Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 176. Keinginan


__ADS_3

Li Yuchen tidak ingin menjelaskan semua yang terjadi di Makam Kuno dengan detail kepada Ye Zhin pun hanya menceritakan bagian-bagian yang penting.


“Benar! Sepertinya orang terdahulu menyegel Naga yang telah menghancurkan Daratan Danzong ribuan tahun yang lalu di Makam Kuno dan menutupinya dengan Makam Kuno agar tidak ada seorangpun yang tau tentang keberadaan Naga!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cuek dan tidak peduli.


Ye Zhin yang memahami situasinya pun mencari tau tentang obat yang diberikan Li Yuchen kepada Jin Li Yan.


“Bos! Aku tau jika di Makam Kuno, kau tidak akan mungkin melepaskan orang yang membuatmu kesal dengan mudah dan karena itulah aku menghentikan Master Kong untuk tidak mengatakan hal yang tidak penting.” Ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang serius.


“Tapi Bos, obat apa yang kau berikan padanya hingga membuatnya menjadi seperti itu?” tanya Ye Zhin dengan nada penasaran dengan ekspresi wajah yang ingin tau.


“Aku memberinya Obat Pengikat. Oabat yang akan membuat semua hewan menjadi menggila saat mencium aromanya dan aroma itu tidak akan hilang meski dicuci kecuali dibakar hingga tidak bersisa.” Ucap Li Yuchen dengan senyum jahatnya dengan ekspresi wajah yang dingin.


Ye Zhin yang mengetahui bahawa metode yang dilakukan oleh Li Yuchen sangatlah kejam tidak bisa mengatakan apapun kecuali bersyukur untuk tidak menjadi musuh Li Yuchen.


Ye Zhin yang tidak memiliki apapun untuk dilaporkan lagi pun pergi dan kembali ke kediamannya untuk beristirahat.


Di sisi lain, Wu Ruxin yang telah berada di dalam ruangan Wu Peng pun duduk di sofa dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan berlipat di dada.


“Apakah kakak tidak ingin mengatakan sesuatu tentang Tetua Yu?” tanya Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata tajam.


“Apa maksudmu?” tanya Wu Peng dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang naik ke atas dengan tatapan aneh ke arah Wu Ruxin.


“Hmmm! Kakak tidak perlu berpura-pura bodoh! Kakak sudah tau bukan identitas sebenarnya dari Tetua Yu?” tanya Wu Ruxin dengan nada suara yang kesal sambil berdiri di depan Wu Peng.


“Kakak sudah tau sebelumnya jika Tetua Yu adalah Tuan Muda Li dari Kediaman Li di Kota Kunlun dan Menantu Kediaman Seo, bukan?” tanya Wu Ruxin lagi dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal dengan tatapan mata yang tajam.


“Apa maksud ucapanmu? Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak!” tanya Wu Peng lagi dengan ekspresi wajah yang berpura-pura tidak mengetahui apapun sambil berbalik arah ke tempat lain.


“Jangan berbohong! Aku sudah mengetahui semuanya. Aku sudah tau identitas Tetua Yu yang sebenarnya di Makam Kuno! Kakak tidak perlu berbohong lagi.” ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara keras.

__ADS_1


Wu Peng yang telah terikat kontrak dengan Li Yuchen tidak bisa mengatakan apapun kepada Wu Ruxin tentang kebenarannya dan hanya bisa memberikan Wu Ruxin peringatan.


“Tidak ada yang bisa kukatakan! Kau tidak boleh ikut campur dalam urusan Tetua Yu terutama berharap untuk menjadi wanitanya karena itu akan membuat dirimu hancur sendiri!” ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang datar sambil melihat Wu Peng dengan tatapan khawatir dan cemas.


“Hmm! Kakak tidak perlu ikut campur dalam urusanku! Urus saja urusan Kakak! Aku tidak butuh saran Kakak!” ucap Wu Ruxin yang keras kepala dengan nada suara yang keras dengan mata yang terbuka lebar dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal di saat bersamaan.


Wu Ruxin yang tidak ingin bicara dengan Wu Peng pun keluar dari ruangan itu dan berjalan kembali ke Kediaman Keluarga Wu.


Wu Ruxin yang sangat marah pada Wu Peng karena tidak menjelaskan apapun ataupun mendukungnya memutuskan untuk mengejar cintanya.


"Aku tau jika Tetua Yu... Tidak! Dia bukanlah Tetua Yu tapi Li Yuchen, Tuan Muda Li dari Kediaman Keluarga Li, dan telah memiliki hubungan pernikahan dengan putri Keluarga Seo tapi aku tidak peduli!" ucap Wu Ruxin yang berdiri dengan penuh percaya diri di bawah sinar bulan.


"Seorang Pria dapat memiliki Istri lebih dari empat dan belasan selir. Aku tidak peduli menjadi Istri ataupun Selir yang aku inginkan adalah menjadi wanitanya. Aku pasti akan mendapatkan hatinya." ucap Wu Ruxin dalam hati dengan tatapan mata yang menunjukkan keseriusan dengan kata-katanya.


Di saat yang sama, Ye Rui yang juga telah menyadari perasaannya pada Li Yuchen juga memutuskan untuk mendapatkan hati Li Yuchen dan menjadi wanitanya meskipun harus berbagi dengan Seo Xiqin, Istri pertamanya.


Seo Xiqin yang telah mengatur hati dan pikirannya pun memanggil Sui’er dan Luo’er untuk masuk ke dalam kamarnya.


“Nona, apakah anda memanggil kami?” tanya Sui’er dengan ekspresi wajah yang sopan dengan senyum yang lembut.


“Aku ingin kalian membantuku berhias karena malam ini aku akan makan malam bersama Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang memerah karena malu dengan tatapan mata yang mengarah ke arah yang berbeda.


Sui’er dan Luo’er yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun saling berpandangan dan menganggukkan kepalanya seolah telah mencapai kesepakatan tanpa berbicara.


“Serahkan semuanya pada kami, Nona. Kami akan membantu Nona menjadi wanita tercantik malam ini.” Ucap Luo’er dengan penuh percaya diri dengan ekspresi wajah yang serius.


Setelah mendengar perkataan Sui’er dan Luo’er, Seo Xiqin mempercayakan penampilannya pada mereka.


Seo Xiqin yang berendam dengan air rendaman bunga mawar sambil dipijat dengan ekstrak bunga mawar membuat kulit Seo Xiqin yang sudah putih sejak awal menjadi semakin bersinar dan terlihat lebih muda.

__ADS_1


Seo Xiqin yang memakai pakaian berwarna merah muda dengan riasan tipis dengan sentuhan merah di pipi dan polesan warna merah muda di bibirnya membuat Seo Xiqin terlihat lebih muda dari biasanya.


Seo Xiqin yang melihat penampilannya di cermin menjadi sangat terkejut dan tidak percaya dengan yang dilihatnya.


“Cantik! Sangat cantik!” gumam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan mata yang terbuka lebar.


“Nona memang wanita yang cantik meskipun tidak memakai riasan apapun dan Nona pun tidak memiliki niat untuk menonjolkan kecantikan alamiah Nona pada orang-orang jadi wajar jika Nona sendiri tidak menyadari kecantikan Nona!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang kagum dengan bayangan Seo Xiqin yang ada di cermin.


Seo Xiqin yang mendengar nada pujian dari mulut Sui’er pun menjadi malu dan menanyakan persiapan untuk rencananya.


“Apakah Menu Makan Malam yang aku minta disiapkan telah siap?” tanya Seo Xiqin yang telah berbalik arah dengan senyum yang lembut.


“Jangan khawatir Nona. Semuanya sudah siap dan akan segera dihidangkan setelah Nona sampai di ruangan Tuan Muda Li.” Ucap Luo’er dengan penuh percaya diri sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah. Kita pergi sekarang!" ucap Seo Xiqin kepada Sui'er dan Luo'er dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang serius.


Seo Xiqin yang telah berada di depan kamar Li Yuchen pun mengatur ulang nafasnya dan mengetuk pintu dengan lemah lembut.


"Chen gege! Apakah Qier boleh masuk?" tanya Seo Xiqin dengan lembut dan ekspresi wajah yang ceria dengan senyum yang lebar.


Li Yuchen yang telah menunggu kedatangan Seo Xiqin pun memberi izin Seo Xiqin masuk.


"Masuklah!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar sambil berdiri di depan sebuah lukisan air terjun yang terpajang di sudut kamarnya.


Seo Xiqin yang mendapat izin pun membuka pintu dengan kedua tangannya dan masuk dengan sangat anggun dan elegan bersamaan dengan beberapa Pelayan yang datang membawa nampan makanan dan minuman.


Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin masuk dengan memakai pakaian yang sangat indah dan cantik pun merasa sangat puas hingga memunculkan senyum di sudut bibir Li Yuchen yang membuat wajahnya yang tampan terlihat lebih karismatik.


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2