Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 143. Permintaan Pertama Qier


__ADS_3

Seo Xiqin yang menyetujui permintaan Li Yuchen pun akhirnya duduk di atas meja dengan wajah yang memerah sambil menunggu Li Yuchen berganti pakaian.


“Nyonya, ini tehnya.” Ucap Bibi Yi dengan nada suara yang lembut dan penuh perhatian dengan tatapan mata yang penuh dengan perasaan senang dan bahagia.


“Terima kasih, Bibi Yi.” Ucap Seo Xiqin yang langsung mengambil tehnya dan meminumnya dengan perlahan sambil berusaha menenangkan jantungnya yang masih terus berdetak dengan sangat kencang.


Bibi Yi yang melihat makanan yang dibawanya sudah dingin pun memerintahkan dua pelayan yang datang bersamanya sebelumnya untuk membawa makanan itu pergi dan menggantinya dengann kue kering dan buah segar.


“Cepat singkirkan makanan yang sudah dingin ini dan bawakan kue kering serta buah segar kemari.” Perintah Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap tajam kedua pelayan yang sedang berdiri mencuri pandang seolah mencari seseorang.


Seo Xiqin yang lebih fokus pada jantungnya yang tidak mau berkompromi tidak bisa fokus dengan yang terjadi di sekitarnya.


Li Yuchen yang telah mengganti pakaiannya menjadi lebih formal terlihat semakin tampan dann gagah di mata Seo Xiqin dan kedua pelayan yang berdiri di ujung dengan tatapan mata yang mendambakan orang yang terkasih.


“Tinggalkan aku berdua bersama Istriku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


Bibi Yi yang mendengar perintah dari Li Yuchen langsung menundukkan kepala sebagai tanda mengerti dan berbalik arah melihat kedua pelayan yang berdiri termenung untuk ikut bersamanya.


“Ehem! Ikut aku keluar sekarang!” ucap Bibi Yi dengan sangat keras hingga membuat Seo Xiqin yang tidak fokus pun menoleh ke arah Bibi Yi dan dua pelayan yang pergi mengikutinya.


“Baik, Kepala Pelayan!” ucap kedua Pelayan secara bersamaan dengan kepala tertuduk dengan ekspresi wajah yang sedih karena tidak dapat melihat wajah Li Yuchen lebih lama.


Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin yang terus mengikuti kepergian Bibi Yi dan kedua pelayan pun menjadi bingung.


“Ada apa? Kenapa Qier terus melihat ke arah sana?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang penasaran.

__ADS_1


“Agh, tidak! Aku hanya seperti merasa ada tatapan mata cemburu yang ditunjukkan kepadaku dari dua orang pelayan yang datang bersama Bibi Yi!” ucap Seo Xiqin secara spontan yang lalu melihat ke arah Li Yuchen yang juga terdiam berpikir.


“Hmmm, maaf membuat Chen gege jadi ikut kepikiran. Ini bukan hal penting, sepertinya ini hanya perasaanku saja jadi jangan terlalu dipikirkan.” Ucap Seo Xiqin yang buru-buru mengganti topik dengan ekspresi wajah yang kikuk.


“Aku mengerti tapi untuk keselamatan Qier sebaiknya jangan pernah jauh dari kedua pelayan pribadimu, Sui’er dan Luo’er. Aku tidak ingin hal buruk terjadi padamu saat aku tidak ada di sampingmu.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut sambil menepuk-nepuk kepala Seo Xiqin dengan hati-hati.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi sangat bingung dan merasa jika Li Yuchen akan pergi jauh.


“Kenapa Chen gege berkata seperti itu? A-apakah Chen gege mau pergi jauh?” tanya Seo Xiqin dengan hati-hati sambil menatap mata Li Yuchen dengan seksama.


“Aku akan ikut Ekspedisi Makam Kuno yang akan terbuka beberapa hari lagi.” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar sambil menatap mata Seo Xiqin yang langsung membuang wajah ke arah lain.


“Hah! Chen gege harus ikut sebagai Tetua Kehormatan Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu. Meskipun Chen gege tidak mau, Chen gege tetap harus pergi.” Ucap Li Yuchen yang mencoba menjelaskan semuanya kepada Seo Xiqin agar mengerti dan memaklumi.


“Berapa lama Chen gege akan pergi?” tanya Seo Xiqin dengan hati-hati sambil meletakkan tangan di dadanya dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir sambil menatap wajah Li Yuchen.


“Chen gege tidak akan lama. Chen gege akan segera kembali. Chen gege juga harus mendapatkan Jamur Es Salju untuk menekan Penyakit Qier agar tidak menjalar ke seluruh tubuh Qier hingga akhirnya Chen gege menemukan cara untuk benar-benar menyembuhkan Qier.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil tersenyum dengan sangat lembut dan tatapan mata yang penuh kasih.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun merasa jika dirinya sangat tidak berguna sebagai Istri hingga membuat Li Yuchen yang melihat perubahan wajah Seo Xiqin pun langsung menariknya ke dalam pelukannya.


“Chen gege pergi ke tempat berbahaya itu demi mendapatkan obat untuk menekan penyakitku sementara aku hanya duduk diam dan tidak melakukan apa-apa.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih.


“Aku tidak ingin menjadi beban bagi Chen gege lagi. Aku ingin membantu Chen gege. Aku menjadi Istri yang dapat berdiri di samping suaminya dalam keadaan apapun.” Ucap Seo Xiqin dalam hati yang telah berada di dalam pelukan Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang telah membuat keputusan pun memejamkan mata sesaat lalu mendorong Li Yuchen dan melepaskan diri hingga mengatakan sesuatu yang membuat Li Yuchen terkejut.

__ADS_1


“Qier juga ingin ikut bersama Chen gege! Qier... Qier juga ingin pergi kemanapun Chen gege pergi!” ucap Seo Xiqin yang tiba-tiba dengan nada suara yang tinggi dan sorot mata yang tajam seolah telah membuat keputusan.


“Tapi... Qier tau jika Qier ikut... Qier hanya akan menjadi beban Chen gege dan tidak akan bisa memberikan bantuan pada Chen gege!” ucap Seo Xiqin yang langsung berubah memasang wajah sedih dan tatapan mata yang pilu.


“Qi-Qie...” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar dengan ekspresi wajah yang bingung karena tidak tau cara merespon perkataan Seo Xiqin.


“Chen gege jangan melihat Qier seperti itu. Qier menjadi semakin tidak berdaya.” Ucap Seo Xiqin yang memesang wajah sedih dan langsung membuang wajah ke arah lain.


“Ti-tidak! Chen gege tidak bermaksud seperti itu. Chen gege Cuma...” ucap Li Yuchen dengan buru-buru karena tidak ingin Seo Xiqin menjadi salah paham yang langsung diam setelah Seo Xiqin meletakkan satu jarinya di bibir Li Yuchen.


“Qier mengerti Chen gege tidak bermaksud jahat karena itulah Chen gege. Qier mohon ajari Qier untuk menjadi Kultivator seperti Chen gege.” Ucap Seo Xiqin dengan mata yang berbinar dengan ekspresi wajah yang telah membuat keputusan sambil menggenggam tangan Li Yuchen dengan sangat erat.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun menjadi terkejut dan menghembuskan nafas panjang lalu melepaskan genggaman tangan Seo Xiqin dengan lembut.


“Hah! Apakah Qier telah memikirkannya dengan sungguh-sungguh karena jika Qier telah menjadi Seorang Kultivator kehidupan yang damai seperti ini tidak akan bisa Qier dapatkan lagi?” tanya Li Yuchen yang langsung berdiri di depan jendela sambil berbalik menatap Seo Xiqin yang juga menatap dirinya.


“Kehidupan damai apa yang Chen gege katakan? Kehidupan diinjak-injak oleh orang lain karena dirimu lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk melawan?” jawab Seo Xiqin dalam hati yang langsung menundukkan kepala dengan mata terpejam sambil mengingat setiap kejadian terburuk di kehidupan masa lalunya.


“Tidak! Aku tidak ingin menjadi lemah lagi. Aku juga ingin bisa melindungi diriku sendiri dan orang-orangku!” ucap Seo Xiqin lagi dalam hati sambil membayangkan senyum Sui’er dan Luo’er serta membayangkan dirinya yang berdiri tegap di samping Li Yuchen.


“Tentu saja. Qier telah membuat keputas dan Qier ingin menjadi kultivator agar bisa berdiri bersama Chen gege serta melindungi yang Qier sayangi.” Ucap Seo Xiqin sambil menggenggam erat tangannya di dada dengan kepala tertunduk dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.


“Karena itu, Chen gege! Mohon bantu, Qier!” ucap Seo Xiqin dengan kepala terangkat sambil berdiri berhadapan dengan Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam.


#Bersambung#

__ADS_1


Apa yang akan dikatakan Li Yuchen selanjutnya? Apakah Li Yuchen akan menyetujui permintaan Seo Xiqin? Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2