Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 134. Bongkahan Es


__ADS_3

Seo Xiqin yang menuruti perkataan Li Yuchen untuk menerima semua energi yang akan mengalir ke dalam tubuhnya membuat pusat meridian di dalam tubuh Seo Xiqin yang awalnya membeku perlahan mencair hingga membentuk warna emas yang menjadi pusat Meridiannya.


Li Yuchen yang telah menyalurkan semua Energi Langit dan Bumi yang dibutuhkan Seo Xiqin pun mencoba memasukkan jiwanya ke dalam alam bawah sadar Seo Xiqin untuk melihat langsung sumber masalah yang ada di dalam tubuh Seo Xiqin.


Li Yuchen yang telah berada di dalam alam bawah sadar Seo Xiqin tidak bisa melihat apapun karena sangat gelap dan tiba-tiba cahaya berwarna emas yang sangat terang dan menyilaukan mata pun memaksa Li Yuchen menutupi matanya dengan tangan.


“Cahaya apa ini? Sangat silau!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dengan tangan yang menghalangi silau cahaya ke mata.


Setelah cahaya tersebut pelahan memudar, Li Yuchen pun menyipitkan matanya dan melihat ada sebuah bongkahan batu yang sangat besar.


“Apa itu?” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung sambil membuka matanya lebar-lebar melihat sesuatu yang perlahan terlihat jelas.


“Es? Ada orang di dalamnya? Siapa orang itu?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dengan mata yang telah menyipit sambil berjalan mendekat ke bongkahan es yang sangat besar.


Li Yuchen yang melihat wajah seseorang yang sangat dikenalnya sedang terkurung di dalam bongkahan es dengan rantai-rantai yang mengikat tubuhnya.


“Jier!” teriak Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sangat sangat terkejut dengan mata dan mulut yang terbuka lebar sambil mencoba menyentuh bongkahan es itu dengan kedua tangannya.


Li Yuchen yang tidak bisa menyentuh bongkahan es itu pun merasakan tangannya mendapatkan serangan yang sangat kuat seperti tersambar Petir Surga dan Neraka saat dirinya mencoba menerobos ke tingkat level yang lebih tinggi.


“I-ini seperti serangan dari Petir Surga dan Neraka! Bagaimana bisa Permaisuriku yang telah lama hilangan selama ribuan tahun berada di dalam tubuh Qier? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Li Yuchen pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung dan tidak percaya.


“Apa yang terjadi padamu selama ini? Kenapa kau bisa berakhir seperti ini Ji’er?” tanya Li Yuchen pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang sedih dan bersalah di saat bersamaan sambil mengeluarkan air mata sambil terduduk dalam posisi yang sangat terpukul.


Li Yuchen yang sangat ingin melepaskan Permaisuri Ji dari dalam bongkahan Es mencoba mengalirkan semua energi yang ada untuk melindungi jiwanya dan mencoba menghancurkan bongkahan Es tapi hasilnya tidak sesuai harapan.


“Aaarrghhhh! Aaaarrggg! Aaaarrgghhh!” suara teriakan kesakitan dari mulut Li Yuchen dengan wajah yang kelelahan dengan mata yang sayup.

__ADS_1


“Tidak! Aku tidak bisa menerobos lagi. Energiku sudah terkuras sangat banyak dan jika aku memaksa untuk melukannya sekarang tidak hanya aku tidak akan bisa membebaskan Jier dari sana. Jiwaku juga bisa dalam bahaya.” Gumam Li Yuchen yang menyadari jika semua usahanya sia-sia saja.


“Rantai ini juga sepertinya bukan rantai biasa. Aku harus menemukan pusat dari rantai ini agar bisa melepaskan Jier dari dalam bongkahan es ini.” Ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang serius.


Li Yuchen pun bergerak mencari pusat dari rantai emas yang mengikat tubuh Permaisuri Ji dan menemukan bahwa Rantai tersebut menancap ke dalam Jantung dan Hati Seo Xiqin.


Li Yuchen menyadari jika nyawa kedua orang yang sangat penting baginya di kehidupan yang lalu dan sekarang pun merasa sangat frustasi.


“Kenapa semuanya menjadi seperti ini? Bagaimana mungkin dua orang berada di dalam satu tubuh? Aku harus segera keluar dan mencari informasi ini.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang telah membuat keputusan.


Li Yuchen yang telah kembali dalam tubuhnya pun merasa seluruh tubuhnya terasa sangat sakit seolah seluruh tulang-tulangnya patah pun tanpa sadar memuntahkan darah ke atas ranjang Seo Xiqin.


“Uhuukkkk!” suara batuk Li Yuchen yang bergegas menahan darah keluar menyebar menggunakan tangan meskipun ada sedikit tetesan yang jatuh ke tempat tidur Seo Xiqin.


“Aku harus menghapus darah ini. Jika Qier melihatnya, dia pasti akan sangat khawatir dan cemas. Itu tidak baik untuk kesembuhannya.” Ucap Li Yuchen yang langsung mengelap darah dari tangan dan bibirnya dengan sapu tangan dan menyimpannya ke dalam Tas Qiankunnya.


Li Yuchen yang mengetahui prosesnya telah berjalan dengan sangat lancar pun mencabut semua jarum perak yang menyebar di tubuh Seo Xiqin satu per satu dan memintanya untuk membuka mata.


Seo Xiqin yang mendengar suara Li Yuchen pun membuka matanya perlahan dan duduk dengan bantuan Li Yuchen dan merasakan perbedaan yang sangat jauh dari sebelumnya.


“A-aku... Aku merasa seluruh tubuhku penuh dengan energi dan.. dan...” ucap Seo Xiqin dengan penuh semangat dengan nada suara yang terbata-bata yang akhirnya terhenti saat melihat Li Yuchen yang hampir kehilangan keseimbangannya.


“Chen gege!” teriak Seo Xiqin dengan nada yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan sambil menangkap tubuh Li Yuchen yang hampir terjatuh.


“Terima kasih!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut dengan wajah yang kelelahan dan mata yang sayup.


“Chen gege!” panggil Seo Xiqin lagi dengan ekspresi wajah yang cemas dengan mata yang siap mengeluarkan air mata.

__ADS_1


“Tenanglah. Aku baik-baik saja. Aku hanya kelelahan dan hanya membutuhkan istirahat.” Ucap Li Yuchen dengan senyumnya yang tampan sambil mengambil posisi duduk di samping Seo Xiqin di atas tempat tidur.


“Ta-tapi... Chen gege...” gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang bingung dan cemas di saat bersamaan sambil menatap Li Yuchen.


“Aku tidak apa-apa. Lagi pula ada yang ingin aku beritau padamu!” ucap Li Yuchen yang awalnya tersenyum lembut sambil menepuk kepala Seo Xiqin langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi serius saat kalimat kedua diucapkan.


Seo Xiqin yang mengetahui jika Penyakitnya adalah Penyakit yang aneh dan akan sangat sulit untuk disembuhkan pun menarik nafas panjang menunggu penjelasan dari Li Yuchen.


“Chen gege hanya bisa menahan Penyakit Qier agar tidak kambuh selama satu bulan dan selama itu Chen gege akan berusaha keras untuk menemukan Obat untuk menyembuhkan Penyakit Qier.” Ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang teguh dan percaya diri sambil menggenggam tangan Seo Xiqin dengan sangat erat.


“Qier jangan khawatir. Qier pasti akan sembuh dan itu adalah janjiku.” Ucap Li Yuchen lagi yang mencoba meyakinkan Seo Xiqin untuk bertahan sebentar.


“Terima kasih Chen gege!” ucap Seo Xiqin yang tersenyum dengan rasa syukur yang sangat dalam sambil meneteskan sedikit air mata.


“Tidak ada kata terima kasih dalam hubungan Suami Istri!” ucap Li Yuchen yang menatap mata Seo Xiqin dengan penuh cinta dan kasih sambil menghapus air mata Seo Xiqin dengan jarinya dengan sangat lembut dan hati-hati.


“Chen gege!” ucap Seo Xiqin yang memanggil Li Yuchen dengan nada suara yang sangat lembut dengan senyum yang terlihat sangat cantik.


“Qier!” jawab Li Yuchen yang perlahan meletakkan tangannya di pipi kanan Seo Xiqin dengan tatapan yang intens yang akhirnya meletakkan tubuh Seo Xiqin dalam posisi terbaring di atas tempat tidur dengan perlahan.


Li Yuchen dan Seo Xiqin yang perlahan mempersempirt jarak di antara keduanya pun merasakan suhu di sekitarnya pun naik dan membuat detak jantung keduanya berdetak sangat cepat tidak terkendali.


“Degh! Degh! Degh!” suara detak jantung Li Yuchen dan Seo Xiqin yang berdetak dengan sangat cepat


“Qier!” panggil Li Yuchen yang perlahan mendekatkan wajahnya dengan wajah Seo Xiqin sambil menatap bibir mungil dan indah yang berwarna merah muda milik Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang terbawa suasana pun perlahan menutup matanya yang akhirnya membuat jarak antara bibir keduanya tidak lebih dari satu senti meter.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah bibir Li Yuchen dan Seo Xiqin akan bertemu di episode selanjutnya.. Jawab di kolom komentar ya.. Hahaha


__ADS_2