Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 72. Penasaran Membawa Petaka


__ADS_3

Ye Rui yang telah kembali dari Menara Formasi Shinzu ke Paviliun Huanfu pun pergi menemui Tetua Han dan meminta maaf karena telah gagal melakukan tugasnya untuk mengajak Li Yuchen bergabung menjadi Tetua di Pavilliun Huanfu.


"Guru! Apakah aku boleh masuk?" tanya Ye Rui dengan nada bicara yang sopan dan ekspresi wajah yang sedih sambil menundukkan kepalanya karena telah gagal menjalankan tugas dari Tetua Han.


"Masuklah!" ucap Tetua Han dengan suara yang rendah dan wajah tanpa ekspresi sambil melihat-lihat Tanaman Obat yang telah dipelihara olehnya sendiri.


"Guru!" panggil Ye Rui dengan suara yang rendah dengan mimik wajah yang terlihat gugup sambil melihat pundak Tetua Han yang membelakanginya.


"Ada apa? Apakah kau berhasil dengan misimu?" tanya Tetua Han secara langsung sambil berbalik arah melihat ke arah Ye Rui dengan tatapan tanda tanya.


"Maafkan murid yang tidak berbakti Guru. Murid telah gagal menjalankan tugas yang telah guru berikan. Jangankan meminta maaf dengan benar, murid bahkan tidak bisa mengatakan tujuan murid sebenarnya." ucap Ye Rui sambil berlutut di lantai dengan kepala tertunduk karena malu dengan nada suara yang ditinggikan dengan ekspresi wajah yang sedih.


Tetua Han yang mendengar perkataan Ye Rui hanya bisa menghela nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan lemah dengan ekspresi wajah yang kecewa.


"Hah! Sifatmu yang keras kepala dan meledak-ledak itu pasti yang membuat Tuan Muda Yu tidak ingin menghiraukanmu." ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang kecewa sambil berbalik arah menuju kursi yang terdekat.


"Kau pasti memaksa Tuan Muda Yu untuk memaafkanmu dan kau bahkan semakin mengganggunya saat Tuan Muda Yu menolak untuk bicara denganmu. Hal itu lah yang pastinya membuatmu gagal menjalankan misi ini." ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang kecewa dengan tatapan mata yang senduh yang tertuju ke arah Ye Rui yang masih berlutut di lantai.


"Maafkan kesalahan murid, guru!" ucap Ye Rui kembali yang merasa sangat bersalah setelah mendengar ucapan dan ekspresi wajah yang sedih.


"Percuma jika kau meminta maaf tapi sifat burukmu itu tidak diubah. Tidak akan ada gunanya." ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang kecewa sambil menghela nafas yang panjang.


Tetua Han yang tidak bisa mengandalkan Ye Rui pun memerintahkan Pelayan yang ada di Paviliun Huanfu untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan Li Yuchen.


"Aku ingin kau pergi dan cari tau keberadaan Tuan Muda Yu. Jika kau mengetahuinya segera kembali da laporkan padaku. Jangan pernah mengganggunya." ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang serius dan penekanan di akhir kalimat.


"Saya mengerti." ucap pelayan itu dengan patuh dengan kepala tertunduk sambil berjalan mundur ke arah pintu keluar dengan sangat sopan.

__ADS_1


"Kau tetap di sini dan jangan pergi kemanapun. Aku akan mengurusi masalah Tuan Muda Yu sediri." peritah Tetua Han dengan nada bicara yang dingin dan ekspresi wajah yang serius


Ye Rui yang mendengar perkataan Tetua Han hanya bisa mengangguk pasrah tapi dalam hati perasaan memberontak itu sangat jelas.


"Baik Guru!" ucap Ye Rui dengan ekspresi wajah yang pasrah sambil menganggukkan kepala dengan senyum terpaksa dengan tangan yang tergenggam dengan sangat erat.


"Aku tidak ingin menyerah begitu saja. Aku harus datang menemui Tuan Muda Yu terlebih dahulu sebelum Guru bertemu dengannya dan aku akan membuat Tuan Muda Yu setuju dengan permintaanku jadi saat Guru datang mereka hanya akan membicarakan kelanjutan kesepatakan itu saja." ucap Ye Rui dalam hati dengan tekad yang telah bulat sambil berjalan meninggalkan ruangan.


Di malam hari, saat Pelayan yang ditugaskan Tetua Han telah mengetahui keberaan Li Yuchen. Di saat itu juga, Ye Rui berbohong untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan Li Yuchen.


"Cepat katakan dimana Tuan Muda Yu berada?" tanya Ye Rui yang telah membawa pelayan yang diperintahkan Tetua Han pergi menjauh sebelum Pelayan itu memberi tau Tetua Han semuanya.


"Tapi Ketua, Tetua berkata untuk memberitaukannnya kepada siapapun termasuk anda." ucap Pelayan itu dengan ekspresi wajah yang bimbang dengan nada bicara yang bergetar karena takut.


"Tetu Han adalah Guruku. Aku yang akan memberitaunya tentang masalah ini karena saat ini perasaan Guru sedang tidak bagus karena salah satu Tanaman Obatnya ada yang mulai layu." ucap Ye Rui dengan sangay lancar padahal itu semua adalah kebohongan.


"Baiklah. Tuan Muda Yu ada di Restoran paling terkenal di Kota Jinlin bersama Master Ye saat ini." ucap Pelayan itu dengan patuh sambil menatap mata Ye Rui sambil mencari pembenaran karena di hati kecilnya pelayan tersebut masih ragu.


Setelah kepergian pelayan itu, Ye Rui segera mengambil baju hangatnya dan beberapa hal yang menurutnya akan disetujui Li Yuchen.


"Aku harus membuat Tetua dari Menara Formasi Shinzi itu untuk bergabung menjadi Tetua di Paviliun Huanfuku. Jika Tuan Muda Yu menginginkan tubuhku sebegai balasannya, aku akan memberikannya asalkan Tuan Muda Yu mau bergabung dalam Paviliun Huanfu. Aku tidak ingin melihat wajah kecewa lagi di wajah Guruku." ucap Ye Rui dengan suara rendah dengan wajah yang telah menetapkan keputusan


Dalam sekejap mata Ye Rui pun pergi ke Restoran tempat Li Yuchen berada dan hanya menggunakan statusnya sebagai Ketua Paviliun Huanfu serta Master Alkemia bintang Dua. Ye Rui dapat mengetahui Ruangan Li Yuchen berada.


Ye Rui yang melihat kepergian Pemilik Restoran dari Ruanan Li Yuchen pun tidak sengaja berpapasann dengan Ye Zhan yang juga keluar dari ruangan Li Yuchen.


Ye Rui yang tidak menyukai Ye Zhan karena terlahir dari Selir ayahnya pun memandang rendah Ye Zhan dan berjalan mendahului Ye Zhan lalu tanpa rasa malu masuk ke dalam Ruangan Li Yuchen.

__ADS_1


"Anak Selir saja angkuh sekali! Idiot!" ucap Ye Rui dalam hati dengan tatapan mata yang merendahkan dan ekspresi wajah yang menunjukkan ketidaksukaan.


Ye Zhan yang telah sering mendapatkan tatapan merendahkan dari orang-orang di sekitarnya di Kediaman Keluarga Ye karena tidak memiliki seorang Ibu pun tidak mengambil hati sikap Ye Rui padanya tapi saat Ye Rui masuk ke dalam Ruangan Li Yuchen begitu saja membuat Ye Zhan menaikkan alisnya ke atas.


"Apa yang dilakukan gadis itu di sana? Kenapa dia masuk ke dalam Ruangan Bos tanpa izin? Apakah dia punya hubungan dengan Bos?" tanya Ye Zhan pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap pintu ruangan Li Yuchen yang tertutup.


Ye Zhan yang tidak ingin ikut campur urusan orang lain apalagi itu Anggota Keluarga Ye pun memilih untuk pergi menuju Paviliun Huanfu terlebih dahulu karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Restoran tempat dirinya berada sekarang.


"Sudahlah! Daripada aku mengurusinya lebih baik aku mengurusi urusanku. Aku harus bisa mendapatkan harga yang tinggi untuk Pil-Pil yang dibuat Bos agar Bos menjadi senang padaku jadi Bos mau mengajariku isi Gulungan Formasi." ucap Ye Zhan dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang cuek sambil berjalan menuju ke Paviliun Huanfu dengan santai.


Sedangkan, Ye Rui yang masuk begitu saja ke dalam ruangan Li Yuchen tanpa izin menjadi sangat takut dan khawatir jika rencananya akan gagal sebelum dimulai.


"Gawat! Aku masuk ke dalam ruangan Tuan Muda Yu tanpa izin. Bagaimana jika Tuan Muda Yu marah dan mengusirku keluar?" tanya Ye Rui pada dirinya dalam dengan tubuh bergetar dengan ekspresi wajah yang takut dan khawatir di saat bersamaan.


Namun kekhawatiran itu menghilang begitu saja saat Ye Rui melihat Li Yuchen yang duduk dengan posisi bersilah dengan mata tertutup pun menjadi penasaran.


"Eh, bukankah itu Tuan Muda Yu? Apa yang sedang dilakukannya?" tanya Ye Rui pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap Li Yuchen dengan lekat.


“Hmmm, jika Tuan Muda Yu sedang berlatih tapi tidak ada luapan energi yang keluar jadi apa yang sedang dilakukan Tuan Muda Yu duduk di sana tanpa bergerak?” tanya Ye Rui dengan ekspresi wajah yang bingung dan penasaran di saat bersamaan.


Ye Rui yang penasaran dengan Li Yuchen pun berjalan mendekat ke arah Li Yuchen dan melihat Li Yuchen dengan jarak dekat dengan seksama yang tanpa sengaja ingin mencoba membuka topeng yang ada di wajah Li Yuchen.


“Tuan Muda Yu selalu memakai topeng. Aku jadi penasaran dengan wajah asli Tuan Muda Yu dan identitasnya tapi aku tidak berani dengan resiko itu karena kata orang semakin sedikit kita tau maka akan semakin aman nyawa kita.” Ucap Ye Rui yang telah berada di depan Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Tapi Tuan Muda Yu sedang dalam keadaan tidak sadar jika aku mengintip sebentar sepertinya tidak akan ketahuan lalu aku akan pasang kembali topengnya. Aku hanya sedikit penasaran.” Ucap Ye Rui dengan suara yang rendah sambil melihat ke arah Li Yuchen dengan tangan yang terus bergerak mendekat ke arah wajah Li Yuchen.


Namun di saat tangan Ye Rui telah menyentuh wajah Li Yuchen ada sebuah tangan yang telah menangkap tangan Ye Rui sehingga membuat wajah Ye Rui menjadi terkejut dan berubah menjadi pucat pasi.

__ADS_1


#Bersambung#


Ayo tebak tangan siapakah itu? Jawab di komentar ya..


__ADS_2