bersin-bersin beberapa kali.
“Hmmm, kenapa hidungku gatal sekali? Siapa yang menyebut namaku?” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sedikit kesal.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah Serangan Hewan Buas akan berakhir di sini atau akan ada serangan lainnya? Lalu keputusan apa yang akan dibuat oleh Kaisar Su Yongkang? Kapan Li Yuchen akan keluar dari Pelatihan Tertutupnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...