Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 130. Seperti Anjing


__ADS_3

Jin Qui yang mendengar perkataan Ye Zhin merasa jika Ye Zhin adalah orang yang sangat berbahaya sehingga membuatnya sangat takut hingga buang air kecil di celana.


Ye Zhin yang mencium bau yang tidak sedap dan celana Jin Qui yang basah membuat Ye Zhin menjadi semakin jijik.


"Hei, apa otakmu ada di degkul? Apa kau tidak bisa menahan diri untuk tidak buang air keci di celana? Menjijikkan!" ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang jijik dan nada suara yang menghina dengan tatapan mata yang sinis.


"Maafkan saya Ma-Master Ye!" ucap Jin Qui dengan wajah yang memerah karena malu sambil bersujud memohon ampun pada Ye Zhin yang sudah berjalan mundur menjauh.


"Jangan dekat-dekat! Kau itu sangat bau! Dasar memalukan! Sebagai Tuan Muda dari Keluarga Bangsawan, kau sangat tidak bermartabat!" sindir Ye Zhin yang telah naik kembali ke atas kudanya.


Semua orang yang mendengar perkataan Ye Zhin pun mulai tertawa dan mencibir Jin Qui bahkan banyak yang memandang rendah dan jijik padanya.


Jin Qui yang tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini seumur hidupnya sangat membenci Ye Zhin dan mengutuk Ye Zhin dengan berbagai macam kata yang kasar di dalam hati.


Ye Zhin yang melihat ada seseorang yang menjual kalung anjing dengan duri-duri tajam di sekelilingnya pun akhirnya memiliki ide yang sangat bagus untuk memberikan Jin Qui pelajaran.


Ye Zhin yang tidak perduli dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Jin Qui saat itu pun memerintahkan Jin Qui melakukan sesuatu yang lebih mempermalukan dirinya lagi hingga membuat Li Yuchen dan Seo Xiqin puas.


"Kau, berikan kalung anjing itu padaku!" ucap Ye Zhin kepada Pria Tua yang sedang berjualan sambil berdiri di pinggir jalan dengan suara yang keras hingg membuat Pria Tua itu menjadi ketakutan.


"A-apakah ka-lung anjing i-ini yang Tu-Tuan Ma-Master inginkan?" tanya Pri Tua yang telah berjalan ke arah Ye Zhin dengan suara yang gugup dan tubuh yang bergetar ketakuta.


"Benar! Letakkan kalung itu di sini dan pergilah!" ucap Ye Zhin sambil melempar sekantong uang perak ke tangan Pria Tua itu yang sontak membuat Pri Tua itu terkejut dan senang disat bersamaan sehingga dalam waktu singkat Pria Tua itu telah menghilang dari pandangan dan kerumunan dalam sekejap mata.


"Maaf melibatkanmu Pak Tua dan semoga kau baik-baik saja dengan uang yang aku berikan! Pergilah yang jauh dengan uang itu dan jangan sampai dimukan Penjilat ini untuk balas dendam!" ucap Ye Zhin dalam hati dengan eskpresi wajah yang dingin yang sangat mengerti isi hati dari orang-orang yang memiliki hati yang busuk.


Ye Zhin yang awalnya mengabaikan Jin Qui yang mencoba melarikan diri tiba-tiba langsung menyebut nama Jin Qui lagi hingga membuatnya gagal kabur.


"Tuan Muda Keempat dari Kediaman Walikota, Jin Qui, tidak akan melarikan diri tanpa bertanggung jawab setelah menyinggungku, kan?" tanya Ye Zhin dengan tatapan mata yang sinis sehingga membuat Kepala Penjaga yang melihat aksi Jin Qui tidak lagi memberikan rasa hormat padanya.


"Te-tentu saja tidak Master Ye! A-aku hanya ingin ke kamar kecil untuk membersihkan diri!" ucap Jin Qui yang mencoba mengelak dari tuduhan Ye Zhin sambil tersenyum dan tertawa canggung.

__ADS_1


"Benarkah? Tapi Tuan Muda Keempat telah terlambat jika ingin membersihkan diri sekarang karena Tuan Muda telah sangat kotor baik fisik maupun hati!" sindir Ye Zhin dengan senyum yang terlihat seperti Iblis yang kejam dan jahat.


"Ampuni saya, Master Ye! Saya mohon ampuni saya! Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan saya!" ucap Jin Qui yang kembali berlutut ke tanah dan mencoba meminta maaf serta ampunan dari Ye Zhin.


"Sebenarnya aku tidak yakin jika kau mengetahui letak kesalahanmu itu tapi baiklah karena aku adalah orang yang pemaaf maka aku akan memaafkanmu!" ujar Ye Zhin yang tersenyum dengan senyum jahat sambil memandang Jin Qui seperti melihat mangsa yang empuk.


"Benarkah? Terima kasih banyak Master Ye. Anda adalah orang yang sangat baik dan bijaksana. Tidak hanya anda memiliki wajah yang tampan tapi juga memiliki hati yang sangat luas seluas samudra..." ucap Jin Qui dengan senyum yang sangat lebar sambil menjilat Ye Zhin dengan pujian-pujian serta kata-kata yang manis.


"Cukup dengan basa basimu! Aku tidak tertarik dengan omong kosongmu!" ucap Ye Zhin dengan nada suara yang kesal sambil mengangkat tangan menghentikan Jin Qui berbicara lebih banyak lagi.


"Sekarang lepaskan pakaian luarmu dan pakai kalung anjing itu! Lalu berputarlah tujuh keliling seperti anjing dan yah, jangan lupa keluarkan suara yang sama!" ucap Ye Zhin dengan senyum yang jahat sambil menunjuk ke kalung anjing yang baru saja dibelinya.


Jin Qui yang melihat kalung anjing yang ada di depan matanya pun mencoba menolak tapi langsung dibantah Ye Zhin hingga membuatnya tidak punya pilihan selain menurut.


"Kenapa diam saja? Cepat pakai itu! Apakah Kediaman Walikota benar-benar ingin bermasalah dengan Menara Formasi Shinzu dan Paviliun Huanfu!" ancam Ye Zhin dengan wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam seperti pisau yang telah diasah.


"Sial! Ye Zhin sialan ini telah mengancamku dengan dua kekuatan dibaliknya membuatku benar-benar tidak punya alasan untuk menolak!" ucap Ji Qui dalam hati dengan tatapan mata yang menahan amarah dengan tangan yang terkepal dengan sangat erat.


Jin Qui pun berdiri dan melakukan seperti yang diperintahkan oleh Ye Zhin hingga membuat semua orang semakin tertawa dan menghina Jin Qui dengan kata-kata yang lebih kasar.


"Hmmm, sungguh hukuman yang sangat kejam tapi sangat pantas untum didapatkannya!" ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah tapi masih dapat didengar orang di sekitarnya sambil tersenyum sinis dengan pandangan merendahkan.


"Yang dikatakan Tuan Muda benar sekali! Harusnya bukan bertingkah seperti a****g tapi seperti b**i karena tubuhnya sudah besaer dan benar-benar seperti babi!" ucap kusir yang duduk di samping Li Yuchen sambil tertawa lepas melihat pertunjukan yang sangat menarik.


Seo Xiqin yang hanya mendengar perkataan orang di sekitarnya hanya bisa mengambil kesimpulan sendiri dan berimajinasi untuk melepaskan rasa ingin taunya.


"Sepertinya Jin Qui yang merendahkan Nona sudah dihukum oleh Master Ye!" ucap Sui'er dengan wajah yang penuh dengan rasa bahagia dan puas.


"Benar! Dari suara hinaan yang terdengar dari orang-orang sepertinya hukuman yang diberikan Master Ye sangat memalukan karena melihat semua reaksi orang-orang yang sangat senang!" balas Luo'er yang ikut menambahkan ucapan Sui'er.


"Sayang sekali kita tidak bisa melihatnya secara langsung! Hahaha..." ucap Sui'er sambil tertawa senang dengan mata yang tajam.

__ADS_1


"Sangat disayangkan tapi melihat orang seperti itu akan merusak pemandangan saja!" ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang kasar.


Di sisi yang lain, Jin Qui yang telah memakai semua yang diperintahkan Ye Zhin padanya pun mulai bertingkah seperti anjing.


"Guk! Guk! Guk!" ucap Jin Qui yang menirukan suara anjing sambil berkeliling tempat seperti mengejar ekornya sendiri.


"Sial! Aku tidak akan pernah melupakan penghinaan ini! Aku akan membalasnya nanti dua. tidak! tiga kali lipat!" ucap Jin Qui dalam hati sambil menatap tajam dengan gigi yang bergretak dan tangan yang mengepal erat menahan amarah dan kebenciannya.


Ye Zhin yang melihat pertunjukan yang sangat menarik didepannya pun tertawa dengan terbahak-bahak bersama orang-orang di sana tidak terkecuali Kepala Penjaga dan Penjaga Kediaman Walikota.


Setelah selesai melakukan semua yang diperintahkan Ye Zhin, Jin Qui pun melihat Ye Zhin dan meminta perintah selanjutnya.


"Jangan melihatku seperti itu! Itu menjijikkan! Pergi dari sini dan jangan sampai membuatku melihat wajahmu lagi jika tidak maka aku tidak akan memberi ampun padamu lagi!" ucap Ye Zhin dengan kata-kata yang kasar dan tatapan mata yang merendahkan.


Dalam waktu singkat Jin Qui yang telah mengalami banyak penghinaan mendapatkan bantuan dari Kepala Penjaga yang langsung ditepis olehnya dan menunggang kuda melarikan diri dengan sangat cepat.


Kepala Penjaga yang masih memiliki etika yang baik pun mengucapkan terima kasih kepada Ye Zhin dan pergi bersama Penjaga lainnya menuju Kediaman Walikota.


"Terima kasih untuk kebijaksanaannya Master Ye. Kami pamit dulu" ucap Kepala penjaga yang dengan sopan menundukkan kepala dan menangkupkan tangan ke depan.


"Kita kembali!" teriak Kepala Penjaga sambil mengangkat pedangnya memberikan kode kepada semua Penjaga kembali bersamanya.


"Baik!" teriak semua Penjaga dengan serempak dan bergerak dengan cepat menjauh sehingga menandakan Pertunjukan bagus telah selesai.


Ye Zhin yang tidak punya alasan untuk tetap menunjukkan dirinya pun pergi mengembalikan kuda dan bergerak bersembunyi lalu mengikuti Li Yuchen secara diam-diam seperti Penjaga Rahasia.


Li Yuchen yang telah mengalami penundaan yang sangat lama pun memerintahkan kusir untuk segera pergi menuju tujuan mereka.


"Pertunjukan telah selesai. Kita juga harus pergi." ucap Li Yuchen dengan wajah dan nada suara yang datar.


"Baik. Tuan Muda." ucap kusir yang mengikuti perintah Li Yuchen sambil mengendalikan kuda menuju tujuan mereka.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah Pertunjukan benar-benar telah selesai? Jawab dikolom komentar ya.


__ADS_2