
Li Yuchen yang telah memiliki banyak uang pun pergi ke Toko pakaian yang terlihat sangat mewah. Li Yuchen yang tidak ingin diremehkan oleh Pelayan segera mengeluarkan sebuah jurus yang sangat ampuh menutup mulut orang yang memandang orang lain sebelah mata.
"Sepertinya tempat ini cukup bagus dan terkenal. Aku pasti akan menemukan beberapa pakaian yang layak di sini." gumam Li Yuchen sambil berdiri di depan pintu Sebuah Toko Pakaian.
"Maaf, Tuan toko kami..." ucap seorang pelayan yang terhenti saat Li Yuchen mengeluarkan uang satu tael emas dari dalam bajunya.
"Apakah aku bisa mendapatkan pakaian terbaik yang aku inginkan?" tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sombong dan nada bicara yang tinggi.
"Te-tentu saja bisa Tuan Muda. Silahkan ikuti saya." ucap pelayan muda itu dengan ramah sambil berusaha mengambil tael emas yang ada di tangan Li Yuchen yang langsung disimpan kembali ke dalam pakaiannya.
"Pelayan rendahan sepertimu tidak pantas mendapatkan tips yang besar!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
Pelayan yang tidak berhasil mendapatkan uang dari Li Yuchen hanya bisa menggertakkan giginya karena kesal dan berpura-pura tersenyum di hadapan Li Yuchen.
Li Yuchen yang telah berada di sebuah ruangan di lantai dua dengan hanya didatangi beberapa orang yang memiliki status yang tinggi.
Semua yang melihat kedatangan Li Yuchen merasa sangat tidak senang dan bahkan mengajukan protes kepada Pemilik Toko.
"Apakah Toko ini telah menjadi sangat rendah sekarang? Bahkan seorang pengemis jalanan dapat datang kemari dengan mudahnya." ucap seorang Pria Muda yang berpakaian seperti seorang Tuan Muda Keluarga Bangsawan.
"I-ini... Tuan Muda Wu..." ucap pelayan yang membawa Li Yuchen naik dengan ekspresi wajah yang bingung hingga tidak dapat mengeluarkan sepatah katapun.
"Aku tidak mau mendengar perkataan pelayan rendah sepertimu. Cepat panggil bosmu kemari." teriak Wu Gui yang merupakan Putra kedua dari Keluarga Wu yang ada di Kota Jinlin.
Di sisi lain, seorang pria yang terlihat mirip dengan Wu Gui sedang duduk bersantai melihat pakaian yang ditunjukkan pelayan padanya.
"Tuan Muda Wu Peng, sepertinya Tuan Muda kedua membuat masalah lagi." ucap seorang pria muda berpakaian hitam seperti seorang penjaga pribadi.
"Abaikan saja sampah itu. Orang yang terlahir dari seorang Selir akan selalu seperti itu." ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah tidak perduli.
"Tapi tetap awasi orang yang sedang berhadapan dengan Wu Gui. Firasatku mengatakan orang ini bukanlah orang sembarangan." ucap Wu Peng dengan senyum yang misterius dan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
Li Yuchen yang tidak perduli dengan perkataan orang-orang yang ada di sekitarnya memilih mengabaikannya dan terus memilih pakaian yang disukainya.
"Aku ingin yang ini, yang ini dan yang ini." ucap Li Yuchen sambil menunjuk ke beberapa pakaian yang menurutnya cukup bagus.
"Baik, tunggu sebentar Tuan." ucap pelayan yang melayani Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang gembira karena akan mendapatkan bonus yang banyak jika benar-benar berhasil menjual tiga set pakaian itu.
"Hei, pelayan rendahan! Apa kau mengabaikan Tuan Muda ini? Dimana bos kalian? Aku sudah meminta kalian memanggilnya. Lagipula kau menuruti perkataan pengemis ini, apa kau tidak takut jika pengemis ini tidak dapat membayar semuanya?" tanya Wu Gui dengan ekspresi wajah yang marah dan nada bicara yang terus menghina dan merendahkan Li Yuchen.
Wu Peng yang melihat Li Yuchen yang masih mengabaikan Wu Gui dengan tatapan seperti melihat semut membuat Wu Peng bertindak.
"Yuo, Tutup mulut sampah tidak berguna di Keluarga Wu itu sebelum dia membuat masalah yang lebih besar. Firasatku benar-benar tidak baik sekarang." ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang datar tapi tetap terdengar kahwatir.
"Baik, Tuan Muda." ucap Yuo dengan patuh sambil berjalan menuju ke arah Wu Gui berada.
Li Yuchen yang ternyata melihat pakaian yang menurutnya bagus pun memutuskan untuk mengganti pakaiannya.
"Aku juga akan membeli yang ini. Kau hitung semuanya, aku ingin memakai yang ini sekarang." ucap Li Yuchen sambil berjalan menuju ruang ganti dan memakainya.
"Tuan muda, harap berhenti mencari masalah." ucap Yuo dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.
"Kau itu adalah anjing kakakku. Jangan lancang di hadapan Tuan Muda ini. Menyingkirlah!" teriak Wu Gui denga wajah yang marah dan nada merendahkan sambil menendang Yuo dengan keras di bagian dada hingga terjatuh.
Li Yuchen yang telah mengganti pakaiannya telah berubah menjadi seperti seorang Tuan Muda dari Keluarga Bangsawan terutama dengan wajah dan caranya bersikap membuat semua orang berfikir sama.
"Apakah dia orang yang berpakaian sobek dan tidak layak tadi?"
"Kenapa auranya berbeda sekali? Apakah ini orang yang lain?"
"Apakah dia sebenarnya seorang Tuan Muda dari Keluarga Bangsawan yang menyembunyikan identitasya?"
Wu Gui yang melihat perubahan Li Yuchen menjadi marah terutama saat mendengar orang-orang yang ada di ruangan itu memuji penampilan Li Yuchen.
__ADS_1
"Diam! Apa kalian tidak bisa lihat jika orang ini hanya seorang penipu? Dia memakai pakaian yang lusuh saat kemari dan meskipun pakaiannya telah berubah, dia tetap seorang pengemis. Aku ingin tau bagaimana pengemis ini membayar semua pakaiannya?" tanya Wu Gui dengan ekspresi wajah yang sangat kesal dengan kata-kata yang terdengar lebih kasar dari sebelumnya.
Li Yuchen yang sangat malas berhubungan dengan anak manja dari Keluarga Bangsawan rendahan pun terus mengabaikan Wu Gui dan pergi tanpa berkata apapun.
"Ini uangnya, kau bisa ambil sisanya!" ucap Li Yuchen sambil menyerahan sekantong uang koin perak dari dalam pakaiannya dengan wajah tanpa ekspresi.
"Terima kasih banyak, Tuan Muda. Selamat jalan." ucap pelayan itu dengan ekspresi wajah yang bahagia setelah melihat jumlah uang yang ada di tangannya.
"Hei, kau pengemis!" teriak.Wu Gui dengan nada yang tinggi.
"Tuan Muda harap kendalikan dirimu." ucap Yuo dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir terlebih setelah merasakan pancaran aura dari dalam tubuh Li Yuchen.
"Diam kau anjing! Pergi dari sini!" teriak Wu Gui yang marah sambil mengeluarkan sebuah jurus menghajar Yuo dengan tenaga penuh.
"Hei, Pengemis! Mau kemana kau? Apa kau tuli sehingga tidak bisa mendengar apa yang aku katakan?" teriak Wu Gui dengan wajah yang marah setelah menghajar Yuo dengan semua tenaga miliknya.
Li Yuchen yang tidak bisa membiarkan perbuatan semena-mena yang dilakukan Wu Gui pun akhirnya mulai bergerak.
"Aku tidak suka menunjukkan identitasku dan menggunakan identitas yang dimiliki untuk menindas yang lain. Kau sepertinya tidak akan berhenti jika tidak mendapatkan pelajaran." ucap Li Yuchen yang segera menghadap ke belakang dan menatap tajam ke arah Wu Gui yang masih berdiri dengan angkuh.
"Kau ingin melakukan sesuatu padaku. Pengemis sepertimu tidak akan bisa menyentuh seujung jariku!" teriak Wu Gui sambil tertawa dengan keras denga nada menghina.
"Pengemis! Pengemis! Pengemis! Kau terus mengulang kata itu, apa kau benar yakin aku seorang pengemis?" tanya Li Yuchen dengan nada menyindir dan memberikan tatapan menghina ke arah Wu Gui.
"Tentu saja aku yakin. Orang yang datang kemari dengan memakai pakaian robek dan lusuh seperti itu jika bukan pengemis lalu apa?" tanya Wu Gui dengan ekspresi wajah penuh keyakinan dan percaya diri.
"Hah!" ucap Li Yuchen sambil menghela nafas panjang lalu menggelengkan kepalanya berulang kali.
"Sebaiknya aku apakan lalat satu ini? Menyebalkan sekali melihatnya terus terbang mengganggu!" gumam Li Yuchen dengan tawa misterius.
#Bersambung#
__ADS_1