
Wu Ruxin yang telah membawa semua orang ke dalam Ruangan VVIP dan mempersiapkan semua kebutuhan mereka seperti teh dan majalah yang berisi harta karun yang akan dilelang pun meminta izin untuk pergi.
Wu Ruxin yang ditugaskan oleh Wu Peng untuk melayani dan menyenangkan hati Li Yuchen pun harus pergi melapor kepada Wu Peng untuk memberi taunya semua informasi yang dimilikinyaa tentang Li Yuchen.
"Pelelangan akan segera dimulai, saya sebagai Penanggung jawab untuk Acara Pelelangan kali ini harus meminta izin untuk pergi karena masih banyak hal yang harus saya pesiapkan." ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah kecewa dengan senyum lembut dan nada bicara yang sopan.
"Oleh karena itulah saya telah menyiapkan seseorang yang akan menggantikan saya membantu Tuan dan Nona dalam menawar harga barang-barang yang dilelang. Jie'er kemarilah." ucap Wu Ruxin yang tersenyum lembut sambil memanggil Jie'er untuk datang menemui Li Yuchen dan lainnya.
Li Yuchen yang melihat Ji'er ada di dalam ruangan yang sama dengannya pun menatap tajam ke arah Wu Ruxin yang langsung mengerti maksud dari tatapan Li Yuchen.
Wu Ruxin yang menyadari arti dari tatapan Li Yuchen menyadari kesalahan pertama yang dibuatnya karena telah berfikir Li Yuchen sama dengan semua pria yang ditemuinya selama ini.
"Tuan Muda Yu menatapku sangat tajam. Sepertinya Tuan Muda Yu masih ingat semua yang aku lakukan sebelumnya. Aku harus menjelaskan semuanya sebelum Tuan Muda Yu menjadi salah paham." ucap Wu Ruxin dalam hati dengan ekspresi wajah yang cemas hingga mengeluarkan keringat yang sangat banyak di pelipis matanya.
"Tuan Muda Yu tidak perlu khawatir, Ji'er tidak akan melakukan kesalahan yang sama karena kali ini tugasnya murni untuk membantu menawar barang yang Tuan Muda Yu dan yang lain inginkan." ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang serius sambil melihat ke arah Li Yuchen yang duduk dengan santai di depannya sambil meminum tehnya.
"Yang dikatakan oleh Master Wu sangat benar. Saya meminta maaf untuk perbuatan saya yang kurang berkenan di hati Tuan Muda Yu sebelumnya." ucap Ji'er dengan sangat sopan sambil membungkukkan tubuhnya karen khawatir Li Yuchen tidak mau melihatnya.
"Aku tidak boleh membuat ladang uangku menghilang. Meskipun aku tidak bisa menjadi wanita dari Tuan Muda Yu paling tidak aku bisa memberikan kesan baik padanya jadi tidak akan mempengaruhi karirku di Menara Formasi Shinzu mengingat posisi Tuan Muda Yu yang dapat membuat Master Wu sangat sopan." ucap Ji'er dalam hati sambil bertekad menyelesaikan semua kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya.
__ADS_1
"Tuan dan Nona yang ada di sini mungkin tidak mengenal saya karena itu saya akan memperkenalkan diri saya dan memberi tau Tuan dan Nona tugas saya sebenarnya." ucap Ji'er yang telah mengangkat kepalanya lagi sambil memasang wajah penuh percaya diri.
"Perkenalkan nama saya Ji. Tuan dan Nona bisa memanggil saya Ji'er. Saya yang akan membantu Tuan dan Nona untuk menawar Harta Karun yang Tuan dan Nona inginkan jadi identitas dan wajah dari Tuan dan Nona tidak akan dapat diketahui orang lain dan ini bertujuan untuk menjaga semua harta yang Tuan dan Nona beli di Pelelangan tidak dicuri orang lain saat keluar dari Menara Formasi Shinzu." ucap Ji'er menerangkan tujuan dan tugasnya berada di dalam Ruangan VVIP bersama Li Yuchen dan yang lainnya.
"Baiklah. Karena Ji'er telah ada di sini. Saya permisi." ucap Wu Ruxin dengan sangat ramah dan sikap yang sangat sopan.
Seo Xiqin yang dari awal sudah bigung bagaimana cara membeli barang yang diinginkannya akhirnya dapat bernafas lega setelah mendengar semua penjelasan dari Ji'er.
"Jika yang dikatakan Ji'er itu benar maka aku tidak perlu memerintahkan Sui'er dan Luo'er untuk menawar barang. Aku juga takut untuk memerintahkan keduanya menawar barang karena khawatir mereka akan menjadi incaran orang-orang saat berada di luar Paviliun Huanfu. Untunglah Nona Ji'er ada di sini untuk menolong." ucap Seo Xiqin dalam hati sambil tersenyum senang sambil menatap wajah Ji'er yang cantik.
Luo'er dan Sui'er yang hanya bediri diam di samping kiri dan kanan Seo Xiqin hanya saling memandang satu sama lain seolah sedang bekomunikasi melalui mata batin mereka.
"Aku juga tida tau tapi melihat dari sikap Nona Ji'er sepertinya Nona Ji'er ini pernah menggoda Tuan Muda Yu tapi tidak berhasil dan karena itulah dirinya ingin meminta maaf dan menyelesaikan kesalahpahamannya." ucap Luo'er dengan penuh percaya diri sambil menatap mata Sui'er.
"Hmmm, jika seperti yang kau katakan berarti Tuan Muda Yu ini bukanlah pria yang akan mudah tergoda oleh wanita cantik." ucap Sui'e sambil tersenyum penuh misteri.
"Jangan mengambil kesimpulan dengan cepat saat kau baru mengetahui satu atau dua hal tentang Tuan Muda Yu." ucap Luo'er yang mencoba memberikan nasehat kepada Sui'er.
"Iya iya iya, aku mengerti. Sepertinya Tuan Muda Yu ini mengenal dan menyukai Nona kita. Jika Tuan Muda Yu menjadi Tuan Muda kita bukankah itu akan sangat bagus untuk masa depan Nona." ucap Sui'er yang mengutarakan pendapatnya.
__ADS_1
"Kau tidak boleh berfikir seperti itu. Nona sudah menerima pejodohan dengan Tuan Muda Li dari Keluarga Li di Kota Kunlun. Jika Nona membatalkan Pertunangannya dan tidak ingin menikah dengan Tuan Muda Li maka itu akan menjadi masalah besar untuk Nona." ucap Luo'er yang mencoba mengingatkan Sui'er akan kenyataan yang ada di depan matanya.
"Tapi apa kau tidak mendengar kabar berita bahwa Tuan Muda Li adalah Seorang Sampah yang tidak bisa berkultivasi bahkan Ayahnya pun telah kehilangan posisinya sebagai Kepala Keluarga Li. Apa lagi yang bisa diharapkan oleh Nona jika masing ingin meneruskan Pertunangan ini?" ucap Sui'er dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan yang terlipat di dada.
"Kau mengatakan itu demi kebaikan Nona tapi apakah Nona setuju dengan pendapatmu? Kita pernah mengatakan ini padanya tapi Nona masih mau melanjutkan Pertunangan itu hingga setuju untuk Menikah dengan Tuan Muda Li." ucap Luo'er yang mengambil nafas panjang karena sudah pasrah dengan keputusan yang telah dibuat oleh Seo Xiqin.
"Yang kau katakan itu benar. Semoga saja Tuan Muda Li tidak seperti Tuan Muda lain yang suka bemain perempuan dan berani mengambil banyak selir dan mengabaikan Nona. Jika dia berani melakukan itu maka aku tidak akan tinggal diam." ucap Sui'e dengan wajah yang marah dan sorot mata yang tajam.
"Kita tidak perlu mengkhawatirkan hal itu, bukankah Nona sendiri pernah berkata bahwa dirinya tidak terima dimadu dan jika Tuan Muda Li berani mengambil wanita lain sebagai wanita atau selirnya maka Nona akan pergi dan meninggalkannya." ucap Luo'er dengan ekspresi wajah yang dingin.
"Kau benar sekali dan jika saat itu terjadi aku akan mengikuti semua keputusan Nona dan sebelum pergi aku akan menghajar Pria tidak tau malu itu terlebih dahulu." ucap Sui'er dengan senyum yang dipenuhi dengan ide-de licik dan kejam di kepalanya.
"Aku pun akan memberinya racun yang akan membuatnya menyesal telah melakukan hal buruk pada Nona," ucap Luo'e dalam hati.
Wu Ruxin yang tanpa sadar melihat ekspresi wajah yang berubah-ubah dari Pelayan yang berada di samping Seo Xiqin hanya merasa sedikit aneh tapi tidak terlalu memikirkannya karena tujuan utamanya adala Li Yuchen jadi Wu Ruxin lebih memilih fokus untuk melayani dan memperhatikan pergerakan Li Yuchen.
Wu Ruxin yang tidak memiliki banyak waktu pun ternyata harus segera pergi akhirnya berjalan keluar dari Ruangan VVIP sambil terus berharap dalam hati bahwa tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi nantinya terutama saat melihat sikap Ye Zhin yang terus mencoba mendekati Li Yuchen.
"Semoga Ye Zhin tidak membuat Tuan Muda Yu marah karena resikonya aman sangaf berat." ucap Wu Ruxin dalam jati sambil terus ber berjalan keluar menuju Ruangan Wu Peng.
__ADS_1
#Bersambung#