
"Apa kau fikir setelah menghina Master Formasi, kau masih bisa melakukan apapun sesuka hatimu Tuan Zhong?" tanya Tertua Ye dengan ekspresi wajah yang marah sambil mengeluarkan Kertas Formasi Segel Formasi dan melemparkannya ke arah Wu Zhong.
Tertua Ye yang merupakan Master Formasi Bintang Tiga memiliki kemampuan untuk menghancurkan sebuah kota dalam waktu hitungan menit bahkan Pemimpin Kota, Walikota Jinlin, memberikan perhatian khusus kepada Tertua Ye dan Tertua Ma.
"Kau berani memprovokasi Master Formasi demi Selir dan Anak sampahmu ini. Jangan harap Keluarga Wu di Kota Jinlin akan melihat matahari besok pagi." ucap Tertua Ma dengan ekspresi wajah yang marah dengan nada suara yang tinggi.
Wu Zhong yang mendengar perkataan Tertua Ma dan Tertau Ye menjadi sangat marah dan murka kepada Lady Wei dan Wu Gui.
"Garis Keturunan Keluarga Wu akan putus di tanganku. Bagaimana aku menjawab pertanyaan para leluhur saat aku tiada nanti? Bagaimana bisa salah satu keturunanku menjadi penyebab kehancuran Keluarga Wu yang telah ada selama lebih dari ratusan tahun di Kota Jinlin!" ucap Wu Zhong dengan ekspresi wajah yang penuh dengan amarah dengan tangan yang terkepal dengan sangat erat hingga Energi Qi yang ada di dalam tubuh Wu Zhong pun berkumpul di satu tangan.
Wu Zhong yang telah dikuasai amarah pun tanpa belas kasihan memukul Lady Wei dengan tangannya dengan sangat keras hingga Lady Wei terlempar menabrak tembok dan meninggal di tempat dengan darah yang mengalir di seluruh tubuhnya.
Tindakan Wu Zhong tersebut membuat semua orang yang ada menjadi sangat terkejut terutama Wu Gui yang masih berlutut di hadapan Wu Zhong.
"Tidak! Lady!"
"Aaarrgghhhh!"
Lady Wei yang menabrak tembok pun terjatuh ke lantai dengan darah yang terus mengalir keluar dari kepala Lady Wei.
"Tu-Tuan! Kenapa kau melakukan ini pa...da...ku..." ucap Lady Wei dengan sisa nafas terakhirnya dengan satu tangan mengarah ke arah Wu Zhong hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dengan darah yang membanjiri lantai dengan mata yang terbuka lebar.
Wu Gui yang sedang duduk bersujud tidak menyangka jika Ibunya dipukul hingga mati oleh ayah yang sangat dipercayainya.
Wu Gui yang menyaksikan langsung detik-detik kematian Ibunya menjadi sangat terkejut dan tanpa fikir panjang langsung berlari ke arah Lady Wei yang terbaring di lantai tidak bernyawa.
"Ibu!" teriak Wu Gui dengan ekspresi wajah yang terkejut dan berubah menjadi sedih sambil menangis dengan sangat keras hingga membuat siapapun yang melihatnya menjadi pilu.
Wu Zhong yang tidak memiliki perasaan kasihan sama sekali terhadap Lady Wei bahkan rasa sayang yang dimilikinya selama ini hilang begitu saja setelah mendengar perkataan Tertua Ye dan Tertua Ma.
__ADS_1
Wu Zhong yang khawatir akan keselamatan seluruh orang yang ada di Kediaman Keluarga Wu pun menatap tajam ke arah Wu Gui yang sedang memeluk Lady Wei.
Wu Zhong pun berjalan menuju ke arah Wu Gui dan tanpa memberi kesempatan Wu Gui untuk bereaksi. Wu Zhong langsung menarik tubuh Wu Gui dan melemparkannya ke hadapan Tertua Ye dan Tertua Ma.
"Aaaarrgghhh! Tidak ayaaahhh!" teriak Wu Gui dengan teriakan yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang sangat ketakutan yang terjatuh tengkurap di hadapan Tertua Ye dan Tertua Ma.
Wu Zhong yang tidak memiliki pilihan lain pun bersujud dan memohon ampun di hadapan Tertua Ye dan Tertua Ma demi keselamatan Klannya yang sedang di ujung tanduk.
"Mohon ampuni Keluarga Wu, Master! Saya berjanji tidak akan ada seorang pun dari Keluarga Wu yang berani bersikap sombong di hadapan Master Formasi.!" ucap Wu Zhong yang duduk bersujud dengan kepala tertunduk malu dengan nada bicara yang serius.
"Jika ada yang berani melanggar maka saya sebagai Kepala Keluarga Wu akan mencabut nyawa orang tersebut dengan tangan saya sendiri." ucap Wu Zhong dengan suara yang lantang dengan penuh percaya diri.
"Saya akan menyerahkan nasih Putra saya yang tidak berguna ini kepada Kedua Master Formasi. Anda dapat melakukan apapun padanya dan saya berjanji tidak akan melakukan apapun untuk membelanya ataupun membalas dendam." ucap Wu Zhong dengan suara yang keras seperti mengucapkan sumpah di hadapan Tertua Ye dan Tertua Ma.
Wu Peng yang melihat perubahan sikap Ayahnya hanya bisa menghela nafas pendek dan menggelengkan kepalanya karena merasa sangat malu dengan sikap Ayahnya.
"Memalukan!" ucap Wu Peng dalam hati dengan ekspresi wajah yang merendahkan dan tatapan mata yang tajam dengan senyum sinis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Meskipun begitu, Tertua Ye yang tidak ingin membuat Wu Peng disalahkan untuk masalah ini karena sebenarnya kesalahan terletak pada manusia bodoh dan idiot yan terbaring di depannya itu.
Namun berbeda dengan Tertua Ma yang tidak bisa berfikiran jernih dan merasa jika harga dirinya telah dipermalukan di depan semua orang di Kediaman Keluarga Wu.
Tertua Ma pun membuat Segel Formasi Reinkarnasi untuk Wu Gui yang mengakibatkan Wu Gui terlihat seperti mayat hidup.
"Terimalah hukumanmu. Ini akibatnya menghina Master Formasi sesuka hatimu!" ucap Tertua Ma yang mengaktifkan Segel Formasi yang akhirnya keluarlah sebuah Api yang sangat panas membakar tubuh Wu Gui tapi saat Wu Gui hampir kehilangan nyawanya Segel itu membuat Wu Gui kembali sehat seperti sebelumnya dan itu akan terjadi selama sepuluh hari dan setelah sepulug hari berakhir Wu Gui akan menjadi orang yang cacat.
Wu Zhong yang melihat Wu Gui yang terus menjerit kesakitan hanya membalikkan wajahnya tanpa ingin tau apapun yang terjadi pada Wu Gui.
Tertua Ma dan Tertua Ye yang telah menyelesaikan bagiannya pun meninggalkan Kediaman Wu.
__ADS_1
"Aku serahkan masalah Master Formasi yang disinggung oleh manusia sampah ini padamu. Jangan sampai orang itu menjadi musuh kita." ucap Master Ma dengan tatapan yang tajam ke arah Wu Zhong yang masih bersujud dengan kepala tertunduk.
Sementara itu, Yuo yang telah menculik Pelayan Nona Shu menyekapnya di dalam Ruangan Rahasia yang ada di dalam Menara Formasi Shinzu dan pergi melaporkannya pada Wu Peng yang telah kembali ke Kediaman Keluarga Wu.
Yuo yang mencoba mencari informasi tentang Li Yuchen tidak sengaja melihat tindakan mencurigakan dari salah seorang Pelayan dari Nona Shu.
"Apa yang dilakukan Pelayan Nona Shu di Penginapan ini? Mencurigakan sekali!" ucap Yuo dengan ekspresi wajah yang penasaran sambil mengikuti Yuo dari belakang.
Yuo yang merasa ada yang tidak beres pun memukul tengkuk leher Pelayan tersebut hingga pingsan lalu menangkapnya dan membawanya menemui Wu Peng.
"Maaf, tapi sikap sungguh mencurigakan. Aku harus membawamu menemui Tuanku." bisik Yuo kepada Pelayan tersebut yang perlahan kehilangan kesadarannya.
Yuo yang tidak ingin ketahuan Nona Shu jika orang suruhannya telah menghilang pun mencob menghilangkan jejak.
Yuo yang mengganti pakaian Pelayan itu lalu membawanya ke Menara Formasi Shinzu dan memasukkannya ke ruangan khusus agar Pelayan tersebut tidak bisa melarikan diri.
Yuo yang merasa mendapatkan ikan besar menjadi sangat senang karena dapat mendapatkan bonus yang besar.
"Aku akan menemui Tuan Muda sekarang dan melaporkan semuanya lalu mengambil bonusku." ucap Yuo dengan wajah yang bahagia dengan tawa yang sangat jelek.
Di dalam Kamar Penginapan, Li Yuchen yang terlah besiap dengan semua benda yang dapat membantunya berhasil naik tingkat tanpa ada hambatan.
Tanpa fikir panjang lagi, Li Yuchen pun memakan semua Pil Luanzi yang ada di tangan kirinya dan menyerap Inti Kristal Rubah Ekor Tujuh dalam waktu bersamaan. Li Yuchen duduk dalam posisi bersilah sambil memejamkan matanya.
Tubuh Li Yuchen pun perlahan berubah menjadi semakin panas karena semua Pil Luanzi yang ditelah Li Yuchen bereaksi dengan Inti Kristal sehingga membuat Li Yuchen merasakan sakit di setiap inci tubuhnya.
Li Yuchen yang menahan rasa sakit selama sehari semalam pun akhirnya tidak bisa menahan rasa sakit yang menyebabkan dirinya jatuh ke lantai.
"Aaarrggghhh!" teriak Li Yuchen dengan sangat keras sambil terguling-guling di lantai memeluk perutnya yang terasa sangat sakit.
__ADS_1
#Bersambung#