Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 97. Penentuan Hari Pernikahan


__ADS_3

Seo Hong yang sangat mementingkan reputasi dirinya dan Keluarganya tidak bisa diam saja saat melihat Li Yuchen datang meminta Putrinya tapi tidak membawa apapun.


“Yang datang tadi adalah Putri Tertuaku, Seo Xiqin dan dia yang akan menjadi Pengantinmu. Kau datang kemari meminta Putriku tapi tidak membawa apapun, apakah Keluarga Li sudah telah benar-benar hancur?” tanya Seo Hong dengan ekspresi wajah yang dingin dan nada suara yang keras dan penuh dengan sindiran pedas.


“Jika yang dimaksud Kepala Keluarga Seo adalah Hadiah Pernikahan tentu saja Keluarga Li telah menyiapkannya.” Ucap Li Yuchen dengan penuh percaya diri sambil berdiri tegap di hadapan Seo Hong.


“Kalau begitu dimana Hadiah Pernikahannya?” tanya Hun Yin dengan nada bicara yang sinis dan ekspresi wajah yang menyindir dengan tatapan mata yang merendahkan.


“Bibi sepertinya sangat penasaran dengan Hadiah Pernikahan yang akan aku berikan. Apakah bibi mempunyai maksud lain?” tanya Li Yuchen dengan tatapan curiga dengan nada suara yang terdengar sinis.


“Lancang sekali kau! Kau hanya anak dari Kepala Keluarga yang telah diturunkan dan tidak memiliki kultivasi apapun. Beraninya kau berbicara seperti itu padaku!” teriak Hun Yin dengan ekspresi wajah yang marah dan mata yang melotot tajam.


“Hahaha... Kau menghinaku sedemikian rupa tapi kau hanyalah Ibu tiri. Apakah sikapmu itu juga bisa disebut beretika? Kau menanyakan Hadiah Pernikahan orang lain. Jika kau benar-benar menginginkan Hadiah Pernikahan, kenapa tidak kau minta saja Hadiah Pernikahan milik Putrimu sendiri!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang marah dan tekanan aura membunuh yang sangat besar keluar dari dalam tubuhnya.


Namun semua yang terjadi adalah bayangan yang ada di dalam fikiran Li Yuchen jika dirinya mengikuti emosinya.


“Jika aku mengikuti emosiku, identitasku sebagai Tetua Yu akan terbongkar dan aku tidak akan tau wajah asli dari orang-orang munafik ini.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan wajah yang datar.


Li Yuchen yang mengetahui niat yang tidak baik pada Hun Yin pun menolak dengan halus untuk menunjukkan Hadiah Pernikahan yang disiapkannya untuk Seo Xiqin.


“Hah, apakah Keluarga Seo sudah seperti macan tanpa taring yang membiarkan wanita ikut campur dalam pembicaraan ini.” Sindir Li Yuchen dengan kata-kata yang pedas sambil melirik Seo Hong.


Seo Hong yang mendengar sindiran Li Yuchen yang merupakan orang asing pun menjadi tidak senang dan mengusir Hun Yin keluar.


“Apa yang dimaksud Tuan Muda Li? Tidak ada yang seperti itu di Kediaman Keluarga Seo. Sepertinya Nyonya sedang tidak sehat, pelayan bawa Nyonya kembali ke kamarnya.” Ucap Seo Hong dengan ekspresi wajah yang sinis dan nada suara yang dingin.

__ADS_1


Hun Yin yang diusir keluar dari Aula Utama menjadi sangat marah dan kesal lalu menatap Seo Wan’er mencari bantuan tapi Seo Wan’er hanya membuang wajah dan menolak membantunya.


“Aku akan membalasmu. Lihat saja nanti!” ucap Hun Yin dalam hati dengan eskpresi wajah yang tidak senang dengan langkah kaki yang berat.


“Itu semua salahmu yang tidak bisa menjaga mulutmu. Kau mencoba mengganggu Acara ini, apakah kau benar Ibuku? Kau seolah ingin sekali aku yang menikah dengan pria tidak berguna itu.” Ucap Seo Wan’er dalam hati dengan ekspresi wajah yang cuek dengan tatapan yang dingin melihat kepergian Hun Yin keluar dari Aula Utama.


Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen dapat mengeluarkan Hun Yin keluar dari Aula Utama hanya dengan satu kalimat mebuat Seo Xiqin menjadi sangat kagum.


“Aku benar-benar tidak salah mengambil langkah. Dia benar-benar pilihan yang tepat untuk membalas mereka dan mengubah nasibku.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan tatapan mata yang penuh kebencian pada Hun Yin


Seo Hong yang telah mengusir Hun Yin pun melanjutkan pembicaraan mereka tentang Perjanjian Pernikahan yang telah dibuat.


“Karena Tuan Muda Li sudah datang maka Perjanjian Pernikahan ini tidak akan ditunda lagi dan Acara Pernikahan akan dilaksanakan di Kediaman Keluarga Seo tiga hari lagi. Apakah Tuan Muda Li ada masalah?” tanya Seo Hong dengan ekspresi wajah yang serius.


“Tidak sama sekali Kepala Keluarga Seo.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang cerah.


“Baiklah Ayah.” Ucap Seo Hong dengan ekspresi wajah memerah karena senang sambil menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat.


Setelah tanggal pernikahan telah ditentukan, Li Yuchen di antar ke ruangann tempatnya menginap oleh Pelayan.


“Tuan Muda Li, ini adalah tempat tinggal anda. Jika ada yang anda butuhkan silahkan panggil pelayan yang ada.” Ucap Pelayan yang membawa Li Yuchen dengan ekspesi wajah yang malas dan tatapan mata yang merendahkan.


Pelayan yang memandang rendah Li Yuchen pun berjalan keluar dari ruangan tempat Li Yuchen tinggal sementara waktu dengan buru-buru karena merasa sangat tidak nyaman.


“Dasar orang miskin! Tapi bagus juga menikah dengan Nona yang tidak dianggap dari pada dengan Nona Seo Wan’er yang cantik bagaikan Dewi.” Ucap Pelayan itu sambil berjalan dengan angkuh dengan ekspresi wajah yang merendahkan.

__ADS_1


Li Yuchen yang masih mendengar perkataan Pelayan yang mengantarnya dengan sangat jelas pun tidak membiarkannya pergi begitu saja tanpa memberikan tips.


“Aku harap kau suka dengan tips yang aku berikan!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah setelah melemparkan kerikil ke titik meridian di tubuh pelayan dengan sangat keras.


“Pelayan yang tidak bisa menghormati majikannya harus diberi pelajaran agar tidak berani lagi bersikap tidak hormat. Malam ini aku mungkin akan melihat pertunjukan yang menarik!” ucap Li Yuchen sambil tertawa jahil.


Li Yuchen yang telah berbalik melihat ke dalam ruangan dimana Pelayan itu mengantarnya pun tidak bisa menghentikan mulutnya untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang kasar.


“Hah! Sepertinya wanita tua itu adalah jelmaan Iblis, dia bahkan meletakkanku di ruangan yang tidak terawat ini. Bahkan banyak sekali sarang laba-laba disini.” Gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lelah.


Namun di saat Li Yuchen ingin membersihkan ruangannya tiba-tiba Luo’er dan Sui’er datang menemui Li Yuchen.


“Tuan Muda Li, Nona mengundang anda untuk makan siang di halamannya. Apakah Tuan Muda Li bersedia ikut?” tanya Luo’er dengan sangat sopan dengan ekspresi wajah yang datar.


“Istri mengundang Suami, tentu saja Suami harus datang. Tunjukkan jalannya.” Ucap Li Yuchen dengan senyum ceria dan ekspresi wajah yang bersahabat.


“Mereka berdua adalah Pelayan kepecayaan Istriku. Aku harus membuat keduanya ada di pihakku jika ingin mengambil hati Istri.” Ucap Li Yuchen dalam hati sambil berjalan mengikuti Luo’er yang berjalan di depannya.


Dalam waktu sepuluh menit, Li Yuchen telah sampai di sebuah halaman dengan lapangan yang tidak terlalu luas dan sebuah rumah yang sederhana tapi cukup nyaman untuk ditinggali.


“Apakah orang-orang itu membiarkan Istriku tinggal di tempat yang kecil seperti ini selama ini?” tanya Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dengan pandangan yang terus menatap ke sekeliling.


Seo Xiqin yang melihat keberadaan Li Yuchen pun segera memintanya untuk duduk dan mencicipi makanan yang ada di meja.


“Tuan Muda Li pasti sangat lapar. Silahkan duduk dan nikmati sajiannya. Saya harap Tuan Muda Li menyukai rasanya.” Ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut dan senyum yang manis.

__ADS_1


“Jika makanan itu disiapkan oleh Istri, Suami tentu saja akan memakannya. Istri tidak perlu khawatir, Suami pasti akan menghabiskan semuanya.” Ucap Li Yuchen dengan penuh wibawa yang membuat Seo Xiqin memerah karena malu dipanggil Istri di hadapan Luo’er.


#Bersambung#


__ADS_2