Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 259. Pedang Klan Naga


__ADS_3

Li Yuchen yang menyadari jika sesuatu yang berasal dari Giok Naga Hijau Emas memanggilnya pun membuat Li Yuchen duduk dalam posisi bersila dan masuk ke dalam Giok.


Li Yuchen yang melihat Pagoda yang ada di depannya bercahaya Emas yang sangat terang membuat Li Yuchen yang tidak tau apapun menjadi bingung.


Burung Phoenix yang melihat Li Yuchen datang pun menghampirinya dan memberi tau Li Yuchen yang diketahuinya.


“Bos, kau datang!” teriak Burung Phoenix dengan suara yang sangat bersemangat dengan tatapan mata yang sangat senang.


“Apa yang terjadi dengan Pagoda itu? Kenapa dia bersinar sangat terang seperti itu?” tanya Li Yuchen kepada Burung Phoenix yang tinggal di dalamnya dengan tatapan mata yang menginterogasi.


“Aku tidak tau Bos. Tiba-tiba Pagoda itu bersinar sejak l jam yang lalu.” Ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang terdengar jujur sambil terbang di samping Li Yuchen.


Li Yuchen yang tau perbedaan waktu antara di dalam Pagoda dan di Dunia Luar sangat jauh pun menghitungnya sehingga menyadari satu hal.


“Waktu di dalam Pagoda dan di luar adalah 7 banding 1 sehingga jadi satu jam di dalam Pagoda sekitar beberapa menit yang lalu di Dunia Nyata itu artinya Pagoda ini bercahaya saat aku masuk ke dalam Ruang Senjata!” ucap Li Yuchen dengan suara rendah sambil memegang dagunya seolah sedang berpikir.


Li Yuchen yang penasaran dengan alasan Pagodanya bersinar pun berjalan mendekatinya dan melihat ada sebuah tulisan kuno di pintu masuk Pagoda.


Ikuti Panah Bintang Brahma!


Li Yuchen yang tidak mengerti dari kata yang tertulis pun terdiam sesaat dan saat menyadari maknanya Li Yuchen pun kembali ke Dunia Nyata lalu meninggalkan Burung Phoenix sendirian tanpa kata.


“Hei! Dasar manusia tidak punya hati! Apakah kau tidak bisa mengatakan sesuatu saat datang dan pergi? Hah!” teriak Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang kesal dengan nada suara yang tinggi dengan nada-nada makian.


Sementara itu, Li Yuchen yang telah kembali ke Dunia Nyata pun berdiri dan mengambil tujuh buah Batu Energi miliknya lalu melemparkannya ke tujuh tempat dan membuat Pola Bintang Brahma.


Master Zhuo yang tidak tau yang dilakukan Li Yuchen pun menatap dengan ekspresi wajah yang penasaran dan mata yang menyipit mencoba melihat semuanya secara detail.


Li Yuchen yang telah mengaktifkan Pola Bintang Brahma pun menyadari bahwa terdapat Segel Formasi Perlindungan tingkat Empat di Ruangan itu.

__ADS_1


Saat Li Yuchen menyadari hal itu pun meningkatkan Kekuatan Formasinya menggunakan Pola Bintang Brahma menjadi Lima sehingga memungkinkan Li Yuchen menghancurkan Segel Formasi yang melindungi bintang yang disembunyikan.


Li Yuchen yang sadar jika dirinya melakukan itu akan menyebabkan sebuah masalah nantinya pun menatap Master Zhuo yang masih berdiri di belakangnya dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Master Zhuo! Apakah aku boleh bertanya?” tanya Li Yuchen sambil menoleh ke belakang ke arah Master Zhuo dengan tatapan mata yang tajam.


“Tentu saja. Katakan saja!” ucap Master Zhuo yang tiba-tiba merasakan firasat buruk dengan yang ingin ditanyakan Li Yuchen.


“Apakah benar-benar boleh mengambil senjata apapun yang ada di Ruangan ini dan tidak akan ada seorangpun yang akan marah jika aku mengambilnya?” tanya Li Yuchen yang mencoba memberikan penekanan dari kata-katanya.


“Tentu saja!” ucap Master Zhuo dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


Li Yuchen yang telah mendengar yang ingin didengarnya pun tersenyum cerah lalu menatap ke atas ke arah bintang-bintang yang sedang bersinar di atas kepalanya.


Master Zhuo yang tiba-tiba teringat akan sesuatu pun mencoba untuk menghentikan Li Yuchen tapi gagal karena Li Yuchen telah beraksi terlebih dahulu.


Formasi yang tidak bisa bertahan dari serangan Li Yuchen yang telah berada di Segel Formasi tingkat Lima pun perlahan retak dan hancur dan muncullah sebuah bintang yang sangat kecil.


Li Yuchen yang menyadari bahwa Bintang Kecil itulah yang membuat Pagoda yang ada di dalam Giok Naga Hijau Emas bersinar pun mengambilnya dengan tangannya lalu tiba-tiba cahaya emas muncul.


Li Yuchen yang merasa sangat silau pun menutup matanya dan saat membuka mata Li Yuchen melihat dirinya ada di sebuah ruangan hampa yang kosong dengan sebuah pedang di depannya.


“Apakah Pedang ini senjata yang dimaksud oleh Pagoda?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.


Li Yuchen yang berjalan mendekati pedang yang ada di depannya pun mencoba menyentuh gagangan pedang dan tiba-tiba cahaya Hijau Emas keluar dari dalam dada Li Yuchen menyinari pedang tersebut.


Li Yuchen yang merasakan kekuatan yang sangat kuat berasal dari Pedang itu pun melihat tulisan yang ada di Pedang.


“Pedang Dewa Naga!” gumam Li Yuchen yang membaca tulisan lalu melihat lambang naga yang tergambar di gagangan Pedang.

__ADS_1


Li Yuchen yang mengetahui bahwa Pedang itu adalah bagian dari Klan Naga Hijau Emas pun menjadi sangat senang dan mencoba untuk mengayunkan pedang itu dan tiba-tiba kekuatan yang sangat besar muncul dan menghancurkan sebuah Batu Raksasa yang ada tiba-tiba muncul di ruangan hampa itu.


Li Yuchen yang tidak ingin kehilangan Pedang itu pun melukai tangannya dan membasahi Pedang itu dengan darahnya sehingga membuat Pedang Dewa Naga berhasil menyadari Tuannya.


Li Yuchen yang telah berhasil menaklukan dan mendapatkan Pedang yang diinginkannya pun tersenyum puas dan memejamkan matanya lalu kembali berdiri di hadapan Master Zhuo.


Master Zhuo yang melihat Li Yuchen memegang Pedang yang selama ini telah hilang pun menjadi sangat terkejut dan memasang wajah yang pucat.


“Hah! Sepertinya aku akan mendapatkan masalah nanti!” gumam Master Zhuo dengan ekspresi wajah yang suram dengan tatapan mata yang sedih.


Li Yuchen yang berpura-pura tidak tau pun mencoba bertanya tapi malah diusir sehingga membuat Li Yuchen keluar dari Ruang Senjata menuju Ruang Arsip Kekuatan.


“Ada apa Master Zhuo? Apakah ada sesuatu?” tanya Li Yuchen yang berwajah pura-pura polos dengan tatapan mata yang bingung.


“Tidak! Tidak ada apa-apa. Kau telah mendapatkan senjatamu jadi kau tidak punya kepentingan apapun lagi, bukan? Jadi sebaiknya kau pergi sekarang karena Ruang Senjata ingin aku tutup sementara waktu!” ucap Master Zhuo dengan ekspresi wajah yang sedikit panik dengan tatapan mata yang cemas.


“Baiklah kalau begitu. Saya permisi dulu, Master Zhuo!” ucap Li Yuchen dengan nada suara dan sikap yang sopan lalu beranjak pergi meninggalkan tempat itu.


Tepat setelah kepergian Li Yuchen, seseorang datang menemui Master Zhuo yang sedang berjalan meninggalkan Ruang Senjata.


“Master Zhuo! Wakil Kepala Akademi Yunlong, Tetua Xiang memanggilmu! Katanya dia adalah pertanyaan penting yang ingin ditanyakannya!” ucap pria tua dengan jenggot berdiri di hadapan Master Zhuo dengan nada suara yang angkuh.


“Aku akan segera kesana!” ucap Master Zhuo dengan ekspresi wajah yang canggung dengan senyum yang kaku dan tatapan mata yang khawatir.


“Tamat sudah! Apa yang harus aku katakan pada Tetua Xiang kali ini?” tanya Master Zhuo pada dirinya sendiri dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung semenjak pembawa pesan pergi.


#Bersambung#


Li Yuchen yang dapat Senjata hebat tapi Master Zhuo yang harus membereskan akibatnya.. Hmmm, apa yang akan ditemukan Li Yuchen di tempat selanjutnya ya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya....

__ADS_1


__ADS_2