
Hun Yin yang telah menggadaikan Toko serta menjul semua perhiasannya yang berharga menjadi sangat marah saat mengetahui hasil dari kerja Pelayannya.
"Apa kau bilang? Paviliun Huanfu tidak memiliki Pil Penyembuh tingkat Empat ataupun Tiga dan hanya memiliki Pil Penyembuh tingkat Satu!" teriak Hun Yin dengan sangat keras sambil melempar cangkir teh ketembok melewati wajah Pelayan yang gagal melakukan tugasnya.
"Ibu! Apa yang harus kita lakukan? Aku tidak mau menjadi jelek seperti ini." ucap Seo Wan'er dengan ekspresi wajah yang terlihat tertekan dan depresi dengan mata yang menunjukkan tidak ingin menyerah.
"Kau tenang saja. Ibu pasti akan membelikan kita Pil itu bagaimanapun caranya dan dimanapun!" ucap Hun Yin dengan berapi-api dengan ekspresi wajah yang kesal sambil meremas erat jari-jari tangannya.
Hun Yin yang menjadi sangat bingung tiba-tiba mendengar berita dari Pelayan bahwa Seo Hong datang ke Halaman Seo Wan'er.
"Nyo-Nyonya! Tuan Besar sedang dalam perjalanan kemari!" ucap Seorang Pelayan yang masuk ke dalam kamar Seo Wan'er dengan terburu-buru dengan nafas yang tidak beraturan dengan keringat yang mengalir ke pipinya.
"Apa ? Tidak! Tuan Besar tidak bisa melihatku seperti ini! Jika tidak maka Tuan Besar bisa saja meninggalkanku dan menceraikanku!" gumam Hun Yin dengan nada suara yang khawatir dan eskpresi wajah yang takut dan cemas di saat bersamaan.
"Ibu kenapa? Biarkan saja ayah masuk." ucap Seo Wan'er yang cuek dengan ekspresi wajah yang menunjukkan ketentuan sikap.
"Apa maksudmu biarkan saja? Ibu tidak bisa terlihat ayahmu dalam kondisi seperti ini. Bagaimana jika..." ucap Hun Yin yang terhenti saat Pelayan mengumumkan kedatangan Seo Hong.
"Ibu tenang saja. Ibu cukup keluarkan air mata yang banyak saja. Sisnya biarkan aku yang urus. Aku sengaja memberitau Kepala Pelayan tentang kondisi kita dan dia pasti telah memberitau ayah masalah ini makanya ayah datang kemari." ucap Seo Wan'er dengan nada suara yang cuek dan ekspresi wajah yang dingin.
Seo Wan'er yang melihat kedatangan ayahnya pun langsung menangis tersedu-sedu hingga mengeluarkan air mata dan bersikap seolah mengusir Seo Hong keluar.
"A-ayah! Kenapa ayah kemari? Ayah tidak boleh kemari, bagaimana jika ayah ikut terkena penyakitku dan Ibu?" ucap Seo Wan'er yang menangis dengan ekspresi wajah yang sedih dan nada suara yang pilu.
"Ayah mencemaskan Putri ayah. Tentu saja ayah harus datang dan melihatnya." ucap Seo Hong dengan suara rendah dan ekspresi wajah yang penuh kasih.
"Tuan Besar!" panggil Hun Yin dengan nada suara yang sedih sambil meneteskan air mata yang langsung di lap menggunakan sapu tangan yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi? Kenapa semua ini bisa terjadi?" tanya Seo Hong dengan ekspresi wajah yang dingin dan nada suara yang sangat kasar.
"Saya juga tidak tau yang terjadi Tuan Besar. Setelah kami membersihkan diri, tiba-tiba bintik-bintik merah ini datang begitu saja. Tuan Besar, tolong sembuhkanlah Putri kita. Kita tidak bisa melihatnya seperti ini." ucap Hun Yin dengan nada suara yang sedih dan air mata yang terus mengalir.
“Kau tidak perlu mengatakan apapun. Aku pasti akan melakukan sesuatu untuknya.” Ucap Seo Hong dengan ekspresi wajah yang dingin nada bicara yang datar dan sorot mata yang tajam.
“Aku dengar kau bahkan tidak bisa menyelesaikan masalah kecil ini. Kau bahkan tidak bisa mendapatkan Pil Penyembuh di Paviliun Huanfu!” ucap Seo Hong lagi sambil menatap dengan tatapan mata yang tajam ke arah Hun Yin yang hanya bisa tertunduk.
“A-ayah! Ini bukan salah Ibu hanya saja Pil Penyembuh di Paviliun Huanfu untuk tingkat Empat dan Tiga tersedia.” Ucap Seo Wan’er yang mencoba menjelaskan dan membantu Hun Yin untuk membela diri.
“Hmmm! Tiga hari lagi akan diadakan Pelelangan di Menara Formasi Shinzu. Sampai Pil Penyembuh itu berhasil didapatkan jangan coba keluar dari Halaman ini. Aku tidak ingin berita tentang penyakit ini menyebar ke luar dan tidak perlu untuk melihat PenikahanSeo Xiqin dan Li Yuchen. Tetaplah di halaman kalian!” ucap Seo Hong dengan tatapan mata yang tajam sambil menatap Hun Yin dan Seo Wan’er secara bergantian lalu berbalik pergi dari kamar Seo Wan’er.
Hun Yin yang menyadari adanya perasaan tidak senang di hati Seo Hong pun mulai merasakan perasaan marah kepada Putrinya yang melakukan sesuatu tanpa persetujuannya.
“Kenapa kau melakukan ini? Apa kau lihat sikap ayahmu tadi?” tanya Hun Yin dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang penuh dengan amarah.
“Lalu apakah Ibu punya solusi yang lebih baik. Apakah Ibu bisa mendapatkan Pil Penyembuh tingkat Empat tanpa bantuan Ayah? Aku tidak ingin hanya diam dan menunggu. Aku ingin tubuh dan wajahku kembali normal. Aku tidak ingin kehilangan masa depanku yang akan menjadi Nyonya Walikota Masa Depan!” teriak Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang marah dan nada bicara yang sarkastik dengan alis yang naik ke atas karena tidak senang.
Hun Yin yang tidak ingin mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari Putri kandungnya sendiri pun memilih pergi dengan sendirinya dan kembali ke halamannya.
Sementara itu, Li Yuchen yang ternyata telah ada di dalam Ruangan Pribadinya di dalam Menara Formasi Shinzu sedang duduk besama Wu Peng sambil meminum teh hangat.
“Tetua Yu, semua yang anda ingin telah dipersiapkan dengan rapi. Apakah ada lagi yang anda inginkan?” tanya Wu Peng dengan sangat sopan sambil tersenyum ramah di hadapan Li Yuchen.
“Aku hanya ingin kau melakukan hal ini saja.” Ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang santai sambil menyerahkan sebuah botol Pil kepada Wu Peng.
“I-ini... Pil Penyebab tingkat Empat!” teriak Wu Peng dengan ekspresi wajah yang terkejut dan tidak percaya karena baginya di Kota Jinlin tidak memiliki Alkemia Bintang Empat.
__ADS_1
“Benar! Itu adalah Pil Penyembuh tingkat Empat dengan beberapa tambah Tanaman Obat khusus. Berikan Pil tersebut kepada Keluarga Seo pada saat Pelelangan dimulai.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang tidak biasa yang membuat Wu Peng merinding.
“Maafkan kelancangan saya tapi Tetua Yu, apakah Keluarga Seo telah melakukan sesuatu?” tanya Wu Peng dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Sesuatu. Tentu saja tapi tidak padaku.” Ucap Li Yuchen yang terdengar ambigu dengan ekspresi wajah yang sinis dengan senyum yang terlihat penuh misteri.
“Hah! Aku tidak harusnya bertanya lebih banyak. Lebih sedikit aku mengetahui sesuatu maka lebih aman bagiku. Aku tidak ingin Menara Formasi Shinzu dalam masalah karena tindakanku yang terlalu ikut campur.” Ucap Wu Peng dalam hati sambil tersenyum lembut dan mengambil Pil tersebut lalu menyimpannya di balik pakaiannya.
Li Yuchen yang tidak memiliki keperluan lagi di Menara Formasi Shinzu pun kembali ke Kediaman Keluarga Seo.
“Hmmm, sepertinya persiapannya telah berjalan dengan sangat cepat dan rapi. Warna merah dan lampion serta bunga-bunga mawar telah menghiasi setiap sudut Kediaman Keluarga Seo.” Gumam Li Yuchen dengan senyum sambil berdiri di atas atap sambil melihat keseluruhan Kediaman Keluarga Seo dari atas.
“Tidak di sangka besok adalah Hari yang sangat spesial. Gadis Bakpau akan resmi menjadi Istriku!” ucap Li Yuchen dengan tangan bersilang di depan dadanya dengan senyum yang bahagia.
“Selamat Bos! Akhirnya Bos bisa menikah dengan wanita yang Bos cintai!” ucap Ye Zhin yang tiba-tiba datang berdiri di belakang Li Yuchen.
“Kau ini sudah seperti Hantu! Datang tak diundang, Pulang tak dijemput!” sindir Li Yuchen dengan tatapan mata yang sinis.
“Hehehe... Maaf Bos! Aku tidak akan mengganggumu lagi Bos! Aku datang hanya ingin mengatakan Rumah telah selesai direnovasi dan diperbaharui. Bos bisa membawa Nyonya Bos setelah Hari Pernikahan!” ucap Ye Zhin dengan senyum bangga dengan dada yang membusung ke depan.
“Hmm! Itu bagus dan kau tidak perlu menyewa rumah. Kau bisa ikut pindah bersamaku. Biarkan Paman dan Bibimu ikut dan aku bisa ikut mengobati keduanya nanti.” Ucap Li Yuchen yang menundukkann kepala lalu mengangkat kepalanya lagi dan menatap Ye Zhin dengan tatapan mata yang serius.
“Aku sangat senang Bos sangat perhatian padaku tapi aku khawatir keduanya akan merasa terbebani jika ikut pindah bersama Bos.” Ucap Ye Zhin sambil menundukkan kepala dengan ekspresi wajah yang bersalah.
“Baiklah. Aku mengerti. Kau bisa kembali sekarang!” ucap Li Yuchen sambil melambaikan tangan memberi kode kepada Ye Zhin untuk meninggalkannya sendiri.
Li Yuchen yang ternyata merindukan Seo Xiqin pun pergi ke Halamannya dan bersembunyi di atas Pohon lalu melihat persiapan Seo Xiqin dari jauh.
__ADS_1
“Ternyata di sini jauh lebih dari hidup dari yang aku fikirkan. Semoga kita berdua dapat hidup bahagia, Gadis Bakpauku!” gumam Li Yuchen sambil tersenyum lembut lalu kembali ruangannya.
#Bersambung#