Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 232. Pesimis


__ADS_3

Wei Lan yang telah sampai di depan pintu Menara Formasi Shinzu pun masuk ke dalam dan langsung menarik perhatian semua orang dengan kecantikannya.


“Lihat itu! Bukankah itu Nona Wei!”


“Benar! Nona Wei sangatlah cantik! Dia seperti Seorang Dewi yang turun dari Surga!”


Wei Lan yang telah terbiasa dengan pujian semua orang tetap tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia dan saat Seorang Pelayan datang menghampirinya dengan sangat sopan. Wei Lan yang memiliki kesan sebagai wanita baik pun menyambut pelayan tersebut dengan senyum yang ramah.


“Selamat datang di Menara Formasi Shinzu, Nona Wei. Apakah ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan tersebut dengan nada suara yang sopan dan kepala yang tertunduk ke bawah.


“Agh! Aku ingin bertemu dengan Tetua Li. Aku punya sesuatu yang ingin aku katakan padanya. Hmmm, apakah aku bisa bertemu dengannya?” tanya Wei Lan dengan nada suara yang lembut dan wajah yang memerah serta sikap yang malu-malu.


Semua orang yang mendengarkan ucapan Wei Lan pun langsung berbisik membicarakan dirinya yang ternyata telah jantu cinta kepada Li Yuchen.


Wei Lan yang tidak keberatan dengan gosip tentang dirinya yang jatuh cinta kepada Li Yuchen tersebar ternyata diam-diam merasa sangat senang.


Sementara itu, Pelayan yang mendengar permintaan Wei Lan pun langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi putih seputih kertas.


“Kenapa kau diam saja? Apakah aku tidak boleh bertemu dengan Tetua Li? Apakah aku tidak pantas untuk menemuinya?” tanya Wei Lan dengan ekspresi wajah yang


“Bu-Bukan seperti itu Nona Wei!” ucap pelayan dengan ekspresi wajah yang kebingungan dan nada suara yang gagap.


“Lalu kenapa?” tanya Wei Lan dengan ekspresi kebingungan dengan wajah yang polos dengan nada suara yang lembut.


“Ka-karena Tetua Li tidak ada di Menara Formasi Shinzu saat ini!” ucap pelayan dengan nada yang gagap dan ekspresi wajah yang ketakutan.


Wei Lan yang tidak percaya dengan perkataan Pelayan yang ada di depannya pun mencoba membuat Pelayan yang membuatnya kesal pun menderita tapi tiba-tiba Master Su yang sudah mengawasi yang terjadi dari atas pun turun ke bawah.


“Apakah Nona Wei datang kemari sungguh ingin bertemu dengan Tetua Li atau ingin membuat Menara Formasi Shinzu menjadi musuh Keluarga Wei?” sindi Master Su dengan nada suara yang kasar dan sikap yang dingin.


Wei Lan yang tidak menyukai Master Su sejak awal karena berasal dari rakyat biasa meskipun telah menjadi Seorang Master Formasi mencoba menahan rasa tidak senangnya.


“Apa maksud perkataan Master Su? Lan’er sungguh ingin bertemu dengan Tetua Li. Lan’er sangat mengagumi Tetua Li dan ingin mengatakan beberapa kata!” ucap Wei Lan dengan wajah yang memerah dengan sikap yang malu-malu.

__ADS_1


Master Su yang melihat sikap Wei Lan tidak memiliki pandangan yang bagus sama sekali dan membuat Master Su menjadi pria yang sangat dingin.


“Jika seperti itu maka Nona Wei akan pulang dengan tangann kosong karena Tetua Li sedang tidak ada di Menara Formasi Shinzu!” ucap Master Su dengan ekspresi wajah yang cuek dan tatapan mata yang dingin.


Wei Lan yang tidak ingin menyerah dengan mudah pun mencoba membuat perlawanan tapi perkataan Master Su selanjutnya membuat Wei Lan menyerah.


“Nona Wei yang merupakan Putri Tertua dari Kediaman Bangsawan Wei tidak akan bersikap tidak sopan dengan memaksa masuk ke Menara Formasi dan mencari Tetua Li di dalam, bukan? Sementara Nona Wei bukanlah Seorang Master Formasi!” ucap Master Su dengan tatapan mata membunuh dengan ekspresi wajah yang dingin.


“Tentu saja tidak Master Su. Jika seperti itu saya pamit pulang terlebih dahulu.” Ucap Wei Lan dengan senyum yang kaku dan ekspresi wajah yang canggung.


Wei Lan yang hanya bisa kembali dengan tangan kosong pun hanya bisa menahan perasaan kesal dan amarahnya sendiri dengan ekspresi berpura-pura tersenyum dan bahagia.


Beberapa hari berlalu, Li Yuchen yang telah berhasil mempersiapkan dirinya pun keluar dari Pelatihan tertutupnya dan siap menghadapi Petandingan Generasi Muda Keluarga Li.


Seo Xiqin yang terus sabar menunggu Li Yuchen selesai berlatih merasakan jika fondasi Li Yuchen semakin kuat. Tak hanya itu bahkan nafas dan juga aura yang keluar dari dalam tubuh Li Yuchen pun semakin berat.


“Chen gege!” panggil Seo Xiqin dengan senyum yang ceria dan ekspresi yang bahagia dengan nada suara yang lembut.


“Chen’er akhirnya pelatihan tertutupmu telah berakhir!” ucap Li Chuan dengan nada suara yang lega dengan ekspresi wajah yang senang.


“Ibu tidak mengetahui apapun tentang Kultivasi tapi melihatmu sepertinya kau telah berhasil dalam Pelatihan Tertutupmu!” ucap Mo Yunhe dengan ekspresi bahagia dan senyum yang lebar.


“Terima kasih. Ini semua karena doa dari Ayah dan Ibu dan juga karena Qier yang terus mendukungku dan selalu menungguku!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut sambil menatap mata Seo Xiqin dengan penuh cinta.


Mo Yunhe yang memiliki perasaan tidak senang pada sikap Seo Xiqin yang pernah menentang perkataannya itu pun menatap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang tajam.


“Apa maksud perkataannya? Wanita itu hanya datang kesini lebih sering dan tentu saja dia harus melakukannya karena itu adalah tugas seorang Istri tapi anak ini apakah dia tidak bisa mengucapkan kata-kata terima kasih kepada Ibunya yang telah memberikannya benda yang sangat berharga!” ucap Mo Yunhe dengan nada suara yang rendah tapi dapat didengar oleh Li Yuchen dengan jelas.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Mo Yunhe pun hanya tersenyum sinis dengan sedikit kilatan niat membunuh sekilas.


Li Chuan yang tidak mengetahui ada konflik di antara Istri dan Anaknya itu pun menatap Li Yuchen dengan wajah yang berbeda.


“Chen’er! Sekarang Ayah telah sembuh dan juga telah perlahan mengembalikan kekuatan. Lalu kau juga sekarang sudah bisa berkultivasi dan memiliki dukungan Master Formasi yang misterius itu...” ucap Li Chuan dengan kata-kata yang berputar-putar dan ekspresi wajah bingung.

__ADS_1


“Apa yang ingin Ayah katakan?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


“Ayah hanya ingin bertanya apa rencanamu selanjutnya? Apakah kau ingin kita tetap hidup seperti ini?” tanya Li Chuan dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang menunjukkan niat dan ambisi yang besar.


Mo Yunhe yang terbiasa hidup dengan sendok emas merasa sangat kesulitan saat situasi berbalik dan menjadi buruk pun menatap Li Yuchen dengan tatapan mata yang penuh harap.


“Chen’er! Ibu harap kau dapat membuat keputusan yang bijak untuk masa depan kita!” ucap Mo Yunhe dengan nada suara yang lembut dan ekspresi wajah yang penuh harap.


Li Yuchen yang berdiri diam mendengarkan semua yang dikatakan Orangtuanya karena tubuh yang telah berubah menjadi miliknya pun tersenyum jahat.


“Aku telah membuat keputusan semenjak aku menginjakkan kaki di Kota Kunlun jadi Ayah dan Ibu tidak perlu khawatir!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang menyejukkan yang membuat Mo Yunhe dan Li Chuan tidak bisa menebak yang ada di pikiran Li Yuchen saat ini.


Li Yuchen yang tidak tertarik dengan posisi Kepala Keluarga Li tapi memiliki sebuah janji yang tidak bisa diabaikannya telah membuat keputusan yang sangat besar.


“Aku akan mengikuti Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li dan menjadi Pewaris selanjutnya untuk menjadi Kepala Keluarga Li lalu membongkar semua kebusukan Paman!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.


Li Chuan yang tau jika Li Yuchen telah mengalami banyak perubahan tapi mempercayai Li Yuchen akan berhasil membuat Li Chuan memasang wajah yang merendahkan.


Li Yuchen yang tidak senang bicara pun melepaskan cincin yang menekan kekuatannya yang sesungguhnya dan membuat kedua orangtuanya dan Bibi Yi yang termenung karena terkejut.


Li Chuan yang senang dengan kenyataan bahwa tingkat Kultivasi Li Yuchen sangatlah tinggi melebihi orang biasa yang telah berlatih sejak kecil tapi tidak bisa membuang ekspresi cemasnya.


“Ayah senang karena kau telah sampai sejauh ini tapi sepertinya jalanmu untuk mendapatkan keadilan tidak akan bisa berjalan dengan mulus!” ucap Li Chuan dengan nada suara dan sikap yang pesimis.


“Yang dikatakan Ayahmu itu benar. Kau mungkin bisa mengalahkan Sepupumu yang lain saat Pertandingan itu tapi melawan Pamanmu untuk mendapatkan keadilan sangatlah tidak mungkin!” ucap Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menggelengkan kepalanya pelan.


Li Yuchen yang mendengar perkataan dan pendapat Li Chuan dan Mo Yunhe tentang rencananya pun membuatnya memandang keduanya dengan pandangan berbeda.


“Hah! Pasangan Tua Bangka ini kenapa menyebalkan sekali!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil tersenyum dan mengepalkan tangannya dengan sangat erat.


#Bersambung#


BAB selanjutnya tentang Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li dan juga cara Li Yuchen mengadili Li Zui dan yang lainnya jadi jangan lewatkan ya...

__ADS_1


__ADS_2