Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 417. Jurus Terlarang


__ADS_3

Li Yuchen yang pergi menaiki Gunung Ming Hao yang telah berubah menjadi bukit pun melihat aliran sungai di dekatnya.


“Apakah ini Aliran Sungai yang berasal dari Jurang Kematian yang dikatakan oleh Ye Zhin?” tanya Li Yuchen yang mencoba mengingat nama Jurang yang saat dirinya terjatuh sebelum bereinkarnasi adalah Jurang Gelap lalu seiring berjalannya waktu ternyata Jurang tersebut berganti nama menjadi Jurang Kematian.


“Sebaiknya aku mencari tau ujung dari sungai ini agar aku bisa menemukan Ibu Mertuaku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.


Li Yuchen yang telah berjalan selama berjam-jam tiba-tiba melihat langit di atasnya berubah menjadi sangat gelap dengan petir yang menari-nari di atasnya.


“I-Ini adalah Petir Malapetakan! Siapa yang telah memanggil Petir Malapetaka ini? Aku harap orang itu tidak memiliki hubungan denganku dan Qier!” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah sambil terus bergerak menyusuri sungai yang ternyata berada di dalam Hutan yang sangat dalam.


Di tempat yang berbeda, Hua Ping yang harus menghadapi Petir Malapetaka karena niatnya yang ingin memisahkan Seorang Istri yang telah diberkati oleh Dewa dari Suaminya ternyata berhasil memikat Petir Malapetaka datang.


Hua Ping yang tau jika dirinya tidak akan bisa menghadapi Petir Malapetaka sendirian pun mengeluarkan Benda Pusaka tingkat Legenda dari dalam Tas Penyimpanannya.


“Petir Malapetaka? Hmmm, jangan kau pikir aku tidak akan bisa menghadapimu!” gumam Hua Ping dengan tatapan mata yang merendahkan.


“Kau pernah sekali berhadapan dengan Benda Pusaka ini sekali dan kali ini aku akan menggunakannya untuk bertahan dari seranganmu!” ucap Hua Ping yang mengingat sebuah Benda Pusaka yang dimiliki oleh Sahabat yang telah disingkirkannya demi Tahta.


“Lonceng Bel Pelindung Langit!” teriak Hua Ping dengan sangat keras sehingga terbentuklah sebuah Lonceng yang sangat besar melindungi dirinya.


Tepat setelah Benda Pusaka itu terpasang, Petir Malapetaka yang telah menunggu akhirnya keluar dan menyambar Hua Ping dengan sangat keras.


Hua Ping yang bisa bertahan dari satu serangan Petir Malapetaka karena Benda Pusaka yang digunakannya ternyata tidak mampu untuk melindunginya dari serangan kedua yang akhirnya membuat Benda Pusaka itu hancur berkeping-keping dan Petir Malapetaka itu mengenai tubuh Hua Ping.


“Yang Mulia!” teriak Jenderal Zu Ming dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang sangat cemas dan khawatir.


Tidak hanya Jenderal Zu Ming yang merasakan kehebatan Kekuatan dari Petir Malapetaka tersebut tapi juga Seluruh orang dari Keluarga Mu yang menyaksikan kejadian tersebut.


Hua Ping yang ternyata berhasil dari serangan Petir Malapetaka setelah melepaskan dua puluh Kertas Segel Formasi Perlindungan tingkat Tujuh yang menjadi Hartanya pun merasa lega setelah cuaca yang gelap telah berubah cerah kembali.


Hua Ping yang harus mengeluarkan Energi Langit dan Bumi yang sangat banyak secara bersamaan untuk mengaktifkan Formasi Perlindungan dari Kertas Segel tiba-tiba mengeluarkan darah segar dari mulutnya.

__ADS_1


“Yang Mulia! Apakah anda baik-baik saja?” tanya Jenderal Zu Ming yang berniat membantu Hua Ping langsung ditolak dengan satu buah gerakan tangan.


“Aku baik-baik saja, Jenderal! Fokuslah ke depan!” ucap Li Yuchen yang memberikan Jenderal Zu Ming sebuah peringatan dengan tatapan mata yang tajam ke arah orang-orang dari Keluarga Mu.


Hua Ping yang telah berhasil melawan Petir Malapetaka pun dengan kepala tegak mencari keberadaan Seo Xiqin yang wajahnya ada di dalam Alam Bawah Sadarnya tapi tidak menemukannya di antara siapapun.


“Dimana Nona Seo Xiqin? Minta dia keluar sekarang juga jika tidak maka aku akan menghukum kalian semua!” teriak Hua Ping dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius.


Mu Hunyuan yang mengetahui bahwa Seo Xiqin tidak ada lagi di Kediaman Keluarga Mu karena telah dibawa pergi oleh Li Yuchen ke Kediaman yang telah disediakannya pun memutuskan untuk diam.


“Aku tidak akan memberitau Kaisar yang tidak bermoral ini tentang keberadaan Xiqin! Aku yang telah gagal melindungi Saudariku, tidak akan pernah menjual keponakanku kepada orang lain!” ucap Mu Hunyuan dalam hati dengan tekad yang bulat.


Tetua Xu dan Tetua Lei yang melihat Mu Hunyuan tidak bergerak sama sekali memberi perintah dan hanya duduk berlutut dengan kepala tertunduk menjadi sangat kesal.


“Sial! Apakah dia ingin menjerat kami semua ke Gerbang Kematian?” gumam Tetua Lei dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang tajam.


“Dasar Kepala Keluarga tidak berguna! Dia pasti telah memutuskan untuk menyelamatkan Keponakannya itu dan mengorbankan nyawa semua orang sebagai tumbalnya!” ucap Tetua Xu sambil menggigit bibir bawahnya dengan tangan yang terkepal erat.


“Apa yang kalian lakukan? Cepat berdiri dan bawa Nona Muda keluar untuk menemui Yang Mulia Kaisar!” ucap Tetua Lei dengan suara yang rendah dengan penuh penekanan dengan ekspresi wajah yang sangat seram ke arah dua pelayan pria yang berada di dekatnya.


Kedua Pelayan tersebut pun langsung berdiri dan bergegas pergi menuju Kediaman Seo Xiqin tapi Kedua Pelayan tersebut tidak menemukan siapapun.


“Tetua! Tetua gawat! Nona Muda tidak ada di Kediamannya bahkan barang-barangnya pun tidak ada!” ucap Kedua Pelayan tersebut secara bergantian dengan suara yang tergesa-gesa dengan nafas yang tidak beraturan.


Hua Ping yang mendengar berita itu pun menjadi sangat marah dan kesal lalu dengan cepat memberikan kode kepada Jenderal Zu Ming.


Jenderal Zu Ming yang tau maksud dari Hua Ping dengan cepat menghilang dari pandangan lalu berdiri di belakang kedua Pelayan tersebut dan dalam hitungan detik kepala Kedua Pelayan telah berpisah dari tubuhnya.


Mu Shushu yang ternyata baru saja sampai di depan Kediaman Keluarga Mu melihat dengan mata dan kepalanya dua orang mati di hadapannya tanpa sadar berteriak histeris.


Tetua Xu yang melihat Putri Kesayangannya yang selalu dimanjanya menjadi sangat takut hingga tubuhnya bergetar hebat bergegas ke arah Mu Shushu dan memeluknya.

__ADS_1


Hua Ping yang tidak peduli dengan tatapan orang-orang padanya pun berdiri di atas singgahsanannya dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat kejam.


“Kalian berpikir jika ucapanku adalah main-main maka aku pun tidak akan segan-segan untuk menunjukkan betapa seriusnya diriku!” ucap Hua Ping dengan senyum yang sangat lebar dengan ekspresi wajah yang sangat menikmati penderitaan dan ketakutan orang-orang.


Hua Ping yang mengetahui bahwa Mu Shushu adalah Putri Keluarga Mu yang memiliki masa depan dan harapan yang tinggi dari semua orang membuat Hua Ping sangat senang mempermainkan nyawanya.


Hua Ping yang memberikan kode kepada Jenderal Zu Ming membuat Jenderal Zu Ming dengan cepat berpindah posisi hingga akhirnya berdiri di belakang MU Shushu.


“Aku akan membuatnya menjadi orang ketiga yang kehilangan kepalanya lalu aku pun akan melakukan hal yang sama kepada yang lainnya hingga ada yang bisa mengatakan tentang keberadaan Seo Xiqin!” ucap Hua Ping dengan tekad yang kuat.


“Tidak! Jangan lakukan itu pada Putriku!” teriak Tetua Xu dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang takut, cemas dan khawatir di saat bersamaan sambil berusaha mendapatkan Mu Shushu tapi dihadang oleh Kesatria yang datang bersama Hua Ping.


Tetua Xu yang tidak bisa membiarkan Putrinya meninggal begitu saja pun melepaskan diri dari Kesatria yang memegangnya lalu berdiri di hadapan Mu Hunyuan lalu menarik pakaian Mu Hunyuan hingga akhirnya Mu Hunyuan berdiri sejajar dengannya.


“Kau adalah Kepala Keluarga Mu! Apakah kau berniat mengorbankan kami semua demi menyelamatkan keponakanmu itu? Apakah kau ingin mengambil dosa menjadi Kepala Keluarga yang gagal melindungi orang-orang di Klannya? Apakah kau bersedia menjawab pertanyaan Leluhur untuk semua keegoisanmu ini, Kepala Keluarga?” teriak Tetua Xu dengan suara yang sangat keras dengan tatapan mata yang dingin.


Mu Hunyuan yang telah membuat keputusan mengorbankan semua orang membuat Tetua Xu kehilangan kesabarannya sehingga memutuskan untuk menggunakan Jurus Terlarang.


“Kau yang telah memaksaku melakukan ini Kepala Keluarga jadi terimalah!” ucap Tetua Xu yang melepaskan satu tangannya lalu mengeluarkan Energi Surga dan Neraka di setiap sudut jarinya lalu mengarahkannya ke perut Mu Hunyuan.


Mu Hunyuan yang terkejut akan serangan itu pun membuka matanya dengan sangat lebar dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.


“Jurus Terlarang! Racun Jiwa!” teriak Tetua Xu dengan sangat keras yang secara paksa mengeluarkan Jiwa Mu Hunyuan dari dalam tubuhnya hingga membuat Mu Hunyuan merasakan siksaan yang teramat sangat sakit.


Mu Hunyuan yang takut akan kematian dan tak sanggup dengan siksaan yang dirasakannya dari Jurus yang dikeluarkan Tetua Xu pun menyerah.


“Xi-Xiqin tidak ada di Kediaman Keluarga Mu lagi karena dia telah meninggalkan Kediaman Keluarga dini hari tadi!” ucap Mu Hunyuan dengan suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang kesakitan.


“Di-Dia tinggal di Kediaman di dekat Sungat Dang’e, Pa-Paviliun Teratai Pelangi!” ucap Mu Hunyuan dengan nafas yang tidak beraturan.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang terjadi pada Seo Xiqin selanjutnya? Apakah Kedua Hewan Suci yang ditinggalkan Li Yuchen untuk melindungi Seo Xiqin akan berhasil menjaga Seo Xiqin? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...


__ADS_2