
Li Fan yang terduduk di arena dalam posisi yang tidak bisa bergerak tidak menyangka jika memiliki kecepatan yang lebih baik daripada Li Ouyang.
Li Yuchen yang berhasil menendang Li Ouyang dengan kaki kanannya membuat Li Fan yang terduduk di arena mundur ke belakang hingga jatuh ke luar arena hingga tak sadarkan diri.
Li Ouyang yang datang menghampiri Li Fan pun menjadi sangat marah saat melihat Li Fan yang terbaring dalam kondisi yang buruk.
“Kau! Dasar manusia tida berguna! Beraninya kau membuat adikku seperti ini!” ucap Li Ouyang dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang memerah karena menahan amarah.
Li Ouyang yang tidak terima dengan semua yang dilakukan Li Yuchen pun memutuskan untuk membalaskan perbuatan Li Yuchen dan membuat Li Yuchen lebih menderita daripada yang dialami oleh Li Fan.
“Kau mungkin bisa mengalahkan Li Fan tapi kau belum tentu bisa mengalahkanku!” ucap Li Ouyang dengan tatapan mata yang merendahkan dengan ekspresi wajah yang penuh dengan kebencian.
Li Yuchen yang mendengar nada provokasi dari mulut Li Ouyang pun tersenyum dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Wasit! Lanjutkan pertandingannya!” ucap Li Ouyang dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas kepada wasit yang berdiri di ujung arena dengan ekspresi wajah yang kebingungan.
“Ba-baiklah, Tu-Tuan Muda!” ucap wasit dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang gugup dengan tatapan mata yang kebingungan.
“Pertandingan antara Li Fan dan Li Yuchen dimenangkan oleh Li Yuchen!” ucap Wasit dengan suara yang sangat keras hingga membuat semua penonton yang awalnya diam pun berubah menjadi sangat bersemangat.
“Pertandinngan selanjutnya akan menentukan Kemenangan di Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li, yaitu pertandingan antara Li Yuchen melawan Li Ouyang!” ucap Wasit dengan suara yang sangat keras sambil merentangkan tangannya memberikan penjelasan tentang orang yang akan bertanding nantinya.
“Pertandingan selanjutnya! Dimulai!” teriak Wasit dengan sangat keras dengan penuh semangat sehingga membangkitkan semangat para penonton untuk menonton pertunjukan.
Di sisi lain, Li Zui yang melihat pertandingan antara Li Fan dan Li Yuchen dari atas merasa sangat tidak puas sehingga memanggil orang kepercayaannya dan memberikannya perintah khusus.
“Jangan biarkan anak tidak berguna itu menang! Lakukan berbagai cara untuk membuatnya kalah!” perintah Li Zui dengan suara yang kecil kepada seorang pria yang ada di sampingnya.
Ketua Xingchen yang melihat ada sikap yang aneh pada Li Zui pun mulai waspada dan memberikan perintah khusus kepada Master Shen yang datang ikut bersamanya.
“Awasi pria yang baru saja menemui Kepala Keluarga Li! Jangan biarkan ada masalah yang terjadi selama pertandingan!” ucap Ketua Xingchen dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.
Master Shen yang mendapatkan perintah pun langsung menghilang dalam kegelapan dan mengikuti orang yang dimaksud secara diam-diam.
Li Ouyang yang tidak ingin mengalami hal yang sama seperti Li Fan pun menolak untuk meremehkan Li Yuchen karena Li ouyang sudah mengetahui bahwa Li Yuchen bukanlah seorang pencundang lagi.
__ADS_1
Li Ouyang yang memiliki niat yang tidak ingin kalah pun menunjukkan tingkat Kultivasinya yang sebenarnya berada di Level Langit tingkat Enam.
Semua orang yang mengetahui tingkat kultivasi Li Ouyang pun menjadi sangat terkejut dan membuat semuanya menjadi sangat optimis untuk kemenangan Li Ouyang bahkan ada yang berniat ingin menjadikan Li Ouyang sebagai suami masa depannya.
“Tuan Muda Li Ouyang sangat hebat!”
“Benar sekali! Tidak disangka ternyata Tuan Muda Li Ouyang telah berada di tingkat Enam Level Langit!”
“Hanya Seorang Jenius sejati yang bisa seperti Tuan Muda Li Ouyang!”
“Tuan Muda! Menikahlah denganku! Aku siap melahirkan anakmu!”
Tidak hanya semua penonton bahkan Kepala Keluarga Wei dan Kepala Keluarga Chen yang ingin memiliki hubungan yang baik dengan Keluarga Li pun langsung mengucapkan selamat kepada Li Zui.
“Selamat kepada Kepala Keluarga Li yang memiliki anak yang sangat jenius!”
“Keluarga Li di masa depan pasti akan bersinar dengan Tuan Muda Li Ouyang sebagai Pewarisnya!”
Mo Tianlang yang merupakan Kepala Keluarga Mo yang sekarang menyadari jika Li Yuchen tidak akan memiliki kesempatan untuk menang meskipun telah berhasil berkultivasi pun memutuskan untuk menjilat Kepala Keluarga Li meskipun dirinya tau kondisi Mo Yunhe yang sebenarnya.
Li Zui yang mendengar pujian dari orang-orang pun merasa sangat senang dan menunjukkan rasa terima kasihnya dengan menangkupkan kedua tangannya dihadapan ketiga Kepala Keluarga Besar di Kota Kunlun.
Li Yuchen yang melihat Li Ouyang memamerkan tingkat kultivasinya di hadapan semua orang hanya tersenyum dengan ekspresi wajah yang sinis dan tatapan yang tajam yang tanpa sadar membuat Li Ouyang menjadi waspada.
“Ada apa? Kenapa dia tidak merasa takut sama sekali? Apakah Li Yuchen menyembunyikan sesuatu?” tanya Li Ouyang dalam hati sambil memasang kuda-kuda untuk menyerang.
Li Ouyang yang telah siap pun melompat ke atas dan mengumpulkan Energi di atas tangan kanannya hingga berbentuk bulat lalu menembakkannya ke arah Li Yuchen.
“Terima seranganku ini!” teriak Li Ouyang dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
Li Yuchen yang menekan kekuatannya berada di tingkat Empat Level Langit pun sedikit kesulitan menghadapi serangan Li Ouyang sehingga membuat tangan Li Yuchen menjadi kebas.
Li Yuchen yang kesulitan pun memutuskan untuk melepaskan setengan kekuatannya yang tertekan oleh cincin yang dipakainya.
Li Yuchen yang mengaluarkan kekuatannya di hadapan semua orang hingga berada di Level Langit tingkat Enam sama dengan Li Ouyang pun membuat semua orang semakin bersemangat.
__ADS_1
Li Ouyang yang telah menyadari jika Li Yuchen menyembunyikan sesuatu pun tidak terkejut sama seperti yang lainnya bahkan tertawa dengan sangat keras.
“Sepertinya jika aku tidak memberikanmu tekanan yang cukup kuat. Kau tidak akan pernah menunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya!” ucap Li Ouyang dengan nada suara yang sinis dan ekspresi wajah yang merendahkan.
“Apakah kau pikir ini adalah Kekuatanku yang sebenarnya Li Ouyang?” tanya Li Yuchen dengan senyum misterius yang membuat Li Ouyang merasa waspada.
“Apa maksud ucapannya? Apa maksudnya jika tingkat kulivasinya yang sebenarnya melebihi Tingkat Kultivasiku?” tanya Li Ouyang dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang cemas.
Li Ouyang yang tidak ingin menduga-duga hal yang tidak pasti pun mencoba melupakan semua prasangka miliknya dan memutuskan untuk menyelesaikan pertandingan ini secepatnya.
“Aku tidak boleh kalah. Aku harus bisa menjadi Pewaris Kepala Keluarga Li!” ucap Li Ouyang dalam hati dengan tekad yang kuat.
Li Ouyang yang tidak ingin menyerahkan posisi yang telah ada di depan matanya kepada Li Yuchen pun mengeluarkan semua kekuatannya untuk melawan Li Yuchen.
“Cahaya Langit Ilahi!” teriak Li Ouyang dengan sangat keras dengan cahaya yang sangat terang seperti matahari berada di belakang Li Ouyang saat dirinya melompat ke atas dengan satu tangan mengarahkan tinju ke arah Li Yuchen.
Li Yuchen yang awalnya merasa sangat silau dengan cahaya yang dikeluarkan oleh Li Ouyang pun menghalangi cahaya tersebut dengan menyilangkan kedua tangannya di depan matanya.
Li Ouyang yang awalnya hanya menggunkana Jurus pengalihan pun mengeluarkan Jurus yang sebenarnya saat melihat adanya kesempatan.
“Jurus Penaklus Setan!” ucap Li Ouyang dengan sangat keras yang dalam waktu singkat membuat tubuh Li Ouyang terbelah menjadi dua bagian dan menyerang Li Yuchen secara bersamaan.
Li Yuchen yang menyadari serangan Li Ouyang pun menahan kedua serangan itu dengan kedua tangannya yang kiri dan kanan dan mencoba menangkap tubuh tubuh Li Ouyang yang telah terbelah dua.
Namun Li Ouyang yang telah bersiap dengan keadaan pun langsung melompat mundur dan menyatukan kembali tubuhnya dan memasang posisi bertahan.
Li Ouyang yang telah mengeluarkan tiga jurus selama pertandingan pun mulai merasa jika Energinya telah berkurang dengan sangat drastis dan Li Yuchen yang melihat itu pun tersenyum senang.
“Aku telah membiarkanmu menyerangku tapi sayangnya tak satu pun yang berhasil jadi sekarang giliranku!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang jahat.
Li Yuchen yang perlahan tapi pasti menunjukkan kekuatannya di hadapan semua orang pun mengeluarkan salah satu kartu andalannya yang membuat semua orang melihatnya menjadi sangat terkejut bahkan Tetua Paviliun Huanfu ikut terkejut dan tercengang dibuatnya.
#Bersambung#
Apakah ada yang bisa menebaknya? Apa yang dikeluarkan Li Yuchen? Jika tau jawabannya tebak di kolom komentar ya...
__ADS_1