
Li Yuchen yang memenuhi panggilan Kaisar Qi pun datang ke Istana sambil membawa Luenli bersamanya.
"Luenli, kau akan ikut denganku ke Istana Kekaisaran untuk bertemu dengan Kaisar Qi jadi gantilah pakaianmu dengan yang aku berikan!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
"Aku mengerti, Master!" ucap Luenli sambil menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti dengan tatapan mata yang tajam.
"Ingat! Jangan pernah berharap banyak pada Kaisar Qi dan jangan percaya pada siapapun di Istana Kekaisaran karena semuanya memiliki maksud tertentu yang bisa saja buruk atau baik!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
Luenli yang mendengarkan semua ucapan Li Yuchen pun mengerti tanpa perlu dijelaskan lebih karena selama ini Luenli sudah cukup melihat sikap orang-orang sebenarnya.
Di dalam Istana Kekaisaran, Li Yuchen yang sedang berjalan menuju ke Aula Utama tempat Kaisar Qi berada tiba-tiba bertemu Putri Pertama Qi Shuwen.
"Hormat kepada Yang Mulia Putri Pertama!" ucap Kesatria dengan kepala tertunduk memberi salam dan hormat dan begitu pula dengan Luenli yang langsung bersujud di hadapan Putri Pertama Qi Shuwen.
Li Yuchen yang mengerti Etika pun dengan cepat menundukkan sedikit kepalanya lalu mengangkatnya kembali.
Putri Pertama Qi Shuwen yang ingin bicara dengan Li Yuchen pun memutuskan untuk mengajak Li Yuchen minum teh bersamanya.
"Tuan Muda Li, ini adalah pertemuan pertama kita tapi aku ingin mengatakan bahwa aku melihat Pertandinganmu kemarin dan itu sangat luar biasa!" ucap Putri Pertama Qi Shuwen yang memberikan pujian kepada Li Yuchen dengan nada suara yang sedikit bersemangat.
"Agh! Ehem! Aku hanya ingin mengucapkan selamat atas kemenangan Tuan Muda Li dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan!" ucap Putri Pertama Qi Shuwen dengan wajah yang memerah karena malu.
"Terima kasih, Yang Mulia." jawab Li Yuchen dengan singkat karena tidak tertarik sama sekali untuk bicara ataupun bertemu dengan Putri Pertama Qi Shuwen.
"Hmmm, aku ingin mengundang Tuan Muda Li untuk datang ke Istanaku. Kebetulan Kepala Pelayan Istana baru saja membawa teh yang sangat spesial dari Daratan Wuzhou!" ucap Putri Pertama Qi Shuwen dengan tatapan mata yang penuh harap dan wajah yang malu-malu.
"Maafkan atas kelancangan hamba, Yang Mulia. Saya harus menolak permintaan Yang Mulia karena saat ini saya harus segera menemui Yang Mulai Kaisar!" ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang dingin serta Ekspresi wajah dan nada suara yang datar.
Li Yuchen yang sangat malas melayani wanita lain selain Seo Xiqin dengan cepat memberikan kode kepada Penjaga untuk segera mengantarnya menemui Kaisar Qi jika tidak ingin membuat Kaisar Qi marah lalu memenggal kepala mereka.
Putri Pertama Qi Shuwen yang terkenal sangat cantil itu pun menjadi sangat marah dan kesal karena ditolak oleh Li Yuchen untuk pertama kalinya dalam hidupnya.
"Sial! Beraninya dia menolakku! Apakah dia pikir jika dia adalah orang yang sangat hebat? Aarrrggghhj!" teriak Putri Pertama Qi Shuwen dengan suara yang sangat keras sambil melemparkan barang yang ada sesaat dirinya sampai di kamarnya.
__ADS_1
Semua Pelayan yang melihat sikap dan perbuatan Putri Pertama Qi Shuwen hanya bisa berdiri sudut ruangan dengan wajah yang ketakutan dan tubuh yang bergetar karena khawatir Putri Pertama Qi Shuwen akan melampiaskan amarahnya padanya.
Sementara itu, Li Yuchen yang telah berdiri di hadapan Kaisar Qi dengan Luenli berdiri di belakangnya pun menundukkan kepalanya memberi salam pada Kaisar Qi secara bersama-sama.
Kaisar Qi yang melihat seorang pria berumur hampir empar puluhan tahun di belakang Li Yuchen langsung menatap tajam ke arah Li Yuchen.
"Tuan Muda Li, apakah pria yang sudah berumur sangat tua itu adalah orang yang kau katakan?" sindir Kaisar Qi dengan nada suara yang terdengar dingin dan ekspresi wajah yang tidak senang.
Li Yuchen yang merasakanya pun tersenyum kecil lalu berbalik ke arah Luenli dan menganggukkan kepalanya.
Luenli yang mengerti maksud kode yang diberikan Li Yuchen pun melepaskan topeng kulit yang ada di wajahnya dan melepaskan benda yang menutupi kepalanya.
Kaisar Qi yang akhirnya melihat seorang anak muda pun menatap bingung ke arah Li Yuchen yang masih berdiri dengan santai.
"Apa maksudnya ini semua Tuan Muda Li?" tanya Kaisar Qi dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.
"Apakah Yang Mulia tidak bisa menebaknya? Siapa anak yang ada di belakangku ini?" tanya Li Yuchen dengan senyum lebar.
"Apakah dia anak yang maksudkan itu? Apakah dia benar-benar Putraku?" tanya Kaisar Qi dengan alis yang mengkerut karena bingung.
Luenli yang tau apa yang harus dilakukannya pun maju ke depan dan menunjukkan tanda lahir yang ada di belakang lehernya.
Kaisar Qi yang sudah memastikan semuanya akhirnya percaya bahwa anak laki-laki yang ada di depannya adalah Putranya.
"Aku percaya padamu Tuan Muda Li tapi kenapa kau menutupi wajahnya dan menunjukkan wajah aslinya di hadapanku. Apa yang sebenarnya kau pikirkan?" tanya Kaisar dengan rasa penasaran yang tinggi.
"Aku hanya ingin melindungi Luenli, Yang Mulia. Jika Yang Mulia Permaisuri You mengetahui semua ini maka nyawa Luenli akan dalam bahaya!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
Kaisar Qi yang mendengar pernyataan Li Yuchen pun menjadi bingung lalu tiba-tiba Li Yuchen menyerahkan beberapa gulungan kepada Kaisar Qi.
Kaisar Qi yang penasaran dengan isinya dengan cepat membuka dan membaca gulungan tersebut dan menjadi sangat marah setelah mengetahui yang terjadi.
"Apakah semua informasi yang kau berikan ini benar adanya, Tuan Muda Li?" tanya Kaisar Qi dengan nada suara yang tinggi.
__ADS_1
"Tentu saja karena aku memiliki sumber informasi yang dipercaya, Yang Mulia!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dengan eskpresi wajah yang percaya diri.
"Sialan! Beraninya Permaisuri melakukan kejahatan yang sangat kejam ini selama bertahun-tahun!" gumam Kaisar Qi dengan ekspresi wajah yang kesal.
"Aku tidak menyangka jika Permaisuri yang terlihat anggun dan juga baik itu tega membunuh setiap anak laki-laki yang terlahir dari Selir dan juga Gundikku! Bahkan sebelum mereka membuka matanya!" ucap Kaisar Qi sambil mengepalkan tangannya karena mencoba menahan amarahnya.
Kaisar Qi yang sangat marah dan kesal dengan cepat memanggil Kasim kepercayaannya.
"Kasim Heon!" teriak Kaisar Qi dengan sangat keras dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang marah.
"Hamba di sini, Yang Mulia. Kataka perintahmu Yang Mulia!" ucap Kasim Heon dengan kepala tertunduk dengan ekspresi wajah yang datar.
"Baca dan selidiki semuanya! Aku ingin kebenarannya segera dan ingat jangan sampai hal ini diketahui siapapun!" ucap Kaisar Qi dengan tatapan mata yang tajam.
Kasim Heon yang mendapatkan perintah langsung dari Kaisar Qi pun dengan cepat menundukkan kepala lalu pergi dengan cepat.
Kaisar Qi yang senang karena dirinya masih memiliki Putra yang lain untuk mewarisi Kekaisarannya berniat membawa Luenli memasuki Istana.
"Karena sudah dibuktikan bahwa kau adalah Putraku maka mulai hari ini kau akan tinggal di Istana bersama denganku!" ucap Kaisar Qi dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lebar.
"Tunggu sebentar Yang Mulia! Luenli tidak akan tinggal di Istana hingga masalah dengan Permaisuri You dan orang-orangnya selesai!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
"Tidak bisa! Luenli adalah Pangeran Kekaisaran Qi jdi dia harus tinggal di Istana ini!" ucap Kaisar Qi dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang marah.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Kaisar Qi pun tertawa kecil dan tersenyum sinis menatap tajam ke arah Kaisar Qi.
"Yang Mulia, apakah kau ingin kehilangan Luenli juga sama seperti Putramu yang lain yang telah tiada?" sindir Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam.
Kaisar Qi yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi marah dan dengan cepat berteriak dengan keras ke arah Li Yuchen.
"Apa maksud ucapanmu Tuan Muda Li? Aku tau kau yang telah menemukan Pangeran tapi kau tidak berhak untuk memutuskan apapun!" ucap Kaisar dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah Li Yuchen akan diam saja saat Kaisar Qi memutuskan untuk membawa Luenli tinggal di Istana? Tebak di kolom komentar ya..