
Burung Phoenix yang telah menyelesaikan tugasnya pun kembali kepada Li Yuchen dan pergi menemui Li Yuchen di dalam kamarnya di Akademi Yunlong lalu mengubah wujudnya kembali menjadi seperti semula.
Burung Phoenix yang ingat bahwa Seo Xiqin memintanya menyampaikan sesuatu kepada Li Yuchen pun mengatakannya secara langsung.
“Bos! Nyonya Bos mengirimkan sesuatu untukmu dan Nyonya Bos meletakkannya di dalam Tas Qiankun yang terikat di kakiku!” ucap Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Li Yuchen yang melepaskan ikatan di kaki Burung Phoenix pun membuka isi yang ada di dalam Tas Qiankunnya dan menemukan dua buah benda.
“Hmmmm, apakah Qier menuliskan Surat balasan untukku?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang bersemangat dengan senyum bahagia yang terus mekar di wajahnya.
Li Yuchen yang penasaran dengan isinya pun langsung membuka surat tersebut dan membacanya dengan penuh hikmat.
Burung Phoenix yang penasaran dengan isinya pun mencoba mengintip tapi ketahuan Li Yuchen sehingga Li Yuchen pun membuat Segel Formasi dimana ada sebuah dinding pemisah agar Burung Phoenix tidak dapat mendekat.
“Bos! Kau pelit sekali! Aku kan juga ingin tau apa yang ditulis oleh Nyonya Bos? Apakah Nyonya Bos menuliskan sesuatu juga tentangku disana? Hmmm!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang kecewa sambil terus terbang.
Burung Phoenix yang akhirnya sadar jika apapun yang dilakukannya tidak akan ada yang berhasil pun memilih menyerah dan memakan makanan yang dijanjikan oleh Li Yuchen sebagai imbalannya.
“Wah! Terlihat lezat sekali!” teriak Burung Phoenix dengan suara yang keras dengan bola mata yang bersinar menatap makanan yang ada di depannya.
Burung Phoenix yang tak tahan dengan godaan makanan itu pun menyantapnya dengan sangat lahap dan melupakan tentang Li Yuchen yang telah fokus dengan hadiah yang diberikan oleh Li Yuchen.
“Hmmm, apakah ini Giok Kehidupan yang dimaksud oleh Qier di dalam suratnya? Aku hanya harus meneteskan darahku ke Giok ini saja, kan? Kalau begitu baiklah.” Ucap Li Yuchen yang langsung meneteskan darahnya yang tiba-tiba menghilang dalam sekejap mata.
“Apakah Giok ini benar-benar bisa membuatku mengetahui keadaan Qier dan begitu pula dengan Qier? Jika begitu maka aku akan menyimpannya dengan sangat baik!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dan memperlakukan Giok pemberian Seo Xiqin seperti harta karun yang sangat berharga.
Li Yuchen yang menyadari bahwa kamarnya tiba-tiba menjadi sunyi padahal tadi sangat berisik dikarena Burung Phoenixnya pun menjadi penasaran.
Li Yuchen yang mencoba mencari keberadaan Burung Phoenix pun menjadi sangat terkejut setelah mengetahui bahwa makanan yang dibawanya pulang telah habis tak bersisa dan Burung Phoenix yang menjadi tersangkanya ternyata sedang tertidur pulas.
__ADS_1
“Hmmmm, apakah dia sangat capek? Karena kau telah melakukan tugas dengan sangat baik. Aku tidak akan memarahimu karena telah membuat meja ini berantakan.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut.
Di saat Li Yuchen ingin memindahkan Burung Phoenix ke tempat tidurnya tiba-tiba Li Yuchen mendengar suara pintu kamarnya.
“Siapa itu? Hmmm, aku tidak bisa membiarkan Burung Phoenix ini ada di sini. Dia harus segera kembali ke dalam Giok Naga!” ucap Li Yuchen dengan suara rendah dan dengan cepat memindahkan semuanya.
Li Yuchen yang penasaran pun membuka pintu kamarnya dan melihat Mo Mingming dan kedua temannya datanng menemuinya.
“Masuklah!” ucap Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar tanpa ekspresi.
Mo Mingming yang mendengar perkataan Li Yuchen pun langsung menolak dan mengatakan tujuan kedatangannya.
“Tidak! Aku tidak datang untuk masuk, Kak. Aku ingin mengajak Kakak Sepupu ke Kolam Chenlu!” ucap Mo Mingming dengan ekspresi wajah yang serius.
“Kolam Chenlu? Agh! Apakah hari ini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang penasaran.
“Benar, Tuan Muda Li dan saat ini Tuan Muda Ye Zhin pun sedang menunggu kita disana!” ucap Xi Long dengan ekspresi wajah yang serius.
Kolam Chenlu adalah Kolam yang mengandung banyak Energi Langit dan Bumi serta memiliki banyak sekali khasiat tanaman obat karena terletak di atas Bukit Chang’an yang tertanam banyak sekali Tanaman Obat.
Li Yuchen dan yang lainnya akhirnya sampai pun disambut dengan dua orang penjaga Kolam Chenlu yang berada di Level Surgawi tingkat Tiga.
“Lihat! Kedua Penjaga ini tingkat Kultivasinya lebih tinggi dari Master Nu dan Master Zhuo!” gumam Liu Peng dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
“Yang kau katakan itu benar sekali! Aku pun bingung kenapa diletakkan dua Penjaga dengan tingkat Kultivasi di tempat terpencil ini!” gumam Mo Mingming yang masih belum memahami keadaannya.
“Itu karena tempat ini sangat berharga. Di Bukit Chang’an terdapat Tanaman Obat yang sangat banyak baik itu Tanaman Obat yang biasa maupun Tanaman Obat yang langka dan jika dicuri lalu di jual maka akan menghasilkan uang yang sangat banyak!” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah.
“Hmmm, benar sekali. Tidak hanya itu, disini terdapat Kolam Chenlu yang memiliki khasiat dan kandungan yang sangat banyak karena siapapun yang berendam di Kolam Chenlu pasti akan berhasil masalah dalam peningkatan Kultivasinya serta dapat naik tingkat dengan mudah!” ucap Ye Zhin yang diam-diam mendengar perkataan Li Yuchen lalu ikut menjelaskannya.
__ADS_1
“Jika orang yang menjaga tempat yang sangat berharga ini berada di tingkat Kultivasi yang rendah maka resiko akan kemalingan akan sangat tinggi. Jadi itulah sebabnya, Akademi Yunlong meletakkan orang kuat disini. Bagaimana? Apakah sekarang sudah menjawab pertanyaanmu?” tanya Ye Zhin dengan senyum yang lembut.
“Agh, tentu saja. Terima kasih, Tuan Muda Ye.” Ucap Mo Mingming dengan wajah yang memerah karena malu.
Tepat setelah Mo Mingming berkata, Kedua Penjaga Bukit Chang’an pun muncul dan mengkonfirmasi tujuan kedatang kelimanya.
“Apa yang kalian inginkan kemari? Ini bukanlah tempat dimana kalian bisa datang sesuka hati!” ucap salah satu Penjaga yang mengeluarkan aura yang sangat kuat dan menekan kelimanya tapi hal itu tidak berpengaruh sama sekali pada Li Yuchen dan Ye Zhin yang seorang Master Formasi.
Setelah melihat kemampuan Li Yuchen dan Ye Zhin akhirnya salah satu Penjaga itu pun menarik kembali Aura yang dikeluarkannya.
“Ka-kami datang kemari karena ingin masuk ke dalam Kolam Chenlu sebagai hadiah karena telah memenangkan Pertandingan Musim Gugur!” ucap Liu Peng dengan dengan nada suara yang gugup di awal dan menjadi percaya diri pada akhirnya.
“Tunjukkan buktinya!” ucap Penjaga lainnya setelah saling berpandangan satu sama lain dalam hitungan detik.
Ye Zhin yang mengerti maksudnya pun mengeluarkan Token yang diberikan oleh Master Zhuo padanya sebelum berangkat ke Bukit Chang’an.
Penjaga yang melihat Token tersebut pun mempersilahkan kelimanya untuk masuk tapi sebelumnya menjelaskan beberapa hal penting yang harus diperhatikan kelimanya.
“Kalian berlima mungkin telah berhasil menang dalam Pertandingan tersebut tapi tidak semua orang bisa merasakan Kolam Chenlu karena itu aku akan memberitau kalian beberapa hal!”
“Pertama, saat masuk ke dalam kalian akan menemukan lima jalur dan setiap jalur hanya bisa diisi oleh satu orang dan jika lebih dari satu maka orang tersebut akan mendapatkan hukumannya!”
“Kedua, saat di dalam kalian akan menghadapi tiga Hewan Buas. Kalian harus bisa mengalahkan ketiganya dengan kekuatan sendiri untuk menunjukkan jika kalian pantas untuk bisa mendapatkan kesempatan emas ini!”
“lalu ketiga, waktu kalian berendam di dalam Kolam Chenlu tidak terbatas tapi kebanyak orang hanya bisa bertahan paling lama setengah jam karena rasa sakit yang akan dialami saat pertama kali memasukkan tubuh ke dalam Kolam Chenlu!”
Setelah mendengar penjelasan dari kedua Penjaga tersebut, Li Yuchen dan yang lainnya pun masuk ke dalam Goa yang ada di tengah-tengah Bukit Chang’an satu per satu.
#Bersambung#
__ADS_1
Pengalaman apa yang akan dialami Li Yuchen di dalam Goa ya? Apakah Li Yuchen bisa berhasil sampai di Kolam Chenlu? Dan siapa saja yang akan berhasil nantinya? Tebak di kolom komentar ya...