Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 262. Penolakan Tawaran


__ADS_3

Li Yuchen yang pergi menemui Tetua Xiang di sore hari dengan ditemani Master Nu merasa jika sesuatu telah terjadi.


“Hmmm, Tetua Xiang mencariku sesaat setelah aku mendapatkan Pedang Naga ini. Aku sangat yakin jika ini ada hubungannya dengan Pedang Klan Naga.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


“Hmmm, aku jadi penasaran dengan tujuan Wakil Kepala Akademi ingin bertemu denganku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum yang misterius.


Li Yuchen yang telah berdiri di depan Ruangan Tetua Xiang pun ditinggal sendiri oleh Master Nu dan masuk ke dalam Ruangan dengan sikap yang tenang.


“Tetua, apakah anda memanggil saya kemari?” tanya Li Yuchen secara langsung tanpa berbasa-basi dengan ekspresi wajah yang datar.


Tetua Xiang yang melihat sikap Li Yuchen yang tidak menunjukkan sikap takut ataupun cemas di hadapannya membuat Tetua Xiang tersenyum sinis.


“Benar. Aku memanggil dirimu dan aku rasa kau tau alasannya, bukan?” tanya Tetua Xiang yang juga bersikap terus terang setelah melihat sikap Li Yuchen lalu duduk kembali ke tempatnya.


“Hmmm, apa itu? Aku hanyalah murid baru yang beruntung memenangkan pertandingan sehingga mendapatkan peringkat pertama. Aku sungguh tidak tau yang dimaksud oleh Tetua!” ucap Li Yuchen dengan senyum licik di wajahnya.


“Oh, benarkah? Baiklah. Kalau benar-benar tidak tau dan tidak punya ide maka aku akan mengatakannya secara langsung.” Ucap Tetua Xiang yang langsung merubah posisi duduknya.


“Pedang yang kau dapatkan di Ruang Senjata adalah Pedang yang merupakan Pusaka milik Akademi Yunlong karena itu sebagai Wakil Kepala Yunlong, aku ingin meminta padamu untuk mengembalikannya tapi jangan khawatir karena kau tidak mendapatkan kerugian apapun!” ucap Tetua Xiang dengan ekspresi wajah yang canggung.


Li Yuchen yang sudah memprediksi yang diinginkan dan yang akan dikatakan oleh Tetua Xiang selanjutnya langsung menghentikan semuanya sebelum dirinya tidak bisa menghindari masalah ini.


“Aku tidak tau jika Senjata yang aku dapatkan adalah Pusaka yang dimiliki Akademi Yunlong tapi jika hal itu benar bagaimana bisa Sebuah Pusaka tersimpan di dalam Ruang Senjata yang Murid manapun bisa mendapatkannya kapanpun!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang curiga.


“Tetua Xiang! Apakah anda ingin mengambil milik orang lain dengan kuasa dan identitas anda sebagai Wakil Akademi Yunlong?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang tajam yang tidak takut sama sekali dengan tatapan mata membunuh Tetua Xiang.


“Apa maksudmu mengambil milik orang lain? Pedang itu bukanlah milikmu pada awalnya karena Pedang itu milik Akademi Yunlong dan sudah seharusnya kau mengembalikannya!” ucap Tetua Xiang yang berkata dengan suara yang sedikit ditinggikan.


“Hmmm, mengembalikan? Bukankah kata-kata itu memiliki makna yang ambigu untuk masalah ini!” ucap Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang pura-pura polos.


“Sebelum aku mendapatkan Pedang itu, Master Zhuo berkata bahwa aku hanya diperbolehkan mengambil satu senjata dan satu kali percobaan dan senjata apapun yang aku dapatkan tidak ada yang bisa mengambilnya!” ucap Li Yuchen lagi dengan tatapan mata yang tajam menatap balik Tetua Xiang.

__ADS_1


“Aku tau jika Kekuatan Tetua Xiang jauh di atasku tapi aku sangat yakin bahwa jika ada Pertarungan di antara kami maka aku tidak akan mengalami kerugian sendirian jika aku mengeluarkan semua kartu yang aku miliki!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum yang lembut.


“Oh, benarkah? Jika seperti itu aku akan mengatakannya ulang bahwa aku memintamu kemari yaitu untuk membuat penawaran.” Ucap Tetua Xiang dengan senyum yang licik.


“Jika kau bersedia mengembalikan Pedang Pusaka milik Akademi Yunlong itu maka aku akan mengangkatmu langsung sebagai muridku dan menjadi Murid Elit dari Akademi Yunlong. Tentu saja aku akan mendapatkan banyak sekali keuntungan saat menjadi Murid Elitku!” ucap Tetua Xiang dengan senyum percaya diri.


Li Yuchen yang tidak percaya orang lain lagi dengan mudah di kehidupannya saat ini ternyata diam-diam mengetahui yang disembunyikan Tetua Xiang.


“Tetua Xiang tidak akan pernah dengan senang hati menerimaku sebagai Murid Langsungnya terutama setelah dia melihat sikap tidak sopanku saat ini!” ucap Li Yuchen dalam hati dengann senyum yang juga sama lembutnya.


“Aku tau. Tetua Xiang mengatakan ini hanya demi bisa mendapatkan Pedang ini dariku dan saat keinginannya terwujud Tetua Xiang pasti akan mencari cara untuk menyingkirkanku selamanya!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah dan juga tatapan mata yang dingin.


Li Yuchen yang tidak ingin menyerahkan Pedang Klan Naga yang didapatkannya kepada Tetua Xiang pun menggunakan cara lain untuk menolaknya.


Li Yuchen yang mengeluarkan Pedang Klan Naga dari dalam Giok Naga Hijau Emas pun menunjukkannya di hadapan Tetua Xiang.


Tetua Xiang yang mengenali Pedang Naga yang dipegang Li Yuchen pun tersenyum senang karena berpikir jika Pedang yang selama ini diimpikannya akhirnya bisa menjadi miliknya.


Pedang yang langsung bersinar dengan warna emas yang sangat terang pun menerangi seluruh bangunan dan tidak hanya Ruangan Tetua Xiang.


Tetua Xiang yang menyadari artinya itu menjadi sangat marah dan wajahnya berubah seketika menjadi merah padam lalu mengubah kembali ekspresinya seperti tidak pernah terjadi apapun setelah cahaya itu menghilang.


Tetua Xiang yang tidak ingin menghancurkan reputasi dan menghilangkan posisinya pun tersenyum lembut ke arah Li Yuchen berpura-pura jika semuanya bukanlah masalah besar.


“Pedang ini telah mengakuimu sebagai Tuannya dan jika seperti itu maka tidak ada gunanya jika Pedang itu dikembalikan jadi aku memutuskan kau boleh menyimpannya tapi ingat untuk tidak menunjukkannya di hadapan orang lain!” ucap Tetua Xiang dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengeluarkan Aura Membunuh untu menekan Li Yuchen.


Li Yuchen yang tidak terpengaruh sama sekali tidak mengubah sikap atau ekspresinya dan Li Yuchen yang ingin segera pergi pun meminta izin.


“Jika tidak ada lagi yang ingin Tetua katakan. Saya izin pamit terlebih dulu!” ucap Li Yuchen dengan santai lalu menganggukkan kepalanya satu kali dan meninggalkan ruangan itu.


Li Yuchen yang pergi meninggalkan Ruangan Tetua Xiang tidak sengaja bertemu dengan Yun Tianxing tapi Yun Tianxing yang terburu-buru pun pergi dan mengabaikan Li Yuchen.

__ADS_1


Li Yuchen yang kembali ke kamarnya pun kembali masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas dan berlatih hingga matahari terbit keesokan harinya.


Keesokan harinya, Ye Zhin yang menunggu Li Yuchen di luar kamarnya memutuskan untuk mengikuti Li Yuchen pergi ke Perputakaan Akademi Yunlong tapi hal buruk terjadi. Keduanya tidak menyangka jika mereka mendapatkan larangan dari Penjaga untuk masuk ke dalam.


“Maaf kau tidak boleh masuk ke dalam!” ucap Penjaga Perpustakaan dengan nada suara yang dingin dan tatapan mata yang merendahkan.


“Apa maksudnya aku tidak boleh masuk?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang mengkerut bingung.


“Hmmm, karena hanya Murid Luar yang telah berada satu tahun di Akademi Yunlong yang diizinkan masuk Perpustakaan ini!” ucap Penjaga dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.


Ye Zhin yang melihat orang lain yang juga Murid yang baru saja diterima bisa masuk ke dalam dengan mudah menjadi sangat kesal dan mencoba membuat keributan.


Li Yuchen yang tidak ingin kehilangan perasaannya yang sedang baik-baik saja pun menahan Ye Zhin agar tidak membuat masalah.


“Kau! Apa kau pikir aku bisa kau bohongi? Lihat dia! Dia juga Murid yang baru saja masuk Akademi Yunlong dengan kami tapi kenapa mereka diperbolehkan masuk tapi kami tidak!” teriak Ye Zhin dengan suara yang keras dengan mata yang terbuka lebar sambil mengepal erat tangannya menahan amarah.


“Hentikan! Tak ada gunanya bertengkar disini karena tidak akan ada yang berubah! Kita pergi dari sini!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang sinis sambil tersenyum jahat.


Li Yuchen yang benci dengan orang yang mengaggap dirinya sangat hebat ternyata diam-diam menancapkan jarum yang sangat tipis ke leher kedua penjaga itu.


Tepat setelah sepuluh menit kepergian Li Yuchen kedua penjaga itu pun berteriak dengan sangat keras dan orang-orang yang penasaran pun datang satu per satu mencari tau yang terjadi.


Ye Zhin yang mengetahui bahwa itu adalah perbuatan Li Yuchen pun berjalan dengan santai dengan dua tangan dibuat bersilang menyangga kepalanya sambil bersiul.


Li Yuchen yang mendengar jeritan itu pun merasa sangat bahagia seperti mendengar alunan musik yang sangat indah dan merdua dan keduanya pun pergi berjalan meninggalkan Akademi Yunlong.


Sementara itu, Yun Tianxing yang ternyata sudah melihat semuanya dari lantai tiga Perpustakaan pun menggertakkan gigi karena kesal.


“Li-Yu-Chen!” ucap Yun Tianxing dengan penekanan di setiap katanya sambil menatap tajam kepergian Li Yuchen dan Ye Zhin.


#Bersambung#

__ADS_1


Apakah Li Yuchen akan menemuka petunjuk tentang Penyakit Seo Xiqin di Akademi Yunlong seperti informasi yang didapatkannya sebelumnya? Ataukah Li Yuchen tidak akan mendapatkan informasi itu disana? Kemana Li Yuchen akan pergi? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..


__ADS_2