Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 115. Permintaan


__ADS_3

Seo Xiqin yang mendengar suara Li Yuchen masuk ke dalam Kamar Pengantin menjadi sangat gugup sehingga memutuskan untuk duduk diam menundukkan kepala sambil menenangkan dirinya sendiri.


“Hah! Aku harus tenang. Aku telah menikah dengan Tuan Muda Li dan sekarang aku adalah Istrinya. Itu artinya masa depanku telah berubah. Aku tidak akan menikah denagn Walikota dari Kota sebelah.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang khawatir dengan detak jantung yang berdetak sangat cepat.


“Aku harus mengendalikan diriku sekarang dan melanjutkan rencanaku selanjutnya untuk bisa bertahan sampai Li Yuchen bertemu dengan cintanya lalu aku dapat berpisah dengan baik-baik. Aku mungkin bisa mendapatkan beberapa harta dan uang sebagai Kompensasi untuk perceraian kami.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan mata yang menunjukkan keteguhan sambil berbalik menatap mata Li Yuchen yang telah duduk di sampingnya.


Namun di saat Seo Xiqin ingin mengatakan sesuatu, perutnya telah bicara lebih dahulu yang akhirnya membuat Li Yuchen tertawa kecil.


“Kruyuk! Kruyuk!” suara perut Seo Xiqin yang berbunyi yang akhirnya membuat Seo Xiqin menundukkan kepala karena malu.


“Dasar perut sialan! Tidak bisa diajak kompromi! Kenapa kau harus berbunyi sekarang? Aku kan jadi malu?” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan wajah yang memerah dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Kau belum makan apapun sejak pagi dan pasti sangat lapar. Kue tadi pagi pasti hanya mengganjal perutmu sementara. Ayo kita nikmati dulu makan malamnya!” ucap Li Yuchen dengan ramah sambil menggandeng tangan Seo Xiqin dengan lembut sambil mebantunya duduk dengan nyaman.


Li Yuchen yang melihat wajah malu-malu pada Seo Xiqin tidak bisa diam dan ingin sekali menggodanya hingga membuat Seo Xiqin menjadi kesal.


“Makanlah paha ayam ini agar kau bisa menjadi gemuk! Lihatlah tubuhmu kecil sekali!” sindir Li Yuchen dengan tawa yang jahil sambil meletakkan paha ayam ke mangkok Seo Xiqin.


“Apa maksudmu? Apa kau mengataiku gemuk?” teriak Seo Xiqin dengan mata yang sinis dengan ekspresi wajah yang kesal.


“Aku tidak mengatakan apapun. Bukankah kau sendiri yang mengatakannya?” ucap Li Yuchen dengan santai sambil meminum secangkir anggur yang ada di meja dalam sekali teguk.


“Apa kau bilang? Apa kau ingin bertengkar denganku di malam pernikahan kita?” teriak Seo Xiqin dengan nada suara yang tinggi dan ekspresi wajah yang kesal dengan dua tangan dilipat di depan dada.


Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin yang telah berubah ekspresi menjadi marah pun menjadi cemas sehingga membuat Li Yuchen menjadi salah tingkah.

__ADS_1


“Ti-tidak! Suamimu ini tidak bermaksud membuatmu marah, Istriku. Maafkanlah suamimu ini, wahai Istriku yang cantik!” puji Li Yuchen dengan senyum yang canggung dengan ekspresi wajah yang bingung karena telah lama tidak membujuk wanita yang sedang marah.


“Hmmm!” ucap Seo Xiqin sambil membuang nafas pendek dengan ekspresi wajah yang masih kesal meski telah dipuji dengan kata-kata cantik.


“Maafkan! Aku ya Istriku! Jangan marah lagi! Aku janji tidak akan mengatakan itu lagi!” ucap Li Yuchen yang langsung berlutut di lantai dengan dua tangan di telinga dengan ekspresi wajah yang dibuat seolah sangat sedih.


Seo Xiqin yang melihat tingkat Li Yuchen yang berlutut di hadapannya bahkan memasang wajah yang sangat sedih membuat Seo Xiqin menjadi tidak tega.


“Aku tidak akan marah lagi. Lantainya dingin jadi cepatlah berdiri!” ucap Seo Xiqin sambil membuang wajahnya ke arah lain dengan senyum lembut yang malu-malu.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Xiqin menjadi cerah kembali dan tidak membuang waktu untuk langsung berdiri lalu duduk di kursinya.


“Aku tau jika Istriku adalah wanita yang sangat baik dan bijaksana. Dia tidak akan tega membiarkan Suaminya duduk di lantai yang dingin!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang ceria dan senyum bahagia sambil berdiri lalu duduk kembali ke kursinya.


“Baiklah. Ayo kita makan. Selamat makan Istriku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dan nada suara yang semangat.


“Cepat sekali ekspresi wajahnya berubah!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan wajah terkejut lalu mendesah panjang karena mulai menyesali sikapnya.


Seo Xiqin yang memang sudah sangat lapar pun memakan makanannya dengan sangat lahap dan begitu pula dengan Li Yuchen yang merasa sangat senang karena akan menghabiskan malam yang panjang dengan Seo Xiqin.


Setelah selesai makan, Seo Xiqin yang ingat akan tujuannya sebelum Li Yuchen masuk ke dalam kamar pun memutuskan untuk mengatakannya.


“Tuan Muda Li!” panggil Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Bukan Tuan Muda tapi Suami atau Chen gege! Ingat! Kita sudah sepakat!” ucap Li Yuchen yang protes setelah mendengar panggilan Seo Xiqin di Malam Pengantin mereka.

__ADS_1


“Chen gege! Ada yang ingin aku katakan!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bimbang dengan mata yang befokus ke orang lain.


“Jika Istri mengatakan sesuatu, katakan saja. Tidak perlu malu ataupun sungkan. Kita sudah menikah dan resmi menjadi pasangan.” Ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang datar dengan senyum yang lembut sambil meminum teh yang ada di tangannya.


“Hmmm! Aku yakin jika Chen gege sudah mengetahui semuanya bahwa aku bukanlah Pengantin Chen gege sebenarnya tapi adikku, Seo Wan’er!” ucap Seo Xiqin yang berhenti sambil melirik ke arah Li Yuchen melihat responnya yang ternyata hanya datar.


“Aku tau Pernikahan ini didasari tanpa adanya cinta dan ...” ucap Seo Xiqin lagi yang terhenti karena kesulitan bicara.


“Bagaimana kau bisa yakin jika tidak ada cinta di Pernikahan ini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap lembut ke arah Seo Xiqin yang menundukkan kepala.


“Karena di kehidupan sebelumnya, kau nantinya akan bertemu dengan Putri dan kalian akan memiliki hubungan yang spesial nantinya. Seperti itu lah gosip yang tersebar sesaat sebelum aku dijual ke Walikota Xilin!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Hmmm, bukankah memang seperti itu. Kita baru bertemu beberapa hari sebelum Pernikahan dan tidak akan mungkin ada cinta di antara kita tapi meskipun begitu apakah aku boleh meminta sesuatu padamu?” tanya Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan sorot mata yang menunjukkan kebimbangan yang mendalam.


“Katakan! Apa yang kau minta?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang terdengar penasaran.


“Ayahku memiliki banyak Selir dan setiap hari aku harus bertahan menghadapi Selir-selir dari Ayahku dan anaknya!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menatap Li Yuchen yang tercengang dengan perkataan Seo Xiqin


“Aku tidak ingin berbagi Suami! Aku tidak ingin ada Selir atau Wanitamu di dalam Pernikahan ini!” ucap Seo Xiqin lagi dengan nada suara yang penuh penekanan di setiap katanya dengan ekspresi wajah yang serius serta sorot mata yang tajam seperti elang.


“Jika kau ingin mengambil wanita lain sebagai Istri atau Selirmu, maka aku memilih untuk pergi. Lebih baik Pernikahan ini di akhiri sampai saat itu saja karena aku adalah wanita yang sangat posesif dengan semua yang menjadi milikku terutama Priaku!” ucap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang tajam dan dingin dan ekspresi wajah yang serius.


“Apakah hanya ini yang diinginkan Istriku tersayang?” tanya Li Yuchen dengan senyum yang misterius sambil menarik pinggul Seo Xiqin dengan sangat erat hingga membuat Seo Xiqin berada di dalam pelukannya.


“Jangan khawatir! Suamimu ini adalah Pria yang setia! Aku berjanji di masa depan tidak akan ada Selir ataupun Wanita manapun di dalam Pernikahan kita.” Ucap Li Yuchen sambil berbisik dengan suara lembut dan nada suara yang rendah di samping telinga Seo Xiqin hingga membuat wajah Seo Xiqin memerah karena malu.

__ADS_1


#Bersambung#


Bagaimana Readers, makin greget ngak ya ceritanya? Kira-kira di bab selanjutnya akan ada adegan yang ditunggu-tunggu Para Readers tercinta ngak ya? Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2