
Keesokan paginya, Li Yuchen yang bangun lebih awal langsung keluar ruangan meninggalkan Seo Xiqin yang masih tertidur nyenyak.
“Tuan Besar!” panggil Luo’er dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar yang langsung menundukkan kepalanya memberikan rasa hormat.
“Aku akan pergi ke ruang kerjaku! Qier masih tidur! Jangan bangunkan dia sampai dia bangun sendiri! Lalu layani dia dengan sangat baik!” ucap Li Yuchen memberikan perintah dengan ekspresi wajah yang serius.
“Baik, Tuan Besar!” ucap Sui’er dan Luo’er secara bersamaan sambil membungkukkan tubuhnya dengan ekspresi wajah yang sopan.
Li Yuchen yang berada di dalam ruang kerjanya langsung bertemu dengan Paman Ong dan Bibi Yi yang sudah menunggu Li Yuchen keluar dari kamarnya.
“Tuan Besar!” panggil Paman Ong dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
“Ada apa Paman Ong, Bibi Yi?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan dingin dengan tatapan mata yang penasaran.
“Tuan Besar, berita tentang identitas asli Tuan Muda yang merupakan Tetua Yu telah diketahui semua orang dan menjadi berita yang sangat panas saat ini!” ucap Paman Ong dengan ekspresi wajah yang serius.
“Tidak hanya itu, Tuan Besar. Bahkan beberapa Keluarga Bangsawan di Kota Jinlin dan Keluarga Bangsawan di Kota tetangga pun ikut mengirimkan banyak sekali hadiah untuk mendapatkan kesan baik dari Tuan Besar!” ucap Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang bingung.
“Kirim kembali semua hadiah itu dan tutup pintu Gerbang! Aku tidak ingin menerima siapapun hari ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang lelah.
“Hah! Ini semua karena dua wanita itu. Jika tidak maka identitasku tidak akan terbongkar dan menjadi konsumsi semua orang!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang tajam.
Paman Ong dan Bibi Yi yang mendapatkan perintah baru dari Li Yuchen pun bergegas pergi menjalankan tugas mereka.
Ye Zhin yang telah menunggu kepergian Bibi Yi dan Paman Ong pun muncul di hadapan Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
“Bos, apakah kau serius ingin keluar dari Paviliun Huanfu dan Menara Formasi Shinzu?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang tidak percaya.
__ADS_1
“Bagaimana menurutmu?” tanya Li Yuchen lagi yang tidak ingin menjawab pertanyaan Ye Zhin yang sebenarnya telah diketahuinya dengan sangat jelas.
Ye Zhin yang tidak ingin berada pada kesimpulan yang ada di dalam pikirannya pun memilih diam dan mengalihkan pembicaraan.
“Bos, apakah kau juga mau jika aku keluar dari Menara Formasi Shinzu?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang penuh percaya diri.
“Masalah ini tidak ada hubungannya denganmu! Aku melakukan ini untuk memberikan pelajaran kepada Ye Rui dan Wu Ruxin tapi sepertinya akibat dari ulah mereka berdua dan tindakan yang aku lakukan membuat keadaan semakin kacau.” Ucap Li Yuchen sambil menarik nafas panjang dan berat.
“Bos!” panggil Ye Zhin dengan tatapan mata yang sedih dan cemas dengan nada suara yang khawatir menatap Li Yuchen.
“Kau tidak perlu melihatku seperti itu. Aku tidak membutuhkan simpatimu. Aku ingin kau berlatih dengan sangat giat dan temui aku di Kota Yunlong. Aku ingin kau mengikuti Ujian Masuk Akademi Yunlong!” ucap Li Yuchen yang berdiri dan berjalan ke arah jendela sambil membelakangi Ye Zhin yang tidak mengerti.
“Kau itu sangat lemah. Kau bahkan hanya berada di Level Bumi tingkat delapan setelah berendam di Sumber Kolam Ajaib di Makam Kuno!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang sinis dan kata-kata yang kejam dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Hah! Aku bukan jenius sepertimu Bos yang dapat mempelajari Alkemia dan Formasi di saat bersamaan dengan tingkatan yang tinggi!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang tidak percaya diri dengan tatapan mata yang redup seperti kehilangan semangat sambil menghela nafas yang panjang.
Ye Zhin yang tidak ingin mengecewakan Li Yuchen pun menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang menunjukkan tekad yang kuat
Sementara itu, Seo Hong yang datang menemui Li Yuchen tidak menyangka jika banyak sekali kereta kuda datang untuk bertemu dengan Li Yuchen.
“Tuan Besar, sepertinya akan sulit untuk kereta kita masuk sekarang karena terlalu banyak kereta kuda yang datang menunggu!” ucap Kusir yang sedang berdiri mengendalikan kuda dengan ekspresi wajah yang bingung.
“Hmmm, semua orang sudah mengetahui identitas dari Menantuku itu dan sudah pasti akan ada banyak orang yang ingin bertemu dengannya untuk mendapatkan pandangan baik dengannya!” gumam Seo Hong dengan ekspresi wajah yang gembira dengan senyum yang bahagia.
“Aku tidak boleh menyerah! Aku harus bertemu dengannya dan membawanya tinggal di Kediaman Keluarga Seo agar semua orang mulai memikirkan untuk menghormati posisiku!” ucap Seo Hong dengan senyum yang licik dengan pikiran-pikiran yang sombong.
“Kau kemari!” panggil Seo Hong dengan ekspresi wajah dan nada suara yang dingin serta tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
“Apakah ada yang Tuan Besar inginkan?” tanya Kusir yang telah berdiri di depan pintu kereta kuda di balik tirai yang tertutup dengan kepala yang tertunduk ke bawah.
“Kau pergi dan temui Penjaga Gerbang lalu berikan ini kepadanya. Katakan aku ingin bertemu dengan Putriku!” ucap Seo Hong dengan senyum yang licik sambil menyerahkan lambang Keluarga Seo kepada Kusirnya.
Kusir yang mendapatkan perintah dari Seo Hong pun berlari menuju ke pintu gerbang Kediaman Li Yuchen sambil melihat banyak sekali Kereta Kuda milik orang-orang yang berkuasa menunggu pintu dibuka.
“Kau tidak boleh masuk!” ucap Penjaga Gerbang dengan nada suara yang tinggi sambil menyilangkan tombak mereka dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Sa-saya datang untuk menyerahkan ini dan menyampaikan pesan dari Tuan saya!” ucap Kusir dengan nada suara dan tubuh yang bergetar serta ekspresi wajah yang takut sambil menyerahkan Lambang Keluarga Seo kepada Penjaga Gerbang.
“Tuan Besar saya ingin bertemu dengan Nyonya Li, Nona Muda kami, Nona Seo Xiqin!” ucap Kusir dengan kepala yang terangkat sambil menunjukkan ekspresi wajah yang percaya diri.
Kedua Penjaga yang mendengar perkataan Kusir itu pun saling berpandangan dan mengingat perkataan Paman Ong dan Bibi Yi bahwa Nyonya mereka bermarga Seo dan merupakan Prioritas Utama di Kediaman itu.
Penjaga yang sampai pada keputusan yang diam pun menganggukkan kepalanya yang akhirnya membuat salah satu diantara mereka masuk ke dalam dan yang lain menjaga di luar.
“Kami akan segera mengkonfirmasi berita ini dan harap anda sabar menunggu!” ucap Penjaga dengan nada suara dan sikap yang dingin.
Penjaga yang masuk ke dalam yang bertemu dengan Paman Ong langsung melaporkan dan menyerahkan benda yang didapatkannya.
“Kepala Ong! Ada Seorang Kusir yang datang untuk ingin bertemu dengan Nyonya dan dia menyerahkan ini padaku!” ucap Penjaga dengan ekspresi wajah yang panik dengan tatapan mata yang bingung dan nada suara yang yang cemas dan khawatir.
Paman Ong yang sangat mengenali benda yang memiliki Lambang Kepala Keluarga yang ada di tangannya pun langsung bergegas menemui Li Yuchen dan meminta izin padanya.
#Bersambung#
Apakah Seo Hong dapat diizinkan masuk dan bertemu dengan Qier serta Li Yuchen? Tebak di kolom komentar ya..
__ADS_1