Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 223. Persetujuan Dukungan I


__ADS_3

Li Yuchen yang sedang duduk di dalam Ruangan Pribadi Tetua Tu pun disuguhi dengan banyak sekali makanan ringan yang enak dan juga anggur merah.


“Aku tidak pandai berkata-kata tapi aku harap Tuan Muda Li menyukai semua yang telah aku siapkan!” ucap Tetua Tu dengan ekspresi wajah yang bahagia.


“Terima kasih banyak untuk jamuannya Tetua Tu. Maafkan aku yang meminta berbicara empat mata dengan cara yang tidak sopan.” Ucap Li Yuchen kepada Tetua Tu dengan ekspresi wajah yang tulus dan senyum yang lebar karena senang Tetua Tu sudah bisa menebak identitasnya.


“Meskipun aku juga adalah Seorang Tetua di Paviliun Huanfu Kota Xilin tapi di Kota Kunlun aku bukanlah siapa-siapa dan hanya bisa dikatakan sebagai Anggota!” pikir Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar.


“Aku harus mendapatkan kepercayaan Tetua Tu untuk bisa mengendalikan Paviliun Huanfu Kota Kunlun agar berada di pihakku dan membantuku melindungi Ayah dan Ibu nantinya!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius.


“Tidak masalah. Tuan Muda Li sudah sangat membantuku dengan memberikan Resep Pil yang sangat berharga jadi sikap seperti itu tidak akan membuatku marah ataupun tersinggung!” ucap Tetua Tu dengan wajah yang senang sambil duduk di samping Li Yuchen


“Anda memiliki Resep Pil yang sangat berharga. Apakah anda juga Seorang Master Alkemia?” tanya Tetua Tu dengan ekspresi wajah yang penasaran


Li Yuchen yang mendengar pertanyaan itu pun tersenyum senang dan menatap Tetua Tu dengan penuh percaya diri.


“Bukankah Tetua Tu sudah bisa menebaknya sendiri?” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang ramah.


Li Yuchen yang membutuhkan bantuan Tetua Tu pun menunjukkan identitas aslinya tanpa ragu dan mengatakan tujuan kedatangannya secara langsung.


“Tetua Tu! Sebenarnya aku ingin kau membantuku untuk memberikan perlindungan padaku pada saat Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li yang akan diadakan dalam waktu dekat!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.


“Meskipun Tuan Muda Li telah membantuku dengan Resep Pil Kaca Penghancur Api dan juga Seorang Master Alkemia tapi hal itu masih belum cukup untuk mendapatkan bantuanku!” ucap Tetua Tu dengan ekspresi wajah yang sinis dan tatapan mata yang tajam.


“Jika itu yang Tetua Tu pikirkan maka semuanya akan menjadi sangat mudah.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang senang.


Li Yuchen yang telah menyiapkan semuanya pun mengeluarkan Lencana Tetua Kehormatan miliknya dan dua buah gulungan di atas meja.


Tetua Tu yang mengenali Lencana yang dimiliki Li Yuchen pun mengambilnya dan membuka dua buah gulungan yang diberikan Li Yuchen pun tertawa dengan sangat keras.


“Hebat! Hebat sekali! Tidak disangka di Keluarga Li tersembunyi Seekor Naga yang sangat kuat!” ucap Tetua Tu dengan suara yang sangat tinggi dengan wajah yang bahagia.

__ADS_1


“Baiklah. Jangan khawatir. Paviliun Huanfu Kota Kunlun berjanji akan membantu Tetu Kehormatan Li hingga mencapai tujuannya!” ucap Tetua Tu dengan ekspresi wajah yang ceria dan bahagia.


Li Yuchen yang telah selesai dengan urusannya di Paviliun Huanfu pun memakai jubah hitam dan pergi ke Menara Formasi Shinzu lalu tidak sengaja bertemu dengan Wei Lan (Nona Muda yang ditolong Li Yuchen di cerita awal saat dirampok).


“Tu-tunggu! Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Wei Lan dengan ekspresi wajah yang bingung dan nada suara yang penasaran.


Li Yuchen yang tidak mengingat Wei Lan dan lebih tepatnya tidak peduli tentang keberadaan Wei Lan pun menatap Wei Lan cukup lama.


“Hmmm! Tidak! Kita tidak pernah bertemu sebelumnya, Nona!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang cuek.


“Benarkah? Tapi aku merasa sepertinya pernah bertemu denganmu tapi aku tidak mengingatnya dengan jelas kapan dan dimana!” ucap Wei Lan dengan ekspresi wajah yang bingung dan tatapan mata yang penasaran.


“Maaf Nona Muda. Saya tidak mengingat pernah bertemu dengan anda dan sepertinya anda telah salah mengenali orang. Jika tidak ada hal lain yang ingin dibicarakan saya pergi dulu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sopan sambil berbalik arah meninggalkan Wei Lan.


“Hah! Qier pernah bilang jika dia tidak suka dengan sikapku yang dingin kepada orang lain pun membuka harus merubah sikapku menjadi lebih sabar. Meskipun sulit tapi jika aku berhasil bukankah Qier akan senang!” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah sambil berjalan menjauh.


Namun disaat Li Yuchen untuk pergi meninggalkan Wei Lan tiba-tiba ada suara yang seseorang yang sangat dikenalinya memanggilnya.


“Tenanglah Kakak Ou! Kau tidak perlu semarah itu. Itu semua salahku yang telah salah mengenali orang jadi ini bukan salahnya jika bersikap seperti itu padaku!” ucap Wei Lan dengan ekpsresi wajah yang canggung sambil memegang tangan Li Ouyang, Putra Li Zui, Paman Li Yuchen.


Hah! Baiklah! Jika bukan karena Adik Lan. Aku pasti sudah menghajar bocah sialan itu!” ucap Li Ouyang dengan ekspresi wajah yang kesal.


Li Yuchen yang menoleh sedikit ke belakang dan melihat Putra dari Musuhnya sedang marah-marah karena tidak bisa menyentuhnya pun memberikan perasaan tersendiri di hati Li Yuchen.


“Hmmm, siapa yang menghajar siapa bukanlah hal yang pasti. Tapi bersabarlah Sepupuku tersayang. Kita pasti akan bertemu dalam waktu dekat!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil berjalan dengan senyum jahat menuju ke Menara Formasi Shinzu.


“Aku sudah memiliki Paviliun Huanfu ditangan dan juga Asosiasi Kesatria Bayangan yang mendukungku di Kota Kunlun. Aku tidak bisa berhenti disini saja. Aku harus mendapatkan banyak dukungan saat Pertandingan nanti!” ucap Li Yuchen dengan senyum dan pikiran jahat yang terus berputar di kepala Li Yuchen.


Li Yuchen yang telah sampai di Menara Formasi Shinzu pun langsung menaiki lantai Empat yang hanya dikhususkan untuk Master Formasi.


Namun tiba-tiba dihadang oleh Seorang Penjaga yang bertubuh besar dengan wajah yang garang dan tatapan mata yang tajam

__ADS_1


“Maaf! Tempat ini bukanlah tempat yang bisa sembarangan orang masuki!” ucap Penjaga tersebut dengan nada suara yang tegas.


“Aku ingin bertemu dengan Ketua Menara Formasi Shinzu!” ucap Li Yuchen dengan pecaya diri dan tatapan mata yang tajam sambil menunjukkan Lencana Tetua Kehormatan miliknya kepada Penjaga tersebut.


Penjaga yang mengenali simbol yang ada di Lencana itu pun menjadi sangat terkejut dan menundukkan kepala sebagai tanda permintaan maaf dan mempersilahkan Li Yuchen masuk dan menunggu di Ruang Tunggu.


“Tetua Li silahkan menunggu disini. Saya akan segera menyampaikan pesan anda kepada Ketua Xingchen!” ucap Penjaga dengan ekspresi wajah yang patuh sambil menundukkan kepalanya dengan hormat.


Tak butuh waktu lama, Ketua Xingchen yang mengetahui keberadaan Li Yuchen pun langsung menyambut kedatangan Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia.


“Tetua Li! Senang bisa bertemu dengan anda!” ucap Ketua Xingchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dan nada suara yang ceria dan senyum yang lebar.


“Maaf karena telah meminta bertemu dengan cara yang kurang sopan!” ucap Li Yuchen dengan eskpresi wajah yang bersalah.


“Tidak ada yang perlu dimaafkan. Kita berada di satu tempat yang sama jadi apa yang Tetua Li inginkan dengan Menara Formasi Shinzu di Kota Kunlun ini?” tanya Tetua Xingchen dengan ekspresi wajah yang berubah serius dan tatapan mata yang tajam.


"Ketua pasti sudah mengetahui identitasku sebelumnya bukan? Jadi aku tidka akan menutupi apapun dan mengatakan semuanya." ucap Li Yuchen setelah meletakkan teh yang diminumnya di atas meja dengan ekspresi wajah yang serius.


"Aku ingin dukungan Menara Formasi Shinzu untuk Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li yang akan segera dilaksanakan!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan jelas.


"Hmmm, itu bukanlah hal yang sulit. Jika Tetua Li mau, Menara Formasi Shinzu bisa melakukan hal yang lebih dari ini!" ucap Ketua Xingchen dengan ekspresi wajah yang senang dan tersenyum jahat.


"Kalau begitu apa yang Ketua inginkan dariku?" tanya Li Yuchen secara langsung dengan ekspresi wajah yang serius.


Ketua Xingchen yang mendengar ucapa Li Yuchen pun mengubah wajahnya menjadi senang dan sangat bahagia dengan senyum lebar yang tak berhenti diucapkan.


"Aku ingin...." ucap Ketua Xingchen dengan ekspresi wajah yang percaya diri dan tatapan mata yang tajam.


#Bersambung#


Apa yang diinginkan Ketua Xingchen ya.? Hmmm, apakah Li Yuchen akan setuju? Jangan lupa baca kelanjutannya besok ya..

__ADS_1


__ADS_2