
Li Yuchen yang datang bersama Seo Xiqin menuju Perjamuan pun mendapatkan perhatian dari semua orang yang datang.
Mo Yunhe yang melihat Seo Xiqin berdiri di samping Li Yuchen membuat kepalanya tiba-tiba terasa sakit.
Mo Yunhe yang tidak tenang pun berjalan ke depan dan mengajak Li Yuchen ke depan bersamanya menemui Li Chuan.
“Chen’er! Akhirnya kau datang juga. Kemarilah. Kita akan segera membuka Perjamuan ini!” ucap Mo Yunhe dengan senyum yang lembut layaknya Seorang Ibu yang sangat mencintai Putranya.
Li Yuchen yang tidak tertarik dengan semua itu pun menatap Seo Xiqin yang ada di sampingnya lalu saat Seo Xiqin memberikan tanda agar dirinya mengikuti Mo Yunhe. Li Yuchen pun menurut.
Mo Yunhe yang berjalan bersama Li Yuchen tanpa henti memasang senyum yang sangat lebar dengan pakaian yang sangat mewah dan dengan sengaja mengabaikan Seo Xiqin.
Li Chuan yang melihat Li Yuchen pun memukul gelasnya dan menarik perhatian semua tamu yanng datang sambil memasang wajah yang bahagia.
“Aku secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah hadir ke Perjamuan ini dan Perjamuan ini diadakan untuk mempringati bahwa kebaikan akan selalu menang melawan kejahatan.” Ucap Li Chuan dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Lalu, saat Li Yuchen berdiri hadapan banyak orang menatap setiap orang yang menatapnya dengan ekspektasi yang tinggi dan juga Nona-Nona Muda yang sengaja datang lalu berdandan semaksimal mungkin untuk menarik perhatiannya membuat Li Yuchen merasa sangat tidak nyaman.
“Ini adalah hidup. Orang yang kuat akan selalu dihormati dan orang yang lemah akan selalu ditindas dan diabaikan!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum yang sinis.
Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin perlahan merasa sangat asing tapi tetap memaksakan tersenyum di hadapannya membuat hati Li Yuchen sakit
Kemudian saat Li Chuan meminta Li Yuchen mengatakan sesuatu Li Yuchen pun tanpa sadar bergerak sesuai dengan hatinya.
“Apa yang bisa aku katakan? Aku hanyalah pria yang beruntung. Beruntung mendapatkan kesempatan kedua mengubah nasih dari yang selalu di pandang rendah menjadi seperti sekarang!” ucap Li Yuchen sambil tersenyum pahit.
“Saat tidak bisa berkultivasi dan dianggap sampah tidak berguna bahkan dengan status Tuan Muda Keluarga Li, tidak ada yang menganggapku manusia. Tidak ada yang melihatku dan bersimpati. Semuanya menutup mata!” ucap Li Yuchen yang terus berkata dengan ekspresi wajah yang sakit hati dan semua orang yang mendengarnya pun terdiam tak bisa mengatakan apapun.
“Aku tidak menyalahkan orang lain karena memang seperti itulah aturan tidak tertulis di dunia ini tapi meskipun begitu ada beberapa orang yang tulus mau menerimaku dengan ikhlas!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang penuh cinta ke arah Seo Xiqin.
__ADS_1
Li Yuchen yang berjalan ke arah Seo Xiqin pun mengulurkan tangannya dan membawa Seo Xiqin ke depan dengan tatapan penuh cinta yang membuat wanita manapun yang melihatnya menjadi iri dan cemburu.
Li Yuchen yang membawa Seo Xiqin berdiri di sampingnya pun memberika pengumuman yang membuat semua wanita yang datang dengan tujuan menjadi Menantu Keluarga Li kecewa.
“Terima kasih telah menerima Chen gege dengan tulu, Qier!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang lembut sambil mencium pucuk tangan Seo Xiqin.
“Aku perkenalkan kepada semuanya. Namanya Seo Xiqin, Nona Muda Keluarga Seo dari Kota Xilin dan sekarang telah menjadi Nyonya Muda Keluarga Li, Istri Sahku!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang dingin dengan penekanan di setiap katanya.
Wei Lan yang telah berharap untuk menjadi Nyonya Keluarga Li keesokan harinya harus menggigit bibirnya dan menggenggam tangannya dengan sangat erat mendengar pernyataan dan deklarasi dari Li Yuchen.
“Pria yang aku inginkan akan tetap menjadi milikku. Aku tidak akan pernah melepaskannya!” ucap Wei Lan dengan ekspresi wajah yang membara dengan tatapan mata yang tajam dan tekad yang kuat.
Perjamuan pun dimulai, semua orang yang mendengar pernyataan Li Yuchen pun menyadari jika Seo Xiqin akan menjadi Nyonya Keluarga Li di masa depan terutama saat melihat perlakuan Li Yuchen padanya yang sangat istimewa sehingga membuat beberapa orang yang kesulitan mendekati Li Yuchen mencoba mendapatkan perhatian dari Seo Xiqin.
Mo Hao yang melihat Li Yuchen sedang berdiri sambil meminum arah sambil terus menatap Seo Xiqin dan mengabaikan semua wanita yang mendekatinya pun mendekat.
“Kakak sepupu! Aku tidak menyangka jika kau ternyata sekarang telah menjadi orang yang sangat hebat!” ucap Mo Mingming dengan ekspresi wajah yang ceria.
“Huh! Dasar! Menyebalkan sekali!” gumam Mo Mingming dengan ekspresi wajah yang kesal dengan dua tangan terlipat di dadanya.
“Kau tidak perlu cemberut. Bukankah itu wajar bagi seorang suami untuk mengabaikan semua wanita yang mendekatinya dan memfokuskan dirinya hanya kepada Istrinya!” ucap Mo Hao yang mencoba membela Li Yuchen.
“Huuuhh! Kakek!” ucap Mo Mingming dengan nada suara yang kesal sambil menghentakkan kakinya lalu berjalan menjauh.
Li Yuchen yang menyadari jika Mo Mingming dan beberapa wanita yang mencoba mendekatinya telah menjauh pun menatap Mo Hao dengan senyum yang lembut.
“Kakek senang kau telah menemukan cintamu dan juga kebahagiaanmu! Jangan pernah lepaskan hal itu!” ucap Mo Hao sambil menepuk pundak Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bangga dan senyum yang lebar.
Tepat setelah Mo Hao pergi, Mo Yunhe yang telah menunggu kesempatan itu pun datang mendekati Li Yuchen.
__ADS_1
“Chen’er! Ibu tau jika Ibu adalah Ibu yang buruk dan tidak bsia dianggap sebagai Ibu yang baik. Ibu hanya ingin Chen’er memaafkan Ibu!” ucap Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang lembut.
“Chen’er tidak mempermasalahkan hal itu. Chen’er telah melupakan semuanya!” ucap Li Yuchen yang berpura-pura tersenyum dengan kilatan mata yang curiga.
Mo Yunhe yang mendengar perkataan Li Yuchen pun memberikan segelas cangkir arak kepada Li Yuchen sebagai tanda awal kehidupan Ibu dan Anak yang baru.
Li Yuchen yang penasaran dengan perubahan sikap dan tujuan dari Mo Yunhe sebenarnya pun menerima Arak tersebut dengan senyum yang lembut.
Namun saat Li Yuchen mencium bau Arak tersebut, Li Yuchen mencium aroma yang sangat familiar baginya. Li Yuchen yang ingin mengetahui semuanya pun mengikuti permainan Mo Yunhe hingga akhir.
“Hmmmm! Menarik! Tidak disangka jika seorang Ibu juga bisa menjebak Putranya bahkan Seekor Hewan Buas tidak pernah memangsa anaknya sendiri!” sindir Li Yuchen dalam hati.
Li Yuchen yang meminum Arak yang diberikan oleh Mo Yunhe hingga habis tiba-tiba merasa sedikit pusing dan Mo Yunhe pun memberikan saran kepada Li Yuchen untuk beristirahat.
“Kenapa? Apakah kepalamu pusing? Ibu akan membantumu. Ibu akan membawamu untuk istirahat!” ucao Mo Yunhe yang berpura-pura cemas dengan ekspresi sedikit senyum di sudut bibirnya.
“Baiklah!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam sambil berjalan mengikuti Mo Yunhe dari belakang.
Mo Yunhe yang sudah menyiapkan semuanya sejak awal pun meninggalkan Li Yuchen sendirian di dalam kamar. Li Yuchen yang menemukan kesempatan yang bagus pun mengambil jarum perak dan melakukan akupuntur pada tubuhnya untuk menekan efek obat perangsang yang ada di dalam tubuhnya.
“Tidak disangka ternyata Mo Yunhe sangatlah kejam. Dia memberikanku obat perangsang yang sangat kuat di dalam minumanku lalu mengirimku kemari!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang penuh dengan amarah.
Li Yuchen yang membutuhkan bantuan pun memanggil Bibi Yi bersembunyi di kegelapan dan memberikannya tugas yang penting.
“Bawa Ayahku kemari! Buat dia mabuk hingga tidak bisa berpikir dengan benar!” perintah Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang senang dengan senyum yang licik.
“Ibu! Aku tidak tau wanita mana yang kau kirim kepadaku tapi satu hal yang pasti wanita itu akan menjadi Madu Pertamamu sebagai Madam Keluarga Li!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang licik setelah melihat Bibi Yi pergi melaksanakan perintahnya.
Li Yuchen yang berpura-pura terbaring karena pusing tiba-tiba mendengar ada suara pintu terbuka lalu melihat seorang wanita cantik masuk ke dalam dengan wajah yang begitu familiar bagianya.
__ADS_1
#Bersambung#
Siapakah wanita yang masuk itu? Apa yang akan terjadi keesokan paginya ya? Apakah Li Yuchen akan baik-baik saja? Apakah ada yang bisa menebaknya? Tebak di kolom komentar ya...