Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 280. Tas Qiankun


__ADS_3

Burung Phoenix yang telah lama tinggal di dalam Giok Naga Hijau Emas tidak menyangka jika makanan yang ada di Dunia Nyata sangatlah enak.


“Bos! Ini enak sekali! Apa ini, Bos?” tanya Burung Phoenix dengan paruh yang dipenuhi potongan daging ayam dan bebek yang telah dipanggang.


“Hmmm, apakah kau menyukainya?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang dingin.


“Tentu saja, Bos! Ini adalah makanan yang paling enak yang pernah aku makan selain Inti Kristal!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang penuh semangat.


“Jika kau sangat menyukainya. Apakah kau mau tambah lagi?” tanya Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang datar san senyum licik di bibirnya.


“Aku mau, Bos! Berikan aku itu lagi, Bos!” teriak Burung Phoenix dengan suara yang sangat keras sambil bergerak terbang mengelilingi kepala Li Yuchen setelah menghabiskan Ayam dan Daging panggang yang telah disajikan.


Li Yuchen yang mendengarnya pun melengkungkan senyum yang sangat lebar dengan tatapan mata yang seperti orang yang menyimpan sebuah rencana jahat.


Li Yuchen yang tidak ingin identitas Burung Phoenixnya ketahuan pun memberikan kode kepada Burung Phoenix untuk mengubah tubuhnya kembali menjadi Burung Pipit lalu memanggil Pelayan masuk.

__ADS_1


“Apakah ada yang anda butuhkan lagi, Tuan?” tanya Pelayan muda yang langsung mendengar Li Yuchen memanggilnya karena sesaat sebelum Pelayan itu pergi setelah menyajikan makanan Li Yuchen memberikan sepuluh tael perak sebagai hadiah.


“Hidangkan lagi Ayam dan Bebek Panggang kemari dan saya bungkus menu itu dua porsi!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dengan tatapan mata yang tajam yang terlihat sangat berkarisma di mata Pelayan yang melayani Li Yuchen.


Lima menit setelah Li Yuchen mengatakan keinginannya, makanan yang dipesan telah dibawa kembali ke ruangan Li Yuchen.


Burung Phoenix yang sangat menyukai Ayam dan Bebek Panggang itu pun langsung menukik tajam ke arah Ayam dan Bebek Panggang yang langsung dihentikan oleh Li Yuchen dengan satu tangan.


“Tunggu!” ucap Li Yuchen dengan dengan tatapan mata yang tajam dan ekspres wajah yang dingin dan nada suara yang datar.


Burung Phoenix yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi bingung dan dilema karena Burung Phoenix tidak mau melakukan sesuatu yang membahayakan nyawanya hanya demi dua piring makanan lezat.


Namun keteguhan hati Burung Phoenix seketika runtuh saat Li Yuchen mengambil paha daging ayam panggang dan berniat memakannya.


“Tidak! Tunggu, Bos!” teriak Burung Phoenix dengan suara yang keras dengan nada suara yang khawatir akan miliknya diambil.

__ADS_1


“Ya! Ya! Aku akan melakukannya! Aku melakukan semua yang Bos perintahkan padaku asalkan Bos tidak menyentuh makanan itu!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang terdengar khwatir dan panik di saat bersamaan.


“Bagus! Ini makananmu lalu kerjakan tugas yang aku berikan!” perintah Li Yuchen yang meletakkan kembali sumpitnya lalu menyingkirkan tangannya.


Burung Phoenix yang sudah tidak sabar pun menghabiskan semuanya dalam waktu singkat dan membuat Li Yuchen mengeluarkan tas qiankun miliknya.


“Kau sudah menghabiskan semuanya dan sekarang waktunya bekerja. Aku ingin kau memberikan Tas Qiankun ini kepada Istriku.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar.


“Kau sudah pernah melihat wajahnya bukan? Jadi aku ingin kau menemukannya di Akademi Yunlong di Murid Elit lalu memberikan ini. Bagaimana?” tanya Li yuchen dengan tatapan mata yang tajam dan terliat sangat menyeramkan dengan ekpsresi wajah yang dingin.


“Hmmm, apakah wanita cantik yang selalu bersama denganmu Bos dalam perjalanan?” tanya Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Benar sekali! Aku akan memberikanmuu makanan sisanya setelah kau berhasil melakukan yang aku katakan tapi... tapi jika kau tidak bisa melakukannya maka kau yang akan menggantikankan mereka terhidang di meja ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang terdengar mengancam.


Burung Phoenix yang mendengarnya menjadi terkejut dan menelan sallivanya dengan ekspresi wajah yang tidak nyaman.

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2