
Li Yuchen dan Seo Xiqin yang terhanyut dalam suasana di sekitarnya pun membuat ciuman keduanya semakin intens dan panas.
Li Yuchen yang telah mendambakan Seo Xiqin tidak bisa menahan dirinya untuk tidak meminta lebih. Li Yuchen sangat ingin menghabiskan malam yang panjang bersama Seo Xiqin hingga tangannya pun bergerak menyentuh paha Seo Xiqin di tengah-tengah ciuman panas keduanya.
Seo Xiqin yang merasakan adanya tangan lain menyentuh tubuhnya pun akhirnya tersadar dan langsung menarik dirinya dari ciuman Li Yuchen dan membuang wajahnya ke arah lain.
Li Yuchen yang melihat perubahan sikap pada Seo Xiqin pun menarik nafas panjang dan memahami satu hal yang sangat penting.
“Sepertinya aku masih harus bersabar tapi meskipun begitu ini jauh lebih baik.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang memerah karena malu sambil menatap Seo Xiqin dengan senyum bahagia.
Li Yuchen yang tidak memiliki niat untuk memaksakan kehendaknya pada Seo Xiqin pun mengangkatnya dan memindahkan posisinya menjadi lebih nyaman.
“Selamat malam, Istriku.” Ucap Li Yuchen sambil mencium dahi Seo Xiqin sambil tersenyum dengan sangat lembut dan menarik selimut menutupi tubuh Seo Xiqin.
Li Yuchen pun kembali ke tempatnya dan mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya yang sebenarnya sedang sangat kacau.
Sementara itu, Seo Xiqin yang merasa sangat canggung dengan situasi yang terjadi pun menarik selimut hingga menutup seluruh tubuhnya dan mencoba tidur dengan wajah yang memerah serta jantung yang berdetak tidak beraturan.
Keesokan paginya, Seo Xiqin yang bangun terlambat melihat tempat di sebelahnya telah kosong membuat Seo Xiqin merasa sedikit lega.
“Sepertinya Chen gege sudah bangun dan kembali ke pekerjaannya. Aku merasa sedikit canggung jika harus bertemunya dalam kondisi seperti ini!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang tiba-tiba memerah saat memikirkan ciuman panas keduanya semalam.
“Agh! Kenapa aku memikirkan kejadian itu lagi?” gumam Seo Xiqin sambil menepuk dahinya dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang depresi dan malu.
Seo Xiqin yang berencana untuk bangun dari tempat tidurnya tiba-tiba melihat sebuah catatan kecil di atas tempat tidur dengan sekotak hadiah di sampingnya.
“Apa ini?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung lalu mengambil kertas dan hadiah yang ada di sebelahnya.
“I-ini...” ucap Seo Xiqin yang terhenti saat melihat isi dari catatan kecil tersebut dengan ekspresi wajah yang memerah.
Selamat Pagi Istriku yang cantik. Saat kau membaca pesan ini, aku pasti sudah pergi. Maaf, aku tidak bisa mengatakan ini secara langsung karena aku tidak ingin membangunkan tidur nyenyakmu.
__ADS_1
Aku ucapkan Selamat, Selamat karena telah menjadi Kultivator Es seperti yang kau inginkan. Aku akan selalu mendukungmu dan siap membantumu kapanpun jadi jangan sungkan mengatakannya pada Suamimu ini.
Oh iya, aku memiliki sedikit hadiah kecil untukmu. Aku harap kau menyukainya.
Seo Xiqin yang penasaran dengan hadiah yang diberikan oleh Li Yuchen padanya pun dengan semangat membukanya dan melihat bahwa Li Yuchen telah memilihkannya pakaian yang sangat cantik untuknya.
Tidak hanya pakaian, Li Yuchen juga memberikannya buku yang berisikan jurus yang mengandung elemen es yang sangat cocok untuknya.
“Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang siap menangis dengan tatapan mata yang terharu.
Di saat Seo Xiqin sedang terharu dengan semua yang dilakukan oleh Li Yuchen padanya tiba-tiba Sui’er dan Luo’er yang berjaga di depan pintu bersuara yang langsung membuat Seo Xiqin tersadar akan dirinya sendiri.
“Nona! Apakah anda sudah bangun?” tanya Luo’er dengan nada suara yang relatif rendah karena khawatir akan mengganggu tidur Seo Xiqin.
“Agh! I-iya!” ucap Seo Xiqin dengan santai sambil duduk di tempat tidurnya dengan kondisi yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.
Sui’er dan Luo’er yang mendapatkan izin pun masuk ke dalam kamar dengan membawa air untuk cuci muka dan mendapati Seo Xiqin yang sedang duduk di atas tempat tidur dengan sebuah kotak hadiah.
Seo Xiqin yang merasa sangat malu dan juga bahagia di saat bersamaan pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya sambil memegang kotak hadiah itu dengan sangat erat.
Sui’er yang merupakan seorang Kultivator tiba-tiba berteriak histeris dan mengagetkan Luo’er yang sedang berdiri di sampingnya.
“Ya, Dewa! Apa yang terjadi? No-nona! A-apakah anda benar-benar telah memasuki Dunia Kultivator?” tanya Sui’er dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan nada suara yang sangat tinggi sambil bergerak maju mendekati Seo Xiqin.
“A-apa? Kul-Kultivator?” teriak Luo’er ulang yang ikut terkejut mendengar perkataan Sui’er dengan mata yang terbuka lebar.
Seo Xiqin yang merasa sangat malu pun menganggukkan kepala dan mengatakan semuanya kepada Sui’er dan Luo’er.
“Hmmm, benar! Meskipun baru di tingkat pertama tapi aku telah benar-benar menjadi Kultivator seperti yang lainnya!” ucap Seo Xiqin dengan kepala tertunduk ke bawah dengan senyum yang terlihat sedikit tidak bahagia.
“Meskipun baru di tahap awal tapi aku akan berusaha dengan keras untuk meningkatkan levelku dan menjadi kuat agar aku bisa melindungi orang-orang yang aku sayangi.” Ucap Seo Xiqin dengan niat yang teguh dengan senyum yang ceria dengan tatapan mata yang berbinar penuh harapan.
__ADS_1
Sui’er dan Luo’er yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun menjadu terharu dan bersikap yang tidak wajar.
“Huhh.. Huhh..Huhhhh! Nona!” teriak Sui’er yang tiba-tiba menangis dengan nada suara yang sangat keras.
“Nona! Jika ini adalah keputusan Nona, maka kami sebagai Pelayan Setia akan selalu mendukung dan membantu Nona. Kami akan selalu mengikuti Nona.” Ucap Luo’er yang berdiri di samping Sui’er pun langsung memegang tangan Seo Xiqin dengan sangat erat sambil mengucapkan kata-kata penuh semangat.
“Terima kasih!” ucap Seo Xiqin dengan senyum dan tawa kecil yang menghiasi wajahnya yang cantik dengan nada suara yang terdengar sangat tulus.
“No-nona! A-apakah itu?” tanya Luo’er yang tersadar dengan sebuah kotak yang ada di pangkuan Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Agh! Ini adalah hadiah selamat dari Chen gege karena aku telah berhasil menjadi Kultivator.” Ucap Seo Xiqin dengan wajah yang memerah karena malu dengan senyum yang lembut dengan kepala tertunduk menatap pakaian dan buku yang diberikan oleh Li Yuchen padanya.
Sui’er yang tiba-tiba mengerti semua yang telah terjadi pun menarik Seo Xiqin untuk segera ke kamar mandi dan bersiap-siap lalu membantunya untuk memakai hadiah yang diberikan Li Yuchen pada Seo Xiqin.
Setelah beberapa waktu berlalu, Seo Xiqin yang telah bersiap dan mengganti pakaiannya pun berubah menjadi sangat berbeda.
“Wah! Nona! Anda terlihat sangat cantik!” puji Sui’er dengan sangat tulus dengan tatapan mata yang berbinar mengagumi sosok wanita yang sedang ada di depannya.
“Benar. Aku tidak menyangka jika Tuan Besar memiliki selera yang sangat bagus dalam pakaian. Pakaian ini sangat cocok untuk Nona!” ucap Luo’er yang sangat jarang berkomentar tentang apapun hingga bisa bersikap dan mengatakan sesuatu tanpa berkedip.
Seo Xiqin yang merasa sangat malu jika harus bertemu dengan Li Yuchen pun terpaksa harus menekan rasa malu itu dengan rasa terima kasih untuk semua yang telah dilakukan Li Yuchen padanya.
“Sebenarnya, aku sangat tidak ingin pergi menemui Chen gege apalagi setelah kejadian semalam tapi aku harus mengucapkan terima kasih. Aku tidak bisa menjadi orang yang tidak tau malu yang menerima sesuatu tanpa mengatakan apapun.” Gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang terlihat stres dengan tatapan mata yang sangat berat.
Seo Xiqin yang tidak tau keberadaan Li Yuchen memerintahkan Sui’er untuk memanggil Bibi Yi dan Paman Ong karena Seo Xiqin juga ingin mengatakan sesuatu.
#Bersambung#
Apa yang ingin dikatakan oleh Seo Xiqin ya.. Jawab di kolom komentar ya..
__ADS_1