
Tetua Han dan Ye Rui sudah mengetahui identitas lain dari Tetua Yu tapi keduanya kesulitan menunjukkan hubungan mereka karena identitas lain dari Li Yuchen yang sangat bertolak belakang.
"Guru, apakah Tetua Yu memang harus pergi ke Makam Kuno yang akan segera muncul?" tanya Ye Rui yang tidak ingin Li Yuchen ikut.
"Tentu saja. Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Tetua Han dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang menyelidik.
"Hmmm, Tetua Yu hanya Seorang Master Alkemia dan juga Seorang Master Formasi bahkan Tetua Yu tidak memiliki basis kultivasi. Bagaimana bisa dia bertarung melawan musuh nanti?" tanya Ye Rui dengan ekspresi wajah merendahkan dengan ekspresi wajah yang tidak senang karena masih memiliki dendam.
"Hmmm, orang yang menyembunyikan identitasnya sebagai Master Alkemia dan Master Formasi dan memilih menonjolkan diri sebagai orang yang tidak berguna dan pencundang bukanlah orang biasa." ucap Tetua Han yang membela Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang menunjukkan rasa penasaran.
"Aku yakin Tetua Yu pasti menyimpan rahasia lain yang tidak diketahui orang lain dan hanya dapat diketahui oleh orang yang dipercayainya." ucap Tetua Han lagi sambil memandang Ye Rui yang terkejut dengan ucapan Tetua Han.
"Aku tau kau tidak bisa menerima dengan ikhlas semua yang terjadi tapi ingat jangan pernah melakukan kesalahan yang sama jika tidak ingin kehilangan nyawamu!" ucap Tetua Han lagi yang memberikan peringatan kepada Ye Rui agar menjaga sikapnya di hadapan Li Yuchn.
"Baik, Guru." ucap Ye Rui yang langsung berubah sopan dengan menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti.
"Hah, sayang sekali kau tidak memiliki hubungan yang baik dengan Master Ye jika tidak kita bisa meminta bantuannya untuk masalah ini." gumam Tetua Han dengan eskspresi wajah yang sedih dan kecewa sambil menggelengkan kepala.
"Ye Zhin! Anak tidak sah itu!" ucap Ye Rui dalam hati dengan tangan terkepal erat sambil menggigit bibirnya karena menahan kesal mendengar nama orang yang dibencinya.
Di tempat lain, Menara Formasi Shinzu yang juga mengetahui tentang Makam Kuno yang akan segera terbuka pun mulai mengadakan rapat.
"Dimana Tetua Yu?" tanya Wu Ruxin dengan ekspresi wajah penasaran sambil melihat ke setiap kursi yang ternyata tidak menemukan keberadaan Li Yuchen.
"Kita tidak bisa menemuinya karena identitasnya yang asli tidak diketahui." ucap salah Seorang Master Formasi dengan ekspresi wajah yang sedih.
"Meskipun kalian tidak mengetahui identitas aslinya jangan pernah mencoba mencari tau jika tidak ingin kehilangan nyawa kalian karena semakin sedikit kalian tau maka itu akan semakin baik." ucap Wu Peng dengan tatapan mata yang tajam sambil menatap semua orang yang ada di ruangan dengan mencoba memberi peringatan.
"Dimana Master Ye? Dia pasti tau keberadaan Tetua Yu?" tanya Tetua Ye dengan ekspresi wajah yang tidak sabaran dan tidak senang.
__ADS_1
Di saat semua orang sedang membahas keberadaan Li Yuchen, Ye Zhin yang datang terlambat pun masuk ke ruang rapat dengan sikap yang tidak biasa.
"Hai, semuanya. Apakah rapatnya sudah dimulai?" tanya Ye Zhin dengan sikap yang santai sambil duduk di kursi yang kosong dengan nada suara yang bersahabat dengan senyum yang lebar seperti idiot.
Wu Ruxin yang tidak menemukan keberadaan Li Yuchen dan melihat sikap ceroboh Ye Zhin membuatnya menjadi kesal lalu melampiaskannya pada Ye Zhin.
"Apakah kau tidak tau jika rapatnya dimulai pukul berapa?" tanya Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang kesal dengan nada suara yang sinis dan tatapan mata yang tajam seperti elang.
"Hmmm, Nona Wu jangan terlalu tegang, santailah sedikit. Lagipula sepertinya rapat kita belum dimulai. Benar bukan?" tanya Ye Zhin yang mencoba membela dirinya dengan mencari dukungan Master Formasi yang lain.
Wu Ruxin yang semakin kesal karena dibantah pun ingin sekali menghajar Ye Zhin tapi dihentikan oleh Wu Peng.
"Kau...!" ucap Wu Ruxin dengan nada suara yang tinggi dengan mata yang melotot dengan tajam dengan ekspresi wajah yang menahan emosi.
"Ehem!" ucap Wu Peng dengan suara batuk yang sangat besar sambil memberikan peringatan kepada Wu Ruxin untuk tidak melanjutkan sikapnya sehingga membuat Wu Ruxin menggigit bibir bawahnya dan mengepal tangannya dengan sangat erat karena harus menahan emosi.
"Hmmm, Tetua Yu sedang melakukan Pelatihan Tertutup sejak dua hari yang lalu jadi aku tidak bisa memberitaunya lagi pula rapat ini diadakan secara mendadak." ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang beruabah serius.
"Pelatihan Tertutup? Apakah Tetua Yu juga Seorang Kuktivator?" tanya Wu Ruxin yang merasa sangat bingung dengan ekspresi wajah tidak percaya dengan tatapan mata yang melotot tajam.
"Apa yang kau herankan? Tentu saja Tetua Yu adalah Seorang Kultivator." ucap Wu Peng dengan nada suara yang tegas dan penuh keyakinan.
"Aku bahkan Anggota Menara Formasi Shinzu yang lain bahkan tidak pernah merasakan adanya aliran Energi di dalam tubuh Tetua Yu seperti seolah orang biasa." ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang bingung.
"Jika Tetua Yu bukan Seorang Kultivator bagaimana dia bisa membuat Formasi dan Alkemia?" tanya Tetua Ma dengan tatapan mata yang sinis.
"Betul sekali, jika Bos saat itu tidak bergerak menangkap Pelayan Nakal itu, aku tidak akan tau jika Tetua Yu adalah Master Formasi tingkat tinggi. Hah!" ucap Ye Zhin sambil menggerak-gerakkan tangannya dengan santai sambil menarik nafas panjang.
Setelah mendengar perkataan yang lainnya, Wu Ruxin pun terdiam dan rapat pun dimulai tanpa kehadiran Tetua Yu.
__ADS_1
Setelah rapat berakhir, Wu Peng pun meminta Ye Zhin untuk menyampaikan isi rapat kepada Li Yuchen setelah dirinya selesai Pelatihan Tertutup.
Sementara itu, Li Yuchen yang tidak makan, minum dan istirahat selama Pelatihan Tertutup pun langsung menghabiskan porsi makanan yang sangat banyak hingga piring kosong memenuhi meja makan.
"Chen gege pelan-pelan saja. Tidak akan ada yang akan mengambil makananmu!" ucap Seo Xiqin yang duduk di samping Li Yuchen yang sedang makan dengan sangat lahap.
Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen makan dengan berantakan pun tertawa kecil dan mencoba membantu Li Yuchen membersihkan mulutnya yang masih ada sisa makanan hingga membuat Li Yuchen tersenyum dengan sangat lebar.
Li Yuchen yang membutuhkan waktu istirahat pun ditinggal sendiri oleh Seo Xiqin agar Li Yuchen dapat tertidur dengan nyenyak.
Li Yuchen yang sedang sendiri tiba-tiba kedatangan Ye Zhin yang memang telah menunggu waktu yang tepat untuk menemui Li Yuchen tanpa ada orang lain yang akan mengganggu.
"Ada berita apa?" tanya Li Yuchen yang sedang duduk dengan ekspresi wajah yang malas sambil melihat Ye Zhin yang berdiri di depannya.
"Sama seperti yang Bos perintahkan, Jin Qui telah masuk perangkap dan telah dihukum oleh Jin Xiping dengan cambuk papan di punggungnya sebanyak lima puluh kali." ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang penasaran.
"Setelah dipukul sebanyak itu, Jin Qui masih sadarkan diri dan berusaha untuk bertahan hidup tapi aku telah memasukkan pil yang diberikan Bos dan kemarin Ji Qui telah menghembuskan nafas terakhirya sesuai dengan yang diinginkan Bos." ucap Ye Zhin dengan senyum jahat seperti Iblis.
"Bagus. Sampah sepertinya memang tidak pantas untuk hidup lama karena akan mencemari udara." ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dengan aura membunuh sambil mengingat kembali ucapan Jin Qui yang ingin meletakkan Seo Xiqin ke atas tempat tidurnya.
Ye Zhin yang juga ingat dengan isi rapatnya bersama Tetua dan Anggota Menara Formasi Shinzu yang lain pun menyampaikan informasi itu kepada Li Yuchen.
"Bos, Makam Kuno akan segera terbuka di Padang Pasir sebelah Utara Kota Jinlin!" ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah dan nada suara yang serius.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Ye Zhin pun menjadi sangat tertarik karena sangat menantikan Harta Karun yang ada di dalam Makam Kuno tersebut.
"Makam Kuno? Hmmm..." guman Li Yuchen yang mulai memikirkan harta karun yang akan didapatkannya nanti dengan mata yang berubah hijau karena mengingat keuntungan yang akan didapatkannya.
#Bersambung#
__ADS_1