Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 104. Mata-Mata Hun Yin


__ADS_3

Pelayan muda yang datang ke Halaman Seo Xiqin karena mendapatkan perintah dari Hun Yin yang ingin mematai-matai pergerakan Seo Xiqin.


"Nyonya!" panggil Pelayan dengan terburu-buru dengan nafas yang tidak beraturan dengan keringat yang mengalir sangat banyak saat masuk ke dalam kamar Hun Yin lalu duduk dalam posisi berlutut.


"Ada apa? Kenapa kau kembali sangat cepat? Apa kau tidak mendengarkan perintah dariku?” tanya Hun Yin dengan ekspresi wajah yang kesal dengan nada suara yang sinis sambil menatap tajam ke arah Pelayan yang sedang belutut di depannya.


“Ti-tidak! Saya telah melakukan tugas yang Nyonya berikan. Saya datang kemari karena mendapatkan informasi terbaru untuk Nyonya.” Ucap Pelayan itu dengan terburu-buru takut akan mendapatkan hukuman dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Informasi apa yang kau katakan? Cepat katakan! Jika informasi yang kau berikan tidak berguna, aku akan menjualmu ke Rumah Bordir!” ancam Hun Yin dengan nada suara yang tinggi dan ekspresi wajah yang serius.


“Ja-jangan Nyonya. Saya mohon ampuni kelancangan saya, Nyonya. Saya dapat menjamin jika informasi yang saya dapatkan adalah informasi yang sangat penting.” Ucap Pelayan itu dengan nada bicara yang gugup dan ekspresi wajah yang ketakutan sambil bersujud di lantai memohon ampun kepada Hun Yin.


“Baiklah. Jangan membuang waktuku yang berharga dan cepat katakan informasi apa yang kau dapatkan?” tanya Hun Yin dengan ekspresi wajah yang penasaran sambil menatap Pelayan tersebut dengan sangat teliti.


“Saya melihat Nona Xiqin menerima Hadiah Pernikahan dari Tuan Muda Li dalam jumlah yang sangat banyak. Tidak hanya itu, semua Hadiah Pernikahan itu memiliki kualitas yang sangat tinggi.” Ucap Pelayan dengan kepala terangkat dengan ekspresi wajah yang serius.


“Apa kau bilang? Hadiah Pernikahan yang sangat banyak dan berkualitas tinggi. Kau jangan membohongiku. Bagaimana mungkin anak dari Mantan Kepala Keluarga memiliki harta yang begitu banyak?” ejek Hun Yin dengan nada bicara dan ekspresi wajah yang tidak percaya.


“Saya berkata jujur, Nyonya. Saya tidak akan berani berbohong dengan membahayakan nyawa saya yang kecil ini. Saya mohon Nyonya percayalah.” Ucap Pelayan dengan ekspresi wajah yang cemas dan takut di saat bersamaan sambil belutut di bawah kaki Hun Yin.


Hun Yin yang masih tidak percaya dengan perkataan Pelayan yang sedang berlutut di depannya itu pun tidak menyangka kedatangan tamu yang sangat familiar.


“Ada apa ini?” tanya Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang bingung sambil berjalan masuk ke dalam kamar Hun Yin dengan gaya berjalan yang anggun seperti Putri.


“Menjawab Nona, Pelayan ini memberi informasi bahwa Nona Xiqin baru saja mendapatkan Hadiah Pernikahan dari Tuan Muda Li dalam jumlah yang sangat banyak dengan kualitas yang sangat baik bahkan bisa dibilang terbaik.” Ucap salah seorang Pelayan Senior yang ada di samping Hun Yin.


“Hadiah Pernikahan? Tidak mungkin! Aku baru pergi dari sana sekitar satu jam yang lalu untuk menghinanya karena tidak mendapatkan Hadiah Pernikahan apapun. Bagaimana mungkin dalam waktu yang singkat itu dia bisa mendapatkan Hadiah Pernikahan seperti yang kau katakan. Pelayan ini pasti berbohong!” ucap Seo Wan’er yang tidak percaya dengan ekspresi wajah merendahkan dan tatapan mata yang tajam seperti ingin membunuh mangsanya.

__ADS_1


“Tidak Nona. Saya bersumpah demi nama Dewa. Saya tidak berbohong. Saya benar-benar melihat Nona Xiqin mendapatkan Hadiah Pernikahan yang sangat banyak dari Tuan Muda Li. Jika Nyonya dan Nona tidak percaya, Nyonya dan Nona bisa melihatnya sendiri!” ucap Pelayan itu dengan berani sambil mengangkat tangan seperti mengucapkan sumpah.


Seo Wan’er yang mendengar perkataan Pelayan itu pun menjadi sangat marah dan menampar pipi Pelayan itu dengan sangat keras dan menendangnya hingga menabrak tembok lalu mengeluarkan darah.


“Dasar Pelayan Rendahan! Beraninya dia memerintahku dan Ibu! Dia fikir dia siapa! Seret Pelayan ini keluar dan pukul punggungnya 20 kali lalu jual dia ke Rumah Bordil!” teriak Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang marah dengan mata yang melotot tajam dengan nada suara yang sangat tinggi.


Pelayan wanita yang ada di dalam kamar Hun Yin pun langsung melakukan perintah Seo Wan’er karena khawatir akan menjadi sasaran selanjutnya jika melawan.


Hun Yin yang melihat Putri semata wayangnya menjadi sangat marah pun mencoba menenangkannya dan mencari solusi untuk masalah mereka.


“Tenangkan dirimu! Kau tidak boleh marah-marah. Ingat itu tidak baik untuk kesehatanmu!” ucap Hun Yin dengan ekspresi wajah yang tenang sambil tersenyum lembut dan membelai rambut Seo Wan’er dengan lembut.


“Aku tau tapi Pelayan Rendahan itu beraninya memerintahku! Jangan harap dirinya dapat hidup tenang setelah ini!” ucap Seo Wane’er dengan ekspresi wajah yang masih kesal.


“Ibu mengerti. Bagaimana jika kita kirim Pelayan lain untuk ke sana dan mencari tau kebenarannya? Apakah kau setuju?” tanya Hun Yin yang mencoba mengubah perasaan Seo Wan’er yang sudah terlajur memburuk.


“Kau cepat ke Halaman Anak J****g itu dan segera kembali jika telah menemukan jawabannya!” ucap Hun Yin dengan ekspresi wajah yang datar dan sorot mata yang tajam.


Pelayan itu pun bergegas keluar meninggalkan ruangan menuju ke Halaman Seo Xiqin dengan perlahan dan menyelinap mendekati ruangan tempat Seo Xiqin menyimpan Hadiah Pernikahannya.


Sementara itu Seo Xiqin yang ada di dalam kamarnya melihat satu per satu Hadiah Pernikahan yang diberikan Li Yuchen padanya.


“Wah, Nona! Coba lihat ini! Semua kain dan pakaian ini sangat lembut dan halus. Sepertinya Tuan Muda Li sengaja menyiapkan Barang-barang dengan kualitas yang terbaik!” ucap Sui’er dengan penuh semangat sambil menyentuh salah satu kain dan pakaian yang ada di dalam Peti.


“Apa yang kau lakukan? Turunkan kain dan pakaian itu! Semuanya milik Nona, Bagaimana jika ada yang rusak?” ucap Luo’er dengan nada yang sinis dan tatapan mata yang sarkastik.


“Kenapa kau yang marah? Nona saja tidak masalah aku menyentuhnya. Jika kau penasaran kenapa tidak menyentuhnya sendiri dan jangan melarangku!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang cuek dengan nada bicara yang sinis.

__ADS_1


“Kau ini...” ucap Luo’er yang kesal dengan nada suara yang tinggi dan berniat mengejar lalu memukul Sui’er yang langsung dihentikan Seo Xiqin.


“Jangan bertengkar! Kalian boleh menyentuh dan memegangnya karena aku ingin kalian membantuku untuk menyimpan barang-barang yang sangat berharga.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap Sui’er dan Luo’er.


“Jika analisis Sui’er benar maka Ibu Tiriku itu pasti telah mengirimkan mata-mata untuk mencari tau Hadiah Pernikahanku dan berniat untuk mengambil semuanya dan menjadikan itu miliknya dan Putrinya!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dan nada bicara yang datar.


“Jadi, apa yang ingin Nona, kami kerjakan?” tanya Luo’er yang berubah menjadi serius kembali dengan ekspresi wajah dan nada bicara yang datar.


“Aku ingin kita bertiga bekerjasama untuk mencatat Semua Hadiah Pernikahan yang diberikan Tuan Muda Li kepadaku secepatnya! Lalu aku akan menyimpan barang-barang yang sangat berharga itu ke dalam Cincin Pemberian Ibu agar tidak ada seorangpun yang bisa mengambilnya.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius.


Setelah mendengar instruksi dari Seo Xiqin, Luo’er dan Sui’er bergerak dengan ritme yang sama mencatat Hadiah Pernikahan pemberian Li Yuchen satu per satu.


“Nona, sepertinya Tuan Muda Li sangat berkonsentrasi dengan Pernikahan ini. Buktinya dia memberikan Nona Hadiah Pernikahan yang sangat banyak bahkan menyamai Hadiah Pernikahan Seorang Putri Kerajaan.” Ucap Luo’er yang jarang berkomentar saat membaca hasil dari catatan mereka.


Sui’er yang merupakan Seorang Kultivator dapat mendengar adanya seseorang yang datang dengan langkah kaki yang terdengar pelan.


“Nona, sepertinya ada yang datang!” ucap Sui’er yang mencoba memberikan Seo Xiqin Peringatan dengan ekspresi wajah yang serius.


“Siapa itu? Apakah dia seorang Kultivator?” tanya Luo’er dengan ekspresi wajah yang telah berubah waspada sambil memegang botol racun di tangannya.


“Bukan! Sepertinya hanya Seorang Pelayan yang datang untuk memata-matai!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap Seo Xiqin menunggu perintah selanjutnya.


“Berpura-puralah heboh dengan Hadiah Pernikahanku. Buat Pelayan itu memberikan informasi ini kepada Tuannya dan kita akan memberi pelajaran kepada orang yang berniat mengambil milik orang lain itu!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius.


#Bersambung#


Kira-kira apa yang akan dilakukan Hun Yin dan Seo Wan’er setelah mengetahui Hadiah Pernikahan Seo Xiqin? Dan apakah Seo Xiqin berhasil memberikan Hun Yin dan Seo Wan’er pelajaran? Lalu apakah Li Yuchen akan mengetahui masalah ini?

__ADS_1


__ADS_2