
Li Yuchen yang telah kembali ke Penginapan tidak menyangka akan melihat Luenli yang sedang menunggunya di kamarnya.
“Luenli! Apa yang kau lakukan di dalam kamarku?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang sedikit tinggi dengan ekspresi wajah yang terkejut.
Luenli yang mendengar suara Li Yuchen setelah menunggu Li Yuchen kembali selama beberapa jam bersama Ibunya pun langsung tersenyum bahagia dengan wajah yang sangat tulus saat melihat Li Yuchen muncul.
“Master! Kau telah kembali!” ucap Luenli dengan ekspresi wajah yang gembira dengan senyum yang lebar.
“Master, perkenalkan ini adalah Ibuku! Ibuku bilang bahwa dia ingin bertemu denganmu!” ucap Luenli dengan ekspresi wajah yang ceria sambil merangkul Ibunya dengan senyum yang lebar.
Ibu Luenli yang melihat Li Yuchen yang mau mengajari Putranya menjadi Kultivator dan memberikan mereka bantuan di saat yang sulit menjadi sangat senang.
“Terima kasih kepada Master karena telah mau menerima Putraku sebagai Murid!” ucap Ibu Luenli dengan ekspresi wajah yang terharu dengan air mata yang perlahan menetes sambil bersujud di lantai di hadapan Li Yuchen.
Li Yuchen yang tidak nyaman melihat seorang Ibu bersujud di hadapannya sambil menangis dengan cepat mengangkat tubuh Ibu Luenli dan memintanya untuk duduk untuk bicara.
“Ibu tidak perlu seperti ini. Saya tidak berhak menerima penghormatan Ibu seperti ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar.
“Saya membantu dan mengangkat Luenli sebagai Murid karena memiliki niat yang lain karena itu saya harap Ibu tidak perlu berlebihan seperti itu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bersalah dengan nada suara yang terdengar sedih.
Ibu Lenli yang sudah mendengar semuanya dari Luenli tentang tujuan Li Yuchen yang sebenarnya tetap merasa jika Li Yuchen adalah Pahlawan.
“Master tidak perlu merendah. Saya mengerti maksud baik, Master dan saya akan mendukung sepenuhnya!” ucap Ibu Luenli dengan tekad yang kuat dengan ekspresi wajah yang serius.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Ibu Luenli pun menarik nafas lega dan tersenyum lembut sambil meyakinkan bahwa semua pasti akan berjalan dengan baik.
“Ibu tidak perlu khawatir. Aku pasti akan menepati janjiku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
Li Yuchen yang menyadari waktu telah sangat larut pun meminta Luenli untuk mengantar Ibunya untuk beristirahat sementara dirinya memikirkan semua hal buruk yang mungkin terjadi di masa depan.
__ADS_1
“Aku telah berjanji akan membuat Luenli mendapatkan haknya sebagai Pangeran tapi meskipun Luenli berhasil menjadi Pangeran atau bahkan menjadi Putra Mahkota, tak seorang pun mau menganggap Luenli sebagai Calon Kaisar Masa Depan karena latar belakangnya!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekpsresi wajah yang serius.
“Aku sangat yakin jika Permaisuri You tidak akan diam saja melihat Putranya diturunkan dari Tahta yang dimilikinya sejak lahir tersebut! Keluarga Bangsawan yang menganggap bahwa darah itu penting pasti akan menolak keputusan ini!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang berubah dingin.
“Aku harus mencari cara untuk mengatasi masalah ini sebelum membuat Luenli masuk ke dalam zona yang berbahaya yang dapat membahayakan nyawanya!” ucap Li Yuchen dengan satu tangan di dagu seolah sedang berpikir.
Li Yuchen yang menyadari bahwa masalah tentang Luenli menjadi Putra Mahkota di masa depan pasti akan ditimbulkan oleh Permaisuri You dan orangnya karena itu Li Yuchen pun memutuskan melakukan sesuatu.
“Aku harus mengambil kekuasaan yang dimiliki Permaisuri You dan membuat orang-orang yang setia pada Permaisuri You dan Putra Mahkota Qi Houran menjauh!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung seolah jika itu adalah pertanyaan yang sangat sulit untuk dipecahkan.
Di saat semuanya terasa sangat berat dan menimbulkan sakit kepala karena terlalu memikirkan semuanya agar bisa sesuai dengan rencana awal.
“Hah! Aku tidak bisa diam saja. Aku akan melakukan sesuatu untuk mencegah semua hal buruk itu terjadi. Aku harus pergi ke Organisasi Tengkorak dan bertemu dengan Ketua Chu! Aku perlu informasi untuk menghancurkan Keluarga Permaisuri You!” ucap Li Yuchen dengan tekad yang kuat dan ekspresi wajah yang serius.
Li Yuchen yang tidak merasakan lelah sama sekali pun dengan cepat menyelinap masuk ke dalam Organisasi Tengkorak dan masuk ke dalam kamar Ketua Chu Feng.
Ketua Chu Feng yang baru saja selesai mandi langsung menjadi sangat terkejut setelah melihat keberadaan Li Yuchen di dalam kamarnya seperti hantu.
“Aku membutuhkan bantuanmu karena itulah aku kemari. Aku ingin kau mencari tau semua perbuatan kotor yang dilakukan Permaisuri You dan Keluarganya. Tidak hanya itu, aku juga ingin mengetahui semua korban dari Putra Mahkota Qi houran!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas sambil mengeluarkan sebuah Batu Kristal dari dalam Giok Naga Hijau Emas.
Ketua Chu Feng yang mendengar Li Yuchen mengajukan permintaan yang sangat berbahaya itu pun tiba-tiba teringat dengan informasi kecil yang diberikannya sebagai bonus.
“Sial! Apakah ini akibat dari mulut yang mengatakan semuanya kepada Tuan Muda Li?” tanya Ketua Chu Feng dalam hati dengan mata yang terbuka lebar.
“Hah! Sepertinya dalam waktu dekat Daratan Yunzan akan mendapatkan berita yang menghebohkan!” ucap Ketua Chu Feng dalam hati sambil menelan salivanya dengan ekspresi wajah yang sedikit takut.
Ketua Chu Feng yang tidak bisa menolak bayaran yang besar pun memanggil seseorang dari luar lalu membisikkan sesuatu.
“Ehem! Aku mengerti. Harap Tuan Muda Li menunggu sebentar. Orangku akan segera kembali dan membawakan informasi yang Tuan Muda Li inginkan!” ucap Ketua Chu Feng dengan senyum yang canggung.
__ADS_1
Ketua Chu Feng yang melihat Li Yuchen hanya berdiri diam menatap keluar jendela dengan gelapnya malam yang hanya disinari dengan bulan dan bintang merasa sangat tidak nyaman.
“Hmmm, saya mungkin telat mengucapkan ini tapi selamat kepada Tuan Muda Li karena telah menang dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan!” ucap Ketua Chu Feng dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Terima kasih!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar tanpa bergerak sama sekali dari posisinya.
Ketua Chu Feng yang masih tidak bisa mencairkan suasana hanya bisa menarik nafas panjang lalu menyerah dan berharap agar orang yang diperintahkannya untuk mengumpulkan semua informasi segera datang.
Tak butuh waktu lama, kamar yang kosong tiba-tiba mendengar suara ketukan yang sangat kuat.
“Ketua, apakah saya boleh masuk?” tanya seorang pria yang berada di balik pintu dengan ekspresi wajah yang datar.
“Masuklah!” jawab Ketua Chu Feng dengan ekspresi wajah yang ceria dengan nada suara yang terdengar sangat bersemangat.
Pria yang mendengar jika dirinya diperbolehkan masuk pun dengan cepat membuka pintu dan menyerahkan beberapa gulungan kertas yang ternyata bukti tentang Kejahatan yang dilakukan oleh Permaisuri You dan keluarganya.
“Tuan Muda Li, ini semua adalah informasi yang kau inginkan!” ucap Ketua Chu Feng dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil menyerahkan semuanya ke tangan Li Yuchen.
Li yuchen yang tidak sabar ternyata membuka isinya dengan perlahan dan mengetahui informasi yang sangat kelam tentang Permaisuri You dan wanita-wanita yang tidur dengan Kaisar Qi.
“Tidak disangka ternyata masalah Kaisar Qi yang tidak memiliki seorang Putra padahal memiliki banyak Selir dan Gadun ternyata adalah Permaisuri You!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali.
“Permaisuri You menggunakan berbagai cara untuk membunuh semua Anak Selir dan Gadun yang berjenis kelamin laki-laki tepat saat dirinya lahir!” gumam Li Yuchen dengan senyum lebar.
“Ini akan menjadi informasi yang bagus. Kaisar Qi pasti sangat senang mendengar informasi ini!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang licik dan senyum yang jahat.
Ketua Chu Feng yang bisa merasakan niat berbahaya dalam pikiran Li Yuchen dengan cepat mengusir Li Yuchen dari tempatnya karena khawatir dirinya akan ikut terlibat dalam insiden besar yang akan dilakukan Li Yuchen.
Li Yuchen yang tau jika tidak ada gunanya lagi untuk ada disana ternyata segera pergi sebelum menunggu Ketua Chu Feng mengusirnya.
__ADS_1
#Bersambung#
Bagaimana nasib Permaisuri You dan Keluarganya setelah informasi yang dimiliki Li Yuchen ada di tangan Kaisar Qi? Ada yang bisa menebaknya? Jawab di kolom komentar ya..