
Li Yuchen yang berhasil menyembuhkan Ye Zhin pun kembali ke kursinya dan mendapatkan sambutan bahagia dari rekannya yang lain kecuali Nanggong Ruan yang merasa sangat sedih dengan nasibnya.
Li Yuchen yang tidak ingin melakukan apapun untuk orang lain yang tidak memberinya keuntungan pun mengalihkan pandangannya ke pertandingann selanjutnya.
Sisa dari Babak Pertama adalah Delapan Peserta yang artinya akan ada Empat Pertandingan di Babak Kedua.
Li Yuchen yang bertanding melawan Yun Tianxing yang merupakan sesama rekannya dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan tetap belanjut.
“Pertandingan Kedua dimenangkan oleh Li Yuchen dari Daratan Danzong!” teriak Nan Luo dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang bersemangat.
“Selamat Tuan Muda Li! Aku sudah menduga bahwa aku akan kalah tapi setelah pertandingan ini aku menyadari perbedaan Kekuatan kita yang begitu besar!” ucap Yun Tianxing yang terduduk di lantai Arena dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Tuan Muda Li, anda berkembang dengan sangat pesat dan aku akan berusaha untuk ikut berkembang dan menyusul anda!” ucap Yun Tianxing yang telah berdiri sambil mengulurkan tangan ke arah Li Yuchen.
“Terima kasih. Anda pun telah berkembang lebih kuat dan saya yakin anda pun bisa menjadi lebih kuat lagi!” ucap Li Yuchen yang mencoba memberikan semangat kepada Yun Tianxing yang akhirnya membuat keduanya berpelukan dan kembali ke tempat mereka.
Master Qiang yang melihat Li Yuchen dan Yun Tianxing telah kembali pun menyambut keduanya kembali dengan senyum yang lebar.
“Pertandingan yang bagus! Selamat Tuan Muda Li, anda menjadi wakil pertama dari Daratan Danzong yang bisa sampai di tahap ini selama lebih dari puluhan tahun yang lalu!” ucap Master Qiang dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Master Qiang yang sangat bahagia pun tidak menunda waktu lagi untuk memberikan kabar kepada Kaisar Su Yongkang tentang Kemenangan Li Yuchen.
Sementara itu, Pertandingan Ketiga pun telah diumumkan dimana pertandingan antara Bai Hongyu dan Hua Fan.
Di saat bersamaan, Burung Phoenix yang telah menunggu Li Yuchen sejak tadi pun dengan cepat terbang ke arah Li Yuchen.
“Bos! Aku merindukanmu!” ucap Burung Phoenix dengan telepati suara dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Li Yuchen yang melihat Burung Phoenix berada di bahunya pun tanpa sadar mengalihkan pandangannya ke arah Seo Xiqin yang sedang duduk dengan santai di atas Podium.
__ADS_1
Li Yuchen yang tau jika dirinya tidak akan bisa bicara dengan leluasa pun membawa Burung Phoenix pergi menjauh dan mencari tempat yang sepi.
“Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau menemuiku? Kenapa kau tidak tetap bersama Qier?” teriak Li Yuchen dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang kesal sambil membalik tubuh Burung Phoenix ke bawa sambil mengguncang-guncangkan tubuhnya.
“Ampuni aku, Bos! Tolong jangan goyang-goyangkan tubuhku lagi! kepalaku sangat pusing, Bos!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang terdengar sangat tidak nyaman.
“Apa kau merasa pusing? Lalu bagaimana denganku yang harus merasa sangat cemas saat Qier sendirian tanpa ada perlindungan sama sekali?” tanya Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah menyerupai iblis dengan tanduk hitam.
“Maaf, Bos! Aku hanya menjalankan tugas dan perintah dari Nyonya! Aku tidak bermaksud meninggalkan Nyonya dan mengabaikan perintahmu, Bos!” ucap Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang ketakutan dengan suhu udara yang berubah dingin secara mendadak.
Li Yuchen yang mendengar alasan Burung Phoenix pun dengan cepat berhenti marah dan mengubah nada biacaranya.
“Katakan padaku, apa yang ingin Qier sampaikan?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang penasaran dengan tatapan mata yang tajam.
“I-itu...” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang bingung.
Burung Phoenix yang khawatir jika pesan rahasia yang diminta Seo Xiqin sampaikan akan didengar orang lain meskipun dirinya sangat yakin karena tidak ada orang lain selain dirinya dan Li Yuchen tetap ingin bersikap waspada.
“Benarkah yang kau katakan itu?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan alis yang mengekerut menyelidiki.
“Tentu saja, Bos! Aku tidak akan mungkin mengubah pesan yang ingin disampaikan Nyonya!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang tegas.
“Aku mengerti! Kau boleh kembali ke tempat Qier sekarang! Aku akan mengurusnya disini! Katakan padanya, jangan khawatir karena ini semua adalah rencanaku!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang percaya diri.
Burung Phoenix yang tidak tau maksud ucapan Li Yuchen karena masih pusing karena guncangan yang diterimanya pun terbang kembali ke sisi Seo Xiqin.
“Rencanaku berjalan lancar. Jika Kaisar bodoh itu benar memintaku datang ke Istana maka aku akan menjadi kesempatan yang bagus untuk Luenli!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil berbalik arah dan berniat kembali ke dalam Stadion Pertandingan.
Namun saat Li Yuchen melangkahkan kakinya, Li Yuhen merasakan ada seseorang di tempat itu dan dengan cepat melemparkan tiga jarum perak dengan Api Berapi Hitam.
__ADS_1
“Argh! Ucap orang yang bersembunyi di atas pohon dengan suara yang rendah lalu turun dan berdiri di hadapan Li yuchen.
“Bukankah ini sungguh tidak sopan untuk menguping pembicaraan orang lain, Tuan Muda Mu Gecheng?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
“Aku tidak berniat menguping hanya saja sejak awal tempatku sudah ada di sini!” ucap Mu Gecheng dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang tidak peduli.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Mu Gecheng pun menoleh ke atas pohon dan melihat ke sekeliling.
“Orang ini sungguh pandai menyembunyikan hawa keberadaannya. Aku bahkan tidak bisa menyadari bahwa dia ada di sini sejak awal!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang penasaran.
“Jika aku tidak mencoba menghilangkan jejak keberadaanku dan Burung Phoenix di sini mungkin aku tidak akan pernah mengetahui ini! Orang ini sungguh lawan yang sulit!” ucap Li Yuchen dalam hati yang mengalihkan pandangannya ke arah Mu Gecheng.
“Jangan khawatir. Aku tidak memiliki niat untuk mengatakan apapun ataupun mengatakan kepada siapapun tentang yang kau lakukan tadi!” ucap Mu Gecheng dengan ekspresi wajah yang malas sambil bergerak naik ke atas pohon lagi dan berbaring di ranting.
Li Yuchen yang melihat Mu Gecheng tidak peduli padanya pun memutuskan untuk mengubur masalah ini dan kembali ke Stadion.
“Burung Pipitmu itu sepertinya bukanlah Burung biasa!” ucap Mu Gecheng dengan suara yang rendah sambil berbaring dan menutup mata yang membuat Li Yuchen berhenti berjalan dan berbalik arah.
“Aku tidak tau hubunganmu dengan Seo Xiqin tapi aku rasa kau tau bahwa Seo Xiqin adalah bagian dari Keluarga Mu dan Klan Es dari Daratan Wuzhou!” ucap Mu Gecheng yang mengubah nada bicara menjadi dingin.
“Aku tidak suka ikut campur dalam hubungan orang lain tapi aku pun tidak bisa diam saja saat orang yang tidak pantas bersama dengan Orang yang berasal dari Keluargaku!” sindir Mu Gecheng dengan tatapan mata yang tajam sambil berbalik arah menatap Li Yuchen.
“Jika kau berhasil menang dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan ini dan mengalahkanku maka aku tidak akan menghalangi hubungan kalian. Aku bahkan bisa membantumu meyakinkan Bibi untuk memberikan izin untuk hubungan kalian!” ucap Mu Gecheng dengan nada suara yang tegas.
Li Yuchen yang mendengar pernyataan dari Mu Gecheng pun tersenyum lebar dan menganggap bahwa itu sebagai Tantangan yang menyenangkan.
“Jika seperti itu maka aku akan menerima tantangan ini. Jangan coba untuk menarik kembali ucapanmu Tuan Muda Mu!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lebar dengan nada suara yang penuh semangat.
“Jangan khawatir! Pria sejati tidak akan pernah menarik kembali ucapan yang telah diucapkannya!” ucap Mu Gecheng dengan senyum yang lebar sambil bergerak turun kembali dari pohon lalu berjalan masuk ke dalam Stadion meninggalkan Li Yuchen berdiri di tempatnya.
__ADS_1
#Bersambung#
Hmmm, Tantangan diberikan dan diterima dengan senang hati oleh MC kita tercinta. Ayo tebak siapakah yang akan menang, Li Yuchen atau Mu Gecheng? Tebak di kolom komentar ya...